Intan, Gadis Tomboy

Intan, Gadis Tomboy
Bab. 16. Kera Dan Monyet


__ADS_3

Pria itu segera menyeret tangan Intan yang baru turun dari motornya juga. Intan yang sudah siap dengan jurus seribu bayangannya akan bersiap-siap menghabisi pria itu jika dia akan macam-macam padanya.


Intan melihat sekeliling di tempat itu sepi dan pikiran buruk sudah melanda dipikirannya.


"Ayo, di atas sana ada penginapan! kita asyik-asyik aja di sana!" ajak pria yang ternyata botak itu pada Intan.


"Astaga, ingat umur Pak! nyebut!" sungut Intan, dia tahu dari gelagatnya, kalau pria itu akan bertindak buruk padanya.


"Ayo ikut aku, aku tahu kamu gadis butuh uang, dan aku akan berikan kamu berapapun yang kamu minta," ucapnya.


"Buset! bapak-bapak kurang asem! rasakan ini pria tua!" Intan menendang terong nya denga keras, hingga pria itu mundur beberapa langkah kebelakang, dengan memeganginya kuat, dia tampaknya kesakitan.


"Aduh! gadis tidak tahu terima kasih! sakit tahu!" katanya dengan kesal. Pria itu masih tidak bisa berjalan karena kesakitan luar biasa. Kesempatan buat Intan lari meninggalkannya. Pool 0


"Kabur....!"


"Aku harus maraton, aku kapok, gak mau nebeng orang lagi, geli aku melihat pria seperti itu lagi, buat aku kesel. Emak ... tolong anakmu, Mak!" Intan berlari dan terus berlari. Entah sampai besok atau subuh sampai rumah.


Seorang pengendara motor, berhenti di depan Intan, gadis itu melirik ke samping, ternyata pahlawan penolongnya pun datang. Pahlawan yang biasa membantunya di saat dia kesusahan.


"Zaky!" panggilnya dengan pelan.


"Ayo ikut aku, aku akan antarkan kamu pulang!" ajak Zaky.


Intan segera naik ke atas motor Zaky, dengan perasaan gembira. Segera Intan menaiki motornya yang tinggi.


"Kenapa berlarian di jalan seperti ini? Bukannya kamu tadi pulang bersama Dion? Apa pria itu menyakitimu dan menurunkan kamu di tepi jalan seperti ini, Intan?" tanya Zaky pada Intan, dengan melihat ke arah spion.


"Tidak, Aku tadi pulang naik angkot. Karena aku melamun akhirnya aku kebablasan. Uangku habis, mau naik angkot lagi, gak bisa. Terpaksa Aku mencari tumpangan lewat pengendara yang searah dengan tujuan rumahku, Zak," jelas Intan.


"Kenapa Dion tidak mengantarmu pulang?" tanya Zaky.


"Aku tidak mau, aku ingin pulang sendiri, karena dari tadi aku hanya kepikiran kamu saja, aku tidak tenang Zak, beneran," curhat Intan jujur.


Zaky sedikit bersemangat, Ternyata Gadis itu memikirkan dirinya. Kali ini dia yakin bahwa Intan memiliki perasaan untuknya.


'Aku tahu, kamu cinta sama aku Intan, hanya butuh sedikit waktu agar kamu tahu bahwa perasaan kita memang benar cinta,' kata Zaky tanpa suara.

__ADS_1


Intan melirik Zaky dengan tersenyum, dia tanya Kali ini berbeda dengan sebelumnya, biasanya tidak ada drama jantung bergetar hebat seperti sekarang ini.


'Astaga, aku nervous banget dekat pria ini sekarang, ada apakah dengan aku saat ini, benar-benar kali ini jantung ku bekerja dua kali lipat.


"Pegangan Intan, aku mau ngebut!" teriak Zaky sedikit membuka kaca helm.


Intan menurut, dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Zaky dengan senyum mengembang.


Zaky tersenyum melihat Intan menurut padanya, bahkan meletakkan kepala di punggungnya.


'Ah, sepertinya aku sudah gila. Aku bahkan nyaman seperti ini di dekat Zaky, otakku Uda gak beres, apa lagi hatiku, rasanya pengen aku periksakan ke psikiater,' Intan memejamkan kedua matanya, merasakan kedamaian yang belum ia rasakan sebelumnya.


