Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Pengkhianatan Sakinah


__ADS_3

"AAAAAAAAAAHH!!!!!!!"


Teriak Nya kencang,dia kaget ada wanita berambut panjang di depannya saat ini,wanita itu malah Dengan cepat menutup mulut sakinah dengan tangannya.


" Diem anj!!" Katanya dengan suara pelan.


Suaranya, sakinah kenal suara itu, itu si...


"Nailaaaaa!!!"  Tebak nya tak kan meleset


Dengan cepat Naila menutup mulut sakinah dengan tangannya. Sakinah langsung menepis tangan Naila dari mulutnya.


Untuk memastikan nya sakinah meneliti wajah wanita di depannya walaupun cahaya di sana tidak mendukung sama sekali.


" Huhhhh si monyet ternyata,gue kira setan, sialan" sakinah begitu lega dia hampir jantungan.


Naila malah cengengesan sambil menggendong tas besar di pundak nya.


" Ngapain sih rambut lu di gerai gitu gue hampir mati" nafas sakinah masih terlihat ngos ngos an.


" Hehehe mana tahu, kan lu tau sendiri kalau malem gue suka gerai rambut"


Sakinah ingin sekali melempar Naila ke danau saat ini.


"Krak..."


Tiba tiba dari arah kanan mereka terdengar suara ranting yang patah dari pohon mangga. Saat Naila menoleh ke pohon itu tidak ada siapa siapa, sakinah juga ikut menoleh tidak ada siapa siapa lalu mereka saling pandang seakan bicara ' siapa?'


Sakinah memberanikan dirinya untuk bersuara.


" Si... si... si... siapa?" Gugup sakinah ketakutan.


Tiba tiba sebuah kepala nyembul dari pohon itu, bola mata hitam serta cengiran mengerikan, tubuh Sakinah seakan mati rasa, mulut nya tak bisa bergerak kaki nya lemas begitu pula dengan Naila yang ada di sana.


"AAAAAA LARI KIIIII" Naila langsung menarik tangan sakinah untuk ikut berlari dengan nya.


Sakinah yang sudah sadar setengah mempercepat larinya di depan Naila.


" Tungguin gue Kikiiiiiiiii"


" Cepat lah babi!!!" Kesal sakinah panik.


Ini adalah pengalaman pertama mereka berdua melihat makhluk mengerikan itu, entah apa tapi wajahnya sangat mengerikan, siapapun yang melihat nya jantung pasti akan berhenti sejenak.


Entahlah keduanya berlari hingga kemana tapi intinya berlari menjauh, sejauh jauhnya. Di rasa mereka sudah sampai di tepi jalan akhirnya bisa bernafas lega.


" Hah hahh hah" sakinah dan Naila tampak ngos ngos an karena berlari tiada henti dan terkapar di tepi jalan raya.


" Makhluk apa itu Tuhannnnn!!!!" teriak Naila frustasi.


" Setannya ORI njiertt HAHAHHA" ucap sakinah takjub dan tertawa.


"Emang ada yang kw?" Tanya Naila.


" Ada dong"


" Setan seperti apa"


" Kaya lu, kan setan tiruan walaupun lu kw tapi dari segi kualitas sangat mirip dengan yang ORI"


" Hahahaha iya juga ya"


Bukannya kesal si Naila tolol malah ketawa ngakak.


" Kiki...." Ucapannya menggantung


" Nanti aja lu jelasin, sekarang pesenin taxi online di hp lu itu"


Baiklah Naila menurut, lagipula Sakinah terlihat tidak marah Naila ikut dengannya.


Saat ini mereka sedang berada di stasiun kereta api yang ada di daerah Jogja. Mereka membeli tiket 2 untuk ke Surabaya. Sebelum itu mereka akan makan dulu di warung dekat stasiun lagi pula keretanya akan berangkat jam 05.30 sedangkan sekarang masih jam 4 Subuh.


Saat Naila tengah lahap lahapnya makan popmie Sakinah menyuruh nya bicara.


" Jelasin kenapa Lo bisa ikut gue!"


"Astagfirullahadzim sabar dong neng makan dulu" tapi tatapan sakinah menyuruh nya untuk sekarang.


" Sambil makan sambil ngomong bisa kan?"


Naila pasrah saja akhirnya dia jelaskan kenapa bisa ikut sakinah kabur.

