
"Gus Adam saya minta anda tinggalkan sakinah sekarang juga" ucap Ririn dengan menggebu.
" Maksud kamu?" Adam curiga Ririn mempunyai perasaan terhadap dirinya.
" Saya bilang tinggal kan SAKINAH!!" tersirat kemarahan di matanya.
" Saya tidak ada alasan untuk meninggalkan istri saya, pergilah kau merusak suasana ku" usir Adam, dia sudah sangat marah mendengar Ririn menyuruh nya meninggal kan Sakinah.
"Kalau Gus adam tidak menyerahkan Sakinah maka lihat saja apa yang akan saya lakukan" ancam Ririn.
Adam bingung dengan kata menyerahkan, maksud nya apa.
" Apa alasan kamu menyuruh saya menyerahkan sakinah" tanya adam,suaranya sudah agak meninggi.
"Gus Adam sudah mengambil cinta pertama saya hikss ....." Tangis Ririn pecah di sana dia sudah tidak bisa membendung.
Adam semakin dibuat bingung,cinta pertama apa?
Ririn menyeka air matanya lalu berkata
" Saya mencintai Kiki, dia cinta pertama saya"
"Astagfirullah KARINA!!!" Adam sudah berdiri dari duduknya dia sangat kaget mendengar pernyataan cinta Ririn untuk sakinah.
Melihat tuannya berdiri, Gavin ikut berdiri tapi headphone masih tertempel di kepalanya, dia juga bisa melihat adu mulut Antara gadis di depannya dengan tuannya.
"Kalau kamu adik saya sudah saya tampar kamu Karina" nafas Adam begitu memburu.
Ia salah paham, Adam kira Ririn memiliki perasaan dengan dirinya makanya ingin memisahkan mereka tapi ini diluar nalar.
" Mau bagaimana lagi hikss.... Cinta saya untuk Kiki itu nyata" katanya penuh derai air mata.
" Kamu tau dosanya mencintai sesama jenis Karina? Kamu Islam kan?" Adam tak habis pikir dengan gadis di depannya.
" Islam sangat melarang kerasSaya hubungan dan perilaku homoseksual, apalagi kamu itu seorang perempuan, itu merupakan perbuatan terkutuk yang di benci oleh Allah SWT. karena menyalahi fitrah manusia, itu termasuk dosa besar Karina" terang Adam, ia harap Ririn mengerti.
" tak bisa melupakan Kiki begitu saja, saya teramat mencintai nya tolong serah kan kiki untuk saya Gus" pintanya dengan paksa.
"DIA ISTRI SAYA,KAU TIDAK BERHAK ATAS DIRINYA!!" bentak Adam, dia sudah tidak bisa mengontrol emosi nya.
" Kiki tidak mencintai kamu Adam, tanya lah pada Kiki atau sakinah mu itu dia mencintai siapa? "Tantangnya kepada Adam.
" KARINAAA!!!!"Adam mengebrak meja kerja di depannya,dia sudah naik pitam di buatnya.
"SAYA MENCINTAI SAKINAH ITU HAK SAYA!!" balas nya membentak Adam.
Lirikan mata Adam begitu tajam hingga mampu membuat tubuh Ririn bergetar hebat.
Adam melepaskan headphone yang terpasang di kepala sekretaris sekaligus tangan kanannya.
"Gavin usir wanita hina ini dari hadapan saya, melihat wajahnya membuat saya ingin menampar nya" perintah Adam yang langsung di turuti Gavin.
" Pergi lah nona, kau ingin aku menyeret mu atau kau ingin pergi dari sini dengan tenang" Gavin memberikan pilihan, tanpa memilih Ririn pergi dari sana dengan terisak.
Semua pasang mata yang ada di kantor saat itu bertanya tanya ada apa dengan gadis itu,kenapa menangis setelah keluar dari ruangan bos mereka.
Adam malah menjadi buah bibir di kantor nya sendiri.
Seseorang yang ada di sana melihat kejadian gadis itu keluar dengan seksama dia lalu menelpon tuannya yang sebenarnya.
" Hallo tuan Hengky, saya baru saja lihat ada seorang gadis cantik yang keluar dari ruangan tuan Adam dengan terisak, sekarang tuan Adam menjadi buah bibir para karyawan" orang suruhan Hengky itu menceritakan kejadian secara detail.
" Baiklah, informasi mu hari ini membuat hatiku senang, silahkan ambil uangmu" lalu setelah nya Hengky menutup telponnya.
Orang suruhan Hengky mengirimkan foto gadis itu saat Lewat.
" Seorang gadis ya....." Lirihnya tersenyum misterius.
