Istri Lima Milyar

Istri Lima Milyar
Bab 27. Karena cemburu


__ADS_3

Kesehatan Riana semakin hari semakin buruk. Rio sudah membawanya berobat dan ke psikiater, tetapi tetap saja tidak banyak membantu. Rio berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya membuat Riana tertekan hingga seperti itu.


Banyak yang menyarankan agar Riana dibawa ke rumah sakit jiwa. Rio marah, ketika orang-orang menganggap istrinya gila. Rio ingin membuktikan bahwa Riana tidak gila. Dia hanya tertekan saja. Apalagi jika dengan baik Ijah, Riana masih bisa berkomunikasi dengan baik karena Riana menganggap Bik Ijah seperti ibunya sendiri.


Rio meminta Bik Ijah untuk mencari tahu apa yang Riana rasakan saat ini. Seharusnya, peristiwa penculikan itu tidak akan berpengaruh begitu besar terhadap Riana.


Riana termenung di taman sambil memeluk kedua lututnya. Disampingnya, Bik Ijah sudah menyiapkan kue dan jus jeruk untuk Riana. Bik Ijah selalu menemani Riana dan tidak membiarkan istri majikannya itu sendirian.


"Bik, Riana takut," gumam Riana.


"Apa yang membuat Bu Riana takut? Bibik selalu ada di sini," ucap Bik Ijah berusaha menenangkan hati Riana.


"Riana kotor, Bik. Riana tidak pantas tinggal di sini. Riana ingin pergi dari sini," ucap Riana sambil berdiri dan dia bersiap untuk melangkah pergi.


Rio yang saat itu memperhatikan Riana dari balik jendela, merasa jika Riana menganggap dirinya telah dilecehkan ketika berada di losmen. Rio bergegas berlari memeluk Riana yang terus berontak dalam pelukan Rio.


"Lepaskan, jangan sentuh aku. Aku kotor, Mas!" teriak Riana sambil terus berontak meskipun semakin lama semakin melemah. Tubuh Riana memang tidak terlalu sehat karena dia jarang mau makan dengan baik.


"Riana, dengarkan aku. Aku ingin menceritakan sesuatu padamu. Kamu dengarkan," ucap Rio sambil menggendong Riana masuk ke kamarnya.


Tidak ada perlawanan dari Riana yang berarti, sehingga Riana dengan mudah bisa membawanya. Sesampainya di kamar, Rio merebahkan tubuh Riana yang terlihat lemah.


Rio menggenggam tangan Riana dengan lembut dan penuh kasih sayang. Rio juga mengusap air mata Riana yang sejak tadi menetes. Rio ingin menyudahi penderitaan Riana yang dia rasakan selama beberapa hari terakhir ini.


"Dengarkan aku. Jangan pernah merasa kamu kotor dan tidak pantas untukku. Hari itu, tidak terjadi apapun terhadap kamu," ucap Rio jelas agar Riana mendengarnya.


Riana cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan suaminya. Matanya menatap Rio dengan penuh rasa tidak percaya. Bagaimana mungkin tidak terjadi apa-apa jika saat itu, Riana merasakan seseorang menciuminya dengan kasar sebelum dia pingsan.


Riana terus menatap Rio berharap penjelasan lebih jelas akan kejadian hari itu. Tangannya yang lemah, mencengkeram tangan Rio.

__ADS_1


"Mas, katakan yang sejujurnya padaku, apa yang terjadi saat itu!" ucap Riana.


"Tenanglah, dan dengarkan aku baik-baik," kata Rio berusaha menenangkan hati Riana.


Rio mulai bercerita dari awal dia mendapatkan kabar penculikan Riana, dari bik Ijah. Bagaimana dia bisa mendapatkan nomor mobil dari Joni dan mencari tahu siapa pemiliknya.


Setelah mendapatkan keberadaan mobil tersebut, Rio menyuruh anak buahnya untuk mengikuti mobil itu ternyata membawa Riana menuju ke sebuah losmen dipinggir kota. Rio menyesal karena dia sempat memanfaatkan kondisi Riana yang masih belum sadarkan diri.


Pria yang menciumi Riana adalah Rio sendiri. Rio cemburu saat melihat Handi ada di sana dan berusaha menyelamatkan Riana. Rupanya, pria yang dihubungi Trisni untuk menodai Riana adalah Handi.


