Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Masa lalu dia


__ADS_3

" lepasin bajingan!!" nafas sakinah kian mulai sesak.


" Lepasin gue lepasin"


" Mbak Kiki, mbak bangun mbak" intan sangat panik karena sakinah dari tadi mengigau tak mau bangun.


" Ayo kita simbur pakai air aja" Nurul menyarankan.


" Bunga tolong ambilkan air" bunga berlari mengambil sebotol airnya.


Intan menyipratkan air di wajah sakinah sedikit demi sedikit.


" ADAMMM" teriak Sakinah bangun dari tidur nya tiba tiba.


"Mbak Kiki istighfar mbak" intan langsung memeluk sakinah tubuhnya berkeringat hebat.


" Hiks....intan" sakinah menangis sesenggukan di pelukan intan.


" Istighfar mbak, astagfirullah ayo sebut"


" Astagfirullahadzim"


" Alhamdulillah" ucap syukur ketiga nya.


" Mbak Kiki mimpi buruk ya?" Tanya Nurul


Sakinah hanya bisa mengangguk lemas.


" Cuman mimpi tapi kok rasanya nyata banget" gumam sakinah.


" Mimpi buruk itu datangnya dari setan, alangkah baiknya mbak membaca doa sebelum tidur" jelas intan lembut.


" Gue gak tau doanya"


" Gpp nanti intan ajarin tapi kita mandi dulu yuk kita subuhan" ajak intan membantu sakinah berdiri.


Entah lah perasaan sakinah jadi aneh setelah bangun dari tidur nya, dia harus menemui bik sum sepulang sekolah, ya harus!.


Handphone sakinah bergetar semuanya menatap ke arah sakinah aneh.


" Mbak bawa handphone?" Tanya bunga


" Iya kenapa emang"


Ketiganya kaget " mbak lebih baik mbak cepat cepat sembunyiin hp nya nanti di sita sama keamanan"


" Iya mbak hp sangat di larang buat santri kecuali memang di izinkan seperti hari libur" jelas bunga.


" Iya iya entar gue sembunyiin"


Dilihat nya ada panggilan tak terjawab dari nomor tak di kenal.


Hp itu berdering kembali sakinah mengangkat nya " hallo siapa?"


Tak ada jawaban hanya deruhan nafas di sana, sakinah tiba tiba merinding.


" Hallo siapa Lo"


" ......." Hanya deruhan nafas yang terdengar.


Bukan nafas biasa, tangan sakinah bergetar dia sangat takut secara tiba tiba dadanya sesak.


" Mbak siapa" tanya intan


" Halloo siapa Lo anj-"


Sakinah tiba tiba saja melempar hp nya ke lantai hingga berderai, sakinah memegang erat tangan intan.


" Intan gue takut" cicitnya dengan tangan yang sudah dingin.


" Brakkk" pintu terbuka secara tiba tiba.


" Astagfirullah" kaget mereka semua.


" Tenang mbak cuman telfon iseng" intan berusaha menenangkan sakinah.


"Allahuakbar Allahuakbar"


Adzan subuh berkumandang, mereka akhirnya bisa bernafas lega kala suara itu terdengar ke seluruh penjuru pesantren.


" Alhamdulillah sudah adzan, aku udah gak takut lagi" ucap Nurul merasa syukur.


Di kelas, Sakinah hanya termenung memikirkan kejadian tadi subuh, bukan hanya mimpi nya tapi juga telfon iseng itu.


" Arghhhh sialan"


" Kenapa mbak?" tanya bunga kaget


" Gpp" helaan nafas lelah terdengar begitu keras.


Hari ini kelas mereka ada pelajaran olahraga jadi yang mengajar adalah ustadzah Ulfa.


" Anak anak ku sekalian sekarang kalian ganti baju dan turun ke lapangan untuk olahraga" ustadzah Ulfa mengintruksi anak muridnya.


"Na'am ustadzah" jawab mereka serempak.


Letih,lesu dan tidak mempunyai semangat sama sekali, itu lah yang di rasakan sakinah saat ini.


" Dia kenapa ya, gak biasanya" Wulan and the geng memperhatikan sakinah yang dari tadi hanya duduk di bawah pohon tak ikut main.


" Sakinah" panggil ustadzah Ulfa.


Sakinah melirik ke arah orang yang memanggil nya, ustadzah Ulfa duduk di samping nya." Ada apa kamu sakit sayang?"


Sakinah hanya menggeleng dan tersenyum " gpp ustadzah cuman capek pengen duduk aja boleh kan?"


" Kalau kamu lagi capek gpp lagian hari ini cuman main main aja" ustadzah Ulfa meninggal kan sakinah agar bisa duduk istirahat.


Sakinah melihat ke arah jam yang amat besar yang di pasang di dinding tengah lapangan, sekarang masih pukul 9 pagi.


" Hari ini waktu berjalan Lambat,huftt gue pengen pulang....."


