
Sakinah di bawa ke rumah sakit Majapahit dekat dengan pesantren semua tenaga kesehatan di sana kaget karena pasien yang di dalam gendongan seorang pria ternyata sakinah.
" CEPAT DOKTER TANGANI DIA!!!" Adam membentak dokter yang masih syok dan tak percaya yang di lihatnya adalah sakinah.
" Sabar pak tolong ke depan urus data data dari pasien" ucap sang dokter kepada Adam,tanpa Adam suruh Ryan sudah bergerak sendiri untuk mengurus data data dari Sakinah.
" Dokter Ali tolong sakinah ya saya tidak punya siapa siapa lagi kecuali dia" Naila menangis tersedu sedu Begitu juga dengan Ririn mereka berdua sama sama yatim piatu mereka tak ingin kehilangan sahabatnya juga.
" Iya nai saya akan berusaha sebaik mungkin sekarang tolong kalian keluar dari ruangan agar saya bisa memeriksa pasien" Adam tak bergerak barang sedikit pun perawat yang ada di sana terpaksa menyeret Adam keluar.
Ryan yang melihat mas nya begitu terpuruk jadi sedih kenapa Adam begitu khawatir dengan keadaan sakinah apakah masnya mencintai gadis itu.
" Mas ayo kita solat Dzuhur jangan seperti ini, ayo kita doa sama Allah buat kesembuhan mbak Kiki mas" Adam berdiri dari duduknya dan langsung bergegas ke musholla yang ada di RS.
Adam menyelesaikan solat nya lalu menadah tangan nya ke atas dia berdoa meminta pertolongan dari Allah SWT. Dengan suara yang bergetar dan bercucuran air mata.
" Ya Allah, Tuhan manusia, selamat kan lah nyawa sakinah hanya engkau yang dapat menyelamatkannya. Sadarkan lah ia ya Allah dia bukan siapa siapa hamba namun hamba sangat menyayangi nya" Ryan yang mendengar mas nya berdoa begitu tulus untuk Sakinah sangat tersentuh.
" Mas sudah serahkan semuanya kepada Allah dia tau mana yang terbaik untuk hambanya mungkin ini ujian untuk mbak Kiki" Ryan memeluk sang kakak dengan erat menyalurkan semangat untuk Adam.
" Ayo kita liat mbak Kiki" mereka berdiri dan keluar dari musholla masjid untuk melihat keadaan sakinah.
" Naila bagaimana keadaan sakinah apa sudah sadar" tanya adam saat Melihat Naila dan ririn masih menangis.
" Hikss... Belum dam gimana nih gue ga bisa di tinggal pergi Ama Kiki gitu aja gue takut" Naila sudah seperti orang setress yang kehilangan semangat hidupnya.
" Astagfirullah Naila, mbak Kiki pasti selamat kita harus banyak banyak berdoa kepada Allah bukan malah berpikiran negatif seperti itu" mendengar Ryan berbicara seperti itu membuat Naila bisa berpikir positif kembali.
"Apa Sakinah punya keluarga?" Naila menoleh ke arah Adam.
" Iya punya,tapi keluarga nya cuman ibunya sama adek lakik nya. Lebih baik jangan di kasih tau kasian ibunya denger denger dari si Kiki emak nya lagi sakit" tadinya Adam akan menelpon keluarga sakinah mendengar penjelasan Naila niat Adam jadi di urungkan.
Dokter Ali keluar dari ruangan UGD lalu menghampiri Naila dan Ririn.
"Dokter Ali gimana keadaan Kiki Baek Baek aja kan tu bocah palingan kelelep bentar tadi jadi ga ada apa apa kan?" Naila memang definisi goblok yang sesungguhnya,teman sedang sekarat bisa bisanya kasih pertanyaan tolol.
" Dok sakinah bagaimana apa sudah siuman" Ali melihat tatapan khawatir jelas terpancar dari Adam agak sedikit cemburu apakah Adam pacarnya Kiki?
" Begini pak tadi Kiki sempat kritis dan sempat juga mengalami henti jantung"
" Astagfirullah. Tapi sakinah sekarang baik baik saja kan"
" Alhamdulillah detak jantung nya sudah kembali normal sebentar lagi Kiki akan siuman kalian bisa jenguk Kiki sekarang" semua yang ada di sana mengucap syukur untung lah sakinah baik baik saja.
Naila tanpa ba-bi-bu langsung masuk nyelonong.
" Ki ya Allah Ki coba aja gue tadi ngikut lu jalan jalan kan jadi ga begini" Naila begitu prihatin melihat sahabatnya terbaring lemas.
" Iya aku jadi merasa bersalah"Ririn tak kuasa menahan tangisnya.
