INSYAALLAH HALAL

INSYAALLAH HALAL
PART #12


__ADS_3

Note:maaf jarang up,soalnya lagi banyak kegiatan


Setelah Amoy selesai membelikan minum untuk Aldo,Amoy pun kemudian langsung berjalan kembali ke tempat Aldo.


*Sesampainya ditempat Aldo


"Aduh,maaf ya gw lama, nih minumnya".


ujar Amoy sambil memberikan minum itu kepada Aldo


Aldo pun kemudian menerimanya dan langsung meminumnya.


*glek glek glek


"HAHH!!, Alhamdulilah udah hilang,makasih ya Moy".


ujar Aldo berterimakasih kepada Amoy


"Sama-sama,maafin gw juga ya,soalnya...tadi gw kasih semua sambalnya ke nasi lu".


jawab Amoy dengan jujur


"Iya gpp, lagipula aku itu kuat pedes di rumah aja makan cabenya 5, ngomong-ngomong tadi cabe yang ada di ayam gepreknya berapa?".


tanya Aldo kepada Amoy


"Gak tau sih,tapi antara sepuluh sama lima belas".


jawab Amoy


Aldo pun kemudian sontak kaget,namun Aldo mencoba untuk menahannya karena takut Amoy akan merasa bersalah.


"Owh...kalau cuman segitu mah,yang 15 juga Gpp".


ujar Aldo sambil sedikit tertawa


"Bukanya lo cuman bisa makan cabenya lima doang ya?".


tanya Amoy dengan heran


"Iya,kan lima belas,dihilangin aja angka satunya jadi lima,hehe".


jawab Aldo sambil tersenyum


"Iya juga ya hahahaha,ah elu mah bisa aja".


ujar Amoy sambil menepuk pundak Aldo


"hahaha,Udah,udah,yuk kita pulang".


ujar mamihnya Aldo menyuruh Aldo dan Amoy untuk pulang


Aldo dan Amoy pun kemudian segera bersiap-siap untuk pulang,dan setelah selesai bersiap-siap,mereka pun langsung berjalan ke parkiran mobil untuk menaiki mobil Aldo dan pulang.


*Sesampainya dirumah


"Alhamdulillah sampai juga".


ujar Aldo sambil duduk di kursi ruang tamu untuk beristirahat


"Do,kamu mau makan gak?,kamu belum makan siang kan?,kalau mau nanti Mamih masakin buat kamu".


tanya mamihnya Aldo


"Gak mih makasih,gak usah repot-repot,nanti Aldo beli makan di luar aja, kebetulan tadi Aldo lihat gak jauh dari sini ada warteg".


ujar Aldo menolak


"Yaudah kalau gitu,ini uangnya".


ujar mamihnya Aldo memberikan uang sebesar dua puluh ribu kepada Aldo


Aldo pun kemudian berfikir sejenak,antara dia harus menerima uang itu atau tidak.


"Udah,lu terima aja,lagipula uang dari gaji terakhir lu itu buat ibu lu kan?,jangan dipake-pake terus uangnya".


ujar Amoy menyuruh Aldo untuk menerima uang yang diberikan oleh ibunya


"(Bener juga sih),yaudah kalau gitu,Aldo terima, makasih ya mih".


ujar Aldo berterimakasih


"Iya sama-sama".


jawab mamihnya Aldo

__ADS_1


Setelah menerima uang dari mamihnya,Aldo pun kemudian segera berjalan keluar rumah menuju warteg yang ia lihat diperjalanan tadi.


"Yaudah kalau gitu,Aldo ke warteg dulu ya assalamualaikum".


ujar Aldo berpamitan


"Waalaikumsalam".


jawab mamihnya Aldo dan Amoy


"Eee...do,gw boleh ikut gak?".


ujar Amoy yang menghentikan langkahnya Aldo


"Boleh,tapi ganti dulu baju kamu,gak enak dilihat orang,soalnya itu aurat".


jawab Aldo yang menyuruh Amoy untuk ganti baju terlebih dahulu


"Yaudah kalau gitu,tapi lu tunggu ya".


ujar Amoy yang hendak berjalan ke kamarnya untuk mengganti bajunya


"Iya".


jawab Aldo


Aldo pun kemudian menunggu Amoy di ruang tamu selama kurang lebih 3 menit,dan setelah Amoy selesai mengganti bajunya,Aldo pun kemudian langsung mengajak Amoy untuk ke warteg.


"Yang ini gimana?".


ujar Amoy yang memakai pakaian rumah biasa


"Nah kalau gitu Gpp,yaudah yuk".


ujar Aldo yang langsung mengajak Amoy untuk pergi


Amoy pun kemudian langsung berjalan mengikuti Aldo untuk ke warteg,dan setelah sesampainya Aldo dan Amoy di warteg,Aldo pun langsung memesan makanan dan kopi untuk dirinya.


"Alhamdulillah,sampe juga ayo Moy kita duduk,kamu mau Pesen apa?".


ujar Aldo menawari Amoy


"Gak makasih,lu aja yang makan,lu kan belum makan".


jawab Amoy


ujar Aldo memesan makanan kepada pemilik warteg itu


"Iya,mau dimakan disini apa dibawa pulang?".


tanya pemilik warung itu kepada Aldo


"dimakan disini aja Bu".


jawab Aldo dengan sopan


Pemilik warung itupun segera membuatkan makanan untuk Aldo.