Dari kejauhan ada seseorang yang mengawasi nya " ada apa dengan dirimu"


" Semoga kamu baik baik saja" Adam melihat istrinya yang terduduk lemah di bawah pohon.


Kebetulan ada Fatimah lewat Adam memanggil nya " dek Imah"


Fatimah menoleh " opo to mas?"


" Nanti suruh mbak mu ke ndalem ya, bilang mas yang suruh"


Fatimah malah menadahkan tangannya" ada Ongkir nya"


Adam geleng geleng kepala melihat kelakuan adiknya" semua perempuan sama aja sukanya duit"


" Iya dong kami kan realistis"


"Kalau gitu kamu harus cari suami kaya biar nggak minta duit sama mas terus" Adam memberikan beberapa lembar uang untuk adiknya.


" Alhamdulillah, Syukron Gus hahaha" Fatimah senang mendapat kan uang, terlihat dari matanya yang menyipit.


" Mas suka sama dirimu yang sekarang, tetap Istiqomah sama cadarmu ya dek" Fatimah memberikan satu jempolnya lalu berlari kabur.


" Mbak Kikiiiii, aku beliin mbak es jeruk biar segar" sakinah hanya tersenyum dan mengambil nya.


" Tengkyu darling"


" Sama sama"


"Gue pengen buka kerudung bunga, gerah"


" Ihh jangan nanti di lihat laki laki entar di marahin"


Lagi dan lagi peraturan, sakinah kan tak suka di kekang, sakinah jadi berpikir untuk meninggalkan rencana Mr Hengky lalu kabur sekarang juga, tapi dia masih memikirkan masa depan adiknya.


Sakinah jadi teringat akan adiknya " si Raka lagi apa ya, kasian gue udah gak pernah nelpon dia,pasti kesepian tu anak manja" kekehnya.


" Raka siapa mbak"


" Adek gue hehehe masih SMA kaya Lo tapi kelas 2 atau 3 kek nya gue lupa"


" Apa gue jodohin aja ya ame lu kan lucu tuh hahaha"


Bunga sewot seketika masa dia mau di jodoh kan dengan adik temannya." Tidak mau, aku mau nya ustadz"


" Hadeh,gue saranin ya mending Ama adek gue, dia Soleh kok cmn kadang kadang hahaha"


Sekarang sudah Dzuhur dan semuanya telah menunaikan kewajiban masing masing sebagai hamba Allah.


Tapi sakinah kesal kenapa hari ini waktu berjalan sangat lamban.


" Biasanya datang sekolah langsung pulang kok ini lama bet anjierr"


" Sabar dong"


" Kikiiiiiiiii im coming" dari kejauhan terlihat Naila berlari ke arah mereka.


" Ngapain Naila ke sekolah" monolog sakinah.


" Eh gak tau malu teriak teriak, monyet Lo teriak teriak"


" Isss apaan sih, aku ke sini karena gabut hari ini aku cuti jadi deh pengen liat kamu sekolah" kata Naila memberi tahu.


" Aku? Kamu?" Heran sakinah tak biasanya human satu ini.


" Widih sopan banget lisan Lo hari ini" puji sakinah.


" Iya dong, kalau mau jadi menantu ummi harus good attitude"


" Udah gue dugong pasti karena Ryan"


" Jangan pernah berubah karena orang lain nai,berubah lah karena diri Lo sendiri,karena ketika orang itu hilang,Lo juga akan kehilangan perubahan yang ada di diri Lo"


Kata kata dari sakinah berhasil membuat hati mongel Naila tersenggol.


Benar juga untuk apa dia berubah untuk orang lain, lebih baik dia jadi dirinya sendiri pikir Naila.


" Iya Lo benar"


" Tapi Lo udah bagus kok kalau emang pengaruh Ryan sebesar itu dan membawa dampak positif bagi kehidupan Lo gue dukung seribu persen, tapi pelan pelan jangan sekaligus"


" Siapp komandan" Hormat Naila seperti tentara yang siap bertempur.


Bunga hanya menyimak perbincangan insan yang beda usia sambil tersenyum.


" Aku iri dengan persahabatan kalian, semoga aku sama Nurul dan intan kaya mbak Naila dan mbak Kiki" ucap bunga berdoa di dalam hati.


Bell pulang sekolah berbunyi seperti janjinya tadi subuh dia akan langsung menemui bik sum untuk mengetahui siapa gadis 8 tahun lalu itu.


Tapi Fatimah menghentikan nya saat sudah di depan gerbang gadis itu berlari mengejar" mbak tungguu ...."


" Hah hahh" Fatima terlihat kehabisan nafas karena berlari kencang sekali.


" Nafas fat nafas"


" Hehehe anu... Fatimah lupa Ada amanah dari mas Adam"


" Kenapa dengan mas Adam?"


