
Kedua jantung mereka berada dengan sangat cepat, rasanya Zaki pun gemetaran. Dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Bagaimana bisa anak cerdas seperti Zaky akan dihukum gara-gara tidak mengerjakan PR.
Ah, tapi rasanya tidak seru jika sekolah tidak memiliki kenangan yang indah di sini, minimal dihukum dengan Intan gadis yang disukainya. Lama mah Zaki cangar-cengir sendiri membayangkan hukuman yang akan diterimanya sebentar lagi.
"Selamat pagi anak-anak semuanya," sapa guru sekaligus wali kelas mereka. Dari wajah Miss Imelda, sudah nampak asam. Membuat intan dan Zaki makin ketar-ketir.
"Seperti biasanya, kumpulkan pekerjaan rumah kalian!" perintah Miss Imel.
Intan dan Zaky terlihat lemas, sang guru memperhatikannya, mereka tidak kunjung menunjukkan bukunya di atas meja.
"Intan! Zaky!"
"Ya Miss," jawab panggilan dari sang teacher.
"Kalian mengerjakan tugas rumah kan?" tanya Imelda menelisik.
Keduanya menggelengkan kepala lesu, wajahnya pun sudah terlihat pucat.
"Kenapa kalian tidak mengerjakan? dan tumben Zaky kau tidak mengerjakan tugasmu!" Imelda meletakkan kedua tangannya di atas pinggang.
"Maaf Bu, tidak sempat," jawab Zaky dengan menundukkan kepala.
"Seperti biasa, ibu tidak akan mentolerir siswa yang tidak bertanggungjawab pada pekerjaannya, kalian berdiri, keluar kelas, dan lari mengitari lapangan bola 10 kali!" perintahnya.
"Tapi Miss, Intan kan baru sembuh, kasihan kalau di beri hukuman itu," bela Zaky pada gadis itu.
"Intan? kamu sudah sehat kan?" Miss Imelda mencoba bertanya pada Intan yang terlihat pendiam pagi ini.
"Sehat Miss, saya sudah sembuh kok, tenang saja," jawabnya dengan senyum.
"Aku beri keringanan, 7 putaran saja untuk kamu!"
"Apa ada siswa lain yang tidak mengerjakan pr nya?" tanya sang wali kelas pada muridnya.
Seorang siswa mengangkat tangannya, "Ya cepat berdiri, dan susul di teman kalian keluar!"
Ketiga siswa itu sudah berada di lapangan, dan berlari kecil, Zaky melihat Intan yang berlari di depannya, merasa kasihan, kali ini dia tidak bisa membantunya.
'Ah, aku ini kenapa sih, saat dia butuh bantuan aku tidak mampu menolongnya. Bagaimana bisa menolong, aku sendiri di hukum, moga aja dia kuat dan baik-baik saja setelah berlari, aku yakin dia belum sembuh benar,' kata Zaky, dal hati.
__ADS_1
"Tidak usah cepat-cepat Intan, nanti kau lelah sendiri!" teriak Zaky pada wanita yang berlari lebih cepat darinya.
Beberapa menit berlalu, sudah tiga putaran mereka berlari mengitari lapangan, tampaknya tenaga Intan Sudah melemah, Zaky perhatikan malah lari Zaky ikut melambat mengikuti gerakan kakinya.
"Woy! kenapa lari kalian kaya siput,
ayo lebih cepat lagi!" teriak Jono siswa yang ikut tidak mengerjakan pr tadi.
"Kamu duluan saja, tidak perlu menunggu kami!" jawab Zaky.
Zaky berlari mengiringi Intan, Zaky melihat wajah Intan terlihat pucat, bulir keringat yang tidak biasa terlihat berjatuhan dari keningnya.
"Intan, kalau kamu tidak kuat mending berhenti saja deh!" suruh Zaky yang tidak tega melihatnya.
"Kuat Zak, tenang saja!" balas Intan masih mencoba berlari.
"Kamu duluan saja! biar cepat selesai, jangan tunggu aku!" kata Intan.
"Tidak Intan, aku akan mendampingi kamu," jawabnya penuh perhatian. Intan menatap Zaky, lalu mengulas senyum untuknya.
Bug!
Langkah Intan terhenti, dan ia tak sadarkan diri karena pingsan. Zaky terkejut dan segera menolongnya. Zaky yang di bantu Jono baru mendapatkan satu putaran ikut menggendong tubuh Intan menuju ruang UKS.