"Bismillahirrahmanirrahim,Allahumma baariklana fiima rozaqtanaa wa qiina adzabannar aamiin".


ujar Aldo berdoa


Saat Aldo hendak memakan makanannya tiba-tiba saja datanglah seorang pemulung yang kemudian duduk di belakang Aldo tepatnya di teras warteg itu sambil memegangi perutnya yang keroncongan,dan Aldo yang melihat hal itu merasa kasian dan berniat memberikan makanannya kepada pemulung itu.


"(Kasian ibu ini,pasti dia lapar),Bu,mau makan?".


tanya Aldo kepada pemulung itu


"Iya nak,ibu lapar,karena daritadi pagi ibu belum makan".


jawab pemulung itu,dengan tatapan mata memelas


Mendengar kata-kata dari pemulung itu,disitu Aldo merasa tidak tega,disitu kemudian Aldo memberikan makanannya kepada pemulung tadi.


"Bu,kalau ibu lapar,ini,kebetulan saya punya sedikit rezeki buat ibu".


ujar Aldo sambil memberikan nasi yang akan ia makan tadi


"Alhamdulillah,terimakasih ya nak,semoga berkah dilancarkan rezekinya,dan dimudahkan segala urusannya, terimakasih ya nak".


ujar pengemis itu berterimakasih kepada Aldo


"Aamiin,makasih juga ya bu".


balas Aldo

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu,ibu pergi dulu ya nak, assalamualaikum".


ujar pemulung itu berpamitan


"Waalaikumsalam".


jawab Aldo


Setelah itu Aldo pun kembali ke meja makan,dan pada saat Aldo duduk kembali di meja makan,dan saat Aldo duduk kembali di meja makan,disitu Amoy pun marah-marah kepada Aldo.


"Do,makanan lu kok dikasih ke orang lain sih?!".


ujar Amoy dengan kesal


"Gpp,lagipula kasian juga,dia belum makan dari pagi".


ujar Aldo dengan tenang


"Iya gw tau,tapi sekarang lu jadi gak makan kan?,gw tau lu pasti laper,tadi sarapan juga lu makannya dikit,lu kenyang makan apa?,makan angin?,gak ngerti deh gw sama pola pikir lo!".


ujar Amoy yang kemudian memalingkan wajahnya dari Aldo


"(Mulai lagi nih), bukannya gitu Amoy,tapi kita itu harus rela berkorban demi orang lain. karena nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Bukanlah seorang mukmin; seseorang yang merasa kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (Shahih al-Adabul Mufrad, no. 82)".


ujar Aldo menjelaskan suatu hadist kepada Amoy


Amoy yang mendengar kata-kata Aldo pun langsung seolah-olah terpukul oleh rotan dikepalanya,disitu Amoy pun tak berkata apa-apa lagi,sampai pada akhirnya dia pun membelikan makanan untuk Aldo.


"BU!,TOLONG PESENIN MAKANAN KAYAK TADI BUAT ORANG INI!".


ujar Amoy yang memesankan makanan untuk Aldo dengan nada marah


"Iya siap,tunggu ya".


jawab pemilik warteg itu


"Yaudahlah kalau gitu,gw mau pulang aja,nih uangnya BYE!".


ujar Amoy yang kemudian berjalan dengan terburu-buru untuk pulang


"EH MOY!,TUNGGU!,MAKASIH YA!".


ujar Aldo yang meneriakan Amoy dari kejauhan


Amoy pun tak mempedulikannya a terus berjalan untuk pulang dengan wajah kesal.


"Hahahaha,maklum mas,yang namanya cewek kalau ngambek itu gitu".


ujar pemilik warteg sambil menyiapkan makanan untuk Aldo


"Iya bu,gpp,kalau saya sih di maklumin aja, karena,orang yang kepalanya panas harus dilawan sama kepala dingin,hehe".


ujar Aldo sambil tertawa kecil


"Wah,masnya penyabar ya,pasti pacarnya seneng".


ujar pemilik warung itu yang mengira bahwa Amoy adalah pacarnya Aldo


Aldo yang mendengar kata-kata itupun langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha!,ibu bisa aja, lagipula dia itu bukan pacar saya Bu,dia sepupu saya,lagipula sekalipun saya adalah pacarnya,menurut saya,saya gak cocok sama dia,ketuaan, hehe".


ujar Aldo dengan tertawa terbahak-bahak


"Cinta gak Mandang usia mas,lagipula umur mas berapa?".


tanya pemilik warung itu kepada Aldo


"Usia saya...21 tahun Bu".


jawab Aldo dengan singkat


"HAH?!!!,EH COPOT!,EH COPOT!,EH COPOT!".


ujar pemilik warung itu yang sontak kaget


"Kenapa bu?,apanya yang copot?".


tanya Aldo kepada pemilik warung itu


Tiba-tiba saja gigi pemilik warung itu copot semua,yang ternyata gigi tersebut adalah gigi palsu,dan Aldo pun langsung kaget melihat hal itu dan berteriak


"WAAAAAAAHHHHHH!!!!!".


ujar Aldo yang hampir terjatuh dari kursi

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2