
Fahry rupanya sudah memutuskan berpisah dengan Trisni sejak beberapa bulan terakhir ini. Kejadian ini, menjadi waktu yang tepat bagi Fahry mengatakan niatnya.
"Sayang, apa karena wanita itu? Dia sedang hamil, apakah kamu ayah dari bayi yang dikandungnya?" ucap Trisni kesal.
"Trisni, ini tidak ada hubungannya dengan Riana. Aku sudah tidak bisa lagi menerima sikapmu yang seperti ini. Aku sudah sering mengingatkan, jangan berbuat seenaknya terhadap karyawan di tempatku. Tapi ternyata kamu tidak pernah berubah. Sekarang kamu bahkan membuat Riana dalam kondisi seperti itu. Aku tidak bisa memaafkan kamu lagi," ucap Fahry panjang lebar.
"Jadi benar karena wanita itu. Aku tidak terima, kamu memutuskan pertunangan kita karena dia. Semoga dia dan bayinya tidak akan selamat," ucap Trisni penuh rasa marah.
"Jika Riana dan bayinya tidak selamat, kamu bersiaplah masuk bui. Bahkan jika salah satu dari mereka tidak selamat, kamu harus menanggung akibatnya," ancam Fahry mengagetkan Trisni. Fahry terlalu terlihat jelas membela Riana.
Trisni bertambah kesal dan emosi mendengar ucapan Fahry. Padahal dia adalah calon istrinya.
"Kamu terlalu membela wanita itu. Kamu membelanya, karena dia selingkuhan kamu, tidakkah kamu malu, Fahry? Wanita itu hanya wanita tak berkelas. Miskin dan jelek. Dilihat dari segi manapun, aku yang lebih unggul dibandingkan dia. Jika ingin selingkuh, kenapa tidak mencari yang lebih baik dariku. Membuat martabatku turun," kata Trisni sambil menatap Fahry dengan tatapan tajam.
"Siapa yang kamu maksud, Riana? Mas Fahry, seperti inikah sifat calon istrimu? Jika kamu masih menganggap aku adik, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Aku tidak ingin melihat di sini. Bawa dia pergi," ucap Rio penuh emosi.
"Rio, maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga Riana dengan baik. Mengenai Trisni, kamu tidak perlu khawatir, aku sudah memutuskan hubungan dengannya. Seandainya kamu ingin menuntutnya, silahkan saja," ucap Fahry penuh rasa bersalah.
"Fahry, kalian kakak beradik berani menindas aku, hanya karena wanita kampungan itu. Aku tidak terima. Jangan-jangan, kalian berdua telah kena pelet wanita itu. Rio, tahukah kamu, kalau dia hamil anak Fahry?" tanya Trisni berusaha membuat mereka berdua bermusuhan.
"Apa, benarkah Riana hamil Mas Fahry?" tanya Rio kaget.
"Entahlah. Tapi sepertinya memang iya. Kita tunggu saja setelah dokter keluar," jawab Fahry sedih.
__ADS_1
"Trisni, sebaiknya kamu berdoa. Jika sampai terjadi sesuatu pada Riana dan calon bayinya, aku akan memasukkan kamu ke penjara," ancam Rio pada Trisni yang kaget melihat Rio juga membela Riana.
Tidak lama kemudian, dokter keluar. Rio dan Fahry bergegas menemui dokter dan meminta penjelasan tentang keadaan Riana. Sementara Trisni merasa sedikit ketakutan dan kesal karena kakak beradik itu lebih peduli pada Riana.
"Bagaimana kondisi istri saya, Dok?" tanya Rio panik.
Trisni kaget saat mendengar Rio menyebut Riana adalah istrinya. Wajah Trisni pucat pasi. Jadi, dia sudah salah paham dan dia ingin meminta maaf pada Rio dan Fahry.
"Kondisi pasien, sudah stabil stabil dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Kami sudah berusaha semampu kami untuk melakukan yang terbaik. Tetapi, kami hanya bisa menyelamatkan ibunya. Istri anda mengalami keguguran. Kami harap anda bisa memberi dukungan pada istri anda untuk menerima ini," kata dokter panjang lebar.
