Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Dia Datang


__ADS_3

"Assalamualaikum buk Jum yang cantik" sapanya ke buk Jum dengan senyum lebarnya Yang seperti nya akan susah untuk luntur.


Pagi ini gadis itu tampak sangat ceria,entah apa yang akan di lakukannya.


" Tumben kamu sapa saya biasanya nyelonong lewat aja tuh"


" Dih, di sapa gak Seneng gak di sapa lebih lagi,mau nya apa manusia satu ini" buk Jum memicingkan matanya curiga.


Sakinah yang di tatap pun agak gugup


" Hayoo hari ini gajian ya..." Sakinah membuang nafasnya lega buk Jum tak tahu.


" Gue itu kagak gajian buk,cuman ya...tau lah anak muda hiwhiw" jawabnya kegirangan tidak jelas.


"Ihh gue kira lu ninggalin gue, rupanya lagi gibah sama buk Jum" Naila kesal karena sedari tadi mencarinya, yang di cari malah asik ngobrol.


" Hayuk kita berangkat"


Sakinah pergi ke kantor menggunakan motor yang dia beli secara kredit lumayan lah irit duit.


Sesampainya di kantor gadis itu menyapa semua orang yang lewat,Naila saja spechslees melihat nya


" Lu kenapa Ki,apa ini hormon dari ibu hamil ya?"


" Syutt diem!! Jangan nyaring nyaring ege"


Naila cengengesan,dia lupa tapi kan cepat atau lambat semua orang akan tahu.


Sedang di bandara,2 orang pria tengah menyeret kopernya bersama satu pria lagi di belakang Mereka " gimana Gavin semuanya udah di siapin kan?"


" Sudah tuan,di Jakarta tuan akan tinggal di apartemen xxx" Adam mengangguk paham.


Di sini di bandara,Adam dan Gavin tengah menunggu keberangkatan pesawat mereka ke Jakarta.


" Mas jaga kesehatan di sana ya, jangan lama lama di sana" kata adiknya Ryan khawatir.


" Iya,kamu juga harus jagain Abah sama ummi ya truss sama si bawel Fatimah juga di jaga selama mas di Jakarta" Ryan sangat sedih sang kakak akan pergi ke Jakarta untuk waktu yang lama.


" Mas kenapa harus ke sana,kan mas banyak bawahan"


"Perusahaan di sana termasuk pusat dan yang mas percayai ternyata pengkhianat, jadi selama belum punya pengganti nya mas akan tinggal di sana"


Sebenarnya alasan Adam ke sana memang seperti itu tapi ada alasan lain juga yaitu menenangkan dirinya, mungkin dengan berpergian dan melihat suasana baru dia akan melupakan Sakinah.


Tapi tak tahu saja kehidupan di sana,malah makin membuat nya tak bisa melupakan wanita yang dia anggap seorang pengkhianat.


" Eh lu tau gak denger denger pak Hoy udah di pecat dari perusahaan kita karena berkhianat dengan tuan Adam" ucap Ivan memulai gosip panas pagi hari.


" Lah really? OMG aku senang banget tau dia keluar" ucap Raya gembira plus lega.


"Kok bisa ya dia kaya gitu sama tuan Adam, padahal beliau itu kepercayaan tuan Adam ya walaupun galak" Dahman saja heran


Sakinah dan Naila nyimak saja,dia tak ingin ikut campur,datang ke kantor ya ingin kerja bukan gosip.


" Eh kalian itu bukannya kerja malah gosip, ayo rapih rapih semuanya, tuan Adam akan datang 3 jam lagi semuanya harus sudah siap" kata Ray menegur sekaligus memberi informasi penting.


Mendengar nama Adam yang akan datang, sakinah dan Naila panik "kok dia ke sini sih"


" Gimana Ki,apa kita berenti aja" saran Naila yang langsung di tolak mentah mentah Sakinah.


" Jangan! Kita harus tetap kerja di sini,gue bakal akal akalin" Sakinah sudah bertekad pikirnya Adam akan sebentar di sini.


" Emm pak Ray,kira kira sampai kapan tuan Adam di sini?" Tanya sakinah


"Mungkin gak lama cuman beberapa hari,kenapa?"