" Ya ampyunn temen eke kenapa bisa begituhh" tiba tiba saja seorang perawat laki laki yang tampak seperti boti alias banci ikut memeluk sakinah. Adam yang melihat nya langsung naik pitam.
" Apa hak kamu menyentuh dia? Sakinah itu perempuan kamu bukan mahram nya!!" Boti yang dibentak seperti itu jadi bingung.
" Maksud kamu apa mas ini temen saya kami sudah biasa begini keles dih norak" balasnya tak mau kalah.
"Begini Gus adam kenalin ini si Jasmin iya emang laki laki tapi nih lakik jadi jadian semoga you understand" Ririn menjelaskan pada Adam berharap pria itu mengerti.
__ADS_1
"Eh sialan jangan di perjelas babi" cicit Jasmin dengan mata yang melotot ke arah Ririn. Naila malah tertawa mendengar Ririn mengatakannya dengan gamblang.
" Ya udah gue kesini cuman mau nganterin makanan buat tuh bocah kalau sadar di kasih makan ye" Jasmin berlalu dari sana namun Adam masih saja mendelik tak suka.
" Gimana keadaan sakinah baik baik saja kan" dokter Ali datang dengan stetoskop yang bertengger di lehernya dan juga suntikan untuk di suntikkan ke tali infus.
Dokter Ali mengecek kesehatan sakinah saat akan memeriksa denyut jantung nya dengan stetoskop bersamaan dengan itu sakinah siuman. Adam yang melihat nya merasa senang begitu pula semua orang yang ada di ruangan.
" Alhamdulillah Kiki udah Sadar gimana keadaan kamu tidak sakit kan" dokter Ali mengelus kepala sakinah begitu lembut dan tersenyum yang di balas senyum oleh sakinah.
" Kenapa gue disini? Gue belum mati ya?" Sakinah sangat lucu saat sedang bingung seperti itu Ali sampai memeluk kepala sakinah saking gemasnya.
Semua itu tak luput dari mata Adam dia begitu tak suka saat sakinah dengan gampang nya disentuh pria.
" Assalamualaikum" Adam pergi dari ruangan itu ia tak tahan Melihat adegannya.
" Tuh laki kenapa? Ga suka ya liat gue siuman emang ya si Adam paling suka liat gue begini" Ryan jadi kesal saat sakinah berkata seperti itu.
" Maaf ya mbak sebelumnya mbak tidak tahu bahwa mas saya sudah menyelamatkan mbak dari maut,dia yang gendong mbak dari danau sampai ke sini dia yang urus,bahkan luka di kaki nya saja tak dia obati karena khawatir dengan mbak" jelas Ryan panjang lebar lalu pergi menyusul Adam. Dia tak terima sang kakak di pandang buruk seperti itu.
Sakinah jadi tak enak hati dengan adam.dia berjanji nanti akan minta maaf sekaligus berterimakasih karena telah menyelamatkan nyawanya.
" Eh Ki lu tau gak, tadi si Adam bener bener kek orang gila waktu lu sekarat dia Ampe bentak bentak dokter Ali tau" Naila menceritakan semua adegan yang dia lihat tanpa terlewatkan sedikitpun.
" Kayaknya si Adam suka deh sama kamu Ki" menurut penglihatan Ririn sih begitu.
" Itu bukan suka itu namanya manusia tolol, yang namanya manusia saling membantu dia kan orang baik. Lagian mana mau si adam sama gue seleranya ustadzah Syifa" tanpa di sadari Ririn tersenyum mendengar perkataan sakinah.
" Kenapa lu senyum senyum Begitu Rin?" Naila heran kenapa Ririn jadi tersenyum di marahi sakinah.
Sudah hampir 3 jam setelah sakinah sadar dari koma namun Adam belum juga kembali membuat Sakinah gelisah. Padahal sudah dari tadi Ririn menyuruh nya istirahat bahkan Ririn sampai mengeloninya.
" Eh rin si adam kemana ya? Kok gak Dateng Dateng apa dia marah ya sama gue" sakinah bertanya tentang Adam membuat wajah Ririn berubah jadi masam.
" Rin lu denger gue kan?" Ririn langsung menetralkan wajahnya kembali.
" Jadi kamu ga tidur gara gara mikirin Adam kenapa? Kamu suka sama dia?" Si Ririn malah balik bertanya membuat Sakinah bingung.
" Tok tok tok" suara ketukan pintu mengalihkan pembicaraan tadi.
" Assalamualaikum nak sakinah ummi boleh masuk nak?" Sakinah senang mendengar suara ummi dia berteriak menyuruh ummi cepat masuk.
" Astaga ummi kenapa pakek ketuk pintu segala kan tinggal masuk aja" sakinah memeluk ummi sayang tak lama matanya menangkap seseorang yang dari tadi dia tunggu.
