
" A Eza, maukah Aa menikah dengan Eneng ? ( tanya mentari yakin )
HAH ?
MENIKAH ?
Eza sangat terkejut mendengar Pertanyaan dari mentari. laki laki tampan itu kembali mencerna kata kata singkat namun sangat mengagetkan yang mentari ucapkan barusan.
" Iya, Aa Eza mau nikah sama Eneng Nggak ? ( lirih mentari )
gadis mungil itu membenamkan wajahnya untuk menutupi rasa malu yang luar biasa . Tidak pernah terpikirkan olehnya untuk melamar laki laki terlebih dahulu.
jika kedua orang tuanya tahu, terutama Abah pasti akan sangat murka mengetahui kelakuan putri bungsunya itu.
" Tenangkan diri kamu mentari ! saya mengerti kamu sangat panik tadi ( ucap Eza bijak )
Mentari langsung mendongakkan kepalanya menatap Eza.
" Nggak A, Eneng teh serius mau melamar Aa ! ( yakin mentari )
Dengan tangan gemetar, gadis mungil itu berusaha meraih tangan Eza yang masih dilanda banyak pertanyaan.
" Mouhan Reza Faturahman, bersediakah kamu menikah dengan saya ?
( Ucap mentari dengan suara gemetar dan air mata yang mulai memupuk )
ya allah,, Eneng merasa nggak punya harga diri lagi sekarang ! Abah, Ambu maafkan Eneng hiks hiks ( batin mentari )
__ADS_1
" No ! saya tau kamu sedang tidak stabil sekarang. keputusan yang kamu ambil pasti tidak kamu pikiran lebih dalam. ( jawab Eza Bijak )
Hiks
Satu isakan lolos dari bibir ranum mentari. gadis mungil itu sudah tidak bisa menahan semua perasaan dan pikiran buruk yang sedang berkecamuk di otaknya.
Mentari menangis sesegukan tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Jalan kota yang semakin ramai, karena memasuki jam pulang kantor membuat mobilitas kota semakin meningkat.
Orang orang yang berlalu lalang melihat mentari dengan tanda tanya. ada yang berpikir dia adalah turis korban pencopetan.melihat wajah mentari yang persis orang- orang asia tenggara.
Dan ada yang berpendapat kalau gadis mungil yang tengah menangis di pusat kota itu sedang bertengkar dengan orang tuanya.
melihat postur tubuh mentari yang mungil dengan wajah
baby face dan ekspresi yang sedang menangis sesegukan menambah kesan remaja labil bak anak SMA .
Tangisan mentari semakin terdengar jelas dan mengundang perhatian penguna jalan. Tak terkecuali laki laki tampan yang dengan berat hati harus kembali berbalik arah menuju sosok yang tengah menangis dengan sendunya.
" excuse me, sorry
( ucap Eza berusaha melewati beberapa orang yang berkumpul menenangkan atau sekedar melihat mentari yang masih setia dengan tangisan nya tanpa mempedulikan orang-orang yang berusaha menenangkan nya. )
Hiks hiks
masih terdengar jelas isakan demi isakan tangisan mentari. tampak jelas wajah putihnya berubah menjadi merah muda dengan warna hidung lebih pekat seperti tomat segar.
" kamu kenapa nangis ?
__ADS_1
Tanya seseorang singkat yang berhasil menghentikan tangisan mentari.
" Aa Eza ( lirih mentari )
Hiks hiks
sedetik kemudian, tangis mentari kembali pecah. kini isakan itu terdengar lebih jelas. membuat orang orang disekitar semakin dibuat penasaran.
" Stop tari ! banyak orang yang melihat ( titah Eza )
" Sir, is he your girlfriend? ( tanya salah seorang yang ikut menyaksikan drama yang dibuat oleh mentari )
Eza gelagapan mendapat pertanyaan seperti itu. sedetik kemudian, ia semakin dibuat kaget saat tiba tiba mentari memeluk dirinya dengan erat.
" OMG ! today's young people ( ucap seorang penonton drama dadakan itu )
" My advice, if you have a problem please solve it properly.
( sambung si penonton yang tampak kecewa namun sedikit terhibur saat tau alasan tangisan mentari yang begitu pilu hingga sukses mengundang perhatian publik sekitar )
Tidak tau semerah apa wajah Eza . laki laki tampan itu menahan malu karena dikira sebagai sumber kesedihan mentari hingga akhirnya gadis mungil itu menangis meraum raum tanpa mempedulikan kondisi sekitar.
sedangkan mentari, sang aktor utama dalam drama dadakan itu, masih setia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Eza. Wajahnya sudah merah padam. Ia begitu mengutuki tingkah b*doh nya yang menangis tersendu sendu di pusat kota.
Aaaa Eneng malu, mau masuk lagi aja ke perut Ambu ( batin mentari )
LIKE & KOMEN YAA 😁
__ADS_1
MAKASIH 😊