
" insyallah nanti setelah Eza pulang dari perusahaan, langsung ketaman kota ( ucap Eza dengan madam mona lewat sambungan telepon )
" iya, Assalamualaikum ( Eza mengakhiri panggilan )
.. .. ..
" Ibu, memang kita mau kemana ? terus kenapa saya teh harus pakai pakaian ini ? ( tanya mentari bingung saat adel memintanya berganti pakaian )
" ke suatu tempat, dan kamu harus pakai pakaian ini ! ( pinta adel menyerahkan sebuah stelan pakaian )
" iya bu ( pasrah mentari, walau sebelumnya ia bingung karena adel tiba tiba memintanya berganti pakaian )
..
Astagfirullah,, ini teh baju kurang bahan ! masa cuma sampai dada ! perut Eneng keliatan ! aduh bu adel mau ajak Eneng kemana sih ? kenapa harus pakai baju kurang bahan begitu ( batin mentari )
gadis mungil itu keluar dari ruang ganti dengan wajah cemberut.
" Ibu, ini teh bajunya kurang bahan. Masa perut saya keliatan begitu. Aurat ini mah ( protes mentari )
" Waw, fantastic baby ( puji adel )
ihh si ibu mah, ini teh bukan nya fantastic, tapi kaya cabe cabean ( batin mentari )
" sumpah kamu cantik banget tari, ayo langsung kita berangkat ( ucap adel mengantisipasi mentari untuk menukar pakaian nya )
" tapi bu,,
" udah ayoo ( menarik lengan mentari )
.. .. ..
" kita mau bertemu klien bu ? ( tanya mentari )
" hu'um ( bohong adel )
Taman Kota
__ADS_1
Aa Eza ( batin mentari )
" bu ?
" tari, ini semua belum terlambat. saya dukung kamu ( ucap adel mengerti keterkejutan mentari )
" tapi_
" Stop ! nggak ada salahnya kamu coba ( masih menyakinkan mentari )
huff
,, ,, ,,
" Madam lama banget yaa ? ( ucap Eza seorang diri sambil melihat ke berbagai arah mencari sosok madam mona yang memintanya untuk datang ke taman kota )
Laki laki tampan itu berusaha menghubungi nomer madam mona, namun nihil, hasilnya selalu diluar jangkauan.
huff
" A ( panggil seseorang di belakang Eza )
" tari ( Eza tampak terkejut )
laki laki tampan ini memandang mentari dari atas sampai bawah. wajah cantik dengan polesan make up natural serta tubuh indahnya terpampang sempurna karena pakaian yang mentari kenakan mengikuti postur tubuhnya dan terbuka dibagian perutnya.
glek
Astagfirullah, sadar Eza ( batin Eza )
aduh ya allah,, Eneng malu bangettt ( batin mentari )
" kamu sedang apa disini ? ( tanya Eza memecah kesunyian )
Bukannya menjawab, gadis mungil itu langsung berlutut dihadapan Eza sambil membawa buket bunga yang ternyata sudah disiapkan oleh bu bosnya adel.
" ehh kamu mau apa ? ( terkejut Eza )
__ADS_1
" bangun tari ! apa yang kamu lakukan ? ( menarik lengan mentari agar bangun dari posisinya )
Menggeleng.
" Eneng nggak mau bangun, sebelum Aa terima lamaran Eneng ! ( ucap mentari yang membuat Eza terkejut )
Hah ?
" tari kamu_
" A ( potong mentari )
" Eneng tau ini bukan pertama kalinya Eneng melamar Aa. Tapi, mungkin ini yang terakhir. Eneng tanya sama Aa sekali lagi, maukah Aa menikah dengan Eneng ?
( ucap mentari sambil menyodorkan sebuah buket bunga ke arah Eza )
huff
" tari,,
" Aa cuma boleh jawab Iya atau tidak ! ( pinta Mentari )
huff
" A,, Eneng mau menikah dengan Aa karena ibadah. Eneng sadar kalau mungkin ini terlalu cepat untuk kita.
Aa mungkin anggap Eneng seperti perempuan murahan. tapi, satu hal yang harus Aa tahu, Eneng selalu riuh dihadapan Allah, Melantunkan melodi terindah tentang nama Aa.
( Ucap mentari tersenyum namun air matanya tidak bisa berbohong )
" untuk yang terakhir kalinya, Mouhan Reza Faturahman. maukah kamu menjadi penyempurna ibadahku ?
BERSAMBUNG, HIKS HIKS DIGANTUNG 🤧
MAKANYA KASIH LIKE ,KOMEN, VOTE, FAVORIT DONG BIAR AUTORNYA SEMANGAT LANJUT :)
__ADS_1
BTW SALUT BANGET SAMA ENENG, KATA KATANYA ITU LHO, MASYAALLAH AUTOR SAMPE MELELEH ಥ⌣ಥ
See you ❤