" Katanya suruh ke ndalem temuin dia pengen ngomong katanya"


Sakinah terlihat berpikir beberapa detik kemudian dia memutuskan untuk ke rumah dulu " bilang ke mas Adam gue ada urusan nanti aja"


" Okeyy nanti Fatimah sampai kan"


Sakinah keluar dari pesantren itu namun dengan berdebat terlebih dahulu dengan pak satpam karena memang jam segini Santri tidak boleh keluar.


"Ayo dong pakde gue mau beli pembalut"


" Tidak bisa mas Kiki sampeyan nanti di marahi keamanan, lagian di kantin ada jual" tolak pakde


"Ihh kagak ada yang ukuran gede pakde" bisik Sakinah, mau tidak mau dengan berat hati pakde mengizinkan nya.


" Jangan lama lama ya awas nanti pakde kunciin"


"Y"


Kini wanita yang mengenakan hijab pink sudah berada di depan pintu rumah mewah.


" Teng tong"


Berkali kali sakinah memencet bell namun tak ada yang buka, selama menekan bell sakinah sangat takut dia berkeringat,takut mimpi nya jadi kenyataan.


Pintu rumah terbuka, yang buka adalah Atik art satunya lagi.


" Kok bik Atik sih yang buka, bik sum mana" tanya Sakinah.


" Eh nyonya, itu bik sum lagi pulang kampung anaknya sakit katanya " jelas Atik.


Astaga cobaan apalagi ini, sekarang Sakinah pulang dengan membawakan kekecewaan.


" Gue penasaran ANJIRR" kesal sakinah.


Dia berjalan tak sadar sampai menabrak Fatimah.


" Eh Fatimah"


" Maap mbak saya nggak lihat mbak hehehe lagi kejar Mumuy"

__ADS_1


" Mumuy?"


" Kucing aku mbak"


" Oala"


Sesaat sakinah berpikir, Fatimah kan adik nya Adam pasti dia lebih tahu dari pada bik sum.


" Eh fat tunggu" panggil sakinah.


" Kenapa mbak"


" Anu gue mau tanya  boleh" Fatimah menganggukkan kepalanya.


Sakinah menarik tangan Fatimah ke tempat yang sepi untuk bicara akhirnya ketemu tempat bagus yaitu danau sangat jauh dari keramaian.


" Ada apa mbak kenapa sampai sini"


" Gue mau nanya siapa wanita 8 tahun yang lalu itu si Renjana kavanya?"


Fatimah membulat kan matanya kaget, apa mas Adam sudah beri tahu pikirnya.


" Mbak tahu dari mana?"


" Dari mana aja yang pasti bukan dari laki gue" kata sakinah jujur.


" Ayo fat kasih tau gue janji si Adam gak bakal tahu"


Fatimah berpikir sudah saatnya sakinah tahu masa lalu Adam dari pada Sakinah tahu dari orang lain lebih baik dari dirinya.


Sebelum bercerita Fatimah membaca basmallah.Dia menghembuskan nafasnya lelah.


" Renjana kavanya itu calon istrinya mas Adam dulu"


" Apa Calon istri?"


" Kak renjana wanita paling cantik yang pernah aku lihat, banyak pria yang mengidam idam kan nya namun tidak dengan mas Adam"


"Dia lahir di Amerika dan besar di sana, ibunya orang Indonesia asli sedang ayahnya orang Amerika"


Flashback on 


Saat itu usia Adam sekitar 20 tahun, masih seorang mahasiswa di universitas luar negeri.


Di sana Gus Adam sangat di damba dambakan sebab wajahnya yang begitu tampan rupawan.


Salah satu gadis tercantik se unversitas juga jatuh cinta terhadap adam.


" Why? Kenapa dirinya selalu menundukkan pandangan nya ke tanah" tanya renjana ke temannya.


" Terlebih dia sangat aneh terkadang mulut nya berkomat Kamit tak jelas seperti dukun" lanjutnya bertanya.


" Dia muslim" jawab temannya.


" Maksud nya"


" Lebih baik cari tahu sendiri"


" Baiklah, pria yang sangat menarik" renjana tersenyum kala pria itu melintas di hadapannya.


" Adam" panggil renjana


Adam menghentikan langkahnya lalu menoleh ke orang yang memanggil nya tapi sebentar hanya 2 detik lalu menunduk lagi.


"Kenapa kau selalu melihat ke tanah, I am very sad you know?"


" Aku cemburu dengan tanah yang kau tatap, apakah dia lebih menarik dari aku Adam?"


" Hubungan nya dengan mu apa" jawab Adam seperlunya.


" OMAYGATT" pernyataan Adam membuat teman teman renjana tertawa bersama,bisa bisa nya princess mereka di abaikan.


" Baiklah kita memang belum punya hubungan tapi sebentar lagi kita punya hahaha"


Tanpa meladeni renjana, Adam pergi dari sana mengabaikan renjana begitu saja.


