INSYAALLAH HALAL

INSYAALLAH HALAL
Lamaran Eneng


__ADS_3

" Astagfirullah ( lirih mentari terkejut )


Gadis mungil itu langsung berlari keluar dari area apartemennya.


Huh,, huh,, huh,,


Nafas mentari nampak memburu karena berlari cukup jauh saat melihat petugas imigrasi di area apartemennya.


Huff


Tubuh mungil itu ambruk perlahan dengan air mata yang mulai memupuk.


Abah, Ambu. Eneng teh takut hiks hiks ( batin mentari )


.. .. ..


" Ya allah,, disini teh dingin banget !


( ucap mentari sambil mengosokan kedua telapak tangannya berusaha menghangatkan tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan )


" Eneng takut kalau balik ke apartemen, tapi luar dingin banget. Eneng nggak kuat ! ( ucap mentari )


,, ,, ,,


" hy brother, apa rencana kamu setelah pulang dari perusahaan ? apa kamu mau ikut kami ke B*R ?


( ajak William salah satu rekan kerja Eza yang bisa berbahasa indonesia )


" Owh Thank you william. saya ingin langsung pulang saja ( tolak Eza Halus )


" come on brother ! kamu selalu saja menolak. Apa Agama mu yang melarang ? ( ucap william dengan tatapan mengejek )


Eza hanya bisa mengepalkan telapak tangannya untuk meredam amarah. laki laki tampan itu berusaha tersenyum walaupun amarahnya belum sepenuhnya hilang.


" Ya, agama saya tidak mengijinkannya. dan saya harus mengerjakan tugas kuliah saya ( jawab Eza Tenang )


Cih

__ADS_1


" Dasar orang asia ( William mengendus kesal )


Huff


Astagfirullah, sabar Zaa ( batin Eza )


.. .. ..


Mentari masih setia menyusuri arah jalan. Entah kemana ia akan berlabu, namun langkah kakinya terus berjalan menapaki jalan kota yang cukup ramai.


Hingga tubuh mungil nya tidak sengaja berbenturan dengan tubuh kekar seseorang dihadapan nya.


" Astagfirullah ( kaget mentari )


" Sorry miss ( ucap Eza belum menyadari siapa yang menabrak nya )


" Mentari ? ( ucap Eza )


" Aa Eza ! ( lirih mentari )


Disaat yang bersamaan, seorang petugas imigrasi datang menghampiri mereka.


aduhh,, tamat deh. Eneng tertangkap ! kumaha ini teh ? ( batin mentari )


" Yes sir ( jawab mentari berusaha tenang )


" I'm an immigration officer. can you show your passport? ( pinta petugas migrasi )


paspor ? aduhhh,, paspor Eneng teh sudah habis masa berlakunya ! Eneng aja dateng pakai Visa turis ! ( batin mentari )


" miss, are you okey ? can i see your visa and passport? ( tanya kembali petugas migrasi )


" No ! ( spontan menjawab )


" I think you better come with me to the office ( titah petugas migrasi )


Nggak mau ! Eneng nggak mau ikut ! hiks hiks. Abah, Ambu Eneng takut ( batin mentari )

__ADS_1


Saat rasa panik terus menyerang mentari, gadis mungil itu mendapatkan sebuah solusi antimenstrim saat pandangan nya mengarah ke sosok Eza.



punten ya A, Eneng harus melibatkan Aa dalam masalah Eneng ( batin mentari )


" Sorry sir, but I want to go with my future husband ( jawab mentari menatap Eza )


Hah ? siapa calon suami kamu ? ( batin Eza )


Eza menatap mentari dengan tatapan meminta penjelasan. Sedangkan mentari menatap Eza dengan tatapan memohon.


" you want to get married? ( tanya petugas )


" Sure ( jawab mentari yakin )


Maaf ya A ( batin mentari )


" After marriage, I will take care of all my residence documents here ( sambung mentari )


Tatapan mata Eza berubah menjadi tajam setelah mendengar pernyataan mentari. Namun lagi lagi, gadis mungil itu hanya bisa menatap dengan penuh harap.


" okey, After marriage, I will take care of all my residence documents here ! ( titah petugas )


" Yes sir ( jawab mentari senang )


Setelah kepergian petugas migrasi, mentari menghembuskan nafasnya lega.


huff,,


" apa maksud semua ini mentari b? ( tanya Eza kesal )


aduh,, satu masalah selesai. sekarang datang lagi masalah baru ( batin mentari )


Huff


" A Eza, maukah Aa menikah dengan Eneng ? ( tanya mentari yakin )

__ADS_1


HAH ?


__ADS_2