
Jam menunjukkan pukul 3 pagi tapi dua pasutri itu masih terlelap di kasur lembut mereka, ralat hanya istrinya yang tidur pulas sedangkan lelaki itu tidak bisa menutup matanya setelah solat tahajjud,hanya terbaring di samping gadisnya memandang dan menelisik setiap inci wajah gadisnya.
Saat asik menatap wajah pulas sakinah, adam menyipitkan matanya aneh. Dia melihat ada gambar di belakang leher gadis itu seperti tato pikirnya. Di elusnya leher Sakinah.
"Seperti apa kehidupan mu dulu, sampai harus ada gambar seperti ini di leher indahmu" karena elusan yang di berikan Adam ke lehernya membuat Sakinah melenguh.
" Sutt..... tidur lagi" Adam menepuk nepuk paha Sakinah agar kembali tidur karena subuh satu jam lagi.
" Semoga suatu saat nanti dirimu lah yang akan menceritakannya sendiri" bisiknya lembut.
Adam berpikir akan menyuruh sakinah untuk menghilangkan tato di belakang lehernya pagi nanti.
"Allahuakbar Allahuakbar " adzan subuh sudah berkumandang,adam bersiap untuk menunaikan solat nya, hari ini dia berencana untuk solat berjamaah dengan Sakinah untuk pertama kalinya.
" Sakinah bangun, solat dulu ayo" panggil Adam, dilihat nya tak ada pergerakan sama sekali dari sakinah, ia berinisiatif menghidupkan alaram ke telinga Sakinah,tapi nihil tetap tak bangun.
" Dia ini tidur apa mati, kenapa tidak terusik, tadi saat di pegang lehernya melenguh" ucapnya bingung.
Tersadar dengan ucapannya dia jadi punya ide bagus untuk membangunkan gadis nakalnya.
" Hehehe, tidak dosa kan kalau sama istri" katanya tersenyum ke atas.
" Bismillahirrahmanirrahim"
Adam menempel kan bibirnya di kedua mata Sakinah secara bergantian tak hanya itu,di kecupnya seluruh wajah sakinah kecuali bibir.
" Astagaaaaa ADAMMM" teriak sakinah kaget lalu terbangun karena mendapatkan serangan tiba tiba seperti itu.
" Lo perkosa gue?" Mendengar pertanyaan bodoh dari sakinah, Adam langsung menarik gadis itu ke kamar mandi.
" Ini handuk" di lemparnya handuk ke wajah sakinah.
" Jangan teriak masih subuh, cepat mandi setelah itu solat saya tunggu di ruang solat" tegasnya kemudian pergi.
" Anjir banget gaya Lo, sok kull Lo dek dek" sakinah membanting pintu kamar mandi keras.
"Brakkk"
" Astagfirullah" suara bantingan itu begitu keras hingga terdengar sampai ke bawah.
Sakinah sudah selesai mandi dia mencari baju yang pas untuk di pakai,agak aneh memakai dress selutut itu tapi mau bagaimana lagi hanya itu paling mendingan.
" Samlikum" ucapnya saat sampai di ruang solat.
" Assalamualaikum bukan samlikum" kata Adam membenarkan tapi lirikan mata Adam yang di rasa Sakinah sangat aneh.
" Hehehe iya assalamualaikum maklum Islam keturunan" sakinah menggaruk tengkuknya yang tak gatal saat melihat ekspresi wajah Adam.
"Jangan Mandang gue begitu......" Cicitnya takut.
" Dam jangan Mandang gue begitu bisa ga sih" sakinah sudah duduk di samping Adam menyembunyikan wajahnya di tangan milik Adam.
Tapi lirikan adam tetap sama, sangat tajam.
Adam berdiri ke arah lemari berisikan mukenah, Adam menutup lemari itu sangat kencang, Sakinah kaget.
" ANJING, astagaaaaa" kagetnya.
Sakinah langsung menutup mulutnya setelah mengumpat sembarangan.
" Mati gue,diceramahi sehari suntuk ini" sakinah merutuki dirinya sendiri.
"Ini pakai" kata Adam sedikit ngegas.
" Biasa aja dong brodi" sakinah senang adam tak menceramahinya.
Mereka memulai solat subuh berjamaah untuk pertama kalinya, jangan tanya apakah Sakinah sudah tau bacaan sholat atau tidak, jawabannya adalah TIDAK sama sekali.
