Intan, Gadis Tomboy

Intan, Gadis Tomboy
Bab. 32. Ungkapan Hati Zaky


__ADS_3

Pagi itu tanpa memberi ucapan selamat tinggal kepada Gina dan teman-temannya dalam sel tersebut, dia buru-buru saja keluar dari penjara dan menghirup udara bebas di luar.


"Dion ! Zaky! Terimakasih ya, rasanya seperti keluar dari sangkar burung aku pagi ini, bebas!" Teriak Intan pada kedua pria yang berjalan beriringan mengikutinya.


Dari arah parkiran terdapat seorang wanita yang berjalan menghampiri mereka, dan Intan familiar dengannya, baru saat dia terlihat dekat, Intan mengenalinya.


"Alexa? Kenapa dia datang kemari Dion?" tanya Intan, tidak percaya wanita itu mau berkunjung menjenguknya di tempat ini.


"Maaf aku terlambat, tadi aku terkena macet," ujarnya, sambil menyodongkan tangannya dengan memberikan selamat.


"Terimakasih ya Alexa," Intan tersenyum malu, karena di usia muda dia harus mencicipi dan merasakan pahitnya semalaman di dalam penjara.


"Kenapa tersenyum Intan? Bahagia kan Kamu udah keluar dari penjara? Makanya jadi anak gadis itu, jangan suka urakan, jadilah gadis yang cantik dan manis biar Mas Zaki makin jatuh cinta sama kamu," ucapnya membuat Intan bingung.


"Apaan sih!' Intan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil cengar-cengir membuat Dion dan Zaki tertawa.


"Kamu ngapain ke sini Alexa?" tanya Intan, masih bingung kenapa banyak yang datang ke tempat menakutkan ini bersama Zaky.


"Ya untuk menjenguk sekaligus memberi ucapan selamat loh atas keluarnya kamu dari penjara," jelas Alexa pada Intan Dia memegang tangan kanan Intan dan mengangkatnya ke atas, disusul Dion yang menggeret tangan Zaki mendekat dan bersatu dengan Intan.


"Nah, kalian adalah pasangan yang serasi, kalian tau tidak, kalau cinta kalian itu unik, jadi butuh seseorang untuk mempersatukan cinta kalian berdua, Ya itu aku!" ucap Dion membuat intan dan Zaky bingung.


"Apa yang sebenarnya kamu rencanakan Dion dan Alexa?" Zaky ikut bingung di buat mereka.


"Kalian ini seperti anak kecil, anak kecil aja tahu, kami tahu kalau kalian saling mencintai, tapi karena kalian memiliki ego masing-masing, jadi kalian tidak bisa melihat apa yang ada diisi hati kalian," jelas Dion, Zaky dan Intan hanya bisa berdiam diri mendengarkan ucapan Dion.


"Jujur Intan aku dulu suka sama kamu, tapi makin lama aku makin merasakan jika cintaku ini hanya cinta bertepuk sebelah tangan, Ada Zaki yang selalu berada di sisimu, dan kamu hanya menganggapnya sahabat padahal ada cinta di hati kalian yang sedang tumbuh subur, Aku tidak akan berani mengusiknya," ucap Zaky.


"Jadi Zaki Aku sarankan pada kamu untuk segera mengungkapkan isi hatimu pada Intan, agar kalian cepat jadian, kamu bisa kok mengungkapkan isi hatimu sekarang di depan kita, ya kan Alexa?"


"Bener!"


Intan melepaskan tangan Zaky, dan berjalan pergi begitu saja dari mereka.


"Loh kenapa dengan Intan Kenapa dia pergi? Apakah kita salah?" Alexa mengangkat kedua bahunya karena tidak mengerti perasaan wanita itu.

__ADS_1


"Kalian sih, tidak perlu lah menyuruh kita untuk segera jadian, karena ini membicarakan soal hati, kita juga tidak tahu kan hati Intan bagaimana terhadapku?" Ucap Zaky lalu mengejarnya.


Saat akan mengejar Intan, Dion ditarik paksa Alexa, "Sudah, biarkan semua diselesaikan oleh Zaky sendiri, kita tidak perlu ikut campur urusan mereka lagi," Alexa mengajak pergi Dion menuju parkiran.