" Astagfirullah bagaimana bisa kejadian ini terjadi di depan mata hamba" Adam masih syok dengan apa yang terjadi hari ini.
Dia jadi curiga apakah sakinah juga seperti Ririn.
" Tuan ini minum dulu" Gavin menyerahkan segelas air putih agar tuannya tenang.
" Terima kasih" Gavin mengangguk.
" Sakinah..... saya harap tidak" gumamnya berharap.
" Tuan haruskah saya usir dia dari kota ini?" Tanya Gavin, dia tau pasti ada masalah begitu besar sampai terjadi pertengkaran begitu besar.
" Saya ingin sholat, tolong saya bereskan meja ini" gavin mengangguk.
setelah nya Adam pergi ke masjid dekat kantor nya untuk solat Dzuhur padahal di kantornya ada musholla yang sangat besar tapi Adam lebih suka solat di masjid dekat kantor nya.
" Ya Allah,Tuhanku, berkahi lah pernikahan kami dengan rasa damai. Perkuat hubungan kami agar kami bisa menjadi satu dan biarkan hidup kami terus berada di jalan yang sama dan tidak goyah" doanya sambil terisak.
"Ya Allah, berilah istri hamba hidayah-Mu dalam segala hal yang dilakukannya. Bersamanya saat dia membuat keputusan baik besar maupun kecil, dan bantu dia merasakan tangan mu memimpin dalam hidupnya . Beri dia kepercayaan diri untuk membuat pilihan Ilahi dan berusaha melakukan kehendak mu dalam segala hal" doanya begitu khusyuk, suaranya terdengar begitu pilu.
Sedangkan yang di tangisi malah asik nonton film India di tv rumah nya. Terlihat di handphone nya ada notifikasi WhatsApp dari suaminya.
...Laki gue...
"Sakinah sholat "chat dari Adam masuk.
"Y"hanya itu balasan sakinah
"❤️❤️❤️❤️❤️"
" Dih, norak banget kirim lope lope HAHAHA" dia ngatain Adam norak tapi senyum di bibirnya tak pernah luntur.
" Gue kerjain ah"
Sakinah mengirim voice note untuk Adam.
" Adam cepat pulang ya.....gue ga ada temen nih,jangan malem malem ya cintah mwahh"
Sakinah mendengar ulang vn yang dia kirim lucu juga pikirnya.
Adam membuka vn yang dikirim sakinah,hatinya sedikit membaik mendengar nya. Adam membalas vn Sakinah dengan vn nya juga
" Iya... Saya tidak pulang malam kok nanti sore sudah pulang"
Senyum sakinah mengembang saat mendengar suara berat suaminya, dia bicara dengan logat yang sangat medok begitu lucu saat terdengar di telinga Sakinah.
Lihat lah bukannya solat sakinah malah melanjutkan acara menonton nya.
" Eh iya gue kan mau ngedekor kamar" dia teringat dengan rencana nya tadi pagi, langsung saja dia pergi ke atas untuk mengemasi kamarnya dan siap di dekor.
Sakinah mengecat kamar Adam yang tadinya putih kini jadi warna dusty, bahkan sakinah membeli kelambu untuk dirinya tidur agar cantik.
__ADS_1
Sebenarnya sakinah tak suka warna pink tapi karena melihat di postingan tiktok tentang dekor kamar dia malah menyukai desain yang cute.
" Baiklah kamar sekarang gue dandanin Lo" sakinah mulai mengecat tembok kamarnya.
Dia juga membuat tempat untuk menyimpan barang dari tangan nya sendiri, sakinah juga membeli lampu Tumbler untuk hiasan dinding nya agar ada sedikit cahaya saat tidur.
Hari sudah sore tapi Adam tak kunjung datang,sakinah sudah mondar mandir dari tadi di teras, tak sabar ingin menunjukkan kamar baru mereka.
" Si adam kemana sih,kalau gue telpon nanti tu orang kepedean lagi" sakinah memilih masuk saja.
" Dari pada gue main hp scrooll tiktok gajelas lebih baik gue masak aja" ucapnya lalu pergi ke dapur.
Walaupun sakinah seperti itu tapi dia juga jago masak, jika orang yang baru kenal pasti menganggap sakinah tak bisa apa apa padahal semua yang seharusnya dilakukan wanita dia bisa.
"Hemm masak apa ya...." Dia membuka kulkas dan mencari apa yang bisa dia masak.
Di kulkas ada cumi dan sayur sayuran dia memilih untuk memasak cumi super pedas karena setaunya Adam suka yang pedas pedas hehehe dapat info dari adek ipar.
