Istri Lima Milyar

Istri Lima Milyar
Bab 17. Ke pesta


__ADS_3

Rio dan Riana memutuskan untuk menginap di rumah Riana. Sepanjang malam, Rio tidak berbicara sepatah katapun. Riana berusaha meminta maaf karena telah menyinggung hati Rio.


"Maafkan aku, Mas Rio. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih. Hari ini, kamu telah membantuku menemukan makam orang tuaku. Kamu bahkan memberiku rumah ini, menemukan sahabat masa kecilku. Tidak bisakah kita seperti dulu?" tanya Riana sedih.


Hati Rio terenyuh. Baru tadi sore dia berjanji untuk tidak membuat Riana sedih apalagi sampai meneteskan air mata.


"Riana, tidakkah kamu jijik melihat luka di wajahku?" tanya Rio sambil melihat Riana.


"Kenapa harus jijik? Aku istrimu sekarang, apapun keadaan kamu, aku akan menerimanya," ucap Riana mulai berdamai dengan kenyataan.


"Lihatlah," ucap Rio sambil membuka topeng diwajahnya.


Riana tersenyum sambil meraba luka di wajah Rio. Sentuhan lembutnya membaut jantung Rio berdetak lebih cepat. Padahal hanya sentuhan biasa, kenapa Rio begitu terbawa perasaan.


"Mas, jadilah lebih percaya diri. Hanya goresan luka seperti ini, tidak akan mengurangi pesona Si Gemuk. Mulai malam ini, kamu tidak perlu memakai topeng lagi," ucap Riana serasa dia menjadi Bosnya.


"Apapun yang kamu minta," jawab Rio sambil tersenyum.


Rio menatap Riana dalam-dalam. Riana menjadi salah tingkah. Dia sadar kewajibannya sebagai seorang istri sedang diuji saat ini. Jika dia sudah menerima kenyataan ini, harusnya dia juga menerima Rio sepenuhnya.


Rio secara tiba-tiba, mencium pipi Riana. Tetapi secepat itu juga dia meminta maaf.


"Maafkan aku ...," ucap Rio merasa bersalah. Dia takut Riana marah karena menganggap ini terlalu cepat.


"Jangan meminta maaf. Kita sudah suami istri," jawab Riana.


Riana membalas ciuman Rio hingga membuat Rio tidak bisa lagi menahan diri. Dia hampir lupa kalau saat ini dia masih berpura-pura lumpuh. Rio menghentikan ciumannya yang sudah mencapai seluruh leher Riana yang jenjang.


"Ada apa, kenapa?" tanya Riana panik.

__ADS_1


"Aku tidak akan bisa, kakiku ...," jawab Rio sedih.


Riana terdiam. Sebagai seorang yang pernah menikah, dia memiliki pengalaman dalam urusan ranjang. Sebagai seorang istri, Riana bertekad membuat suaminya lebih percaya diri. Bahkan dengan kekurangannya, masih bisa membuat istrinya bahagia.


Malam ini menjadi malam perjuangan Riana dan Rio mencapai puncak kenikmatan masing-masing. Sampai akhirnya Rio benar-benar lupa dengan kelumpuhannya. Hal itu membuat Riana kaget sekaligus senang. Suaminya ternyata sudah sembuh.


Riana bangun dan suasana menjadi agak canggung saat Riana membantu Rio untuk memakai pakaiannya. Riana hampir lupa jika semalam Rio bukan lagi pria cacat. Jadi sekarang, Riana tidak usah membantu Rio menuju ke kamar mandi.


"Riana, ada satu hal yang ingin aku katakan. Aku tidak bermaksud membohongimu. Aku dulu memang lumpuh dan baru bisa berjalan beberapa hari sebelum kita menikah. Demi menyelidiki satu perkara, aku harus tetap terlihat cacat di mata semua orang. Maaf karena aku tidak jujur dari awal," kata Rio merasa bersalah.


"Riana mengerti, Si Gemuk tidak akan mungkin menyakiti aku," ucap Riana mantap.


Pagi itu juga mereka segera kembali ke rumah Rio. Sepanjang perjalanan, Rio terus tersenyum dan sesekali melihat ke arah Riana yang sedang bermain ponsel. Rio menyandarkan kepalanya di pundak Riana seperti saat kecil dulu.


Riana hanya tersenyum sambil bergumam dengan menyebut nama panggilan Rio, Si Gemuk. Riana lebih nyaman dengan panggilan itu karena dia merasa lupa dengan uang lima milyar yang Rio keluarkan untuk membelinya.


