
Astagfirullah, kenapa dari tadi sulit sekali tidur ! ( keluh Eza )
Tut tut
" Assalamualaikum Bram ( ucap Eza dengan seseorang di sebrang sana )
"saya belum tidur. Resto ? untuk apa ? ( tanya Eza )
" No ! kamu bisa minta temani Zul ( saran Eza )
Huff
" Oke saya berangkat sekarang ( ucap Eza mengakhiri sambungan telepon )
.. .. ..
Parkir Resto
" Tadi bu adel bilang tunggu didalem aja ( ucap mentari seorang diri )
Deg
A Eza ( lirih mentari )
ya allah, kenapa harus ketemu ? ( batin mentari )
Ehh,,
Aa Awas ! ( teriak mentari )
Mendengar suara teriakan, Laki laki tampan itu mencari ke sumber suara. Sedetik kemudian pandangannya terpaku melihat siapa yang ada di hadapannya. Namun, belum pulih dari rasa keterkejutannya, Eza semakin dibuat terkejut melihat mentari yang berlari ke arahnya Dan,,
Brukk
" B*llshit ( teriak pemotor yang hampir saja menabrak Eza )
Mentari ( batin Eza )
__ADS_1
Deg Deg Deg
Jarak yang begitu dekat, dengan posisi mentari yang berada di atas Eza membuat tubuh keduanya bersatu yang hanya tersisa jarak beberapa centimeter saja.
" maaf ( lirih mentari sadar dengan posisinya )
" Aww ( keluh mentari merasa perih di punggung tangannya yang terluka, akibat menahan benturan kepala Eza )
Ehh
" Aa mau apa ? ( lirih mentari )
Bukannya menjawab, laki laki tampan itu malah memegang tangan mentari yang terluka.
" Aduh,, sakit A ( pekik mentari )
Tut Tut
" Iya bu, saya udah sampai di Resto. ini masih di area parkir ( ucap mentari dengan seseorang disebrang sana )
" Iya bu, saya langsung ke dalam resto ( sambung mentari mengakhiri panggilan telepon )
" tunggu !
Aa mau apa ? Eneng masih malu ketemu sama Aa ! ( batin mentari )
" tangan kamu terluka mentari. saya ingin mengobatinya ! ( titah Eza )
" nggak usah atuh, ini teh cuma luka kecil ( jawab mentari berusaha menarik tangannya yang dipagang Eza
" saya hanya ingin mengobatinya tari ! ( kekeh Eza tetap menahan tangan mentari )
" Tapi Eneng udah aja janji sama bu adel. dia udah tunggu Eneng didalam ( jelas mentari )
" ini juga cuma luka kecil A. Eneng beneran gapapa ( sambung mentari )
" maaf Eneng harus kedalam dulu ( menarik tangannya )
Eza menatap kepergian mentari dengan perasaan bersalah. laki laki tampan itu merasa perubahan sikap mentari.
__ADS_1
Kenapa kamu seperti menghindar dari saya mentari ? apa kamu marah, karena saya memutuskan hubungan kita secara sepihak ? Maafkan saya tari. saya memang terlalu pengecut untuk meminta maaf kepada kamu. tapi, tolong mengertilah perasaan saya saat ini. ( batin Eza )
.. ..
" maaf bu, saya telat ( ucap mentari saat tiba dihadapan adel )
" it's okey. sini, duduk dulu ( jawab adel )
" kamu mau pesen makan ? ( tanya adel )
" terserah ibu aja ( jawab mentari )
..
" Hy, brother. kamu lambat sangat lah ! ayo cepat ajari aku ! ( ucap bram nampak frustasi karena Nervose menjelang hari perhikahannya )
" maaf ( hanya itu kata kata yang Eza ucapkan )
Sejurus kemudian, pandangan laki laki tampan itu terpaku dengan sosok yang baru saja menolong dirinya dari pemotor ugal-ugalan.
huff
Astagfirullah ( ucap Eza menyadarkan dirinya sendiri )
" hy brother. are you okey ? ( tanya bram)
" Owh, ya sorry bram. saya kurang fokus ( bohong Eza )
Astagfirullah, kenapa kamu mampu memporak-porandakan perasaan saya mentari. disaat hati saya merasa kecewa karena kebohongan kamu. tapi, kenapa kamu datang kembali bahkan menyelamatkan saya tanpa memikirkan diri kamu yang terluka. ( batin Eza )
huff
" Zaa, aku ajak kau kesini untuk bantu aku hafalkan ijab qobul. bukan itu melamun sajee ! ( kesal Bram melihat Eza yang kembali melamun )
" Sorry.sorry bram. ( ucap Eza merasa bersalah )
huff
Astagfirullah
__ADS_1