
Kini Mr Hengky tengah menunggu sakinah di taman tempat mereka janjian tadi pagi.
" Tumben sekali wanita itu mengajakku bertemu" pria itu heran karena biasanya sakinah akan bicara dengan nya melalui telfon.
Tak berselang lama tangan seseorang memegang pundaknya, Mr Hengky berbalik dan lalu
" Plakkk"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulusnya "akhh ****.."
Mr Hengky melihat siapa yang menampar nya " Adam?"
Adam yang tersulut emosi menarik kerah baju Mr Hengky " siapa kau sebenarnya, apa masalah mu dengan ku!!!"
" Hahahaha sayang sekali kau tak mengenali wajah ku ya, apa kau lupa hah? Bajingan kecil" pria itu menahan sesak karena Adam belum melepaskan cengkraman di lehernya.
" Cepat katakan siapa dirimu,dendam apa yang kau punya hingga membawa nama Istriku!!!" Adam kini benar benar kehilangan kendali dia bahkan bisa membunuh orang di depannya saat ini.
Adam merogoh sakunya dan memberikan surat yang di tulis sakinah lalu melemparnya ke wajah Mr Hengky.
Mr Hengky membuka surat itu, ternyata gadis itu kabur, dan untungnya dia tidak bilang semua rencana nya.
" Tcih apa dia kira aku akan memberi tahu suaminya kalau dia keluar dari rencana ku, tidak akan!!" monolog nya tersenyum jahat.
" Renjana,apa kau lupa dengan gadisku"
Tangan Adam melemah kala mendengar nama itu " gadismu?"
" Adikku yang kau bunuh"
Adam mundur beberapa langkah, dia linglung air matanya tak bisa dia bendung, pikirannya berkelana di hari pernikahan 8 tahun yang lalu.
" Nikmati lah hari hari mu, aku bersumpah demi jasad adikku kau tak akan pernah bisa bahagia"
Suara itu, apa dia " kau...."
" Ya aku adalah kakak nya,sayang sekali ya gadis yang kau cintai meninggalkan dirimu tcih"
Adam mengepalkan tangannya menahan amarah nya " adikmu bunuh diri, aku tahu itu adalah salah ku yang terlambat mengatakan perasaan ku tapi kau tega melakukan ini dan sakinah ..."
Adam tak kuasa menahan air matanya, dia syok dengan kejadian yang tiba tiba ini.
" Kau tak mencintai nya bajingan kau hanya kasihan padanya, kau tau dia menderita semenjak mengenalmu, dan sampai kapan pun aku tak akan pernah memaafkan mu!!!"
"DIMANA SAKINAH!!!"
" Hahahaha wanita itu ya? Aktingnya keren sekali, lain kali aku akan memperkerjakan nya lagi, mungkin sekarang dia sedang liburan bersama uang 1 miliar nya"
" Dan kau tau tubuhnya indah sekali,apa kau pernah mencoba nya, jangan bilang kau belum mencobanya sayang sekali, suaranya saat di ranjang....." Ucapan Mr Hengky menggantung.
" CUKUPP!!!"
Hati Adam terbakar, dia tak sanggup menerima kenyataan ini,wanita yang sangat dia cintai telah mengkhianati nya dan bahkan sudah berani bermain di belakang nya hanya demi uang.
Hujan turun membasahi bumi kali ini, bersamaan dengan turunnya air mata Adam,langit pun seakan mengerti untuk menyamarkan suara tangis pria itu.
"Ini adalah balasan dari semua yang kau lakukan kepada adikku, perasaan yang tak terbalas kan, gadis malang itu mencintai mu sangat tapi kau tidak, seperti itu lah keadaan mu sekarang sama seperti adikku mencintai orang yang tak mencintai mu"
" Tcih,kau pria yang lemah sekali, dia hanya wanita bayaran dan ****** yang aku bayar dan kau menangisi nya, ckckck sedih sekali"
" BERANINYA KAU MEMANGGIL ISTRIKU ******!!!"
Adam menghajar Mr Hengky dengan tangan nya sendiri sampai pria itu tersungkur dengan darah segar mengalir dari mulutnya.
" Akhh...."
" Aku bersumpah demi apapun kau akan mendapatkan ganjaran atas apa yang kau perbuat!!" Setelah memberikan satu tendangan di dada pria itu, Adam pergi dari sana dengan kemarahan yang meledak ledak.
Pria itu seperti nya pingsan di tempat,karena Adam bukan hanya menghajarnya tapi menginjak dada Mr Hengky sampai pria itu sesak nafas
" Aku akan membalas wanita itu berani berani nya dia mengkhianati ku" gumam Mr Hengky menahan sakit.
Gavin yang berdiri tak jauh dari sana langsung menghampiri tuannya dengan membawa payung " sudah selesai tuan?"