Adam mengakhiri solatnya dia menghadap ke belakang bisa di lihat sakinah tengah menahan kantuknya mati Matian.
Adam membuka sorbannya lalu ia pukul ke paha Sakinah pelan.
" Aishhh, Adam sakit" sebenarnya Adam memukulnya pelan, sakinah saja yang lebay.
" Dasar kdrt!!" bentaknya.
" Sekali lagi kamu membentak, saya tidak akan segan ngehukum kamu sakinah" ancaman Adam begitu tak terbantahkan.
" Lo kira gue takut Ama Lo sorry sorry aja ya brodi, kalau gue berhasil dalam rencana ini gue bakal ninggalin Lo selama lamanya" sakinah mengatakannya dalam hati tak seorang pun dengar hanya tatapan kebencian yang bisa di lihat Adam.
" Turun kan pandangan mu!!" Sentaknya.
" Iya dam ya Allah ampunilah istirimu ini" mohon sakinah sambil menciumi tangan Adam bolak balik.
" Cih najis gue" monolognya masih menciumi tangan Adam.
Adam hanya bisa tersenyum tipis saat Sakinah melakukan itu, kasihan adam dia tak tau bahwa istrinya tidaklah seperti yang dia lihat.
Setelah selesai dengan acara menciumi tangan Adam,dia beralih mencium pipi Adam.
" Duh gue udah kayak wanita penggoda aja, anjir lah" gumamnya yang tak di dengar Adam.
Adam yang di cium memegangi pipinya lama, benarkah ini Sakinah, apa dia sudah menerima pernikahan ini, pikir Adam tersenyum.
" Kenapa cium cium? " Tanya adam sewot.
" Hukuman tetap berlanjut tidak ada acara menyogok seperti itu" sindir Adam tentu untuk gadisnya.
"Lo kenapa sih sewot amat Ama gue,aku salah apa cintaku" sakinah mencubit pipi Adam geram.
"Lepaskan tangan mu" Adam menepis tangan Sakinah kasar.
" Kasar banget sakit tau" ucapnya penuh dramatis.
" Lebay, lemah sekali"
" Eh eh mulutnya,minta cium lo"
" Memangnya kamu berani hah?"
" Nantangin gue rupanya" sakinah tak bisa terima jika di remehkan begitu saja.
Dengan cepat dia menarik tengkuk Adam lalu di lumatnya bibir tipis milik lelaki itu, adam syok dengan tingkah berani Sakinah tapi tak di pungkiri bibir sakinah begitu candu saat menyentuh bibirnya.
Sakinah masih ******* bibir adam kasar dia ingin balas dendam ternyata,tapi adam malah mengimbangi itu dia meraih tubuh sakinah dan ikut ******* bibir sakinah lembut.
" Anjir kok enak" ucapnya dalam hati.
Ciuman kasar itu berubah menjadi ciuman mesra nan lembut. Tapi di tengah ciuman itu Adam berhenti.
" Kok berhenti sih dam ga asik ah" ucapnya tak terima.
" Sudah pagi nanti saja, lagian ini tempat suci kamu saja masih pakai mukenah"
" Ga seru ah" melihat wajah sakinah ngambek, adam ingin sekali tertawa tapi dia tahan karena masih ingin memberikan perhitungan untuk gadisnya.
" Siapkan saya sarapan, hari ini saya pergi ke kantor untuk bekerja" setelah mengatakan itu dia pergi meninggalkan sakinah.
" Astaga naga kok gue bisa nyium dia bwajingan mau nangis banget setannn" sakinah sudah frustasi sendiri,bahkan dia mengelap bibirnya dengan mukenah yang dia pakai berkali kali.
" Awas aja dia ga bayar gue lebih, gue keluar dari rencananya"
" Sakinah cepat sudah pagi" teriak Adam dari dalam kamar.
" Iyaaaaaaaaa" balasnya panjang.
Seorang gadis Tampan tengah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya Dia juga sudah siap dengan baju kerjanya.
" Siap deh nasi goyeng ala ala" sakinah meletakkan dua piring berisikan nasi goreng ke atas meja makan.
Adam turun dengan setelan jas yang elegan sudah seperti CEO saja.
" Duh ganteng juga tu orang" sakinah tak berkedip saat Adam turun, dia memang terlihat agak berbeda di mata Sakinah saat memakai baju kantor.
