
Riana memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan Anwar, terkait pengobatan dirinya selama beberapa bulan di rumah sakit ini. Pasti, biaya yang dikeluarkan Anwar tidak sedikit. Dan Riana tidak akan mungkin bisa untuk menggantinya.
"Mas Anwar, maafkan aku. Apapun yang terjadi padaku saat ini, adalah akibat dari perbuatan kamu di masa lalu. Uang lima milyar bukanlah uang yang sedikit. Tidakkah kamu merasa bersalah, atas apa yang kamu lakukan?" tanya Riana mencoba sedikit bersiasat. Keadaannya masih belum sehat benar, dan dia masih butuh uang untuk biaya rumah sakitnya.
"Riana, maksud kamu, kamu ingin bagian dari uang tersebut?" tanya Anwar kaget.
"Bisa di bilang begitu. Kalau di hitung-hitung, uang itu pasti sudah berkembang sekarang. Anggap saja, itu sebagai kompensasi atas apa yang aku alami. Kamu bisa lihat, seperti apa hidupku sekarang," jawab Riana.
"Kompensasi, kamu bahkan akan mendapatkan semuanya yang aku miliki, asalkan kamu bersedia rujuk kembali denganku. Kita berdua akan menikmati semua yang telah aku dapatkan," kata Anwar bangga.
"Maaf, Mas. Saat ini, aku ingin bebas dari kalian para pria yang semuanya egois. Aku hanya ingin hidup bersama anakku tanpa kalian," ucap Riana sedih.
Anwar akhirnya membiarkan Riana memilih jalan hidupnya sendiri. Selama dia tidak bersama Rio, hati Anwar sudah cukup lega. Anwar tidak ingin menyakiti hati Riana lagi setelah apa yang dia lakukan, membuat Riana menjadi janda.
Sebagai kompensasi, Anwar akan membayar semua biaya rumah sakit selama Riana dirawat dan akan memberi Riana uang sebagai biaya untuk anaknya. Sayangnya Riana menolak uang tersebut. Riana hanya ingin, hidup normal kembali setelah bercerai dari Rio. Riana tidak ingin terlibat lagi dengan Anwar.
Anwar tetap menyembunyikan apa yang terjadi pada Riana saat Riana koma. Anwar berharap, semua akan baik-baik saja agar Riana tidak membencinya. Seiring berjalannya waktu, Anwar berharap akan bisa mendapatkan hati Riana kembali.
Setelah Riana diperbolehkan pulang, Riana meminta Anwar untuk membawanya kembali ke Indonesia. Bukan ingin kembali ke rumah Rio atau ke rumah Anwar. Riana ingin memulai hidup yang baru di daerah kelahirannya, di sebuah kota kecil yang jauh dari kebisingan kota.
Sejak itu, Riana hidup berdua dengan putra kecilnya, yang diberi nama Ryan. Mereka hidup apa adanya dan sederhana. Sampai, Riana bertemu dengan adik ibunya yang ternyata sudah lama mencari keberadaan Riana.
Riana akhirnya ikut Tantenya pergi ke rumah keluarga besar ibunya. Rupanya, dulunya ibunya anak orang berada. Tetapi, ibunya kabur dengan ayahnya karena orang tua dan keluarga besar tidak setuju mereka menikah.
__ADS_1
Meskipun ibunya telah meninggalkan keluarganya, tetapi keluarga besarnya masih menyisakan bagian untuk ibunya. Tante Mega sangat baik padanya. Sekian lama mencari keberadaan Riana dan ibunya tanpa kenal lelah.
Mendapatkan warisan yang tidak sedikit, membuat Riana seperti mendapatkan lotre. Dia dan putranya akhirnya memutuskan untuk pindah mengikuti Tantenya.
Riana merasa, Allah berbaik hati padanya karena telah menemukan keluarga besar ibunya. Dengan begitu, Riana dan Ryan bisa lepas dari Anwar seutuhnya.
Riana memulai hidup baru dengan membuka usaha kecil-kecilan. Membuka sebuah rumah makan yang sederhana. Usaha yang pernah menjadi impiannya menikah dengan Anwar dulu.
