
bruk,,
" Aduh segala jatuh lagi ( ucap mentari berusaha mengambil tas miliknya )
Eh eh,,
Saat berusaha mengambil tasnya yang terjatuh, mentari hilang keseimbangan karena dirinya yang sedang menggendong varel didepannya.
Namun sebelum tubuhnya menyentuh lantai, sebuah tangan dengan kuat menahan tubuhnya yang hampir terjatuh.
Deg Deg Deg
*Aa Eza ? ( batin mentari )
Manis ( batin Eza* )
" Huaa,, mommy mommy ( tangis Varel tiba tiba terpecah )
Suara tangisan varel seketika memecah asmosfer dua insan yang saling menatap dalam diam.
" Sorry ( ucap keduanya bersamaan )
Aduh Eneng sadar atuh, kendalikan hati dan pikiran ( batin mentari )
" Hem,, makasih ya A,, ( ucap mentari salah tingkah )
" ya ( jawab Eza tak kalah Nervous nya )
" Huaa,, mommy mommy ( tangsi varel masih berlanjut )
" iya sayang,, kita pulang yaa, nanti ketemu sama mommy ( ucap mentari lembut saat varel masih setengah sadar dari tidurnya )
" Saya teh permisi ya A ( pamit mentari )
" Owh oke ( jawab Eza tidak fokus karena masih bertanya tanya apa hubungan mentari dengan bocah yang ada di gendongan nya )
__ADS_1
"sorry sir, your wife's bag is left behind ( ucap seorang pelayan caffe )
" my wife ? ( tanya Eza bingung )
"Yes, the girl who was with the boy earlier ( jawab pelayan caffe )
"but, she is not my wife ( jelas Eza )
" i'm sorry sir
" okey, No problem
Istri ? bagaimana mungkin dia mengira aku suaminya ? menikah saja belum, kenapa menjadi suaminya ? ( batin Eza )
... ...
" ya ampun, tari varel ketiduran yaa ? ( khawatir adel )
" iya bu, tadi setelah makan ice cream bilang kalau dia mengantuk ( jelas mentari )
" ngga bu, saya justru senang karena varel sangat mengemaskan ( ucap mentari menatap lembut kepada sosok varel yang tengah tertidur )
Adel bisa melihat dengan jelas ketulusan dari mentari. gadis mungil itu terlihat begitu menyayangi putranya.
" saya bawa varel masuk dulu yaa ( ucap adel )
" iya bu ( jawab mentari )
" Tari ( panggil Eza )
" Astagfirullah, Aa eza. kenapa kesini ? ( ucap mentari terkejut melihat kedatangan Eza )
" ini ( jawab Eza sambil menyerahkan tas milik mentari yang tertinggal di caffe )
" Astagfirullah Eneng lupa ( ucap mentari memegang kening nya sendiri )
__ADS_1
lucu ( batin Eza )
" Aduh,, Hatur Nuhun ya A,, ngga tau lah kalau beneran ketinggalan ( ucap mentari )
" ya,, lain kali jangan ceroboh ! ( jawab Eza )
" hu'um
" Siapa tari ? ( tanya adel saat tiba menghampiri )
" bu, ini Aa Reza ( sahut mentari )
" Aa Eza ini teh bu adel, bos aku ( jelas mentari memperkebalkan )
Adel dan Eza sama sama melempar senyum.
" saya tidak menyangka kamu seberani ini membawa pasangan ke kantor ( celetuk adel ) tapi nggak masalah lho tari, saya yakin setelah ini kamu pasti lebih bersemangat kerja ( sambung adel )
a,,apa ? pa,,pa,,pasangan ( batin mentari )
" Ehh,, bukan gitu atuh bu,, saya teh nggak ada hubungan apa apa sama Aa Eza ( panik mentari menjelaskan )
" aduhh,, si ibu teh salah paham ( sambung mentari dengan wajah merah padam )
kumaha ya allah Eneng teh malu pisan ! ( batin mentari )
" Owh belum ada hubungan, berarti masih proses ? saran saya si langsung kepelaminan aja, baru nanti pacarannya ( ucap adel semakin usil menggoda mentari dan Eza yang terlihat salah tingkah )
" ibu teh bicara apa ? ini teh beneran, saya teh nggak ada hubungan apa apa sama Aa Eza ( masih berusaha meluruskan kesalahan pahaman bos nya )
hihihi,, lucu banget liat ekspresi mereka, jadi ingat waktu kasmaran dulu ( batin adel )
Ihh,, si ibu mah. A Eza juga bukannya bantuin Eneng jelaskan ke bu adel malah diam aja. Aduhh Eneng teh maluuuu ( batin mentari )
Next
__ADS_1