" Suruh orang untuk mengurus pria itu,dan cari Sakinah di mana pun dia berada,kau harus mendapatkan informasi nya" Adam dan Gavin pergi menggunakan mobilnya.
Di lain tempat tepatnya di kereta sakinah tengah termenung memikirkan sesuatu, Naila yang kasihan berinisiatif untuk mengajaknya bicara.
" Ki, lu gpp kan kalau mau kita balik aja ya" sakinah menoleh ke Naila.
" Gpp,gue cuman merasa jadi pengecut aja lari dari masalah"
" Semoga Mr Hengky ngungkapin semuanya dengan jujur" sakinah begitu berharap Adam tak membenci nya.
" Gue gak nyangka Lo lakuin ini semua, dan tentang ibu Lo juga gak cerita kalau dia meninggal,gue agak kecewa"
"Waktu itu gue benci banget sama Adam, lu tau gak tuh orang dulu nyebelin terus ya yang parah nya dia nyembunyiin kematian emak gue kalau bukan Mr Hengky yang kasih tahu mungkin sampai sekarang gue bakal kira emak gue idup"
" Semua ada alasannya Ki"
" Iya tahu tapi mau bagaimana lagi nai, kejadian nya pas banget, gue benci Adam dan si Mr Hengky punya dendam nawarin kerja sama keuntungan 1 miliar"
" Gue liat Adam sengsara plus dapat duit menurut gue itu kesempatan yang gak datang dua kali"
" Tapi sekarang gue sadar, bahwa Adam gak pantas buat di benci apalagi di sakiti dia gak pantas punya istri kaya gue nai, insyallah Gue ikhlas kalau si Adam kawin lagi asalkan jangan dengan si Syifa setan itu gue TIDAK IKHLAS!!!" ucapnya seakan tak terima jika itu benar terjadi, mungkin sakinah akan membakar tenda pernikahan mereka.
" Lo cinta sama Adam?" Tanya Naila menatap mata sakinah.
__ADS_1
" Enggak" jawabnya cepat dan jujur.
Memang benar sedikit pun Sakinah tak mencintai Adam hanya rasa sayang yang sakinah punya untuk pria itu karena menurut sakinah Adam pria yang baik dan tak pantas untuk di benci.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir 5 jam, kedua gadis itu turun dengan menggendong tas mereka yang berat.
" Aissss berat banget, coba gue bawa koper tadi"
" Jangan ngeluh nai namanya juga kabur mendadak kalau di rencanakan pasti gak kaya gini, mana sertifikat keperawatan gue ketinggalan lagi" Sakinah memikirkan bagaimana nasibnya nanti.
" Lo kira cuman Lo doang gue juga keless"
Sakinah jadi tenang karena punya Naila yang senasib dengannya" gpp ini namanya sehidup senasib hahaha"
Mereka berdua berjalan ke terminal yang membawa mereka berdua untuk pergi ke rumah Sakinah. Agak jauh memang dari stasiun bisa menempuh sekitar 1 jam.
Kedua gadis itu duduk paling belakang agar bisa bebas bicara dan tidur dengan tenang. Kebetulan hujan turun sangat deras.
"Serasa mudik lebaran ya Ki "
" Ho'oh Lo inget gak dulu waktu mau mudik ke rumah gue kita ketinggalan bis karena berhenti makan terus karena nungguin Lo berak bis nya pergi duluan hahaha"
" HAHAHAHA iya woii ihh pengalaman yang tak terlupakan mana waktu itu kita terpaksa numpang mobil yang ada kambingnya"
Mengingat itu membuat Naila ngeri jika terulang lagi dia sampai harus mandi hampir 3 jam Dan menghabiskan 1 botol sabun dan sampo 1 renteng.
" Lu inget gak waktu gue dulu di bully satu sekolahan?"
" Dulu gue gak seberani ini, semenjak kenal sama Lo gue jadi beringas HAHAHHA" sakinah tertawa terpingkal pingkal jika mengingat dirinya Dahulu yang culun.
Flashback on
Waktu itu Sakinah menginjak masa SMK di sekolah nya dia mengambil jurusan farmasi sama seperti naila.
Mereka terbilang masih murid baru karena baru sebulan masuk sekolah, saat itu sakinah tak mempunyai teman karena penampilan nya yang seperti laki laki juga culun serta di sebut sebut sebagai gadis misterius karena saking pendiamnya.
Semua murid menggunjing nya bahkan membully nya tapi bukan dalam bentuk fisik tapi mental. Ya walaupun mereka akui wajah sakinah itu sangat tampan jika di lihat lihat.
" Liat rambut nya jelek banget mau jadi laki laki Lo" ucap Friska si paling cantik di kelas.