" Semakin cuek semakin menarik"


Berbulan bulan renjana mencoba menarik perhatian Adam namun tak mempan sama sekali Adam sangat kuat iman.


Pernah suatu waktu ada party di kampus dan Adam datang kesempatan renjana menggoda nya dengan pakaian seksi namun Adam tak menghiraukan nya.


" Pergi lah dari hadapan saya"


" Kenapa ini kan party, come on baby kau sangat kuno, terlalu cinta kepada tuhan itu juga tak baik nanti kau gila dan ikut sekte sesat hahaha" semuanya tertawa dengan perkataan si cantik renjana.


" Lucu? Kau menghina diriku?"


" No beb aku tak menghina mu hanya saja kau terlalu kaku, kau tau aku sangat sangat teramat mencintai mu" kali ini renjana tak bisa menahannya lagi dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaan nya terhadap adam.


" Benarkah?"


Renjana mengangguk antusias.


" Kau mengaku mencintai ku,tapi yang terbayang dalam pikiran mu hanya keindahan fisikku, kau wanita munafik dan murahan"


Ucapan Adam sangat menyakiti hati renjana, gadis itu bahkan meneteskan air matanya.


" Berani berani kau menyebut teman ku murahan kau yang sok jual mahal, banyak pria yang antri untuk renjana apa kau buta?" Salah satu teman renjana membela.


" Benarkah? Apa dia sedang obral?"


" Astaga mulut pria ini sangat berbisa" kaget teman teman renjana di sana.


Perkataan adam begitu menyakiti gadis cantik itu.


Adam pergi dari sana meninggalkan party tapi suara renjana menghentikan nya.


" Adam kau harus mencintaiku ku..."ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.


Adam membalikkan badannya matanya begitu tajam seperti elang " aku lebih mencintai pencipta ku"


" Aku akan jadi muslim demi dirimu akan ku tinggalkan tuhan ku untuk mu" kata kata itu terlontar begitu jelas namun Adam tak perduli.


Adam melanjutkan langkah nya untuk pergi dari sana " hikss....Adam kenapa dia begitu tega aku sangat mencintai nya"


" Sudah lah renjana masih banyak pria di luar sana yang mau dengan dirimu dia hanya pria miskin"


" Tapi... Dia berbeda fio"


2 tahun telah berlalu sejak kejadian party itu renjana selalu menguntit Adam dari kejauhan terkadang dia ingin bicara namun Adam menjauhi nya.


Selama 2 tahun itu renjana mengerahkan semua kemampuan yang dia bisa untuk mendapatkan Adam namun dia selalu gagal.


Dia sudah menjadi gadis baik nan lembut bahkan attitude nya sangat bagus awal awal dia terpaksa tapi lama kelamaan dia malah terbiasa dengan sikap baiknya,Adam sangat membawa pengaruh besar terhadap renjana.


Renjana bahkan sudah tidak minum minum lagi ataupun pergi ke klub malam, yang di pikirkan nya adalah bagaimana besok dia bertemu Adam dan harus bicara apa pakai pakaian apa ,hanya itu.


Tiba hari ini adalah hari terakhir Adam di universitas karena dia sudah lulus sebagai lulusan terbaik, dia cumlaude dengan nilai paling tinggi.


" Hebat ya calon suami aku" renjana tersenyum senang melihat wajah Adam ada di Mading.


Renjana melihat Adam di aula kampus masih berbincang dengan teman teman nya dia menghampiri Adam sambil membawa bunga yang besar.


"Congratulation Adam hehehe" renjana mengulur kan tangannya namun Adam menaruh tangannya di dada, ah iya Renjana Hampir lupa itu kebiasaan nya.


" Terimakasih"


" Aku senang kau cumlaude dengan nilai tertinggi,apakah kau akan mengadakan party jangan lupa undang aku ya" Renjana tersenyum sangat manis dan lucu.


Ada sedikit perubahan dari Renjana sekarang dia sudah menjadi gadis manis nan lucu tidak lagi menyebalkan dan narsis seperti dulu.


" Tidak, saya akan pulang ke Indonesia besok dan memulai usaha sendiri"


" Oh ya? Kau sangat mandiri, aku akan ikut ke Indonesia dan membantu mu" tawar renjana senang.


"Hah? " Adam kaget dengan pernyataan renjana yang ingin ikut.


" Tidak usah!"


" Why?" Tanya Renjana sedih


"Jadilah gadis manis seperti ini selamanya, semua orang akan mencintai mu karena kepribadian mu, lanjutkan lah hidupmu sebagai mana mestinya dan jangan pikiran kan saya lagi. Sudah cukup usahamu, saya senang dengan semua usahamu untuk mendekati saya, tapi maaf lain kali saja saya membalasnya" kata Adam tulus dan tersenyum ke arah renjana.


