Istri Lima Milyar

Istri Lima Milyar
Bab 20. Bekerja


__ADS_3

Hati Riana mendadak gelisah, saat Rio pulang dalam kondisi tidak lagi menggunakan kursi roda. Tetapi dia tidak ingin bertanya karena suasana hati Rio terlihat buruk. Riana menunggu sampai Rio akan bercerita sendiri padanya.


Saat makan malam, Rio tidak fokus makan. Dia sering menerima panggilan telepon enyah dari siapa. Riana berusaha menekan rasa cemburunya. Tetapi, apa iya dia cemburu?


Riana menatap wajah Rio yang masih serius berbicara di telepon. Pembicaraan itu terlihat serius jadi seharusnya Riana tidak berpikir yang aneh-aneh. Setelah Rio selesai menerima panggilan telepon, dia tidak berhenti menatap suaminya.


"Kenapa kamu terus menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah denganku?" tanya Rio sambil tersenyum.


"Nggak, kok Mas. Hanya saja, aku lihat kamu gelisah sejak pulang tadi. Ada apa?" tanya Riana lembut.


"Maaf, aku tidak sempat memberitahukan hal ini ini padamu. Orang yang bertanggungjawab atas kecelakaan aku dan orang yang menjebak kamu adalah orang yang sama. Dia Ben, sahabatku sendiri," jawab Rio.


Rio menceritakan tentang persahabatannya dengan Ben dan Yuda. Dan juga tentang Ben yang iri padanya sehingga ingin menyakiti dia dan orang-orang yang dia cintai.


"Sayangnya, dia telah kabur. Sekarang, polisi sedang memburunya. Riana, mulai sekarang, kita akan hidup bahagia. Jika kamu memiliki keluhan atau keinginan apapun, katakan padaku," ucap Rio.

__ADS_1


"Iya, mas. Aku hanya ingin memiliki kegiatan. Aku bosan di rumah," Kata Riana sedikit manja.


"Kamu ingin membuka usaha apa, kuliner atau butik?" tanya Rio penuh semangat.


"Aku ingin bekerja jadi karyawan biasa saja. Pelayan mall juga nggak apa-apa," kata Riana.


"Bagaimana kalau kamu bekerja di kantorku saja. Kamu bisa menyediakan aku teh atau menemaniku bekerja. Pasti menyenangkan," usul Rio sambil membayangkan Riana yang tersenyum manis.


"Nggak, Mas. Aku maunya benar-benar kerja. Aku terbiasa hidup susah, jadi aku butuh bergerak," kata Riana serius.


"Riana nggak mau bekerja sebagai staf sekretaris. Riana bekerja sebagai karyawan biasa saja. Riana ingin memiliki teman yang tidak melihat status Riana. Selama ini, aku terlalu takut berteman, karena aku selalu bekerja keras untuk tetap bertahan hidup dan biaya sekolah," ucap Riana mengingat masa lalu.


"Oke. Aku akan mengatur penempatan kamu di AB Mall. Jika ada yang berani mengganggumu atau menyakitimu, kamu harus bilang padaku. Kamu harus bisa menjaga diri dengan baik. Aku hanya memberimu kesempatan satu kali, setelah itu hiduplah dengan nyaman sebagai istri Mario," kata Rio serius.


"Riana mengerti," jawab Riana pelan.

__ADS_1


Riana sangat senang karena Rio mengizinkan dirinya bekerja di luar. Dia tidak akan jenuh lagi di rumah yang hanya ada bibik saja.


Keesokan harinya, Riana kini telah diterima bekerja sebagai seorang pegawai biasa di AB Mall. Sang kakak ipar, Fahry hanya bisa tersenyum saja melihat adik iparnya lebih memilih menghabiskan waktu dengan bekerja, ketimbang menikmati uang adiknya.


Riana menikmati hari-harinya dengan penuh kegembiraan. Memiliki teman dari kalangan biasa membuatnya lebih mapan. Tetapi, perhatian Fahry, membuat beberapa orang merasa iri. Bahkan salah satu dari mereka menghubungi tunangan Fahry.


Namanya Trisni, seorang foto model internasional yang saat ini berada di Paris. Dia langsung terbang kembali ke Indonesia, setelah mendapatkan berita dari orang kepercayaannya tentang hubungan Fahry dan Riana.


Saat itu, Riana sedang melayani salah satu pelanggan. Tiba-tiba Trisni datang dan disambut oleh beberapa karyawan. Mereka sedang cari muka dihadapan Trisni karena menganggap Trisni akan menjadi istri dari Bos mereka.


Riana masih saja sibuk dan tidak menyadari jika semua karyawan yang ada di situ harus menyambut Trisni. Hal itu membuat Trisni semakin kesal.


"Riana."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2