" Biasanya kalau cumi tumis bumbu pedas enaknya campur Pete, si Adam suka Pete gak ya?" Tanyanya pada diri sendiri.
Tapi tetap saja petai itu di masukkan ke masakannya karena melihat petai yang nganggur di dapur lebih baik di pakai, karena dia pikir pasti Adam suka karena tak mungkin jika tak suka ada barang nya di dapur.
Hari ini sakinah memasak 3 menu, setelah memasak cumi dia menggoreng tempe dan tahu kemudian lanjut memasak sayur bening.
Selesai sudah masakannya, sekarang tinggal tunggu Adam pulang.
" Lah udah jam setengah 6 sore ,udah mau Maghrib belum sampai juga apa macet ya?"tak mungkin kan Disni macet, ini kan bukan Jakarta pikirnya lagi.
Sakinah mendengar ada suara mobil datang reflek dia berlari kencang ke luar dia tahu itu pasti Adam.
Saat keluar dari mobilnya adam melihat sakinah berlari ke arahnya.
" Sakinah jangan lari lari" peringat Adam.
" Adamm udah pulang" sakinah menuburuk tubuh Adam, di peluknya pria itu erat.
Adam hanya tersenyum melihat tingkah istrinya ini, tapi dia tak melepaskan pelukan itu. Kebetulan kedua kaki Sakinah di atas kakinya jadi dia bisa bergerak perlahan masuk ke rumah, tak enak jika di lihat tetangga.
" Duh kangen ya..." Di ciumnya ubun ubun Sakinah sayang.
Ntah lah mencium kepala sakinah sangat candu bagi Adam.
Mendengar perkataan adam,sakinah langsung melepaskan pelukannya tiba tiba.
" Duh kok gue kelepasan sih Anying,arghhhhh bisa bisa nya gue meluk dia, dasar badan murahan ga tau malu emang, dasar otak udang" makinya pada diri sendiri.
Adam mengernyit heran saat Sakinah melepaskan pelukan tiba tiba, malah termenung seperti orang setres.
" Sakinah" panggil Adam.
" Eh iya dam" tersadar dari lamunannya dia langsung bergegas pergi menuju kamar untuk menyiapkan baju solat adam.
"Sakinah kenapa ya, apa dia malu" lirihnya tersenyum kecil.
Sesuai perjanjian dia harus membuat Adam jatuh cinta lalu meninggalkan nya, jadi sakinah tak boleh sedikit pun memiliki rasa terhadap adam,sakinah harus memikirkan cara lain selain bersentuhan dengan Adam dia takut kelepasan seperti ini.
Dia mulai berpikir untuk menyiapkan segala keperluan Adam seperti seorang istri yang sebenernya mungkin dengan cara itu Adam akan tambah cinta pikirnya.
" Tapi yang tadi itu di luar skenario cuy" sakinah merutuki dirinya kenapa bisa berlebihan seperti itu.
" Dasar badan murahan, mau mau aja meluk Gus aneh itu" omelnya pada diri sendiri.
" Masyaallah, sakinah? Ini kamu yang ganti catnya?" Adam kaget saat masuk ke kamar kenapa jadi beda, yang ditanya cengengesan.
" Baiklah terserah kamu saja" sakinah kecewa dia tak melihat hiasan yang di tempel di dinding,padahal itu sudah sangat indah, Adam bahkan tak Melihat tempat tidur yang seperti orang keraton.
Adam masuk lalu mandi membersihkan dirinya, saat keluar dari kamar mandi dia tak melihat sakinah di kamar.
" Apa dia solat duluan di bawah ya" adam melihat ada satu setel pakaian Solat, lama Adam memandangnya, apakah Sakinah yang menyiapkan nya? Jika iya maka dia manusia paling bahagia hari ini.
Dengan pede nya Adam turun ke bawah menggunakan baju yang di siapkan Sakinah.
Dia Melihat Sakinah di ruang tengah sedang nonton tv menggunakan mukenah.
" Sudah sholat?" Sakinah mengangguk iya padahal belum, kurang ajar memang.
Adam sih percaya percaya saja lalu dia menyelesaikan solatnya sendiri.
" Sakinah kamu sudah makan?" tanya adam setelah menyelesaikan solatnya lalu menghampiri sakinah yang sedang menonton sinetron India.
"Gue udah masak, sana makan sendiri"
" Ayo temani saya makan" ajak Adam,tapi tak di jawab dan di lirik sama sekali dengan sakinah.
"Sakinah" panggil Adam lagi.