Bukannya sedih renjana malah spechslees dengan kalimat panjang yang Adam lontarkan ini kali pertama Adam bicara sepanjang itu dan tersenyum ke arahnya.


" Hiks.....Adam hiks..."


Renjana menangis karena terharu Adam berkata seperti itu.


" Pergi lah renjana kejar impian mu lupakan saya untuk selamanya" setelahnya Adam pergi dari sana meninggalkan renjana sendirian.


" Kau harus mencintaiku...." Lirihnya penuh dengan semangat.


Di pesawat Adam malah teringat akan tingkah renjana yang selalu membuatnya emosi" semoga dirimu baik baik saja" Adam sedikit rindu dengan bocah itu


Tak lama dia beristighfar,dia telah berdosa karena berani berani nya memikirkan wanita yang bukan mahram nya.


Adam kini sudah tiba di bandara Internasional Ahmad Yani. dirinya dijemput sang adik Ryan.


" Mas Adam" Ryan menyalimi tangan kakaknya lalu memeluk erat.


" Gimana kabar mu dan semua orang baik kan"


" Alhamdulillah mas semuanya baik"


Adam mengucap syukur mas nya sampai dengan selamat.


Adam tiba di pesantren Al- hidayah tempat dia di besarkan.


" Anak ummi akhirnya pulang juga" ummi Khadijah langsung memeluk sang putra.


Semua para santri juga menyambut kedatangan Gus mereka dengan acara meriah kebetulan dirinya datang saat hari milad pesantren.


"Kiyai Imron boleh lah jadi besan" canda ayahnya Syifa dia adalah ustadz Fahri.


" Hahahaha nanti dulu anak saya baru lulus belum punya kerjaan nanti anak sampeyan mau di kasih makan apa"


" Gampang itu kiyai"


Adam hanya menghela nafasnya kenapa harus membahas ini telinga nya jadi panas.


" Tidak boleh!!!"


Semua yang ada di sana mengalihkan atensinya ke sumber suara, ternyata itu renjana.


" Renjana?" Kaget Adam


" Kamu kenal nak?" Tanya ummi, Adam mengangguk pasrah.


Renjana berlari dan menghadang di depan tubuh Adam tanda tak boleh di ambil siapa siapa,adegan ini sama persis seperti Naila waktu Ryan ingin di bawa Sarah.


"Adam tidak boleh di nikahkan dengan wanita manapun hanya aku yang berhak jadi istrinya" ucapan tegas itu terlontar dari bibir indah renjana.


Adam mengepalkan tangannya sangat kesal kenapa gadis ini selalu membuat kericuhan.


Bisik bisik terdengar dari kerumunan santri ada yang mengatakan Gus mereka berpacaran dengan gadis bule itu.


" Lihat penampilan nya sangat terbuka laki laki mana yang tak mau dengan dia" bisik bisik terus terdengar hingga membuat kericuhan.


" Benar ya kata orang sebaik apapun laki laki kalau udah di kasih ****** ya pasti mau" Adam yang mendengar nya berusaha mengontrol emosi nya.


" Tenang semuanya kalian bisa melanjutkan kegiatan kalian masing masing acara penyambutan Adam sudah selesai" kiyai Imron memberi perintah.


" Adamm jelaskan semuanya di dalam dan ummi bawa masuk gadis itu" kiyai Imron Langsung masuk ke ndalem,ummi mengangguk iya.


Adam menatap renjana dengan tatapan sengit dia sangat amat marah dengan tindakan kekanakan renjana.


" Ayo nduk kita masuk" ajak ummi lembut.


Renjana kira ibunya Adam akan memarahi nya atau berkata kasar tapi wanita paruh baya itu begitu lembut.


" Terimakasih ummi" ummi membalas nya dengan senyuman.


Kini semua keluarga sudah berkumpul di ruang tamu, Adam duduk di samping Abah juga Ryan berhadapan dengan renjana.


" Kapan kamu akan menikahi dia" tanya Abah to the poin


Renjana speechless mendengar nya dia senang, impiannya satu atap dengan Adam akan terwujud.


" Tidak akan"


Abah mengerti seperti nya ini adalah cinta berat sebelah.


" Dimana keluarga mu tinggal nak?" Tanya Abah ke Renjana.


" Di Amerika,Mom orang Indonesia asli sedang Daddy orang Amerika" jelas Renjana.


" Apakah kami harus melamar mu ke Amerika?" tanya abah


" Hah? Apa?" Apa renjana tidak salah dengar kan


" Benarkah? Adam bakal lamar aku" tanya renjana memastikan.


" Abah saya belum ingin menikah" Adam berusaha membujuk Abah.


" Katamu belum ingin berarti kamu mau kan menikah dengan dia, lebih cepat lebih baik nanti bisa timbul fitnah" ucap Abah mengingatkan.


" Tapi bah...."