"Apa yang terjadi pada Intan Zak?" tanya Reno yang juga segera menolongnya.
"Sepertinya kelelahan karena hukuman Miss Imelda berlari mengitari lapangan, Pak!" jawab Zaky apa adanya.
'Biar saja, Miss Imel dapat kata mutiara dari guru-guru lain, abis jadi guru suka gak kira-kira menghukum muridnya. Ini bukan memberi efek jera pada siswa, malah siswa yang ketahanan tubuhnya tidak kuat akan jatuh sakit,' kata Zaky, rasanya ia ingin marah pada wali kelasnya itu. Tapi kembali lagi dia hanya seorang murid. Dan murid adalah anak mereka juga. Mereka sudah di anggap orang tua kedua mereka .
"Aduh, seharusnya hukuman seperti ini tidak boleh di lakukan lagi, sekedar berdiri satu kaki beberapa menit tidak apa-apa, jangan buat hukuman baru untuk siswa, kalau sudah seperti ini, bisa-bisa akan di tuntut orang tuanya."kata Pak Reno. Masih berjalan mendekati ruang UKS.
"Tidak tahu Pak, mana berani saya menegur Miss Imel, saya hanya murid saja," kata Zaky memberi alasan.
Ketiganya meletakkan tubuh Intan di atas ranjang yang di khususkan untuk guru atau murid yang sakit.
"Jon! panggilkan petugas UKS, suruh cepat! kenapa dia tidak terlihat disini."
"Baik Pak!"
__ADS_1
Beberapa saat kemudian petugas UKS yang bekerja sebagai bidan desa datang memeriksanya.
"Kenapa Intan?" tanya Bu Lia.
"Dari lari-lari Bu," jawab Jono.
"Dasar nakal Intan, dia hanya kelelahan, tidak ada yang perlu di khawatirkan, dia ini daya tahan tubuhnya tinggi jadi tidak perlu risau, biarkan saja dulu dia beristirahat, jangan di perbolehkan beraktivitas dulu."
"Ya Bu!"
"Jon, tolong panggilkan Miss Imelda keruangan saya!" suruh Reno pada Jono.
"Baik, Pak!"
Reno keluar dari ruang UKS, dan kembali keruang-nya sendiri. Tidak butuh waktu lama, Miss Imel datang dengan sedikit centil.
"Pagi Pak Reno, tumben Pak, masih pagi ingin berduaan saja sama saya di ruang Bapak?" tanya Imelda, belum tahu tujuan Reno memanggilnya.
"Maaf Bu Imelda, saya memanggil anda tidak membahas soal itu, saya membahas tentang Intan, atau siswa lain murid didik Ibu Imel."
"Kenapa memangnya, Pak?" tanya Imelda sedikit gemetar.
"Silahkan duduk di sini dulu Bu, jangan berdiri di pintu!"
Wanita itu duduk di kursi ruang Pak Reno dan bersiap akan sesuatu yang di sampaikan.
"Maaf Bu, ini teguran untuk Ibu Imelda. Dalam membimbing anak didiknya, saya harapkan Ibu jangan terlalu keras dalam memberi efek jera pada anak, dan hasilnya akan tidak baik untuk Ibu sendiri maupun anak didik Ibu," jelas Pak Reno.
"Maksudnya Pak Reno?" tanya Imelda, masih belum paham apa yang dimaksudkan, apakah ada sesuatu yang membuat Pak Reno bicara seperti itu padanya.
"Langsung saja Bu Imelda, saat ini Intan pingsan di lapangan, karena hukuman yang Ibu berikan," kata Reno to the poin.
"Apa Intan pingsan? bagaimana bisa?" tanya Imelda terkejut.
"Ya, karena semua karena hukuman yang ibu berikan terlalu kejam!" ucapnya dengan emosi.
"Sekarang Intan dimana Pak?" Imelda berdiri dan akan melihat keadaan Intan saat ini.
"Dia berada di ruang UKS."
__ADS_1
"Baik, saya permisi dulu, Pak. Saya ingin mengetahui bagaimana keadaannya sekarang," ucap Imelda pada Reno.
"Hmm... Namanya wanita. Belum juga selesai bicara, sudah main tinggal saja!"