Semua menatap ke arah sakinah" iya kenapa emang nya Ki,malah lebih bagus tuan Adam lama lama di sini dia itu baik dan juga tegas kita malah pengen dia yang mimpin perusahaan ini ya walaupun agak agak lah"


Semuanya mengangguk setuju ke Ivan.


" Kapan lagi ketemu sama tuan Adam,dia itu ganteng nya gak manusiawi,kalau kamu liat pasti reflek jatuh cinta.saya yang lelaki saja suka dengan bentuk wajahnya" kata Dahman menimpalinya.


" Iya ganteng sih tapi dingin,kaku,arogan dan dia itu sangat mengutamakan kedisiplinan dia juga suka marah marah .ihh aku ngeri nanti di pecat kaya temen kita dulu"


raya teringat kejadian 5 tahun yang lalu waktu itu handphone temannya berdering di tengah rapat yang menurut raya hanya Rapat biasa, namun kejadian itu malah menimbulkan kemarahan dari tuan Adam sampai temannya di pecat saat itu juga.

__ADS_1


" Sebenarnya yang suka marah marah itu tuan Gavin,marahnya tuan Adam itu di wakilkan tuan Gavin" jelas Dahman


" Gavin siapa?" Tanya Sakinah


" Sekretaris merangkap menjadi asisten pribadi tuan Adam dan bisa di bilang dia juga kaki tangannya tuan Adam, posisi nya gak main main di perusahaan,dia orang paling di segani setelah tuan Adam" jawab Dahman setaunya.


Sakinah meremas tangannya gugup sekali,dia takut akan bertemu suaminya. Naila yang tahu langsung menggenggam tangan sahabat nya menyalurkan rasa tenang.


" Udah gpp ini takdir"


" Semoga kita gak ketemu dia ya Nai" Naila mengangguk yakin pasti tidak akan bertemu.


Lagian mana Mungkin akan bertemu, pasti hanya akan melihat saja tidak mungkin di lirik Adam,karena perusahaan yang besar ini penuh dengan manusia tidak mungkin matanya mencari keberadaan mereka.


" Perusahaan ini besar,banyak human di sini tenang..." Bisik Naila.


Sakinah yang mendengar nya langsung lega benar juga,di Tambah meja kerja mereka ada di belakang dan staff dengan posisi rendah tak mungkin akan bisa bertemu orang seperti Adam.


" Bener nai gue setuju!"


Banyak orang bisik bisik riuh kegirangan mengenai kedatangan pemilik perusahaan yang akan datang dan memimpin perusahaan.


" Aku gak sabar deh ketemu sama calon suami, ya Allah semoga dia jodoh hamba"


" Salah, itu jodoh gue"


" Jangan ribut! Yang bener suami saya"


Masih banyak lagi omongan para wanita yang ada di kantor,mereka sangat heboh dengan datangnya Adam hari ini.


Sakinah yang mendengar nya agak sedikit tak terima Mereka merebuti suaminya.


" Dasar cewek cewek ganjen,laki gue itu setan" sakinah bicara pelan tapi penuh emosi, untung hanya di dengar Naila.


" Sabar bawa santai, nama nya juga orang ganteng"  kekeh Naila


Rayyan malah sedang sibuk mondar mandir mengecek apakah sudah sempurna,dia ingin semuanya sempurna, dia mau semuanya perfect di mata Adam.


" Pak Ray, jangan gopoh biasa aja, kalau kaya gini malah jadi berantakan dan berakhir gak perfect" saran raya


Raya tahu bahwa rayyan ini adalah orang yang profesional dalam bekerja dia begitu setia dengan perusahaan,bisa di bilang paling setia setelah Gavin.


" Emang segitu penting nya kah si Adam bagi mereka?" Tanya Sakinah ke Naila


" Iya, denger denger semua yang kerja di sini itu rekrutan dari Adam mereka bilang beruntung karena mendapat kebaikan Adam, pokoknya Adam itu penyelamat bagi mereka"


Sakinah mengangguk mengerti,dia memegang perut nya sambil berkata


" bapak lu itu" kata sakinah berbisik ke perut nya


Naila tersenyum samar melihat nya.


Akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan sambil menunggu orang yang akan datang.


Beberapa menit kemudian handphone sakinah berdering, melihat nama yang tertera dia langsung pergi menjauh dari orang orang


Naila sih tidak curiga, mungkin telfon penting pikirnya.


