
" Za,, kau mau kemane ? ( panggil Bram )
Laki laki tampan itu tidak menghiraukan suara Bram yang memanggilnya. Hingga langkahnya terhenti tepat dihadapan mentari.
" Tari,, ( panggil Eza sambil memegang bahu gadis mungil yang masih terisak )
" Aa Eza ( lirih mentari nampak terkejut )
Jleb
Entah sudah berapa kali saya melihat kamu menangis mentari. tapi yang paling jelas diingatan saya, tangisan kamu ketika memanggil saya di Resto kemarin, namun saya justru pergi begitu saja. ( batin Eza )
" Sorry,, kamu bukannya calon, maksud saya mantan tunangannya mentari ? ( ucap Adel memecah asmosfer kedua insan yang saling menatap dalam diam )
Eza hanya menjawab lewat senyum kecil sambil menelaah kata kata Mantan Tunangan yang baru saja adel katakan.
Sejurus kemudian pandangan laki laki tampan itu tertuju pada tiket penerbangan yang ada digenggaman mentari .
Tiket penerbangan ? untuk apa ? apa,, apa mentari ingin pulang ke indonesia ? kenapa ? apa karena saya ?
( batin Eza )
" Okey, tari sepertinya kamu dan dia butuh waktu untuk bicara ? aku dan mas william bisa pindah meja ( saran adel melihat ekspresi keduanya )
" Owh, nggak perlu bu. nggak ada yang harus dibicarakan ( spontan menjawab )
Kenapa kamu menghindar dari saya mentari ? apa kamu marah dengan saya ? Ya,, kamu pasti marah dengan saya. karena saya mengakhiri hubungan kita secara sepihak. tapi, saya juga kecewa tari. saya kecewa karena kamu berbohong dengan saya. ( batin Eza )
A,, maafin Eneng. Bukannya Eneng mau menjauh dari Aa. tapi Eneng beneran malu kalau harus berdekatan lagi sama Aa. Kalau memang menghindar adalah jalannya, Eneng akan lakukan ( batin Mentari )
.. ..
__ADS_1
Huff
Astagfirullah
Flashback
" Tari tunggu ! ( titah Eza )
" ada apa lagi sih A ? ( mulai frustasi karena Eza belum menyerah mengejarnya )
" kamu yang ada apa ? ( berbalik tanya )
" kamu marah sama saya ? ( tebak Eza )
Mentari membulatkan matanya sempurna. gadis mungil itu terkejut mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan Eza.
Marah ? Eneng marah sama Aa ? kenapa Eneng harus marah sama Aa ? Justru harusnya teh sebaliknya ! Aa yang pasti marah sama Eneng ! karena Eneng bohong sama Aa ! ( batin mentari )
" maaf ( lirih Eza melepaskan genggamannya )
" Ehh,, Aa mau apa ? ( tanya mentari saat Eza kembali menggenggam tangannya )
" Jangan bergerak ! saya ingin mengobati lukanya ( jelas Eza nampak serius )
" sudah ( ucap Eza setelah memasang plester ditangan mentari yang terluka )
" Nuhun A ( lirih mentari )
" kamu mau pulang ? biar saya antar ! ( titah Eza )
" Nggak perlu A, Eneng bisa pulang sendiri ( tolak mentari )
__ADS_1
" tari,, saya
" Eneng beneran bisa pulang sendiri A ! Eneng permisi. ( ucap mentari bergegas pergi )
" semarah itu kamu dengan saya tari ( lirih Eza )
Flashback off
Maaf A, Eneng harus terbiasa jauh dari Aa. ( batin Mentari )
huff
Mentari POV
Eneng dimana ? tempat ini sepertinya belum pernah Eneng datangin. indah sekali. lebih indah dari pegunungan didesa.
Siapa ?
siapa wanita itu ? dan anak laki laki itu, kenapa dia menangis ?
Ehh,, bu,, ibu,,
teriak ku memanggil wanita berkisar 40 tahunan yang meninggalkan seorang anak laki laki yang terus memanggil manggilnya, namun wanita itu terus berjalan mundur meninggalkan anak laki laki yang semakin terisak .
aku terus memanggil wanita itu. Namun wanita itu tetap melangkah mundur, semakin jauh meninggalkan anak laki laki yang semakin terisak pilu.
Wanita itu tersenyum melihatku. Namun sejurus kemudian, tatapan matanya seperti memohon mengisaratkan meminta aku untuk menjaga anak laki laki yang masih menangis itu.
MAAF DIGANTUNG ☺
LIKE & KOMEN DONG READER BIAR AUTOR SYEMANGAT UP NYA 😁
__ADS_1
NEXT YAA 🚀