Rio terlihat sangat sedih. Riana akhirnya hamil dan harusnya hal itu akan memperkuat pernikahan mereka. Tetapi, semua mungkin sudah kehendak Tuhan.
Fahry mencoba menenangkan hati Rio dengan menepuk-nepuk punggungnya. Sementara Trisni tampak ketakutan karena Riana keguguran. Dia mundur selangkah demi selangkah, lalu pergi dari tempat tersebut. Trisni melarikan diri.
"Tentu saja. Kalian tidak perlu khawatir. Tidak ada masalah yang serius," jawab Dokter. "Saya permisi dulu."
"Terima kasih, Dok," ucap Fahry lalu membantu Rio duduk. "Rio, tenanglah. Jika kamu seperti ini, bagaimana dengan Riana. Kamu yang harus memberinya support agar dia tidak sedih."
"Aku, aku hanya menyayangkan saja. Kalau sejak awal aku tahu Riana hamil, aku tidak akan pernah membiarkan dia bekerja. Aku hanya ingin melihat dia bahagia, malah membuat dia keguguran," ucap Rio menyesali sikapnya.
"Kamu jangan merasa bersalah. Mungkin ini sudah takdir. Temui Riana dan buat dia kembali tersenyum. Aku akan mengurus biaya rawat inap. Soal Trisni, aku juga, yang akan mengurusnya," kata Fahry menepuk bahu Rio.
Rio menyusun kembali suasana hatinya yang selalu porak-poranda. Dia tidak boleh terlihat lemah dihadapan Riana.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, perawat membawa Riana menuju ruang perawatan. Rio mengikutinya dan kemudian menemani Riana yang tampak sedih.
"Riana, kamu jangan sedih. Maafkan akau. Akulah yang salah karena aku tidak menjagamu dengan baik," ucap Rio sambil menggenggam tangan Riana dengan lembut.
"Mas Rio, akulah yang seharusnya minta maaf padamu. Aku tidak bisa menjaga calon bayi kita dengan baik. Aku bukan istri yang baik," ucap Riana sambil menangis.
"Riana, jangan menangis. Mungkin ini sudah takdir. Aku juga sedih, tetapi semua ini pasti ada hikmahnya. Dokter bilang, setelah keguguran, kamu bisa hamil lagi. Setelah satu bulan.Tentunya kita kita berdua, harus berusaha," kata Rio sedikit berbohong tentang kurun waktu untuk hamil lagi.
"Aku takut akan keguguran lagi," ucap Riana trauma.
"Kamu jangan trauma. Anggap saja ini karena kita kurang awal mengetahuinya. Nanti kalau kamu hamil lagi, maksudku jika sudah ada tanda-tanda kehamilan, kamu jangan kemana-mana. Tetaplah di rumah, menjadi ratu yang patuh," kata Rio penuh semangat.
Riana masih tetap menangis, meski tidak seheboh tadi. Rio memeluk tubuh Riana dengan berusaha menyalurkan semangat pada istrinya.
Rio menarik napas dalam-dalam. Demi masa depan pernikahannya, Rio harus bisa memiliki anak dari Riana. Meskipun dia tahu jika Riana istri yang baik dan setia, dia masih belum yakin jika Riana mencintainya.
Rio juga tidak memiliki kepercayaan diri yang mampu membuat Riana tetap di sisinya Jika suatu saat Anwar datang mengambil Riana darinya, anak adalah satu-satunya pengikat mereka. Setidaknya Riana tidak akan tega meninggalkan dia dan anaknya.
Rio tidak bisa hidup tenang lagi karena ini sudah memasuki tahun kedua pernikahan mereka. Rio juga sudah mendengar kabar, jika Anwar telah memiliki usaha yang cukup maju pesat.
Rio berharap, jika Anwar akan melupakan Riana dan mencari wanita lain. Apalagi, Anwar sudah memiliki uang yang banyak dan usaha yang mapan. Seharusnya banyak wanita yang tertarik padanya.
Rio semakin erat memeluk tubuh Riana, seolah takut jika Riana akan meninggalkannya. Apa yang akan terjadi pada hidupnya?
__ADS_1