
Imelda masuk kedalam ruang UKS, Melihat Intan masih terlelap. Buru-buru wanita itu bertanya pada Bu Lia tentang keadaan muridnya. Rasa menyesal menyelimuti pikirannya.
"Selamat pagi Bu, Bagaimana keadaan Intan Bu bidan?" tanya Imelda.
"Syukurlah Intan tidak apa-apa Miss Imel, dia hanya kelelahan, wajahnya pucat karena tekanan darahnya rendah," jawab Bu Lia.
"Lalu sekarang bagaimana Bu, apa anak ini di antar pulng saja untuk beristirahat?" tanya Imel lagi.
"Boleh Miss, itu malah lebih baik. Dia memang butuh istirahat yang cukup, agar tubuhnya kembali pulih," jawab Lia.
"Ya Bu, saya jadi merasa bersalah karena sebelumnya dia memang sakit, libur satu hari, dan hari ini dia masuk tidak mengerjakan pr-nya, saya beri hukuman 7 kali putaran mengelilingi lapangan."
"Aduh Miss Imelda, itu sangat keterlaluan sekali hukumnya!" Bu Lia mengernyitkan keningnya.
"Maafkan saya Bu, saya merasa sangat menyesal," ucap Miss Imel.
"Zak, setelah Intan sadar, antarkan dia pulang ya, sudah tidak perlu minta izin ke pak Reno, nanti aku yang akan bilang pada beliau," ucap sang wali kelas.
"Baik Miss!"
....
Setelah beberapa menit lamanya, Zaky tidak mengikuti pelajaran, dia menunggu Intan yang belum juga sadar.
Zaky tertidur di samping Intan, pria itu nampak sangat mengantuk, sampai dia tidak sadar jika wanita yang dijaganya sudah sadar.
Kedua bola mata Intan terbuka, melihat sekeliling ruangan yang terlihat familiar.
"Aku di UKS bukan sih?" Sambil mengedar pandang.
"Eh, iya, aku benar-benar di UKS. Lah kenapa bisa sampai berada di ruangan ini? Seingatku terakhir kali aku mengitari lapangan sekolah, karena tidak mengerjakan pr, setelah itu tubuhku lemas dan mataku berkunang-kunang, dan aku lupa apa yang terjadi setelah itu," celoteh Intan.
Saat dia akan duduk dari pembaringannya, ia melihat Zaky berada di sebelahnya tertidur.
"Lho, ini bocah nungguin aku apa?" tanya Intan, dengan menggaruk kepala.
"Kasiahn, dibangunin apa gak ini anak Kera?"
"Hoam....."
Zaky baru sadar, dan terbangun, terkejut melihat Intan sudah sadar disana, gadis itu memperhatikannya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sudah sadar Intan? Bagaimana keadaanmu sekarang?" Zaky tampaknya begitu sangat khawatir.
"Aku tidak apa-apa Zak, tidak perlu cemas begitu, Santi Zak!"
"Aku gak bisa santai, melihatmu seperti ini. Aku gak tenang, jadi aku terpaksa tidak mengikuti pelajaran karena nungguin kamu Intan," jelas Zaky, pria itu berdiri dan membelakangi tubuh Intan. Membuat Intan bingung.
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku akan menggendong mu, naiklah ke atas punggung ku," suruh Zaky dengan merendahkan tubuhnya.
"Ah, apaan sih kamu! aku masih sehat dan kuat Zaky! gak, aku gak mau. Aku bisa jalan sendiri!"
"Sudahlah, aku takut kamu pingsan lagi, dari pada kamu pingsan, lebih baik aku gendong kamu Intan! Cepat naik!"
"Gak! aku mau jalan sendiri ke kelas!"
"Eh, gak perlu, kita dapat izin pulang, kamu di bolehkan Miss Imelda pulang, untuk beristirahat di rumah, ayo aku antar," ucap zaky. Wajah Intan tampak cerah.
"Yes, kita bisa jalan-jalan Zaky!" ucap Intan girang.
"Ngawur kamu, kamu harus istirahat di rumah Intan, jadi gak boleh kamu main-main dulu, biar kondisi kamu sehat kembali."
"Ya sudah, demi kamu, akan aku antarkan Intan, let's go!" ajak Zaky penuh semangat.