" Iya lain kali masuk aja, gimana kamu nak sehat?"di elusnya rambut sakinah dengan sayang itu lah yang membuat Sakinah menyukai ummi Khadijah.
" Sehat ummi liat nih udah bisa nyuntik orang lagi akunya" mentang mentang perawat bawaannya suntikan.
"Eh ada adam gue nungguin lo dari tadi kemana aja Lo" pertanyaan itu mampu membuat adam melayang namun masih bisa tetap stay cool.
" Jemput ummi mau ketemu kamu katanya" sakinah hanya ber oh ria saja.
" Ada apa?" wah sakinah jadi lupa kata kata ucapan yang sudah dia susun.
" Duh si adam pakek nanya ada apa lagi kan gue jadi lupa anjrit" monolgnya dalam hati.
" Nanti aja deh gue lupa"
__ADS_1
" Nih otak kenapa ngebleng kok jadi gak sinkron Ama lidah dasar otak sayton" batinnya.
" Ya sudah" Adam tetaplah Adam pria kaku yang tak peka.
" Ummi si Abah ga di bawa ya?" Sakinah dari tadi tak Melihat tanda tanda Abah datang.
" Abah lagi di luar nak sama si Ryan urus administrasi kamu" sakinah jadi tak enak hati dia berjanji akan mengganti nya saat gajian.
" Tidak perlu di ganti lebih baik simpan saja uang kamu buat keperluan mu" apa? Bagaimana si Adam bisa tau apa dia cenayang pikir sakinah.
" Assalamualaikum" Abah datang bersama Ryan di samping nya dengan menenteng kresek yang di yakini berisi makanan.
" Walaikumsalam"
" Nak sakinah bagaimana keadaan nya baik baik saja kan?" Sakinah mengangguk Abah yang melihat nya mengucap syukur.
" Kikii ini pesanan Lo" entah dari mana datangnya makhluk berbentuk Naila timbul sambil menenteng gado gado di tangan nya dengan nafas yang ngos ngosan.
" Eh ada camer" ucapnya malu,Naila tersadar ternyata ada orang lain di ruangan sakinah.
"Assalamualaikum ummi Abah" Naila menyalimi Abah dan ummi secara bergantian.
" Ya ampun Naila liat sampai berkeringat gini dari mana" ummi tak habis pikir gadis ini aktif sekali.
" Hehehe abis lari lari beli gado gado pesenan si Kiki biasalah kan Naila sahabat yang baik" Melihat Naila mengatakan nya sakinah jadi ingin muntah.
" Duh sini lama amat Lo" sakinah sudah kelaparan si curut malah caper sama Mak pujaannya.
"Pelan pelan Sakinah " peringat Gus Adam hanya di berikan dua jempol sakinah.
" Sini Ki aku suapin kamu" Ririn menyuapi Kiki dengan telaten, ummi Melihat bahwa Ririn Begitu menyayangi sakinah sangat bahagia.
" Kata Fatimah cepet sembuh kamu sudah iqra 6 selesai in cepat biar bisa pegang Qur'an"
" Iya ummi kalau bisa hari ini pulang aja ya lagian aku sudah sembuh bisa istirahat di kos"
" Tidak boleh!!" Semua menoleh ke arah Adam,karena suara Adam begitu keras.
" Loh kenapa? Kan gue udah sembuh lagian dokter Ali besti gue bisa lah di tawar" lagi dan lagi Adam harus mendengar nama Ali.
" Saya sudah bilang tidak boleh ya tidak boleh dokter Ali bilang lusa sudah paling cepat" wajah sakinah Langsung di tekuk mendengar nya ia tak suka berada di ruangan ini masalah nya.
" Adam" tegur Abah
" Iya bah maap" abahnya tak habis pikir dengan kelakuan Adam akhir akhir ini.
" Ayo kamu minta maaf kepada sakinah sekarang soal yang tadi dan kejadian danau"sakinah bingung kejadian danau Kenapa.
" Sakinah saya adam samudera Akbar minta maaf atas perlakuan saya yang tidak sopan karena sudah berani berani nya menyentuh dan memeluk kamu tanpa seizin kamu karena panik,saya sudah berdosa menodai dengan menyentuh kamu" Adam memang sudah merasa bersalah dari tadi saat menggendong dan memeluk sakinah ia terus meminta ampunan Allah agar memaafkannya karena telah lancang menyentuh yang bukan mahram nya.
" Yaela Begitu doang minta maap harusnya gue yang makasih Karena udah naruhin nyawa buat gue. Makasih ya dam karena gue kaki lu sampai luka" bukan, bukan ini kata kata ucapan yang sudah di susun sakinah.
" Padahal udah nyiapin kata kata dramatis" monolog nya.
" Begini saja kamu mau tidak jika anak saya Adam tanggung jawab?"
__ADS_1