Istri Lima Milyar

Istri Lima Milyar
Bab 19. Teman kuliah


__ADS_3

Rio berpikir sejenak. Mengingat Riana juga menginginkan agar mencabut gugatan, Rio akhirnya setuju dengan tawaran Pak Prasetyo. Rio sepakat setelah informasi itu diberikan, Rio akan segera mencabut gugatannya.


Pak Prasetyo yang tidak ingin Laura lebih lama di dalam sel. Dia segera memberikan apa yang diminta Rio. Sebuah rekaman suara dan foto pertemuan beberapa orang yang ternyata sedang membuat rencana menyingkirkan Rio.


"Paman, terima kasih. Bukti ini sudah cukup membuat mereka di penjara. Paman tidak perlu khawatir tentang Laura, hari ini juga aku akan mencabut gugatannya," kata Rio meyakinkan Pak Prasetyo.


"Terima kasih, Pak Rio. Jangan bilang jika semua itu kamu dapatkan dari saya. Kamu tahu mereka tidak akan mudah di hadapi," ucap Pak Prasetyo memperingatkan Rio.


"Paman tenang saja, semua tanggung jawab Rio," ucap Rio yakin.


Hari itu juga, Rio pergi ke kantor polisi untuk mencabut laporan. Rio mengatakan bahwa semua itu hanya kesalahpahaman saja. Rio terlalu cemburu jika istrinya dengan pria lain.


Setelah berhasil membatalkan laporan, Rio meminta Yuda menganalisa rekaman dan foto dari Pak Prasetyo. Hati Rio sangat terpukul. Hal itu terlihat dari wajahnya yang tampak syok.


Salah satu diantara mereka adalah sahabatnya. Teman kuliah Rio dan Yuda. Rio tidak menyangka jika dia memiliki sifat jahat. Ikut terlibat dalam perencanaan pembunuhan terhadapnya.


Namanya Ben. Dia anak dari kalangan biasa. Kuliah di luar negeri dari bea siswa. Dia pekerja keras yang sangat dikagumi Rio. Selain belajar, Ben juga bekerja paruh waktu sebagai pelayan sebuah restoran. Mereka tetap berteman meskipun dia jarang ada waktu berkumpul.


Rio, Yuda dan Ben sering berkumpul di tempat Rio, karena diantara mereka bertiga hanya Rio yang anak orang berada. Rio sering membantu keuangan Yuda dan Ben saat mereka membutuhkan uang. Rio tidak pernah merasa kalau mereka memanfaatkan dia. Rio tidak pernah pilih kasih.

__ADS_1


Setelah mereka lulus, Rio memberikan mereka pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka. Lalu apa alasan Ben memiliki niat jahat padanya?


"Yuda, cari tempat untuk bertemu Ben. Aku akan menyelesaikan ini secepatnya," ucap Rio menahan amarah.


"Apa perlu kita lapor polisi?" tanya Yuda.


"Jangan dulu. Aku ingin tahu dulu dari mulutnya secara langsung. Kita selesaikan bertiga," jawab Rio.


Yuda mengatur pertemuan mereka bertiga sebagai sebuah reuni. Mereka bertemu disebuah karaoke. Rio terus berusaha menerka-nerka apa yang menjadi alasan Ben melakukan itu. Akan tetapi, dia tidak bisa menemukannya.


Awalnya semuanya baik-baik saja. Ben juga bersikap biasa saja, masih sama seperti dulu. Rio dan Yuda mengamati setiap gerak gerik Ben. Ben merasa sedikit curiga, tetapi dia juga berusaha menutupinya. Sampai akhirnya Rio menunjukkan foto itu kepada Ben.


"Justru itu yang ingin aku tanyakan padamu. Ben, apa ini? Seharusnya kamu sudah tahu maksudku," jawab Rio meminta kejelasan.


Ben seolah sedang di jadikan tersangka oleh Rio dan Yuda. Mereka sedang menunggu, Ben memberikan penjelasan. Ben merasa mereka sengaja mengajaknya bertemu hanyabuntuk menjebaknya.


"Jika sudah tahu, kenapa kalian tidak lapor polisi," jawab Ben kesal.


"Ben, kita bertiga sudah bersahabat lama. Kita teman, bukan musuh. Kenapa kamu bisa melakukan hal itu?" tanya Yuda. "Rio sudah menjaga kita selama kita kuliah di luar negeri. Dia tidak pernah membiarkan kita kesulitan keuangan."

__ADS_1


"Justru itu yang membuat aku membencinya. Membenci karena sok pamer dan merasa jadi yang paling bahagia. Dia tidak pernah merasakan bagaimana menderitanya orang miskin seperti aku. Aku ingin dia juga merasakan kesedihan dan kehilangan," ucap Ben sambil tersenyum sinis.


"Ben, kamu salah jika membenci Rio. Manusia dilahirkan dengan nasib dan takdir yang berbeda-beda. Kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita akan dilahirkan. Kalau bisa memilih, aku akan tetap memilih terlahir dari rahim ibuku. Meskipun kami miskin, ibuku selalu mengajarkan hal baik padaku," ucap Yuda lagi.


"Yuda, cukup. Ben, aku tidak pernah merasa pamer apalagi saat itu semua masih uang sari orang tua. Aku selalu terlihat bahagia karena ada kalian. Kalian yang selalu menjadikan aku mensyukuri apa yang aku miliki. Makanya sekalipun aku ada yang membuatku sedih, aku pasti bisa menerimanya dengan senyum," kata Rio panjang lebar.


"Rio, aku tidak akan menyesal telah membuat kamu cacat seumur hidupmu. Aku menikmatinya. Bagaiman rasanya menjadi orang yang punya kekurangan? Sedih bukan? Sayangnya, aku kira kamu tidak akan pernah menikah karena kekuranganmu itu. Ternyata, kamu malah mendapatkan wanita yang selama ini kamu cintai," ucap Ben meluapkan isi hatinya. "Dasar Laura tidak becus bertindak."


"Laura, jadi kamu juga terlibat dengan penculikan istriku? Dasar bedebah," ucap Rio penuh emosi.


Dia langsung berdiri dari kursi rodanya dan langsung menghajar Ben. Rio masih bisa tahan jika hanya dia yang Ben sakiti, tetapi jika sudah menyangkut Riana, Rio tidak akan tinggal bisa mentolerir.


Apa yang dilakukan Rio, membuat Ben kaget. Selama ini dia mengira jika Rio akan cacat mental dan tubuhnya, tetapi ternyata Rio bisa berdiri dan berjalan dengan normal. Bahkan tenaganya begitu kuat memukulnya.


Yuda berusaha melerai karena takut akan jika Ben terluka parah dia akan menuntut Rio. Walupun Rio masih sangat kesal dan marah, dia akhirnya melepaskan Ben. Ben segera berlari keluar dan pergi dengan taksi.


Awalnya Rio masih akan berpikir dua kali, untuk tidak melaporkan Ben ke kantor polisi. Tetapi setelah Rio mengetahui jika Ben juga terlibat perbuatan jahat terhadap Riana, Rio akan melaporkan Ben ke kantor polisi.


Keesokan harinya, Rio sudah tidak menggunakan kursi roda lagi. Dia dan Yuda pergi ke kantor polisi untuk melaporkan perbuatan Ben. Rio menyertakan bukti-bukti meskipun belum sepenuhnya bisa menjerat Ben. Polisi berjanji akan menyelidiki kasus kecelakaan Rio kembali.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2