Meskipun Handi sangat mencintai Riana dan ingin memiliki Riana, tetapi dia masih menghormati Riana. Justru Rio yang tidak bisa menahan rasa cemburunya. Rio tidak menyangka jika apa yang dia lakukan, malah membuat Riana merasa dia dinodai pria lain.


"Jadi, pria yang menciumi aku adalah kamu, Mas Rio?" tanya Riana sambil membulatkan matanya.


"Maafkan aku. Aku pikir, saat kamu sadar, kamu bisa melihatku. Aku hanya terbawa perasaan saja saat itu. Aku cemburu," ucap Rio sedih.


"Aku akan terima jika kamu menyalahkan aku. Sekian lama aku telah membuat kamu hidup dalam trauma. Andai saja aku tidak di bakar api cemburu, aku ...," ucap Rio semakin merasa bersalah.


Ternyata saat itu, Rio hanya ingin menunjukan dihadapan Handi, jika dialah yang berhak menyentuh Riana, bukan Handi.


Setelah kesalahpahaman terselesaikan, Riana memeluk Rio. Dia sangat bersyukur karena ternyata apa yang Riana takutkan, semua tidak benar.


Sejak mengetahui kebenarannya, Riana telah kembali menjadi Riana yang penuh semangat. Riana sudah bisa kembali mengurus toko dan mengurus rumah.


Sayang sekali, justru Rio yang mulai berpikir ulang tentang pernikahannya dengan Riana. Rio merasa, selama ini hanya kesedihan yang Riana dapatkan setelah menikah dengannya.


"Mas, kenapa kamu tampak gelisah? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Riana sambil berbaring di samping suaminya.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya kangen saja sama kamu. Sudah lama, kita tidak tidur satu ranjang," jawab Rio sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan membayarnya. Mau aku pijit?" tanya Riana sambil bersiap-siap.


"Boleh. Aku tadi memang capek banget. Sebelah sini," jawab Rio sambil menunjuk ke arah punggungnya.


Rio menelungkupkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sedangkan Riana mulai memijit punggung suaminya dengan lembut. Riana tiba-tiba menghentikan pijitannya. Dia teringat pada Anwar, mantan suaminya. Dulu, dia sering melakukan ini ketika Anwar kelelahan setelah bekerja.


Tidak mungkin aku masih mencintai dia. Sekarang, aku telah memiliki suami yang baik. Ya Allah, ampunilah aku karena aku masih teringat Mas Anwar, batin Riana.


"Ada apa, kenapa berhenti?" tanya Rio panik. Dia yakin jika Riana pasti teringat mantan suaminya. Dengan siapa lagi, dia melakukan hal seperti ini, kalau bukan dengan suaminya.


"Tidak, Mas. Aku hanya takut kamu tidak nyaman dengan pijatan aku," jawab Riana sekenanya.


Riana, meskipun kamu berusaha berbohong, aku harusnya sadar diri. Kamu masih belum bisa melupakan Anwar sepenuhnya. Bahkan setelah hampir dua tahun lamanya kalian berpisah. Aku yang terlalu memaksakan dirimu untuk tetap di sisiku. Maafkan aku, batin Rio.


"Riana, lihat aku. Aku tidak ingin, saat kamu bersamaku, kamu teringat pria lain," ucap Rio seolah tahu isi hati Riana.


"Mas, maafkan aku," kata Riana sedih.


Rio tampak kecewa dengan permintaan maaf dari Riana. Itu tandanya Riana memang sedang memikirkan pria lain. Tiba-tiba, Rio dengan kasar menggauli Riana tidak bisa menolak.


"Pelan-pelan, Mas. Sakit," ucap Riana yang terdengar sangat menyakitkan bagi Rio.


Apakah benar dia terlalu kasar memperlakukan Riana? Rio bisa merasakan, jika Riana memang tidak menikmati sentuhannya.


Beberapa hari kemudian, Riana sangat sedih ketika mendengar pembicaraan Rio dan kakaknya di telepon. Dia ingin mengembalikan Riana pada kehidupannya yang dulu sebelum menikah dengan Rio. Itu artinya, Rio ingin menceraikannya.


Riana termenung di ruang kerjanya. Ternyata, dia tidak bisa membuat suaminya bahagia sehingga dia ingin melepaskannya. Tetapi haruskah dia menjadi janda untuk kedua kalinya?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2