Sementara Intan yang sudah berlari jauh meninggalkan Zaky…


"Intan tunggu! Intan!" teriaknya pada Intan, langkahnya yang panjang membuat Zaki sulit mengejarnya.


"Intan!"


Wanita itu berhenti dan menoleh kebelakang, dia kembali lagi karena melihat Zaky terkilir.


"Kenapa kamu tidak bisa berhati-hati sih! Sini kakimu!" Intan meluruskan pergelangan kaki Zaky.


"Aduh sakit Tan, jangan keras-keras, ini sakit banget rasanya tahu!" Zaky meringis kesakitan, saat pergelangan kaki itu diputar-putar olehnya.


Kretek!


"Aduh!"


"Hust, jangan keras-keras dong! bisa diam tidak?" Intan menutup mulut Zaky yang membuat orang di sekitarnya melirik mereka.


Zaky mencoba menggerakkan kakinya tadi, dan benar saat ini sudah tidak terasa sakit lagi.


Zaky segera memeluk tubuh Intan dengan erat, dan ia goyang-goyangkan.


"Makasih Intan, i love you …" ucapnya.


"Eh lepas gak? Malu tahu dilihat orang! Lepasin Zaky!" kata Intan merasa risih.


"Eh ya, lupa kalau di luar rumah, nanti di dalam rumah berarti aku boleh peluk kamu? Hah?" Zaky mengedipkan sebelah matanya menggoda gadis itu.


Plak!


"Duh, ini lagi sakit di pukul lagi," rengek Zaky kesal, karena dari kecil sudah dia tidak bisa menghitung lagi berapa jumlah pukulan dan tamparan yang diberikan oleh Intan padanya. Karena dia menganggapnya sahabat saja, jadi dia terima perlakuan Intan itu padanya.

__ADS_1


"Sudah jangan marah ya, kenapa kamu harus lari sih, oh ya aku mau ajak kamu pergi ke suatu tempat mau tidak untuk merayakan hari keluarnya kamu dari penjara dan ada sesuatu yang spesial yang mau ku katakan padamu," kata Zaky, membuat jantung Intan berdebar.


'Dia mau ngomongin apa ya? kenapa jadi nerves gini?' Gumam Intan, dia menganggukkan kepala.


"Kamu tunggu di sini dulu ya aku mau ambil motor di parkiran! sebentar aja, jangan kemana-mana!" pesannya, buru-buru ia balik ke parkiran penjara.


Tidak lama kemudian terlihat ia datang lagi bersama motor kesayangan nya.


"Zak, motor kamu uda balik?"


"Udah dong! yuk naik!" Ajaknya dengan memberikan dia helm.


Tanpa bertanya lagi Intan naik bersamanya, jantung Intan tidak karuan berdebarnya, masih memikirkan pria itu akan membawanya ia ke mana dan hal apa yang akan di utarakan pada Intan.


Setelah beberapa menit perjalanan mereka sampailah dia pada suatu tempat yang indah, sebuah bukit yang banyak di tanami bunga.


Disana terdapat sebuah meja dan kursi yang telah di persiapkan sebelumnya. Intan sedikit minder, tapi Zaky memaksanya untuk mengikuti dia memasuki area bukit itu.


"Ayo ikut saja!" ajak Zaky.


Intan mengangguk, mengikuti langkahnya Zaky.


"Silahkan duduk Tuan Puteri!" Zaky menyuruh Intan, tangannya mulai terasa dingin.


"Zak, biasa aja kali, Aku nggak suka kamu perlakukan aku seperti itu, itu bukan kamu banget!" sergah Intan, menepis tangannya.


"Izinkan aku mencintaimu Intan!" ucap Zaky, meraih tangan Intan, dan ia berani mengecupnya.


Intan tidak melawan, bahkan ia tersenyum dan membuang wajahnya ke samping. Dia sangat malu sekali.


"Intan?"


"Ya?"


"Mau tidak kamu jadi pacarku?" tanya Zaky, kali ini dia benar-benar mengutarakan perasaannya pada Intan.

__ADS_1


"Apakah ini sebuah rencanamu bersama Dion dan Alexa? apa kamu disuruh oleh mereka?" Intan masih mengingat ucapan dua orang yang terakhir ia jumpai di depan kantor polisi tadi.


"Tidak Intan, jujur ini sudah direncanakan dari beberapa bulan lalu, dan terlaksana sekarang!"


__ADS_2