__ADS_1
" Dam kok lu ganteng sih" ucapnya jujur.
" Memang selama ini kamu lihat saya seperti apa"
" Seperti.....emmm.... Apa ya gue juga ga tau pokoknya beda deh soalnya yang gue liat lu kan sering pakai baju kokoh plus peci atau sorban jadi vibes nya beda" jelasnya.
" Benarkah?"
" Y"
Adam terkekeh rendah mendengarnya.
" Ya sudah cepat makan nanti saya telat ke kantor" Adam membaca doa makan tidak dengan Sakinah, gadis itu sudah makan duluan.
Melihat itu adam menegurnya" baca doa Sakinah, makanan kamu tidak berkah nanti".
" Udah telanjur gas aja"
" Baca doa atau..."
" Iya ini gue baca" untung lah Sakinah hafal doa makan.
" Baguss" Adam memberikan satu jempolnya.
" Dam Lo kerja apa kayaknya Lo banyak duitnya" tanya sakinah penasaran.
" Saya ceo di perusahaan saya sendiri, kamu tau Adam group?" Sakinah membulat kan matanya, astagaaaaa apakah suaminya ini pemilik perusahaan besar itu.
" Lah jadi Lo yang punya" Adam mengangguk.
" Jadi selain kerja pegang kitab saya juga kerja ini" kata Adam sambil menyendokkam nasi ke dalam mulutnya.
" Masih dendam ya Ama gue?" Tanya Sakinah dengan wajah memelas.
Adam menyelesaikan makannya lalu menjawab " tidak ada dendam sedikitpun,tapi Wallahi saya katakan sakit sekali jika teringat bagaimana kamu mengatakannya hingga membuat saya menangis sesegukan ketika sujud"
" Maap" cicit sakinah merasa bersalah.
" Tidak papa saya mengerti" dia mengelus Surai Istrinya lembut.
" Oh ya, kamu tidak usah bekerja lagi, mulai sekarang kamu ikut belajar di pesantren menjadi santri di sana dan ya ini juga termasuk hukuman"perintah nya.
perkataan adam membuat Sakinah syok bukanmain bagaimana bisa dia meninggalkan pekerjaannya dan satu lagi dia disuruh jadi santri.
" TIDAKKKKKK" bantah sakinah tak terima.
"Sudah saya bilang jangan membentak" peringatnya.
" Gue ga mau dam,gue mau kerja, nanti siapa yang kasih makan si Raka, Mak gue udah ga ada lagi"
"Kamu...sudah tau?" Sekarang malah Adam yang syok.
" Sakinah?" Panggil Adam menyadarkan lamunan sakinah.
" Hiksss iya gue udah tau semuanya, tetangga gue kasih tau hikss..."
" Kenapa lu bohong, kenapa ga kasih tau dam" Adam melihat Sakinah sudah berderai air mata mendekapnya.
" Maapkan saya sakinah, saya tidak ingin kamu drop saat itu karena kamu baru siuman, maapkan saya"
Flashback on
Hari dimana sakinah siuman, tetangga sakinah yang biasa di panggil buk Sumi ada di RS Majapahit untuk melihat anak perempuannya melahirkan.
" Eh kamu Naila ya temannya sakinah kan?" Tanya bu summi saat berpapasan dengan Naila.
" Buk Sumi, astagaa kita ketemu lagi" Naila menyalimi wanita paruh baya itu.
" Iya gimana keadaan kamu sama sakinah betah gak di Jogja?"
" Betah dong di sini mah kebutuhan hidup terjangkau" ucap Naila
" Ya udah Naila pamit dulu ya,mau ke warung beli gado gado buat sakinah dia lagi sakit soalnya" Naila buru buru pamit dari sana.
" Permisi buk, kalau boleh tau ibunya sakinah kenapa ya" tanya adam.
"Anda siapa"
" Emm saya temannya sakinah" ibuk sum mengerti lalu menceritakannya.
" Ibunya Sakinah sering sakit Sakitan sekarang, sudah seminggu ini dia sakit keras katanya sih sakinah belum tau karena ibunya ga mau buat sakinah khawatir tapi saya dengar sakinah jatuh sakit seperti nya karena mendengar kabar ibunya" jelas buk Sumi.
