Istri Lima Milyar

Istri Lima Milyar
Bab 29. Hilang


__ADS_3

Rio dan Fahry saling berpandangan, saat mereka melihat Riana berjalan menuju keluar komplek dengan pandangan kosong. Semakin jauh dan Riana benar-benar keluar area komplek.


Rio panik dan bergegas mengajak Fahry untuk segera menyusul Riana. Kejadian ini terlihat baru 15 menit yang lalu. Belum terlambat bagi mereka untuk mengejar Riana.


Sayangnya, Rio dan Fahry terlambat. Kecelakaan itu terjadi sebelum mereka bertemu Riana. Tetapi bekas-bekas darah masih terlihat membasahi jalan. Rio semakin panik melihat hal itu. Dia turun dari mobilnya dan bertanya pada salah seorang pemilik toko di seberang jalan.


"Maaf, apakah tadi ada wanita yang mengalami kecelakaan di tempat ini?" tanya Rio panik.


"Benar. Kasihan sekali, itu kelalaian sopir kayaknya," jawab pemilik toko.


"Lalu, dibawa kemana?" tanya Rio lagi.


"Ke rumah sakit Makita. Coba cek saja ke sana," jawab pemilik toko.


"Terima kasih, Pak. Ayo Mas," ajak Rio sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui siapa wanita yang mengalami kecelakaan tersebut.


Rio dan Fahry bergegas menuju rumah sakit Medita. Saat baru sampai, Rio sudah langsung turun menuju IGD. Dia menemui salah satu dokter jaga di sana.


"Dok, apa ada pasien perempuan yang masuk IGD akibat kecelakaan sore ini?" tanya Fahry serius.


"Ada, tapi sekarang sedang menjalani operasi. Kondisinya sangat parah dan hampir tidak ada harapan hidup lagi," jawab Dokter sambil menghela napas berat. "Anda harus menyiapkan diri untuk hal yang terburuk."


"Mas Fahry, ayo kita ke sana!" ucap Rio sangat panik.

__ADS_1


"Rio, kamu jangan panik. Hati-hati," ucap Fahry saat melihat Rio berjalan tergesa-gesa dan tidak fokus jalan. Sehingga hampir menabrak orang lain.


Rio berjalan cepat menuju ruang operasi. Di sana ternyata sudah ada beberapa orang yang menunggu. Tetapi, Rio tidak kenal mereka sama sekali. Mereka terlihat sedih dan beberapa wanita sedang menangis.


Meskipun Rio sempat kaget, tetapi Rio membayangkan jika saat ini, kondisi Riana sedang tidak baik. Fahry berusaha menenangkan Rio yang tampak gelisah. Bolak balik hingga membuat kepala pusing.


Setelah beberapa saat menunggu, operasi telah selesai. Salah seorang dokter keluar untuk mengabarkan kondisi pasien di dalam ruang operasi. Semua orang telah berkumpul termasuk Rio dan Fahry.


Semua orang menunggu hasil dari operasi tersebut dengan tidak sabar.


"Kami minta maaf. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. Tetapi tetap Tuhan yang menentukan," ucap pak Dokter perlahan.


"Maksud Dokter apa? Bagaimanapun juga, kalian harus menyelamatkan istriku," tanya Rio yang membuat yang lain kaget.


"Apa, katakan jika Dokter berbohong. Tidak mungkin dia meninggalkan aku begitu saja," ucap Rio terpukul dengan kenyataan yang ada.


"Rio, tenangkan dirimu. Mungkin semua ini sudah takdir. Kamu yang sabar," ucap Fahry sambil memapah Rio dan mengajaknya agak menjauh dari yang lain yang juga ingin tahu kondisi pasien.


Fahry sempat curiga melihat mereka. Tetapi dia tidak ingin membuat keributan. Mereka harus menunggu sampai jenazah keluar dari ruang operasi dan melihat apakah benar itu Riana atau bukan.


Tiba-tiba seorang pria mendekati Rio dan langsung memukulnya dengan keras. Rio terjatuh dan bibirnya terluka karena pukulan tersebut. Rio juga tersulut emosi. Dia membalas pukulan pria itu, sehingga terjadilah keributan.


Fahry dan beberapa pria yang ada di sana berusaha melerai. Fahry menarik tubuh Rio hingga terduduk di kursi sedangkan keluarga pria itu juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Kenapa anda memukul adik saya, apa salah dia?" tanya Fahry pada pria itu.


"Dia berani menyebut istri saya sebagai istrinya. Istri saya wanita yang setia, tidak mungkin dia memiliki dua suami," jawab pria itu masih emosi.


"Pasti ini ada kesalahpahaman. Apakah wanita yang di dalam ruang operasi adalah istri anda, siapa namanya?" tanya Fahry berusaha untuk mencari tahu.


"Namanya Reni. Di baru saja mengalami kecelakaan," jawab pria yang lain.


"Rio, jadi kita salah orang. Tapi biar kita lebih yakin apakah itu Riana atau bukan, kita tunggu sampai pasien di bawa keluar," ucap Fahry tenang karena jika benar pasien itu bukan Riana, maka masih ada harapan jika Riana masih hidup dan selamat.


Tidak berapa lama, dua orang suster membawa pasien keluar. Seluruh tubuhnya ditutupi kain berwarna putih. Rio bergegas berlari ke arah pasien diikuti yang lain. Rio segera membuka penutup wajahnya, dan Rio kaget, dia bukan Riana. Rio mundur beberapa langkah dan segera meminta maaf pada keluarga terutama suami pasien yang telah meninggal tersebut.


"Mas, haruskan aku senang karena dia bukan Riana. Ataukah aku harus sedih, karena kita tidak bisa menemukan Riana," ucap Rio setelah hatinya agak tenang.


"Jangan putus asa, Rio. Kita akan mencari ke seluruh rumah sakit di kota ini," kata Fahry santai.


Mereka memulai kembali pencarian ke seluruh sudut rumah sakit medita. Tetapi mereka tidak menemukan Riana. Mereka tidak putus asa, mereka mencari Riana ke beberapa rumah sakit yang lain dan hasilnya tetap saja nihil.


Solusi terakhir, Rio memutuskan untuk melaporkan hilangnya Riana pada polisi. Selain itu, Rio juga membayar detektif untuk mencari keberadaan riana. Riana hilang bagai ditelan bumi.


Satu minggu sudah berlalu, sejak perginya Riana dari rumah Rio. Rio hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena dia tidak bisa melindungi Riana. Dia tidak bisa menjadi suami yang baik untuk Riana. Rio merasa gagal sebagai seorang suami.


Sampai suatu hari, datanglah seorang pengacara menemui Rio. Pengacara yang bernama Antonio itu, mendapatkan surat kuasa dari Riana untuk mengajukan gugatan cerai. Gugatan yang sudah didaftarkan di pengadilan agama itu sungguhan, bukan main-main.

__ADS_1


Rio merasa syok dan marah pada Antonio.


__ADS_2