__ADS_1


" Sudah lah Abah percaya dengan dirimu, tidak mungkin anak Abah macam macam di negri orang tapi semua orang hanya tahu anak Abah pulang dari luar negeri membawa seorang gadis bersama nya itu sangat jahat di mata mereka" setelah nya Abah pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.


Sedang Adam mengepalkan tangannya tak terima, bagaimana cara menjelaskan nya dia itu tidak mencintai renjana hanya menghargai, tapi gadis itu sangat bodoh.


Di liriknya renjana yang tengah senyum senyum seperti orang bodoh " sudah puas hah?"


Renjana menoleh " kenapa Adam, kau tak boleh meninggikan suara mu aku calon istri mu"


Adam menghempaskan gelas sampai kacanya bertaburan hingga kemana mana.


" Astagfirullahadzim nak" kaget ummi


Adam langsung naik ke atas tak ingin melihat ummi menangis dia tak sanggup.


"Saya sangat membenci mu!" ucap Adam.


Ryan melirik renjana dengan tatapan kebencian, Ryan sangat tak suka dengan gadis di depannya.


Tapi Fatimah yang saat itu berusia 12 tahun berusaha menguatkan renjana.


" Kakak cantik sekali seperti Barbie hihihi" perkataan Fatimah sangat menghibur renjana.


" Maaf ya ummi saya buat keributan" ummi menggeleng


" Tidak apa apa nak, istirahat lah di kamar Fatimah kamu pasti lelah dari Amerika"


" Tidak apa ummi saya sudah pesan hotel, saya akan pulang sebentar lagi. ummi istirahat saja, saya sama Fatimah" kata renjana lembut.


Ummi senang gadis di depannya sangat lembut ketika berbicara, ummi naik ke atas untuk menemui suaminya.


" Kakak cantik mau jadi istri mas Adam ya?"


" Iyaaa semoga saja bisa"


" Pasti bisa karena kakak sangat cantik, rambut kakak warnanya coklat sangat indah hihihi"


" Benarkah? Aku malah iri dengan rambut hitam mu"


" Rambut Fatimah ingin seperti kakak"


" Tidak boleh manis, kamu nanti di marahin Abah" Fatimah jadi cemberut.


Setelah beberapa jam mengobrol dengan Fatimah, renjana pamit untuk pulang ke hotel.


Saat dia pulang pun orang menggunjingnya "dengar dengar mereka akan menikah"


" Iya katanya, mungkin karena udah ketangkep basah"


" Kok Gus mau sih sama modelan perempuan kaya dia, seharusnya sama mbak Syifa udah paling mantul"


semua santri menggunjing renjana habis habisan, Adam bisa melihat dari balkon renjana pulang dengan deraian air mata karena gunjingan para santri.


" Maafkan saya renjana...."


Seminggu telah berlalu besok adalah hari pernikahan Adam dan renjana akan di laksanakan di pesantren, tadinya Daddy renjana ingin di hotel saja karena mengingat dirinya adalah orang penting namun kiyai menolak dengan alasan biar lebih sakral.


" Renjana lihatlah nak gaun mu sangat cantik bukan hemm?" Ibunya renjana memperlihatkan gaun yang di berikan pihak Adam.


" Emmm sangat cantik mom aku suka"


" Tapi apa aku nanti cantik saat pakai hijab nya"


" Anak mom pakai apapun pasti cantik"


Sebenarnya keputusan Renjana yang tiba tiba masuk Islam dan menikah, membuat seluruh keluarganya kaget tapi sang Daddy tak bisa melarang,apapun yang membuat putrinya bahagia maka dia akan usahakan yang terbaik.


Malam ini sangat sunyi, hati Renjana begitu kosong, entahlah padahal dirinya sudah mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan, tapi....


Dia melihat internet  sebuah postingan lewat di beranda nya yang bertuliskan ' cinta tak bisa kau paksakan,kau memang mencintai nya tapi biarkanlah dia memilih pilihan nya'


 


Satu kalimat itu menampar dirinya" Apakah aku egois...."


Renjana sangat bingung besok adalah hari di mana dia menikah dengan pujaan hati nya tapi pikiran nya malah jadi kacau ada yang harus dia tanyakan dengan Adam sebelum menikah besok.


Renjana menelfon Adam untuk bertemu di sebuah taman. Adam menurut dia datang bersama Fatimah.


" Bicaralah" ucap Adam memulai perbincangan.


" Apa kau mencintai ku?"


Satu pertanyaan itu membuat Adam bingung.


" Tidak, tapi akan ku usahakan"


Renjana memejamkan matanya, sakit itu yang dia rasakan.


" Maaf...." Lirihnya Dengan bahu yang bergetar.


"Untuk apa?" Tanya adam.


" Untuk semuanya"


" Apa aku mengacaukan hidupmu?" Lanjut Renjana bertanya.


" Sebenarnya iya tapi...." Belum sempat melanjutkan kalimat nya renjana tersenyum getir membuat Adam menghentikan ucapan nya.


