
" A,, ( panggil mentari yang bingung melihat Eza yang sedang menetapnya dalam )
" sorry ( jawab Eza )
.. .. ..
huff
ya allah,, ini teh kumaha ? Eneng harus bagaimana ? apa Eneng pulang aja ? tapi, bagaimana dengan Abah dan Ambu kalau tau Eneng pulang nggak sama teteh ? mereka pasti kecewa !
Aa Eza udah jelas nggak mau nikah sama Eneng. kalau urus surat kependudukan nggak mungkin ! status Eneng sekarang aja bahkan ODP petugas migrasi ! ( batin Mentari )
Flashback
" jadi kamu ingin menikah dengan saya karena ingin menetap di negera ini ? ( tanya Eza )
Jlebb
ya allah, kenapa kedengaran nya Eneng teh jahat banget ( batin mentari )
" maaf ( hanya kata itu yang mentari ucapkan )
huff
" saya tidak bisa menikah dengan kamu mentari. Pernikahan adalah hal yang sakral. tidak untuk dipermainkan. ( tegas Eza )
Flashback of
" Tari ( panggil adel )
" tari, are you okey ? ( kembali bertanya )
" Owh, iya bu, maaf ( spontan menjawab )
" hey, ini masih pagi lho. udah melamun aja ( ejek adel )
" iya bu maaf ( tersenyum untuk menutupi rasa malunya )
" ada apa ? anak gadis pamali lho pagi pagi udah melamun ( tanya adel)
__ADS_1
" ibu bisa aja ( mulai malu )
" Bu, hem,, dulu ibu waktu lamaran ibu yang dilamar atau ibu yang melamar ? ( tanya mentari begitu penasaran hingga mengalahkan rasa malunya )
Prttt
" maksud kamu ? ( tanya adel menahan tawa )
" Ehh eng,,enggak jadi bu ( mulai sadar dengan pertanyaan polosnya )
" saya ngerti kok, dulu papa nya varel yang melamar saya lebih dulu ( jelas adel )
" tapi, setau saya dalam agama diperbolehkan untuk perempuan melamar laki laki lebih dulu. Islam tidak mensyariatkan bahwa yang boleh mengajukan lamaran hanya laki-laki. Ibunda Khadijah pun dulu yang pertama melamar Nabi Muhammad SAW. ( jelas adel mengerti kebingungan mentari )
" gitu ya bu,,
" memang pujaan hati tidak mau melamar lebih dulu ? ( tanya adel dengan senyum penuh arti )
" pujaan hati ? maksud ibu ? ( bingung mentari )
" hihi,, saya dukung kamu kalau mau mengambil tindakan lebih dulu. saya yakin dia tidak mungkin menolak gadis lugu seperti kamu tari ( memberi dukungan )
"Haha,, kamu nggak jago bohong tari, tapi gapapa bilang ke teman kamu yang dikampung, kalau nggak masalah dia mau ambil tindakan duluan ( jawab adel masin dengan tawanya )
" Ibu,, ( mentari menahan malunya )
ya allah Eneng teh maluu ! kok bu adel bisa tau sih ( batin mentari )
.. .. ..
" Hy sis ( ucap madam mona saat tiba kantor WO adel )
" Hallo madam. Uuu kangen ( jawab adel langsung berhambur memeluk madam mona )
" aku lebih kangen. kamu sibuk banget sekarang. kita jadi jarang kumpul ( keluh madam mona )
" sorry,,, yaa aku harus mengurus kantor dan keluar kecilku ( jawab adel ) So, kita jarang berkumpul ( sambungnya )
" No problem sis, aku ngerti kok ( jawab madam mona )
__ADS_1
" si cantik ( kanget madam mona melihat mentari yang baru saja lewat )
" madam ( jawab mentari )
" kamu kok ada disini si sayang ? ( tanya madam mona )
" iya madam, saya bekerja disini ( jawab mentari )
" ya ampun, dunia ini begitu sempit
Haha
mendengar jawaban dari madam mona membuat tawa dari adel dan mentari pecah.
.. .. ..
" saya permisi bu ( ucap mentari )
" iya,,
" kenapa madam ? ( tanya adel )
" enggak, aku cuma ngerasa si Eneng kaya lagi ada masalah ( jawab madam mona melihat wajah mentari yang tidak seperti biasanya )
" Owh, sepertinya memang ada
" Hah ? dia kenapa ? masalah apa ? kenapa nggak bilang ke aku ? ( tanya madam mona )
Sini !
pinta adel agar madam mona mendekat dan berbisik di telinganya.
" YA AMPUN ( ucap madam mona terkejut mendengar penjelasan adel )
" kita harus turun tangan ! ( sambung madam mona )
Ekspresi Eneng yang lagi dilanda galau ehh ralat bingung hihi :)
__ADS_1