"Sudah sampai Intan, turunlah!" kata Zaky. Motornya sudah tidak terasa berjalan kembali.


"Ah, kok cepat sekali? gak berasa!" jawab Intan membuka kedua matanya. Dan benar, dia sudah sampai di depan rumahnya.


"Woy Intan! pekerjaanmu keluyuran aja sama Zaky! ini sudah jam berapa, kamu dari mana saja Samapi jam ini baru pulang? Hah?" Emak Intan mencerca dengan berbagai pertanyaan.


"Ya elah dah Mak, aku aja baru ketemu Intan di jalan tadi, aku antar pulang. Pasti aku di salahkan terus!" Zaky tampaknya tidak terima dengan semua tuduhan Mak.


"Benarkah Intan?" Emak menjewer kuping Intan dengan kuat.


"Zak, makasih ya udah di antar pulang! lebih baik kamu pulang saja!" pinta Intan. Dia harus menyelamatkan Zaky dari Emak Intan yang sudah murka karenanya.


'Ah, aku salah. Tapi yang patut di salahkan itu ya si Dion itu! pria itu yang menyebabkan aku harus mengalami kejadian-kejadian yang membuatku kesal,' oceh Intan tanpa suara.


"Mak, Zaky pamit," ucap Zaky dengan meminta tangannya untuk di cium.


"Ya," jawab wanita itu singkat.


Minah mengajak Intan masuk, dengan masih menjewer kupingnya. Intan merasa kesakitan.


"Ampun donk, Mak sakit!"


"Rasakan kamu, anak bandel!" ucap Emaknya, wanita itu memasukkan anak gadisnya ke kamar, dan menguncinya dari luar.


"Mak, kenapa aku di kunci? Mak bukakan pintunya! Mak jangan hukum aku seperti ini Mak!" Intan berteriak-teriak keras. Sampai suaranya serak kehabisan suara.

__ADS_1


"Mak kejam kok sama Intan. Padahal Intan tidak melakukan pelanggaran besar, tapi Mak sudah seperti ini sama aku, Intan ini anak mak kandung atau anak tiri sih, Mak!" Intan kesal menyandarkan pundaknya di belakang pintu, lalu dia terduduk di lantai.


Kepalanya yang sudah pusing ia letakkan di atas kedua lututnya.


Ting Ting...


Buru-buru Intan berlari ke arah ranjang, dimana ponsel itu di letakkan. Dia meraihnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Saat dia lihat, ternyata surat cinta dari salah satu kartu perdana ternama.


"Cih, ku kira si Zaky!" tanpa sadar, Intan mengharap Zaky menghubunginya.


"Yah! bulan Zaky. Ngeselin sih, sumpah!" Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sambil melihat langit-langit di kamarnya.


Tanpa disadari ada bayangan wajah Zaky di sana, saat Intan melihat kemanapun, wajah Zaky ada dimana-mana.


"Astaga, aku benar-benar gila karena pria itu!" ucap Intan dengan harapan Zaky menghubungi dia. Intan menggulirkan tubuhnya ke kanan ke kiri, sambil menunggu Zaky mengirim pesan atau menelponnya.


Ting Ting!


Ponsel Intan kembali berbunyi, cepat dia mengangkat benda pipih canggih miliknya, dengan mengusap layar menggunakan kata sandi yang sudah iya rancang sendiri. Buru-buru ia membuka aplikasi yang berwarna hijau karena di sana ada satu pesan baru masuk yang belum terbaca.


[Monyet]


"Yes! Zaky chat aku," ucapnya kegirangan.


Monyet, nama Zaki diganti dengan monyet, karena kejadian di kejar kera pada saat itu, yang membuat dirinya harus mengapresiasi nama monyet di jiwa Zaky. Dan sebaliknya Zaky memberi nama kera di nomer Intan. Meski tidak nyambung. Buru-buru Intan membuka pesan itu.


[Hay kera, sedang apa?]


Intan cengar-cengir membacanya, "Dasar jantan amatiran! Hehe," Intan hanya tersipu malu. Segera ia membalasnya.


[Bocah edan!]


[Apa? Bukannya kamu yang edan?]


[Aku edan karena kamu!]

__ADS_1


Typing...


Intan menunggu Zaky membalas, terlalu lama, "Anak itu kemana sih? ku tunggu dari tadi juga."


__ADS_2