Hari-hari yang akan di jalani dengan Intan, pasti akan selalu mengasyikan, jarang dia bosan saat bersama gadis itu. Pasti akan ada saja ulah dan konyolnya yang kocak.
Membuat hidupnya penuh warna, harapan Zaky, dia akan tetap bersama gadis itu, menjalin asmara bersamanya.
'Ah, aku tidak sabar mengutarakan isi hatiku padanya. Terus kita pacaran, sampai umur 25 tahun, aku akan menikahinya, terus kita ehem ehem, terus punya anak, Samapi kakek nenek kita akan tetap bersama selamanya," Zaky terkekeh membayangkan itu sendiri.
Bug!
"Aduh! sakit tahu! kebiasaan ini bocah, nempeleng kepala orang gak kira-kira, kalau kamu cowok aku balas kamu Intan!" geram Zaky dengan tertawa.
"Salah sendiri! Diam-diam tersenyum sendiri, pasti membayangkan hal yang intens ya! dasar mesumes!" umpat Intan kesal, dengan tertawa dengan riangnya.
"Haha, kok kamu tahu!"
"Dasar otak kotor loe Zak! jangan buat aku takut dengan hayalanmu yang aneh ya!" Pesan Intan, dengan wajah kesal.
"Sudah-sudah ayo kita gercep ke lokasi, mau ke bakso mana? dekat kota gak? langganan kita dulu?" tanya Zaky.
__ADS_1
"Oke, itu juga oke, aku suka masakan nya endul."
"Oke Gass!"
Keduanya sudah sampai di parkiran, dan Intan di bonceng Zaky menaiki motor cowoknya.
Mereka dihadang oleh satpam penjaga gerbang, dengan bertolak pinggang Pak satpam yang memiliki kumis panjang itu melotot ke arah mereka.
"Woy! Kalian mau ke mana? Bukannya ini masih jam sekolah? Ayo kembali atau tidak kalian akan saya laporkan ke guru BK! Dan kamu Intan, Apa kamu tidak bosan membuat ulah di sekolahan? tahu gak kamu Intan, namamu sudah memenuhi daftar nama siswa pelanggaran terbanyak di sekolah," ujar satpam dengan tegasnya.
"Pak, Pak Satpam, kami sudah mendapatkan izin dari Miss Imelda, saya di suruh Miss Imel mengantar dia pulang, karena dia sakit, masih gak di izinkan keluar Pak?" Zaky menjelaskan.
"Oh, begitu. Saya minta maaf ya! Asilahkam kalau begitu!" Pak satpam memberi jalan pada mereka.
Saat sudah melewati gerbang, Intan berdiri di motornya, dan berpegangan kuat pada pundak Zaky, yang terlihat keren sekali menggunakan helm teropong hitamnya, serasi dengan motor yang di kendarai.
Jaket hitam kulit menambah nilai plus Zaky, pesona Zaky memang tiada tara.
"Intan! awas jatuh! kamu kan sedang sakit! jadi duduklah yang benar!" teriak Zaky dengan membuka kaca helmnya.
"Gak mau, aku suka seprti ini, seru Zaky! hidup sekali Zak, buat hal yang mengasyikkan aja Zak!" teriak Intan, sedikit menunduk mendekat telinga Zaky.
"Terserah kamu aja deh! Tapi awas jatuh ya!"
"Oke Zak!"
Motor itu di tambahkan lagi kecepatannya, membuat Intan terduduk, dan melingkarkan tangannya di pinggang Zaky, dia memeluk pria itu kuat-kuat.
Tidak nuhuh waktu lama, mereka sudah sampai di tempat yang mereka rencanakan.
"Ramai sekali Zak, aku malas nunggu lama!" kata Intan.
"Sudahlah, kita bisa main hp dulu sebelum pesanannya sampai, kalo menghidangkan bakso mah gak akan lama kan!"
"Ya juga, yuk kita masuk!"
Intan yang tidak memakai helm itu merapikan rambut Intan yang sudah acak-acakan tersapu angin. Bahkan wajahnya terlihat sangat kacau sekali.
Setelah Zaky meletakkan Helmnya, dia melihat Intan yang memang sangat berantakan.
"Sini aku bantu Intan, lihatlah dirimu sekarang, kacau sekali!"
__ADS_1