"Badan lu kayak triplek item lagi, mana bisa jadi tenaga kesehatan, kerja di rumah sakit itu harus C A N T I K" ucap teman Friska mengetuk ngetuk kepala sakinah.
" Jangan ganggu gue" sakinah tampak menahan emosinya dia bukannya tak berani melawan, hanya saja malas.
Tiba tiba saja seorang gadis meletakkan tas nya lalu duduk di samping sakinah, dia Naila paling cantik seantero sekolah semua lelaki memujanya.
" Apaan si Lo fris, kaya gak ada kerjaan aja ganggu anak orang" Naila sebenarnya kelas B tapi karena terlalu nakal dia di dipindahkan ke kelas C, dan baru hari ini masuk.
" Tcih ngapain lo di sini, oh iya lu kan di usir dari kelas terus ngungsi ke sini upsss" geng Friska tertawa mendengar nya.
"Kurang ajar!!" Naila yang tersulut emosi menjambak rambut Friska.
Naila yang di keroyok pun kewalahan sampai saat salah satu teman Friska yang akan memukulnya dengan kayu namun di tahan sakinah.
" Lo...." Naila tak menyangka itu sakinah.
Sakinah langsung saja menghajar para geng Friska sampai mereka babak belur, 5 lawan 1 jelas sakinah yang menang gadis yang mereka panggil culun itu ternyata seorang yang menakutkan.
" ANJING LO SEMUA JAUHIN DIA, KALAU ADA YANG BERANI SENTUH NAILA GUE HABISIN KALIAN SEMUA!!!!" ancaman sakinah tak main main, suasana kelas menjadi mencekam, hidung friska sampai mengeluarkan darah segar.
satu kelas tak ada yang berani bersuara kala mendengar suara sakinah yang menggelegar sampai ke luar membuat anak anak kelas sebelah pada berkerumunan menyaksikan perkelahian.si gadis tomboy culun dan pendiam itu kini berubah menjadi seorang yang beringas.
" SAKINAH!!!" pak amar si guru BK datang melerai mereka.
" Saya tidak menyangka kamu yang melakukan ini, sekarang kalian semua ikut saya ke ruangan BK" sakinah di seret ke ruang BK bersama geng Friska juga Naila ikut.
Mereka semua di hukum membersihkan wc sekolah sampai 2 Minggu.
" Gue kira Lo itu Cemen ternyata gila brohh, savaage" Naila tampak bangga pada Sakinah.
Saat itu sakinah tampak canggung karena ini kali pertama nya bicara dengan seseorang di sekolah ini.
" Udah jangan ngomong teruss, selesain cepat" tegur pak amar yang sedang mengawasi.
" Iya pak ini kita lagi pel iya kan?" Ucapnya melirik sakinah, sebagai balasan sakinah hanya mengangguk saja.
" Nama lu siapa? Maklum baru pindah ke kelas Lo tadi pagi"
" Sakinah panggil gue Kiki" jawab sakinah seadanya.
" Ohh nama gue Naila"
" Thanks ya udah mau bela gue, emang si Friska and the geng sekali kali harus di beri pelajaran" naila terus saja bicara dari A sampai z tak berhenti, Sakinah sampai pusing.
Pergibahan Friska tak ada habisnya sampai sakinah juga larut dengan pembicaraan Naila dia juga malah ikut bergibah yang tadinya pusing malah kebablasan bergibah.
" Dan ya Lo tau si anjing Friska sok kecantikan padahal ***** nya gede karena busa coba di lepas tuh bra behh kendor" Sakinah tak kalah semangat dari Naila.
" Lah iya juga anjirr HAHAHA" mereka berdua tertawa bersama di dalam toilet sampai tak sadar sudah istirahat.
Mereka berdua keluar untuk ke kantin tapi pandangan semua siswa sangat beda ke sakinah, mereka memandang sakinah takut
" Efek tadi pagi kek nya" bisik Naila,menggandeng tangan sakinah.
" Ho'oh pada takut, makanya jangan mancing"
Dering telepon berdering seperti nya milik Naila " ......."
__ADS_1
Air mata naila langsung luruh seketika, telfon yang dia genggam terjatuh ke lantai.
" Nai Lo kenapa nai" sakinah panik
" Kikiiiiiiiii hiks..hiks.." tiba tiba saja Naila memeluk sakinah tubuhnya bergetar kakinya lemas.
" Nai......"
" Orang tua gue kecelakaan Ki" Mata gadis itu penuh dengan kesedihan yang mendalam siapapun yang melihat nya akan ikut merasakan nya.
Sakinah izin untuk mengantar Naila pulang, ternyata Naila membawa mobil sendiri.
Mobil berhenti di depan rumah mewah milik Naila, sakinah kaget ternyata Naila anak orang kaya.
