Istri Lima Milyar

Istri Lima Milyar
Bab 39. Musibah


__ADS_3

Riana dan Rio duduk di kursi di ruang tunggu. Tatapan mata mereka saling beradu. Seolah ingin menunjukkan kekuatan masing-masing. Riana mulai dibuat kesal, karena Rio tidak merasa bersalah sama sekali.


"Bagaimana, kamu bisa sampai di rumah sakit ini? Kita sudah tidak ada hubungan lagi, untuk apa kamu datang?" tanya Riana sambil terus menatap Rio.


Rio merasa sedikit segan pada pandangan Riana. Dia menyadari jika saat Riana pergi dari rumahnya, karena Riana merasa tidak bahagia hidup bersamanya.


"Riana. Apapun yang terjadi di masa lalu kita, aku tidak akan pernah menyalahkan kamu. Bahkan ketika kamu menggugat cerai aku, aku terima, karena aku ingin kamu bahagia. Meskipun hatiku sakit dan sedih," jawab Rio sedikit melo.


"Apa, aku yang menggugat cerai kamu? Tidak salah, kamu yang ingin menceraikan aku. Aku dengar sendiri dengan jelas. Harusnya aku tidak jatuh cinta padamu, Mas Rio," ucap Riana menahan kesal.


"Apa, kamu jatuh cinta padaku. Benarkah?" tanya Rio senang dan dia ingin melompat kegirangan jika dia tidak ingat kalah dia sudah berusia kepala 3.


"Itu dulu, Mas. Kamu, kenapa reaksi seperti itu?" tanya Riana kaget.


"Maafkan aku Riana. Harusnya aku tidak pernah berkata ingin menceritakan kamu. Aku menyesal, sungguh," ucap Rio penuh penyesalan.


"Sudahlah, aku harap, Mas Rio segera tinggalkan rumah sakit ini. Jangan ganggu kami lagi," kata Riana dingin.


"Tidak bisa, aku tidak akan pergi. Apalagi setelah aku tahu jika Ryan adalah anakku. Ini buktinya," ucap Rio sambil menyerahkan dokumen yang dia bawa pada Riana.


Riana mengambil dokumen dari tangan Rio. Dia lalu membukanya dan dokumen itu berisi hasil tes DNA antara Rio dan Ryan. Hasilnya memang bisa dipastikan cocok karena Riana tahu jika Ryan adalah anaknya Rio. Tetapi, Riana tidka ingin menyerah begitu saja.

__ADS_1


"Apa ini, meskipun Ryan adalah anakmu, tetapi aku yang mengandung, aku yang melahirkan dan aku juga yang merawatnya hingga sebesar sekarang. Aku tidak akan membiarkan kamu mengambilnya dariku," ucap Riana tegas dan jelas.


"Riana, aku tidak ...," ucap Rio terhenti.


"Cukup. Kami tidak ada hubungan lagi. Jadi pergilah, biarkan kami hidup damai," potong Riana.


Riana segera meninggalkan Rio yang masih tidak percaya kalau Riana sangat membencinya. Rio tiska bermaksud mengambil Ryan dari tangan Riana. Dia hanya ingin bersama Ryan dan Riana.


Riana berjalan cepat dan bergegas ingin membawa Ryan pulang. Apalagi saat ini mereka sudah diizinkan pulang oleh dokter. Tante Mega sempat bingung melihat sikap Riana yang terlihat kasar dan tidak senang dengan Rio. Karena sampai saat ini, Riana tidak pernah memberitahukan siapa ayahnya.


Mereka berjalan agak cepat menyusuri lorong rumah sakit. Ryan dan Tante Mega tidak berani bertanya apapun selain hanya menuruti keinginan Riana.


Mereka pulang dengan menggunakan taksi yang sudah dipesan oleh Tante Mega. Hanya dalam waktu belasan menit, mereka telah sampai ke rumah Riana. Rumah peninggalan kakek Riana yang kini menjadi miliknya.


Jodi pernah berusaha memperkosanya, tetapi gagal karena Riana selalu membawa setrum di sakunya, kemanapun dia pergi. Sebagai seorang janda muda yang cantik dan sukses, tentu saja banyak pria yang berusaha mendekatinya. Baik dengan cara halus maupun kasar.


"Lepaskan anakku, jangan sakiti dia! Jika kamu butuh uang, aku bisa memberimu. Berapa yang kamu butuhkan?" teriak Riana panik.


"Hahaha, aku tidak butuh uang. Aku ingin kamu menjadi istriku. Aku sudah bersusah payah menjadi pegawaimu, agar bisa lebih dekat dengan kamu. Tapi, kamu tetap saja menolakku," ucap Jodi sambil tertawa.


"Jodi, aku sudah bilang jika aku tidak ingin menikah lagi. Jadi aku harap kamu mengerti dengan keputusanku. Tolong, lepaskan anakku," ucap Riana memohon.

__ADS_1


"Jika kamu mau menjadi istriku, Akau akan melepaskan dia. Atau kamu akan melihat anakmu mati di tanganku," ancam Jodi.


Saat itu, Ryan menggigit tangan Jodi sehingga Jodi kesakitan sehingga tanpa sengaja melepaskan pegangannya. Ryan segera berlari ke arah ibunya. Saat itu, Jodi sangat marah dan berlari mengejar Ruang dengan pisau siap menusuk tubuh Ryan.


Riana sangat panik dan berlari menjemput Ryan. Riana ingin menghalangi tusukan Jodi. Riana tidka peduli meskipun dirinya yang akan terluka asalkan bukan Ryan. Riana memeluk Ryan erat, dan Riana pasrah akan nasibnya.


"Awas Riana!" teriak Tante Mega panik melihat Jodi siap menusuk punggung Riana.


Saat itulah, Rio datang memeluk tubuh Riana dan Ryan, sehingga pisau itu menusuk pinggang Rio.


"Aaa ...." Suara teriakan Rio terdengar memilukan.


Riana kaget dan panik saat tahu, bukan dia yang tertusuk pisau Jodi, tetapi Rio.


"Mas Rio, kamu jangan mati. Bangun Mas Rio, aku akan segera membawamu ke rumah sakit," kata Riana semakin panik saat tangannya penuh dengan darah.


"Papa," ucap Ryan sambil memegang tangan Rio dan menangis terisak-isak.


Sementara itu, Tante Mega berteriak minta tolong untuk mengumpulkan warga. Warga segera berdatangan karena hari memang masih sore. Mereka sebagian mengejar dan menangkap Jodi, dan sebagian membantu membawa Rio ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, Rio segera mendapatkan perawatan. Selang beberapa jam, Rio sudah di tempatkan di sebuah ruang rawat inap. Tante Mega mengurus prosedur rawat inap bersama Ryan. Sementara Riana menjaga Rio dengan hati yang masih syok.

__ADS_1


Riana menatap tubuh mantan suaminya yang terbaring lemah. Riana tidka mengira jika Rio akan mempertaruhkan hidupnya demi dia. Padahal mereka sudah lama bercerai.


"Mas Rio, cepatlah sadar. Cepatlah sembuh. Aku janji, aku tidak akan marah lagi padamu karena perceraian kita. Kita masih bisa berteman dan kamu boleh bertemu dengan Ryan. Kalian ayah dan anak, aku tidak bisa mengubahnya," ucap Riana sedih.


__ADS_2