__ADS_1


" Lo inget gak waktu Dateng siang siang ke kos tiba tiba,terus meluk gue dan bilang gue gak boleh mati?" Sakinah mengangguk ingat.


" Nah dari situ...."


" Maksudnya?"


" Astagfirullah maksudnya gue itu curiga sama kelakuan lo yang tiba tiba itu.Namanya juga sahabat, kontak batin hahahha"


" Terus gue mutusin buat nungguin Lo keluar dari ndalem dan ikutin sampai asrama, pas sampai sana gue liat Lo lagi kemasin baju baju ke tas dan akhirnya gue paham kalau Lo mau kabur dari penjara suci itu, akhirnya dengan sekuat tenaga gue lari ke kos buat ikut kemas kemas juga dan nyusul Lo ke gerbang belakang hehehe" jelas Naila panjang sambil menyeruput kuah mie nya.


" Yakin?"


" Apanya"


" Ryan gimana Maemunah"


" Biarin, sahabat gue lebih dari apapun di dunia ini, orang tua gue udah gak ada mau sama siapa lagi kalau bukan lu" suasana jadi mewek, sakinah langsung memeluk Naila.


" Maaf...."


Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain memberikan ketenangan dan saling menguatkan, Naila sudah seperti saudara bagi sakinah, apapun yang menyangkut gadis cengeng itu dia akan maju paling depan.


" Hiks...kok jadi syedih sih Ki"


" Lu aja yang cengeng gua sih enggak" ucapnya sambil menghapus sisa air mata di pipi gembulnya itu.


" Tcih, pembohong"


" Cepetan abisin mie nya kita ke Surabaya jemput adek gue habis itu balik ke Jakarta"


Naila melotot kan matanya, apa ke Jakarta?


" Kok Jakarta Ki"


" Mau kemana lagi, mau Lo ke Kalimantan?"


Dengan cepat Naila menggeleng kan kepalanya tak mau.


" Ya syudah kalo mau ikut ayo ke Jakarta kalau gak mau Lo bisa stay di sini"


" Ikut kok ikut"


" Maaf....."


Sedang di ndalem, Adam baru menyelesaikan sholat subuh nya,dan memilih untuk membaca Alquran tapi saat di buka ada secarik kertas yang di lipat di sana.


" Kertas siapa?"


Adam membuka kertas itu, setetes air mata jatuh dari matanya.


Surat terbuka untuk suamiku


To the point aja ya....


Gue di sini cuman mau bilang kalau gue kabur dari pesantren dan dari kehidupan Lo untuk selama lamanya.


Alasannya?


Cinta gue palsu buat lu sebenarnya, dulu gue mau nikah sama lu karena di suruh sama orang yang punya dendam sama Lo dam,gue di kontrak sama dia 1 miliar.


Nih no orang yang punya dendam sama Lo +62******** ati ati ya dia orang yang berpengaruh, namanya Mr Hengky.


jangan pernah cari gue karena kita tidak akan pernah bertemu lanjutkan hidup masing masing aja.Kalo Lo mau kawin lagi terserah gue gak larang lagian gue gak cinta.


Adam meronyok kertas itu dengan penuh kemarahan dan membuang nya sembarangan, matanya merah menahan tangis


"hiks...... Sakinah kamu anggap saya apa"


" Arghhhhh" teriak Adam frustasi.


Pria itu membanting cermin yang ada di kamar nya,semua barang yang ada di kamarnya dia hancurkan.


"Sakinah hikshiks....."


Tangannya sudah penuh dengan darah, walaupun tangannya sudah terluka parah tetap saja yang paling sakit tetap hatinya.


" Kenapa kamu lakukan ini terhadap saya,cinta saya tulus kenapa kamu khianati saya hiks..." Pria itu sudah terbaring lemas di lantai yang berserakan.


Keadaan Adam saat ini sudah sangat kacau, matanya tak bisa berhenti mengeluarkan air mata, bibir nya selalu menyebut nama istrinya.


Adam mengingat momen di mana dirinya bersama sakinah, dimana mereka tertawa dan marah bersama, bagaimana mereka Bertemu pertama kali.

__ADS_1


" Kenapa ujiannya berat sekali ya Allah"


" Sakit sekali hamba ragu bisa bertahan sekarang"


Adam membanting kepalanya sendiri di lantai tempat dia berbaring, tubuhnya bergetar hebat, darah segar mengalir dari kepalanya.