" Aku sudah tahu kau tak bahagia bersama ku, maaf" Hanya itu yang bisa di katakan renjana.


" Tapi renjana saya...."


" Tak apa akan ku pastikan kau bahagia besok,tenang saja"


" Assalamualaikum" pamit renjana.


Adam speechless mendengar renjana mengucap salam untuk pertama kalinya.


" Kau memang mengacaukan hidup ku tapi itu dulu Renjana, akhirnya usahamu tidak sia sia kamu sudah berhasil mencuri hati saya"


"Renjana saya janji akan berusaha menjadi suami sempurna untuk mu" ucap Adam yang melihat punggung renjana mulai menjauh.


Sayang sekali renjana tak mendengar kalimat itu, Adam ingin mengatakan nya tapi renjana terus memotong nya.


Keesokan hari nya jelang hari pernikahan Adam, semua sedang menunggu pengantin wanita nya namun tak kunjung datang. Adam sangat gelisah kenapa Renjana dan keluarga ny belum datang.


Sebuah mobil hitam mewah masuk ke perkarangan pesantren, seorang pria berkcamata hitam keluar dari sana pria itu sangat mirip dengan renjana.


" Bubarkan kerumunan ini pernikahan di batalkan" ucapnya tegas.


Adam langsung menghampiri nya" apa maksud mu membatalkan hah?"


Adam tersulut emosi dia menarik kerah baju pria itu.


" Apa kau Adam samudera?"


" Iya cepat katakan di mana Renjana dan omong kosong apa yang kau sebut itu!!!"


" Jauhkan tangan kotormu dari bajuku bajingan"


Ryan menghampiri sang kakak dan menenangkan Adam agar tidak emosi.


" Puas kau sudah membunuh adikku?"


" Apa maksudmu"


" JANGAN PURA PURA TAK TAHU BAJINGAN!!!!"


Teriak pria itu di depan wajah Adam


" ADIKKU MELOMPAT KE DANAU DAN MEMBUNUH DIRINYA SENDIRI KARENA KAU TAK MEMBALAS CINTANYA!!!!!"


Semua yang di sana kaget bukanmain, Adam terdiam,dia bingung Renjana kenapa?


"innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ụn" Abah dan semua yang ada di sana kaget dengan berita duka ini.


" Dia sudah tiada hiks......tuhan kenapa dia harus bertemu dirimu hiks...." Pria itu terduduk lemas sambil menangis.


" DIA TIADA KARENA DIRIMU KAU MEMBUNUH NYA BAJINGAN!!"


" KAU MEMBUNUH NYA!!"


pria itu melempar amplop berisikan surat yang di tulis renjana dan melemparkannya ke wajah Adam.


Adam masih berdiri kaku,dia bagaikan patung yang terdiam,bahunya sedikit bergetar wajahnya memerah begitu pula dengan matanya.


" Malam ini kau akan party merayakan kematian adikku iya kan? "


" Nikmati lah hari hari mu, aku bersumpah demi jasad adikku kau tak akan pernah bisa bahagia" itu yang di katakan kakaknya dia berlalu dari sana menggunakan mobilnya.


Tatapan Adam sangat kosong kala itu,hari yang seharusnya menjadi momen bahagia malah menjadi duka.


" Mass sadar mas" Ryan menggoyangkan bahu sang Kakak.


" Renjana...." Adam tak kuasa menahan tangisnya, amplop yang berisikan surat itu di peluk Adam sangat erat.


Adam menangis di tengah tengah kerumunan orang di sana, siapapun yang mendengar tangisan pria itu pasti akan ikut merasa sakitnya.


" Sudah nak ikhlas kan kalian tidak berjodoh" ummi memeluk sang anak.


Semua santri yang melihat kejadian itu hanya bisa berdoa yang terbaik untuk sang Gus.


Malam tiba, adam mengunci dirinya di kamar, dia bahkan hanya sholat di kamar saja tak mau keluar sama sekali.


" Renjana kenapa kamu Tinggalkan saya..." Lirihnya menangis di atas sajadah.


Adam memutuskan untuk membaca surat renjana besok saja.


Adam teringat kata terakhir yang di ucapkan Renjana  'Tak apa akan ku pastikan kau bahagia besok,tenang saja'


Adam merutuki dirinya sendiri kenapa saat itu dia tak curiga akan sikap Renjana malam itu.


Besok nya Adam keluar dari kamar,ummi dan yang lainnya yang sedang menyeruput secangkir teh di ruang tamu melihat sang anak turun.


" Bah, anakmu udah turun"


" Biarkan dia menenangkan dirinya Dahulu ummi" Abah berkata seperti itu agar sang anak lebih tenang.


" Fatimah" panggil Adam.