" Apaan sih dam gue lagi nonton tv aelah" dia bangkit seraya bertolak pinggang.
"Temani saya makan" tanpa aba aba Adam langsung menarik tangan sakinah ke meja makan.
" Lepas ANJIRR" mendengar sakinah mengumpat sontak Adam melotot kan matanya.
"Jangan natap gue begitu" Cicit Sakinah pelan
" Jangan ulangi" kata Adam tak terbantahkan.
Adam duduk dan melihat banyak sekali makanan kesukaan nya terhidang di atas meja.
" Kamu yang masak semua?" Tanya adam sambil menyendokkam nasi ke dalam piring nya.
" Ho'oh, kalau ga enak bilang ya" Adam hanya tersenyum samar mendengar nya.
Adam memulai acara makan malamnya setelah berdoa.
" Saya sering makan ini tapi yang ini rasanya benar benar enak , beda dengan masakan ummi" katanya memuji.
Sakinah yang di puji jadi salah tingkah sendiri.
" Afifah Iyah deks" jawabnya mengejek.
" Malah tidak percaya" Adam melanjutkan makannya dengan Nikmat,karena yang memasak istrinya jadi agak beda.
" Saya kira kamu tidak bisa memasak" kata Adam memulai pembicaraan.
" Yang ngira begitu, ga Lo doang kok" begitulah jika orang yang baru kenal pasti akan mengira Sakinah ini tak pandai memasak.
Mereka menyelesaikan makan malam dengan obrolan ringan yang menyenangkan,sesekali canda tawa terdengar di meja makan itu padahal hanya berdua tapi sudah heboh.
" Sebentar lagi isya, ayo kita ke halaman belakang lihat tanaman baru mu sebelum adzan" ajak Adam, tentu saja sakinah senang mendengar nya.
__ADS_1
" Nih anak angkat gue, duhh sayang banget Ama anak pertama gue" ucapnya memeluk satu pot berisikan setangkai bunga mawar biru.
Adam terkekeh geli melihat nya, menurut nya sakinah sangat lucu saat mengatakan bunga itu anaknya.
" Bunga aja di sayang, apalagi anak benaran" kata Adam mengusap kepala sakinah.
" Jadi menurut Lo si ruqayyah ga bener" adam mengernyit heran, siapa ruqayyah.
"Ruqayyah anak gue,anak Lo juga gimana sih" jawabnya seolah tau isi hati Adam.
" Ohh jadi nama bunga mu ruqayyah" sakinah mengangguk iya,dia terinspirasi dari sinetron India yang dia tonton tadi pagi.
" Terserah kamu saja" Adam sudah pasrah jika begini.
Sakinah mengajak Adam berkeliling kebun baru mereka di belakang,untung sudah sakinah beri lampu.
Karena di rasa sudah cukup, Adam mengajak sakinah duduk di tepi kolam renang sambil mencelupkan kaki nya bersama sama.
" Saya boleh bertanya?"
" Tanya apa" kata sakinah bingung.
" Tapi kamu jangan marah ya" sakinah mengangguk saja.
Adam mendekap tangan mungil sakinah, di mainnya jari jari kurus itu lalu berkata
" Kamu jangan dekat dekat dengan Karina lagi,bisa tidak?"
" Loh kenapa emangnya?" Tanya nya bingung.
" Dia tadi siang datang ke kantor saya" ucap Adam memberitahu.
Sedangkan sakinah sudah terkejut, kenapa Ririn bisa ke sana,dia saja tak tau kantor suaminya dimana kenapa si Ririn bisa tau,
sangat tidak adil.
" Kok si ririn tau alamat kantor Lo sih,gue aja gak tau"wajahnya terlihat sudah merungut.
" Kamu cemburu?" Padahal Adam belum selesai tapi dia sudah terlihat merungut.
" Sakinah dengarkan saya bicara dulu baru berkomentar"
" APA!!" Sentaknya sewot
" Saya tidak suka di bentak Sakinah, turunkan nada bicaramu itu" sakinah menarik napasnya sabar.
" Ayo cepat ngomong nya gue mau nonton tv"baiklah kali ini sakinah akan menurut saja.
Adam menceritakan semua kejadian tadi siang tanpa di kurang dan ditambah sedikit pun dan tak ada satu katapun yang terlewat.
" Loh loh kok bisa" Kagetnya saat mendengar semua itu.
" anjir si Ririn setres, masa cinta Ama gue" sakinah saja tak percaya apalagi Adam.
" Ihh ngerii juga ya" ucapnya merinding.
" Makanya saya suruh kamu jangan dekat dekat lagi dengan dia, bisa kan?" Sakinah mengangguk iya.