Ketika sampai di rumah, Yuda ternyata sudah menunggunya karena dia memiliki kabar penting. Dari hasil penyelidikan, kecelakaan Rio memang bukan kecelakaan biasa. Tetapi Yuda belum bisa menemukan pelakunya. Masih butuh waktu lagi karena ini kasus lama.


Orang tua Rio memang memiliki banyak usaha dibidang yang berbeda-beda. Ada juga restoran AB Restoran yang dipegang oleh sepupu Rio. Belum lagi PT AB group yang dipimpin oleh paman Rio. Dan masih banyak lagi. Semua dipegang oleh anggota keluarga sendiri.


Riana menerima gaun yang disiapkan oleh Rio dan bergegas berganti pakaian. Sementara Rio menunggu di luar. Dengan make up sederhana, Riana tampak anggun dan cantik menawan.


"Aku sudah siap," ucap Riana mengagetkan Rio.


Rio menatap Riana dari atas sampai ke bawah dengan penuh kekaguman. Riana memang wanita yang sangat cantik, sederhana dan memiliki aura bisa memikat pria.


"Si Gemuk, udah selesai lihatnya?" tanya Riana mengejek Rio.


"Ya, udah. Tapi, tunggu dulu. Sepertinya ada yang kurang," ucap Rio. "Ikut aku ke dalam."

__ADS_1


Riana mengikuti Rio kembali ke dalam rumah. Rio berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam lemari.


"Ini untuk kamu. Biar aku pakaikan," ucap Rio lalu memakaikan sebuah kalung mutiara pada leher Riana.


Sebuah ciuman hangat Rio berikan di kening Riana. Riana tersenyum bahagia, untuk menghormati Rio. Meskipun Riana tidak terlalu suka dengan kalung mutiara yang terkesan mewah. Tetapi Riana tidak ingin mengecewakan Rio.


Mereka berangkat menuju ke tempat pesta yang diadakan di sebuah hotel bintang lima. Di sana, Yuda sudah menunggu untuk menjadi asisten Rio mendorong kursi roda. Rio tidak ingin Riana kecapekan harus mendorong kursi roda selama pesta. Semua mata tertuju pada Rio dan Riana yang baru saja tiba.


Beberapa orang segera menyambut kehadiran Rio dan mengajaknya ngobrol. Sedangkan Riana, sendirian sambil memegang segelas jus. Riana mengamati berbagai ragam orang yang hadir dalam pesta.


Riana merasa sendirian dan tidak bisa bergabung dalam dunia orang kaya. Ini bukan dunianya. Betapapun dia berusaha masuk, tetap saja Riana tidak bisa berbaur.


"Kamu istrinya Rio?" tanya seorang wanita cantik yang tampak tidak suka dengan Riana.


"Benar. Ada apa?" tanya Riana balik.


"Cantik juga. Tapi, lima milyar rasanya terlalu mahal untuk wanita bekas seperti kamu. Dengan uang sebanyak itu, dia bisa mendapatkan gadis yang masih perawan," ucap gadis itu merendahkan Riana.


Riana tersenyum, dia tidak ingin terlihat buruk dan mempermalukan Rio di depan banyak orang.


"Apa gadis itu adalah kamu? Sayangnya, Mas Rio tidak mau" jawab Riana dengan senyum manisnya.


"Kamu, jangan pikir karena kamu sekarang istrinya Kak Rio, kamu bisa bangga. Kamu itu tidak lebih hanya seorang pe-lacur murahan. Setelah Kak Rio bosan, dia pasti akan membuang kamu seperti sampah," ejek gadis yang bernama Laura itu.


"Itu urusan dia, bukan urusan kamu. Sepertinya kamu mencintai suamiku. Jangan buang waktumu, karena dia tidak mencintaimu," ucap Riana tidak mau kalah. "Permisi."


Riana melangkah pergi meninggalkan Laura yang sangat marah dan kesal pada Riana. Riana sadar, apa yang dia lakukan tidaklah baik. Tetapi jika dia tidak melawan hari ini, takutnya kedepannya dia akan menjadi yang di bully.


Riana menuju ke toilet untuk menenangkan diri, sebelum bertemu dengan orang lain lagi. Setelah beberapa menit, Riana keluar. Tetapi, tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang dan Riana tidka ingat apa-apa lagi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2