
Eza membantu mentari untuk bangun dari posisinya. membuat gadis mungil itu terkejut. laki laki tampan itu perlahan meraih kedua tangan mungil mentari dan menatapnya tenang.
" Bismillahirrahmanirrahim, Mentari Aqila. Maukah dirimu menerima Pinangan saya ?
( ucap Eza begitu tenang, membuat mentari begitu terkejut )
" Aa bercanda yaa ? ( lirih mentari )
" untuk apa saya bercanda ? ( tanya Eza dingin )
Mentari hanya terpaku dengan semua kejadian beberapa saat yang lalu. otaknya mencerna kata kata singkat namun sangat mengejutkan yang baru saja Eza lontarkan.
" saya masih menunggu jawaban kamu mentari ( ucap Eza membuyarkan lamunan mentari )
" Aa serius ? ( lirih mentari masih tidak percaya )
" Yaa ( jawab Eza singkat )
ihh,, gimana Eneng mau yakin kalau Aa serius, jawabnya singkat gitu ( batin mentari )
" Diamnya kamu saya anggap Iya ( ucap Eza )
" ihh Aa mahh,, Eneng belum jawab, udah ambil kesimpulan aja ( cemberut )
Masyaallah, tambah lucu kalau lagi cemberut ( batin Eza )
" Yaudah, jadi apa jawabannya ? ( tanya Eza )
" iya Eneng mau ( lirih mentari dengan wajah merah padam )
" Alhamdulillah ( ucap Eza sambil terus memandangi mentari yang semakin salah tingkah )
" Aa jangan liatin Eneng terus ! ( Nervoes mentari )
" kenapa ? ( semakin menggodanya )
__ADS_1
" Eneng malu ! ( lirih mentari )
Haha
.. .. ..
" WHAT ? YOU REALLY ? ( tanya Zul berapi api )
" hem ( jawab Eza singkat )
" sudahlah Zul, lebih baik kamu bantu saya memilih barang barang untuk seserahan. ( pinta Eza )
" Eza. katakan sekali lagi, kau hanya gurau kan ! Haha,, kau tipu aku kan ? ( Zul masih tidak percaya )
" untuk apa saya bohong ? saya serius ingin menikah ! ( jawab Eza menatap Zul dingin )
" OMG ! siape wanita yang tak beruntung itu ? ( masih berusaha menyangkal )
" Nanti saat saya nikah, kamu bisa lihat ( jawab Eza dengan senyum penuh arti )
" apa kamu pikir saya akan melakukan itu ? ( tanya Eza serius )
" mestilah Tak. tapi, ini cepat sangat lah. macemane aku tak tau kalau kau punya kekasih ? dan kenape kau tiba tiba mau menikah ? ( Zul mulai frustasi mengetahui fakta )
" saya memang tidak punya kekasih. tapi, saya langsung mengkhitbah nya ( jawab Eza )
HAH ?
" Macemane boleh macam tuhh ? ( tanya Zul )
" Tidak ada yang mustahil Zul, ketika yang kuasa berkehendak ( jawab Eza )
" WAW, Perfect brother ! tak disangke lahh, aku saje harus berjuang selama bertahun tahun untuk dapatkan pujaan hatiku. kau tak berkencan, tapi langsung tunangan ( ucap Bram antusias )
" congratulatio brother ( ucap Bram memeluk Eza )
__ADS_1
" aku pikir, akulah yang paling tampan diantara kita bertiga. karena aku yang akan menikah. tapi, Rupenye kawan aku ini sangat tampan, hingga dapat taklukan hati wanita secepat kilat Haha ( sambung Bram di akhiri tawa )
" Thank you Bram, and tolong nanti saat aku menikah kamu jadi rombongan keluargaku yaa ? ( pinta Eza )
" Sure !
" tapi, kau juga harus begitu saat aku menikah nanti ( sambung Bram )
" kalian tak kawan lah. tinggalkan aku sendiri melajang :( (ucap Zul)
" Hahaha,, itulah, kau kan asik ganti ganti wanita. lepas tuh kau tinggalkan. sekarang, kau rasakan karma Zul ( Ejek Bram )
Cih
" Brisik kau ! ( kesal Zul )
" Za, siape wanita tuh ? ( tanya Bram )
" Nanti saat akad, kamu akan melihatnya ( jawab Eza )
" Isshhh,, budak nih. suka hati kau lah ( Bram mengerti Eza yang tampak bahagia )
" Ehh, kau mau kemana Zul ? ( teriak Bram )
" Balik kampung, minta dijodohkan dengan bapak aku ( Celetuk Zul )
Hahaha,,
.. .. ..
Astagfirullah, sadar atuh Eneng. kamu kaya orang gila senyum senyum sendiri terus dari tadi ( batin mentari )
Tapi kan, wajar atuh Eneng seneng. Aa Eza beneran melamar Eneng ! Aaaa Abah, Ambu Eneng seneng bangettt
Eh,, gimana sama Abah dan Ambu ? Eneng nggak mungkin jujur sama mereka. Abah pasti marah sama Eneng ! Eneng juga harus bicara apa sama Aa Eza, kalau dia tau Eneng nggak minta Restu Abah sama Ambu.
__ADS_1
Aduh ya allah,, Eneng pusing bangett !