" Kasihan sakinah dia kerja banting tulang untuk menghidupi ibu dan adiknya" lanjut buk Sumi.
Adam sedikit iba dengan kehidupan Sakinah, dia jadi penasaran seperti apa sebenarnya kehidupan wanita tampan itu.
" Ohh begitu terimakasih infonya buk" kata Adam dengan pandangan yang menunduk.
" Kalau boleh tau ruangan sakinah nomor berapa nanti saya mau jenguk anak itu"
"Ruangannya no 12" jawab Adam seadanya.
" Oh ya sudah nanti saya jenguk dia,saya pamit duluan" buk sumi pergi dari sana meninggalkan adam yang tengah berpikir.
Tiba tiba handphone di dalam sakunya berdering, itu telfon Sakinah. Sebenarnya sudah sedari tadi handphone itu berdering tapi tak diangkat adam karena melihat nama yang tertera yaitu 'Raka sayang'.
" Angkat toh le" ucap ummi, sebenarnya dia ada di sana dari tadi mendengar pembicaraan adam dengan buk Sumi tapi dia tak ingin ikut campur.
" Loh ummi kapan selesai solatnya?"
" Dari tadi kamunya aja ngelamun, ayo di angkat"
Adam menyerah saja baiklah dia angkat.
" Assalamualaikum"
" Mbak hikss... Ayo pulang mbak, emak sakit pengen ketemu mbak" terdengar suara isakan dari sebrang sana.
" Sakinah pulang nak, emak pengen sama kinah" terdengar juga suara bergetar milik wanita paruh baya yang di yakini ibunya sakinah.
" Hallo assalamualaikum ini siapa ya apakah keluarga nya Sakinah" tanya adam jantung nya sudah berdebar sangat tak enak.
" Hallo ini siapa, mana mbak kinah, saya adiknya tolong kasih kan hp nya ke mbak kinah ini penting hikss ..."
" Kamu yang tenang, sakinah baru sadar dari koma dia mengalami musibah jatuh ke danau"
Mendengar itu ibu beserta adik sakinah terisak.
" Sudah jangan beri tahu dia nak biar anakku sembuh dulu" ucap sang ibu kepada Adam.
" Iya buk, apa ada yang ingin ibu sampai kan ke sakinah" tanya adam hati hati.
Terlihat di layar hp,adik Sakinah mengalikan telphone nya menjadi video call.
Terlihat di layar ibu Sakinah sudah ramai di kerumuni orang dia terlihat sangat kurus dan lemah, dia sakit.
" Innalilahi buk, keadaan ibuk bagaimana tidak papakan" tangan Adam sudah bergetar dia tak enak ada sesuatu yang akan terjadi.
" Siapa dam?" Tanya Abah saat datang setelah menyelesaikan solat di mushola RS.
" Ibunya Sakinah" Abah dan ummi melihat di layar hp keadaan ibunya sakinah yang begitu kesakitan menahan sesuatu.
" Siapa nama mu anakku" tanya ibu sakinah.
" Adam, Muhammad Adam samudera" jawab adam.
" Kamu temannya Sakinah?"
" bukan, saya anak pemilik pesantren tempat sakinah tinggal, Sakinah sudah seperti keluarga bagi saya" jawab Adam lagi.
Ibu sakinah tiba tiba saja tersenyum tapi air matanya setitik demi setitik turun seiring senyumannya itu.
" Dia masihlah gadis kecilku, sebenarnya dia gadis yang rapuh sangat rapuh, tiada hari yang paling indah kecuali Hari pertama saat melahirkannya, anakku itu tidak pernah mudah menyampaikan apa yang ia rasakan, memendam rasa sakit sendiri adalah hobinya" ibu Sakinah bercerita dia tersenyum meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Aku sangat ingat bagaimana dia menatap langit, itu lah caranya menyembunyikan kesedihannya. Saat diriku bekerja dia menjadi ibu kedua untuk adiknya, bahkan diriku jarang memberikan kasih sayang tapi kenapa dia begitu menyayangi ku, gadisku yang malang ayahnya pergi saat dirinya butuh kasih sayang seorang ayah dia malah di paksa menjadi gadis tangguh, sebelah sayap nya patah tapi dia berusaha terbang dengan sempurna"
Perkataan ibu Sakinah membuat semua yang mendengarnya menangis bahkan adam sudah menetes kan air matanya.