"Si Naila emang gak pernah salah"gumam nya pada diri sendiri.
" Gue harus kasih tau dia besok" lanjutnya.
" Sudah adzan ayo Solat setelah itu baru nonton tv" Adam berlalu dari sana untuk melaksanakan solat isya berjamaah di masjid pesantren.
" Lo kira gue mau solat, dih sorry sorry aja ya" dia naik ke atas untuk melanjutkan acara menontonnya tapi sebelum itu dia pakai mukenah dulu agar di kira solat.
Jam itu terlihat menunjukkan angka 9 yang berarti sudah pukul 9 malam tapi adam belum pulang, sakinah sampai tertidur di sofa ruang tv.
" Assalamualaikum" Adam datang dengan menjinjing Kantong plastik besar,entah apa isinya.
" Kenapa tidur Disni" ucap Adam pelan.
Dia menciumi seluruh wajah sakinah tapi gadis itu tak kunjung bangun.Baiklah Adam akan menggendong nya saja.
"Assalamualaikum" ucapnya saat memasuki kamar.
Tapi dia agak aneh saat masuk, bukan aneh karena warna cat baru tapi karena hiasan dinding di sana, bahkan tempat tidur mereka sangat cantik dan rapih karena sakinah memasang seprei baru bermotif bunga bunga yang di didapat dari hadiah pernikahannya apalagi di tambah kelambu walaupun belum terpasang sempurna tapi tetap saja kamarnya sangat lah indah.
" Masyaallah indah sekali kamar ini" ucapnya kagum.
Padahal tadi sore saat masuk ke kamar dia tak melihat hiasan di dinding kamarnya apakah karena ia terlalu fokus dengan cat baru nya, mungkin iya, pikir Adam.
dia dapat Melihat hiasan lampu Tumbler yang di tambah foto palaroid yaitu foto pernikahan mereka sangat lucu.
" Setelah melihat sikap nya dan semua ini Saya tidak perlu lagi bertanya apakah dia cinta saya atau tidak itu pertanyaan yang sangat tidak penting sekarang" sebenarnya tadi Adam akan bertanya tapi dia urung kan karena sudah jelas sakinah mencintai nya,pikir Adam kepedean.
Adam mulai memasang kelambu untuk mereka tidur, tak lupa Adam melepas kan mukenah yang masih tertempel di badan istri nya.
" Tidur yang nyenyak besok hari pertama kamu sekolah" ucapnya lalu mematikan lampu, Adam melihat kamar nya sekarang jadi agak terang karena ulah sakinah.
Karena biasanya jika lampu di matikan, ya kamar itu akan gelap dan hanya mendapatkan sinar sedikit dari lampu luar tapi sekarang lampu tumbler itu memberikan cahaya redup yang membuat mata mengantuk.
Adam sudah menyusul sang istri ke alam mimpi.
Pagi pagi sekali Sakinah sudah bangun lebih dulu di banding Adam, tumben sekali.
" Eh sakinah kamu sudah bangun? Kenapa tidak bangunkan saya" Adam melihat jam di tangannya sudah pukul 5 pagi, dia bergegas mengambil wudhu untuk solat subuh.
Sakinah tak ambil pusing dia melanjutkan menyetrika pakaian Adam untuk di pakai ke kantor setelah nya baru memasak.
" Kamu sudah solat?" Sakinah bosan mendengar pertanyaan itu.
" Udahh Adam" jawabnya malas.
Adam mengangguk lalu melaksanakan solat nya di kamar.
Sakinah sudah selesai dengan acara menyetrikanya bersamaan dengan itu Adam juga selesai solat.
" Sakinah ambil Kantong plastik itu dan bawa kesini" perintah Adam, sakinah Langsung menurut lalu duduk di depan Adam.
Tapi pria itu malah memberikan satu tangannya, sakinah sudah tau apa itu,pasti Salim. Dia lantas menyalimi tangan suaminya cepat.
" Apaan tuh" tanya nya kepo
" Udah diem liat saja" Adam membuka kantong hitam itu berisi kan baju seperti seragam sekolah.
" Ini pakai, mulai hari ini kamu sudah bisa sekolah,Tadi malam saya sudah daftarkan kan kamu" katanya sambil menyerahkan baju itu ke sakinah.
" Jadi beneran gue mau jadi santri" ucapnya tak percaya.
__ADS_1
Adam mengangguk iya,dia masih ragu untuk ini.
" Apa yang kamu ragukan Sakinah, ini semua demi kebaikan mu dan kebaikan kita" kata Adam penuh keyakinan.