Sebenarnya saat menikah dengan Rio, Riana ingin membuat rumah makan, tetapi Riana tidak ingin terlalu sibuk sehingga dia tidak bisa mengurus kebutuhan Rio dengan baik. Makanya dia lebih suka membuka toko kue karena dia hanya bekerja sebagai pengawas saja.
Sambil mengurus Ryan yang masih berusia 2 tahun, usaha Riana mulai berkembang. Masakan yang dia buat, sangat di gemari orang-orang. Bahkan mereka yang dari luar daerah juga berusaha mencicipi setelah mendengar cerita dari mulut ke mulut.
Karena semakin sibuk, Riana menitipkan Ryan ke sebuah jasa penitipan anak. Selain Ryan bisa bermain dengan teman sebayanya, ada para pengasuh yang akan menjaganya dengan baik.
Riana akan membawa anaknya ke rumah makan, baru setelah warung tutup, merak akan pulang ke rumah. Karena saat sore itu, Riana sudah tidak membuat masakan lagi. Hanya tinggal menghabiskan stok makanan yang sudah Riana buat beberapa jam sebelumnya.
Sore itu, Riana menjemput Ryan dari tempat penitipan anak. Semua terlihat seperti biasanya. Hanya saja, Ryan tampak sedikit pendiam. Biasanya Ryan akan lebih banyak tersenyum dan penuh keceriaan setiap kali Riana datang.
Awalnya Riana tidak curiga karena menganggap Ryan lelah bermain. Tetapi, pelukan Ryan yang erat dan enggan melepaskan, membuat Riana sedikit curiga. Riana tidak ingin terjadi sesuatu pada anaknya.
"Sayang, ada apa. Ini ibu sudah datang. Ryan mau mampir ke taman dulu?" tanya Riana penasaran.
Putra kecilnya itu tidak menjawab. Dia hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menyembunyikan wajahnya di dada ibunya.
__ADS_1
"Sayang, katakan pada ibu, apakah ada yang menggertakmu? Jika ada, biar ibu yang maju dan jadi sailor moon. Ibu akan menghajar semua yang telah berani membuat anak ibu sedih," ucap Riana berlagak seperti pahlawan anak-anak.
"Mama, aku ingin papa," jawab Ryan sambil menangis.
Riana seperti ditusuk belati mendengar ucapan anaknya. Papa, bagaimana dia akan bisa memberinya papa, jika sekarang dia seorang janda?
"Ryan sayang, apa yang kamu katakan? Apakah kamu tidak cukup ada mama? Mama bisa menjadi papa juga," jawab Riana gugup.
"Mama, semua teman Ryan memiliki Papa. Tapi, kenapa hanya Ryan yang tidak memiliki papa?" tanya Ryan lagi. Hati Riana semakin sedih.
Riana bingung. Jawaban seperti apa yang harus Riana berikan, agar Ryan tidak sedih lagi.
"Sayang, papa Ryan sedang pergi ke angkasa. Papa ingin mengambilkan bintang untuk Ryan. Makanya, papa belum bisa pulang," jawab Riana mengarang cerita.
Sempat terpikir untuk mengarang cerita jika ayahnya telah meninggal. Tetapi Riana takut jika ucapannya akan menjadi doa. Biarpun mereka sudah berpisah, Riana ingin Rio tetap hidup dan bahagia.
"Jadi, papa pasti akan pulang kan?" tanya Ryan dengan polosnya.
"Kenapa Ryan begitu menginginkan papa, apakah ada sesuatu yang terjadi selama Ryan berada di tempat jasa penitipan anak ini?" batin Riana
"Tentu, Sayang. Doakan, semoga papa bisa segera membawa bintang untuk Ryan. Biar papa bisa segera pulang," ucap Riana kalau memeluk Ryan kembali.
Riana tampak sedih, melihat anaknya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah. Selama ini, Riana beranggapan bahwa dia akan mampu menjadi sosok ibu dan ayah sekaligus untuk Ryan. Tetapi ternyata, dia masih belum bisa menggantikan sosok ayah di hati Ryan. Haruskah dia jujur pada Ryan, kalau ayahnya berada di kota?
__ADS_1
...****************...