" Satu keinginan ku, ingin sekali melihat gadis kecilku menikah Adam, Allahu" nafasnya sudah tercekat.
" Mak hikss... Jangan kaya gini" Raka sudah menangis hebat bagaimana tidak cinta pertama nya berada di detik detik terakhir.
"Menikah lah dengan sakinah Adam, saya mohon hikss... Ya Allah..." Nafasnya begitu tecekat mengatakan itu.
"Akan saya nikahi dia,itu janji saya, kami semua ikhlas insyaallah sakinah juga akan ikhlas dengan semua takdir yang terjadi" ucap Adam tegas dan penuh kepastian.
Abah,ummi dan Ryan hanya bisa menunduk sedih mereka tidak bisa melihat kejadian yang begitu pilu seperti ini.
" Maap ibu saya tidak melamar anak mu secara benar tapi hari ini saya, Muhammad Adam samudera izinkan lah saya meminang anakmu untuk menjadi istri saya" ucapnya melamar sakinah di panggil video.
Abah memegang bahu Adam yang bergetar dia tahu anaknya ini menyukai Sakinah mungkin ingin melamar nya tapi malah lamaran seperti ini yang terjadi.
" Tak apa dam kami mendukung pilihan kamu nak" kata Abah yang di angguki ummi dan Ryan.
Adam beruntung mempunyai keluarga yang mendukungnya.
" Terima kasih" ucap Adam tulus.
" Adam saya terima lamaran kamu, sampai kan salam sayang dan cinta untuk gadis ku itu semoga pernikahan kalian di berkahi Allah, saya tidak terlalu mengetahui agama jangan heran jika sakinah seperti itu, semua kesalahan saya yang tak mendidik nya dengan agama secara benar,sehingga dia jadi fakir dalam ilmu agama"
" Jangan berkata seperti itu besan ku, kamu sudah menjadi ibu luar biasa untuk anak anak mu" ucap ummi kepada ibu sakinah, mendengar suara ibu Adam hati ibu sakinah jadi tenang.
" Terimakasih telah melahirkan anak seperti sakinah,dia sangat berbeda dari wanita lain saya seperti mendapatkan intan di bongkahan emas" ibu Sakinah tersenyum mendengar Adam mengatakan itu.
"ashadualla ilahailallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah " itu lah kata kata terakhir dari wanita luar biasa yang di katakan ummi Khadijah.
Hembusan nafas terakhir dari ibu sakinah membuat semua orang di seberang sana tak kuasa menahan tangisnya.
" Makk..... Hikss.... Jangan tinggalin Raka Mak hikss..." Raka sampai jatuh pingsan dia tak mampu melihat ibunya pergi meninggalkan dunia ini.
" Saya matikan handphone nya mas" kata salah satu orang di sana, telphone itu pun putus secara sepihak.
" Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" Adam memeluk sang ummi dia tak bisa bayangkan jika itu terjadi padanya.
" Sudah nak, tidak apa apa ini semua sudah takdir dari Allah SWT.semua adalah yang terbaik" ucap ummi menenangkan putranya.
" Sudah sekarang cuci wajah kamu Adam, kita temui Sakinah dan bicarakan ini pelan pelan, setelah itu kita pergi ke Surabaya untuk membantu proses pemakaman di sana dan membawa adik Sakinah ke sini" kata Abah mengintrupsi.
" Bah lebih baik lamar saja sakinah sebagai bentuk tanggung jawab karena tragedi danau, jangan beri tahu dulu soal kematian ibunya, dia tak akan sanggup" pinta adam, Abah mengerti.
Adam dan ummi masuk lebih dulu ke ruangan sedangkan Abah dan Ryan mengurus administrasi Sakinah.
Semua kejadian itu tak luput dari penglihatan laki laki yang mengenakan jas hitam dengan kacamata bertengger,tersenyum jahat.
Flashback off
" Kenapa Lo ga bilang sih dam" kesal sakinah yang masih di dalam pelukan Adam.
" Maap" hanya itu yang adam katakan sepanjang cerita.
" Sudah lah, jangan bekerja hari ini!!nurut sama saya kali ini ,semua demi kebaikanmu sakinah, juga untuk ibumu agar dia bahagia di sana" kata adam selembut mungkin.
" Y"
" Alhamdulillah akhirnya " Adam mengucap syukur sekarang sakinah sudah bisa di atur.
