
" Maaf ( lirih mentari )
Gadis mungil itu membenamkan wajahmu sambil menghapus sisa air mata.
huff,,
" kamu sadar apa yang kamu lakukan tadi ? ( tanya Eza Dingin )
Mentari semakin membenamkan wajahnya. Sudah tidak tau semerah apa wajahnya kini.
" liat saya mentari ! ( titah Eza )
menggeleng.
nggak mau ! Eneng udah nggak punya muka lagi buat liat Aa ( batin mentari )
huff,,
" kalau kamu tidak mau liat saya, saya akan laporkan kamu petugas migrasi kalau kamu berbohong ingin menikah dan mengurus surat kependudukan negara ( Ancam Eza )
" JANGAN !
" jangan atuh A, jangan dilaporkan ( pinta mentari )
Sebetulnya Eza cukup prihatin melihat kondisi mentari. Wajah imutnya masih memerah akibat menangis dengan pipi yang masih basah karena air mata.
... ...
" kamu minum dulu ! ( pinta Eza )
Eza memutuskan untuk menenangkan mentari dengan mengajak gadis mungil itu ke sebuah cafe.
" Nuhun A,, ( jawab mentari sambil menginum drink cokelat yang dipesan Eza )
Hening . Eza hanya fokus menatap setiap gerakan mentari. gadis mungil itu menjadi Nervose saat tatapan Eza yang dalam seperti ingin mengintimidasinya.
" kenapa ? ( tanya Eza menyadari gerakan mentari yang kurang nyaman )
" Ehh,, Eng,, aduh,, A Eneng teh mau ke toilet ! ( jawab mentari sambil memegangi ujung bajunya )
__ADS_1
" ihh si Aa malah diam aja, toiletnya dimana ? Eneng udah nggak tahan ini ! ( mulai menaikan oktaf suaranya )
" kamu kebelakang aja ( jawab Eza )
" oke
huff
Astagfirullah, saya pikir dia kenapa ? ternyata kebelet ? Eza, kamu jangan lupa kalau dia spesies gadis langka atau bahkan hanya dia satu satunya Didunia ini ? Cih apa yang kamu pikiran Eza ( batin Eza )
drett drett
Notifikasi pesan dari handphone mentari. Nampak dilayar handphone tertulis Ambu
drett drett
kembali berbunyi. kini tertulis Abah
drett drett drett
Panggilan masuk dari Kontak Ambu
Eza cukup penasaran dengan dering handphone mentari yang tak kunjung berhenti.
Polos banget handphone nya nggak di password ( batin Eza* )
dering handphone itu terhenti saat Eza Hendak mengangkat nya.
Dret
Neng kamu teh sedang apa ?
Eneng lagi dimana ? masih ditempat kerja ?
Eneng kenapa nggak bales pesan Ambu ?
Neng,, nggak tau kenapa, perasaan ambu jadi nggak enak tentang kamu. kamu baik baik ajakan ?
Pesan masuk dari kontak bernama Ambu.
__ADS_1
Namun sebelum membaca beberapa pesan masuk, Eza langsung kembali meletakan handphone mentari dimeja.
" maaf ya A, lama ( ucap mentari saat tiba dimeja )
" yaa
" Tari ( panggil Eza )
" iya A ?
" tadi handphone kamu bunyi ( jelas Eza )
mentari langsung mengambil handphone yang bergeletak dimeja.
" Astagfirullah, Eneng lupa kasih kabar ke Ambu ( lirih mentari )
Tut Tut
" Assalamualaikum Ambu ( ucap mentari dengan seseorang di sebrang sana )
" iya, punten ya Ambu, Eneng teh lupa kasih kabar ke ambu ( merasa bersalah )
" Alhamdulillah Eneng teh baik baik aja. Ambu sama Abah gimana kabarnya ? sehatkan ?
" Alhamdulillah,
" Eneng baik baik aja Ambu ( bohong mentari ) Ambu jangan pikir yang negatif gitu atuh, doakan Eneng terus ya Ambu, semoga bisa cepet ketemu sama teteh ( menahan tangisnya )
" iya, salam sama Abah ya Ambu. bilang kata Eneng Abah harus banyak istirahat jangan pergi ke kebun terus ( berusaha menutupi kesedihan )
" Assalamualaikum ( ucap mentari mengakhiri panggilan telepon )
huff
Astagfirullah, Eneng lupa kalau dari tadi teh ada Aa Eza. ya allah, Eneng teh malu banget ! berarti dari tadi Aa Eza denger apa yang Eneng bilang ? ( batin mentari )
" maaf ya A, Eneng lupa kalau ada Aa ( lirih mentari membuang pandangan nya )
Eza tidak menghiraukan permintaan maaf dari mentari. laki laki tampan itu lebih tertarik melihat tingkah mentari yang begitu polos dan lugu.
__ADS_1
kenapa saya merasa harus melindungi kamu mentari ? apa karena kepolosan kamu yang tidak dibuat buat ? atau hanya jiwa kemanusiaan saya, karena melihat kondisi kamu yang seperti ini ? ( batin Eza )
Huff