Ada 2 orang yang terbaring di sana dengan berbalut kain kafan" ikhlas nak orang tuamu sudah tiada" art setia Naila memeluk Naila erat.
Sakinah tak bisa bayangkan betapa gadis itu rapuh saat ini. Sakinah menghampiri Naila.
Naila menangis histeris sampai sesekali dia pingsan. Setelah di sholat kan kedua orang tua Naila siap di kuburkan gadis itu hanya bisa menatap kepergian orang tua nya dengan tatapan kosong.
Semua sudah pergi tinggal Naila dan sakinah di sana " mami papi..." Lirihnya sedih.
Sakinah bisa merasakan betapa sakitnya di tinggal mati oleh orang yang kita sayangi, sakinah menghampiri Naila dan memeluknya.
" Gpp nai semua akan baik baik aja, ada gue"
Sejak saat itu sakinah dan naila menjadi sahabat, bahkan tak sedikit orang yang mengatakan bahwa sakinah dan Naila berpacaran karena saking lengket nya si Naila ke sakinah.
Flashback off
" Hahhhh kalau di inget inget sedih juga ya,harta gue habis semua gue jual, yang dulunya anak paling kaya di sekolah jadi anak miskin dalam waktu yang singkat"
" Harta gak selamanya nai, lagi pula Lo jual harta duitnya kagak di pakek"
" Iya lah itu tabungan gue masa tua tidak boleh di ganggu gugat" sakinah memberikan jempolnya pertanda dia sangat bangga dengan pemikiran sahabat nya.
Tak terasa karena saking asiknya bercerita bis sudah sampai tujuan, mereka turun.
Sakinah menghirup udara desa nya rakus" akhhh akhirnya....Gue pulang"
" Cepat Ki ojol nya dah dateng" Naila langsung menarik sakinah karena takut kang ojek sudah datang.
Mereka berdua telah sampai di depan rumah sakinah, eh tapi tunggu ada yang beda dari rumah nya.
" Ini rumah gue kan nai?"
Naila mengedikkan bahunya tak tahu " kek nya sih iya menurut lokasi yang gue inget kagak salah"
" Tapi kok jadi bagus bukannya dulu rumah gue kayu atap daun"
Tetangga mereka yaitu bude sumi yang datang ke rumah sakit saat tragedi danau itu lewat.
" Loh ada nak Kiki, gimana kabarnya nduk" bude Sumi memeluk sakinah dan Naila.
" Bude ini rumah Kiki kan?"
" Iya lah rumah mu, masa rumah bude"
" Kok jadi bagus sih" tanya Sakinah bingung.
" Loh kamu gak tau ya, suami mu yang renovasi, dia juga beliin adek mu Motor buat sekolah dan kata si Raka dapet kiriman duit dari suami mu" Sakinah tak bisa berkata kata lagi.
" Adam...." Lirih nya tak menyangka
"Mana suami mu kenapa gak di bawa ke sini nduk"
" Eee anu bude suaminya Kiki lagi keluar kota sibuk dia" bude sum mengangguk percaya dengan perkataan Naila.
Bude sum pergi dari sana, dengan cepat Naila menarik tangan sakinah untuk duduk di teras yang sudah berposlen.
" Kiki lu gpp kan"
" Kenapa dia lakuin ini nai" tanya nya menatap Naila.
" Karena dia bertanggung jawab,Lo sendiri yang bilang kalau Adam itu baik iya kan?"
" Gue bener bener nyesal udah sakitin dia, keknya keputusan gue kabur tidak terlalu buruk ya Nai"
Raka datang dengan motor nya dengan baju seragam SMA nya yang masih melekat, melihat ada sang kakak di rumah nya, raka berlari memeluk sakinah.
" Mbakkk hikss kenapa baru pulang" adik manja sakinah itu menangis karena senang kakaknya berkunjung ke rumah.
" Dek Raka apa kabar?maafin mbak ya karena baru pulang dan sekarang dek Raka udah gak tinggal sendirian lagi, Sekarang kamu ikut mbak ke Jakarta" ini sangat tiba tiba Raka sampai syok.
" Maksud nya mbak apa?"
" Mbak udah gak lagi sama Adam, kami sudah pisah"
Raka syok untuk kedua kalinya" kenapa mbak Pisah sama mas Adam dia itu baik"
" Semua ada alasannya, kamu harus nurut sama mbak, kemasi barang barang mu malam ini kita berangkat ke Jakarta"
" Tapi sekolah Raka?"
" Mbak yang urus, mbak bakal suruh orang buat urus berkas berkas nya"
" Dan ya jangan kasih tahu siapa pun kita pergi, blokir no Adam atau enggak kamu ganti kartu aja"
__ADS_1
Raka mengangguk patuh sedang Naila sudah tidur di tempat, seperti nya gadis itu sangat mengantuk.
•|♥️|•