" Saya mau berangkat kerja,hari ini saya ada meeting kalau kamu belum siap ke pesantren tak apa,bisa besok lagian saya belum mendaftarkan kamu" sakinah tetap tak bergerak dia masih setia meluk Adam.
" Udah ya pelukannya nanti lagi" semoga istrinya mengerti.
" Ah Adam ga asik Lo" Adam terkekeh Melihat gadisnya ngambek.
Adam memberikan tangan kanannya, kali ini kinah bingung lagi
" Apa?"
" Salim"
Sakinah mencium tangan Adam lama, sengaja sebenarnya karena menurut nya tangan adam sangat wangi.
" Udah dong Salimnya lama banget" yang di tegur malah cengengesan.
Sakinah mengantar adam sampai pintu karena Adam tak izinkan sakinah keluar dengan dress selutut seperti itu.
" Oh ya saya lupa" Adam kembali lagi lalu mencium kening Sakinah lama sambil berkata " nasi goreng nya enak, saya suka"
Dia menepuk kepala Sakinah lalu pergi meninggalkan perkarangan rumah dengan mobil mewah yang di kendarai Adam.
" Gue ga nyangka tu orang kaya raya" setelah nya ia masuk ke rumah.
Ntah lah dia bingung hari ini akan melakukan apa, hari ini dia akan berkebun dan menghias kamar,seperti itu lah rencana hari ini.
Baru akan melangkah ke kebun, Naila dan ririn datang untuk menjemput sakinah bekerja.
" Kikiiiiiiiii OMAGAAA rumah lu gede banget anjayy" Naila heboh sendiri.
" Iya dong laki gue kan kaya" sombongnya
" Eleh iya lah si paling kaya"
" Emang, sirik Lo"
" Gak tuh, eh emang laki lu kerja apaan" tanya Naila kepo.
" Yang punya Adam group" Naila melotot kan matanya, bahkan mulutnya saja sudah menganga.
" Kaya dong berarti"
" Udah tau masih tanya" ucap kinah malas.
" Jadi, kamu kerja apa nggak Ki" sekarang Ririn yang bertanya.
" Enggak lagi,dia suruh berhenti" ririn meremas tangannya dia tampak sekali kesal.
" Kenapa nyuruh berhenti? Kamu kok mau mau aja" kata Ririn menahan emosi.
" Lagian itu laki dia terserah dia lah, gue malah seneng besti gue udah ga cape lagi" Naila memeluk Sakinah sayang.
" Terus sekarang lu mau ngapain?"
" Mau berkebun terus hias kamar" jawabnya jujur.
" Oke deh selamat menempuh hidup baru tayangku" Naila mengecup pipi sakinah.
Sakinah sih suka suka saja, tapi Ririn malah terlihat cemburu.
" Mau cium juga?" Tawar sakinah
Mendapatkan tawaran seperti itu tentu ririn mau" mwahh" Ririn mengecup pipi Naila,tampak wajahnya begitu bahagia.
" Udah udah ayok berangkat, nanti kita telat" Naila sudah siap akan menarik Ririn.
" Oh ya kita bakal ketemu tiap hari kok, soalnya gue sekolah lagi, jadi santri di pesantren" mereka berdua kaget.
" Wahh kok bisa?" Tuh kan Naila heboh lagi.
" Jangan heboh bisa ga nai" Naila menggeleng kan kepalanya tanda tak bisa.
"Buat memperdalam ilmu mungkin" ntah lah Sakinah saja bingung kenapa dia di suruh sekolah.
" Bagus dong, laki Lo pengertian ya ...dia mau bininya ga tolol makanya di sekolahin lagi"sudah menghina tertawa lagi.
"Pasti buat bagusin agama Lo,secara kan dia Gus dan Lo apa? Remahan rengginang, pasti Gus Adam mau Lo kayak ustadzah Syifa" mendengar ustadzah Syifa, Sakinah jadi rindu berdebat dengan si Syifa dan anak buahnya Sarah.
" Ya udah lah gue pamit, ayok Rin" Naila menarik tangan Ririn,jika tidak seperti itu Ririn akan sampai sore di depan rumah Adam.
Kedua curutnya sudah pergi sekarang dia akan mulai rencananya untuk berkebun.
__ADS_1
~|❤️|~