
Zaky buru-buru mengejarnya, Intan berlari sangat cepat, hingga Zaky tertinggal jauh, Zaky terengah-engah, tidak bisa ia melampaui kecepatan gadis tomboy itu.
"Tunggu Intan! Please ... !"
Sampai pada akhirnya ia bisa berlari mengejar dan menghentikan langkah kaki Intan.
"Woy cewek tomboy! kenapa lari? kamu cemburu apa?" ledek Zaky ingin tertawa, baru tahu Intan ngambeknya begitu amat.
"Siapa cemburu? gak tuh! biasa aja," dengan mulut yang tidak biasanya.
"Ih cemburu nih Yee ... cemburu tanda cinta, marah tanda sayang," ledek Zaky.
"Mau pulang apa main lagi? aku takut Mak Minah marah kalau tidak pulang tepat waktu Intan."
"Sebenernya mau main, tapi ... -" jawab Intan dengan manyun.
"Sudah lebih baik kita pulang saja Intan, aku akan antar kamu pulang!"
****
Keesokan harinya di hari libur...
Seperti biasanya, Intan pergi ketaman. Mencari Zaky tidak kunjung bertemu. Intan merasa heran karena pemuda itu tak kunjung terlihat batang hidungnya. Batangnya aja. Hehe.
Intan menunggu selama 15 menit lamanya kedatangan Zaki ke taman biasa dia bertemu. Merasa sedikit tidak sabar, sesekali menendang kerikil di depan kakinya.
Di lihatnya lagi jam di tangannya. Hingga jemu menunggu Zaky tidak datang juga.
"Ih, nyebelin! awas ya anak itu! aku gak akan mau lagi temenan sama dia. Dia udah buat aku bad mood!" kedua alis Intan menyatu. Mulutnya sedikit lebih maju dari ukuran normal. Jika di ukur pake penggaris sekitar 10 sentimeter'lah. Satu kepalan tangan kanan di tinju-kan ke telapak tangan kirinya karena geram.
Kadang di putar kesana kemari, mulut Intan terus tak berhenti bergerak-gerak meluapkan kekesalannya.
"Ah! ngapain nunggu dia! udah gak penting!" Intan berdiri dari duduknya, di atas kursi panjang yang memang disediakan untuk pengunjung taman bersantai. Intan berdiri dengan kaki di hentakan keras ke tanah karena kesal.
"Pergi aja dari sini, huft!" gumam Stefani kesal.
"Dor!"
"Eh setan! aku terkejut, gak lucu!" Intan menoleh ke arah suara pria dari belakang tak lain dan tak bukan Si Zaky best friend Intan yang selalu setia setiap saat, ups! bukan mengarah ke merk produk deodorant ya!.
__ADS_1
"Kangen ya! ehem ehem! aduh, aku emang pria yang selalu dirindukan oleh tiap gadis, cie …" Zaky berkata kelewat batas. Memukul jidatnya sendiri karena percaya dirinya keluar batas, tidak melihat wajah Intan yang berubah asem saat dia bicara tentang dirinya terlalu berlebihan.
"Ah, emang aku cakep-nya kebangetan ya beb? ngaku deh, selalu di kangenin cewek seantero," kekeh Zaky tiada akhirnya.
"Udah ngehalu-nya Zak?" Intan mendekatkan wajahnya ke arah Zaky. Hampir keningnya berhimpitan dengan kening Zaky. Sedikit di dorong kebelakang, pria itu tak bisa menahan dorongan kepala Intan. Dengan mata menyorot tajam.
Bermaksud meminta penjelasan padanya kenapa dia sampai tidak datang tepat waktu ke taman biasa dia nongkrong.
Zaky memukul dan mendorong kepala Intan hingga mundur beberapa sentimeter ke belakang.
"Aduh! kasar banget jadi cowok!" Intan mengembalikan posisi kepalanya maju, se rata dengan bahunya.
"Udah jangan banyak protes kaya emak-emak, tutup mulutmu dan aku mau ajak kamu main!" Zaky segera menarik lengan tangan Intan untuk ikut bersamanya menuju motor yang sudah terparkir di tepi jalan raya dekat taman.
"Ini pake!" Zaky menyodorkan helm bogo berwarna putih berstiker Micky mouse yang biasa di pakai Intan saat pergi bersama Zaky.
Tidak butuh pikir lama Intan mengambil dengan kecepatan penuh helm itu dari tangan Zaky.
"Buset ini cewek! sebenarnya Mak kamu dulu ngidam apa sih Intan? gak ada lemah lembutnya jadi cewek gitu," Zaky heran melihat sifat Intan yang 99% bertolak belakang dengan sifat seorang perempuan.