Fatimah yang di panggil Langsung berlari memeluk sang kakak " mas jangan sedih Fatimah sedih juga"


" maaf buat Fatimah khawatir" saat ini dia hanya ingin punya seseorang yang dia peluk.


Dia ingin menangis bersama ummi tapi dia tak ingin membuat ibunya kepikiran.


" Yuk temani mas jalan jalan kita beli es krim" ajak nya.


Fatimah melihat ke arah ummi, sang ummi mengangguk pertanda boleh.


" Ayok mas" Fatimah menarik tangan Adam.


Mereka berdua kini ada di sebuah danau yang luas tempat di mana bisa membuat Adam tenang karena jauh dari keramaian.


Di sana Adam menangis di hadapan Fatimah,adiknya hanya bisa melihat sang kakak menangis dia juga jadi ikut menangis walaupun Adam tidak bercerita tapi Fatimah merasakan kesedihan itu.


Dengan hati hati Adam membuka amplop itu ada selembar kertas berisikan tulisan renjana, Adam tersenyum getir melihat nya.


Surat cinta untuk calon suami ku


Haii Adam!! hehehe maap ya nikahan kita jadi hancur padahal aku sudah coba jilbab nya, kata mom aku cantik sekali.


Aku cuman mau bilang Terimakasih karena udah buat aku jadi pribadi yang lebih baik.


Karena waktu belum kenal kamu aku nakal banget di kampus sering telat tapi sejak aku kenal kamu aku jadi rajin ke kampus dan Dateng pagi banget buat nungguin kamu di gerbang hahaha lucu ya aku.Aku minta maaf untuk semuanya, untuk aku yang selalu ganggu kamu di kampus dulu.


Sekali lagi Maaf ya Adam kamu pasti risi banget pas tau aku suka kamu. Mungkin kamu merasa terbebani dengan cinta yang aku punya untuk mu. Tapi percayalah aku tulus....


Semua orang bilang kalau aku terobsesi sama kamu, aku tau aku terobsesi sama kamu,karena kamu memang sesempurna itu untuk di cintai,maaf kamu terganggu dengan perasaan ku ini.Aku tidak akan pernah menyesal menaruh hatiku padamu walaupun akhirnya kita tidak bisa bersama. aku ikhlas karena kata internet bilang 'cinta tak bisa kau paksakan,kau memang mencintai nya tapi biarkanlah dia memilih pilihan nya' .Setelah membaca nya aku sadar kalau aku terlalu egois.


Maaf....


Aku memang mencintai mu sehebat itu karena kau pantas mendapatkan nya Adam.Aku mau lihat kamu bahagia sama pilihan mu,Tapi aku jugak nggak sanggup lihat kamu bahagia sama yang lain,Jadi aku memutuskan untuk pergi saja dan tak akan pernah kembali karena kalau aku masih di sini aku tidak akan pernah membuat dirimu hidup dengan tenang.


Kamu berhak bahagia dengan pilihan mu dengan Siapapun yang kamu pilih nanti,Dan menjalani kisah tanpa adanya aku di hidupmu.


Menjadikan mu pasangan dalam waktu sesingkat ini membuat ku bahagia.Terimakasih karena sudah datang ke kehidupan ku meski sebentar namun itu sangat berarti bagi diriku.


Kalau di pikir pikir dari dulu aku cari alasan kehidupan bagian mana yang tuhan tunjukkan sehingga aku bisa terlahir ke dunia ini, dan sekarang aku sudah tahu ternyata ' kamu alasannya' .


Tidak semua kisah cinta berakhir bahagia, ayo dam di kehidupan selanjutnya jadi pasangan yang saling mencintai, bukan hanya aku yang mencintaimu tapi kau juga mencintai ku, i love you more Adam. Karena diriku kita harus berpisah dengan cara seperti ini.


Kisah cinta kita telah selesai sampai disini,Aku menyebutnya epilog tanpa prolog. selesai tanpa di mulai dan tulus tanpa di balas.


Aku pulang duluan ya dam......"


Surat itu sudah basah karena air mata Adam, air mata itu mengalir deras dari matanya.


" Hikss Renjana....saya mencintai mu maaf saya terlambat mengatakan nya"


Di sana Fatimah ikut menangis dengan sang kakak,Fatimah bisa merasakan kepedihan itu.


Sejak hari itu nama Renjana tidak pernah terdengar hingga sekarang, senyum nya kini hilang .setiap hari Minggu hari di mana Renjana meninggal Adam selalu pergi ke danau untuk renjana.


Flashback off 


"Tapi sekarang tidak lagi,senyum itu sudah kembali berkat mbak" jelas Fatimah.


" Hiks.....ngenes banget kisah cinta Adam ya fat" malah sakinah yang menangis.

__ADS_1


" Sekarang kan gak lagi karena gadis tomboy Telah mencuri hati sang Gus kembali"


" Gimana perasaan Adam kalau tau gue khinatin dia ya...." Monolog sakinah sedih


__ADS_2