Semua orang rumah berlarian ke kamar Adam, mereka kaget karena suara ribut dari kamar Adam serta teriakan nya.


" Adamm!!!" Panggil ummi dari luar kamarnya


" Adam buka pintunya nak" Abah juga dia mengetuk pintu Adam sangat keras, Abah panik karena kamarnya di kunci.


" Bah biar Ryan dobrak saja"


Baru akan mendobrak nya suara Adam menghentikan Ryan " JANGAN ADA YANG BERANI MEMBUKA PINTU ITU!!!!"


Ryan kaget dengan suara bentakan kakak nya " mas kenapa mas ayo buka pintunya"


" PERGI KALIAN SEMUA DARI SINI!!!"


tangisan Adam terdengar pilu hingga ke luar kamarnya.


" Mas Adam....." Lirih Ryan sedih bercampur marah.


Dia sudah tahu ini pasti ada hubungan nya dengan kakak iparnya, Ryan akan membuat perhitungan.


" Biarkan mas mu tenangkan dirinya" Abah menyuruh Ryan, Fatimah dan ummi untuk turun dan melanjutkan sarapan saja.


" Tapi bah"


Tatapan Abah langsung membuat ummi menunduk sedih.


" Ayo turun" semua langsung turun dengan langkah yang berat.


Adam perlahan bangkit dan membuka kembali kertas yang di ronyok nya, Adam mengirim SMS ke pada orang yang sudah membuat kontrak sialan itu.


Di sana Adam mengajak ketemuan di taman atas nama pengirim sakinah istrinya agar dia mau menuruti nya.


" Akan saya buat hidup mu sengsara" ucapnya penuh dendam ke Mr Hengky.


Adam menelfon Gavin sekretaris sekaligus asisten pribadinya " Gavin"


Di kereta sakinah termenung memikirkan bagaimana reaksi Adam setelah membaca surat nya, dia sengaja menaruhnya di Alquran agar cepat di baca. Dia tau Adam selalu membaca Alquran seusai sholat.


" Ki jangan termenung nanti kesurupan baru nyahok"


" Apa sih lu"


Sakinah seperti orang yang tak punya semangat sama sekali, hari ini begitu hampa, perasaan nya sangat berbeda ketika pergi meninggalkan kota yang membuat hidup nya sedikit berwarna.


" Kalo cinta kenapa di tinggal?"


Pernyataan naila langsung mengalihkan atensi dirinya.


" Gue gak cinta sama dia cuman merasa bersalah aja,dia pantas buat dapetin yang lebih baik dari gue,bisa bisa nya gue mau nyakitin laki laki sebaik dia huhh" jawabnya di akhiri nafas lelah.


" Pengkhianatan Lo ini pasti bikin dia depresi untuk sementara waktu apalagi dulu dia udah pernah kehilangan orang yang di cintai nya dan sekarang? Hilang lagi hahaha"


Memang sakinah sudah menceritakan semuanya ke Naila tanpa di tambah dan dikurangi sedikit pun.


"Aneh Lo" cibir Naila.


" Ikutin takdir aja nai, kalau jodoh kita bakal ketemu lagi kok bumi ini sempit kalau bukan jodoh nya ya mau gimana lagi"


Naila hanya mengedikkan bahunya tak tahu.


Di pesantren Ryan tengah mencari Kakak iparnya di asrama dan kelasnya namun teman sekamarnya mengatakan kalau sakinah sudah kabur dari pesantren mereka tahu sebab sakinah juga meninggal kan surat di meja mereka.


Lalu Ryan pergi ke kos an Naila mencari keberadaan Naila tapi nihil tetangga kos mereka bilang tak tahu,Ririn juga tak melihat Naila sejak dia bangun dari tidur nya.


Ryan kembali ke ndalem untuk menemui kakaknya tapi dia melihat ada Gavin dan di belakang nya ada Adam dengan setelan jas rapihnya.


" Mas adamm!" panggil Ryan sedikit teriak karena sang kakak sudah mau masuk ke mobil.


Adam tak ingin melihat wajah adiknya hanya berkata " jangan ganggu mas untuk saat ini mas mohon"


Ryan tak tega melihat mata itu mata yang sama di 8 tahun yang lalu tapi ini lebih parah, tangan kakaknya di perban bahkan kepalanya juga.


" Apapun yang terjadi jangan sakiti mas"


" Insyaallah"

__ADS_1


__ADS_2