"Udah kamu gak perlu tahu emakku dulu ngidam apa," segera gadis itu melangkah menaiki motor Zaky yang lumayan tinggi.
Motor cowok Zaky miring 45⁰ karena tenaga Intan yang baru menaiki motornya.
"Astaga dragon! tenagamu seperti kuda. Padahal aku lihat badanmu itu kecil, motorku sampai miring saat kamu naik. Perasaan aku seperti bonceng kebo!" Zaky terkikik melihat kelakuan Intan yang aneh.
Kletak!
Intan menjitak kepala Zaki dengan keras melewati helm yang sudah dipakainya.
"Sadis banget jadi cewek!" gumamnya namun dia sudah terbiasa olehnya.
Tanpa bicara lagi Zaky menjalankan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan sedang.
"Tambahin donk kecepatannya! Pelan banget sih! tidak seru kalau gak kebut-kebutan!" teriaknya di samping telinganya.
"Bahaya tahu Intan, daripada kita kenapa-napa di jalan mendingan selow aja lah. Biar kita lama nyampenya. Sekalian bisa berdua lebih lama dengan kamu Intan. Hahah," Zaky tertawa lepas, berbicara dengan membuka kaca helm nya.
Intan melihat wajahnya yang menyebalkan dari kaca spion kanan. Lagi dan lagi dia mendorong kepala Zaky dengan keras.
__ADS_1
"Eh! sakit tahu Intan! bisa slow aja deh jadi cewek! udah kesekian kalinya mendorong kepalaku. Kalau ada luka dalam gimana kamu mau tanggung jawab, aku laporkan kamu nanti kepolisian, karena kasus KDRT?" Intan masih memperhatikan wajahnya di kaca spion. Dia terlihat jelek sekali saat mengucapkan kalimat terakhir.
"Gak ada bukti! polisi gak akan percaya!" dengan melipat tangan di dada. Intan melengos. Zaky memperhatikan dari kaca dengan tertawa.
"Entahlah, saat bersamamu rasanya hanya kesenangan yang ku dapat Intan," gumam Zaky tersenyum kecil tidak ia tunjukkan pada gadis di belakangnya.
Breng! Breng!
Zaky menambahkan kecepatan motornya dengan laju cepat, sontak membuat Intan terkejut dan reflek melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Zaky. Zaky tertawa lagi. Emang kebiasaan pria itu menggoda Intan sampai dia memukulnya.
Bug! bug! bug!
Intan memukuli punggung Zaky yang bidang. Kesal karena tiada hari tanpa menggodanya.
"Bisa tidak sih, sedikit saja kamu gak main-main!"
"Abisnya sudah terbiasa aku godain kamu! kalau tidak goda kamu, hidupku bagaikan sayur tanpa garam, rasanya ada yang kurang gitu Intan, hambar!"
"Dasar payah! Eh, kita kemana Zak!"
"Kemana ya enaknya?" Zaky belum mengerti tujuan mereka pergi.
"Eh, Jangan gitu dong kalau mau pergi harus ada tujuannya dulu! Kirain tadi kamu udah mempersiapkan aku buat diajak kemana gitu, ternyata gak ada tujuan yang pasti," lagi Intan mengerucutkan mulutnya. Sambil memikirkan ke mana mereka akan pergi.
"Enaknya kemana Intan? kau pikirkan deh, nanti kasih tahu!" Zaky fokus depan.
"Kita hiking ke gunung yuk!" ide itu muncul tiba-tiba saat Intan lelah mencari tempat yang asik buat mereka menikmati hidupnya.
"Sembarangan! gak ah, gak setuju! lagian kamu juga keluar tadi nggak pamit sama orang tuamu kan? dan segala keperluan buat hiking belum kita rencanakan, itu bisa diatur waktunya Intan. Ke cafe yuk!"
"Cafe? nongkrong sana sambil nge-game! Yah udahlah terserah kamu Zak!" pasrah dan menurut saja gadis yang sudah tidak ada stok tempat yang belum mereka kunjungi.
Motor Zaky belok ke arah kiri menuju cafe Cinta yang tidak jauh dari gang masuk dari jalan raya.
Intan ternganga, membaca nama cafe di plakat atas depan cafe tersebut.
"Cafe Cinta? apa-apaan Zaky! gak-gak kita pergi dari sini!" Intan menolak Zaki mengajak nongkrong di cafe itu. Nama cinta membuatnya hilang feeling.
"Emang kenapa? takut ada Dion ya?" tanya Zaky mengerutkan kening,
__ADS_1
"Yuk kita masuk!" ajaknya dengan menarik saja tangan Intan masuk ke dalam cafe, Intan diam tidak melawan.