" hallo iya?"


"Saya sudah siapkan aborsi untuk sore ini, kamu bisa datang ke RS setelah pulang kerja"


"Wah beneran? Terimakasih ya dokter Ali,ga tau lagi saya mau bilang apa. Tapi berkasnya sudah di akalin kan kalau alasan saya aborsi karena ada penyakit?"


Sakinah takut dia akan kena pasal jika aborsi sembarangan " tenang saja sudah saya urus"


" Akhirnya......" Sakinah bisa bernafas lega akhirnya dia tak perlu membesarkan anak Adam.


Sakinah mematikan sambungan telfonnya lalu kembali ke meja nya untuk melanjutkan kerja nya.


" Habis telfon siapa beb?"


" Si Raka nai,dia bilang izin pulang sorean" bohongnya namun si bodoh Naila iya iya saja.


Jam menunjukkan pukul 11 siang namun yang di tunggu juga tak datang. Sampai ketika tiba tiba banyak mobil berhenti di depan kantor.

__ADS_1


Semua nya langsung berdiri, Security siap siap membuka pintu utama,rayyan sudah ada di depan pintu masuk untuk menyambut kedatangan tuannya.


" Gilaaa kece cuy banyak bener pasukannya" ucap salah satu ob spechslees melihat nya.


Saat keluar dari mobil,para bodyguard nya langsung saja membentuk pengamanan.


Adam di kelilingi banyak bodyguard dengan dirinya berada di tengah. Sedangkan depan, belakang,kiri dan kanannya bodyguard semua dia begitu di jaga ketat sekali.


Para bodyguard yang menyembunyikan Adam di balik badan mereka, langsung memberi jalan untuk tuannya menyapa rayyan.


Sakinah sedikit mengintip dari kerumunan para karyawan yang siap untuk menyapa Adam.


" Selamat datang tuan Adam,saya sangat senang anda kembali datang kemari" ucap rayyan menjabat tangan Adam


" Terimakasih pak Ray,dan terimakasih untuk penyambutannya" balas Adam menjabat tangan Rayyan.


Semua orang berdesak desakan karena ingin melihat wajah tuan mereka.


Sakinah bahkan berada di tengah desak desakan itu sampai Perutnya merasa sakit.


" Woii jangan desek desek" tegurnya ke orang di belakang nya.


" Maaf kak saya pengen lihat bosnya" cengirnya tak berdosa.


" Ki lu gpp kan perut lu?" Tanya Naila khawatir.


Rayyan mempersilahkan Adam untuk masuk,saat melangkah kan kakinya Sakinah langsung menundukkan wajahnya.


Wajah tegas dan dingin terpancar dari wajahnya " keliatan nya garang ya" bisik sebelah Sakinah.


" Saya gak tau" jawab sakinah asal


Sakinah mengintip wajah Adam sedikit,dia prihatin dengan kondisi Adam kenapa semakin kurus tubuh pria itu, dan juga tatapan matanya sangat tajam seperti saat pertama kali bertemu dulu.


Aura kepemimpinan Adam terlihat memancar,wajah garangnya tercetak jelas di wajah tampan nya.


" Hawanya dingin ya kak" kata orang sebelah sakinah yang merinding.


Semua yang di sana jadi tak berani menyapa tuannya duluan padahal tadi rencana nya seperti itu malah nyali mereka ciut.


Tubuh tegap itu sudah berdiri di depan para karyawan nya " sebenarnya tidak perlu penyambutan seperti ini membuang waktu saja"


Perkataan dari Adam membuat rayyan gugup apa dia salah dengan melakukan ini,dia merasa gagal,raya jadi iba melihat nya.


" Dasar tidak tahu terimakasih"batin sakinah kesal.


"Kalian membuang waktu 10 menit untuk hal seperti ini?" Pertanyaan Adam membuat semuanya diam.


"Seperti nya seluruh staff kantor ada di sini tuan, seperti yang anda lihat mereka sampai berdesakan seperti itu" ucap Gavin memberi tahu sambil melirik rayyan tak suka.


"Pak Ray anda tahu bahwa tuan Adam sangat disiplin kenapa anda lakukan ini? Butuh waktu 10 menit juga untuk mereka kembali ke tempat nya masing masing,anda tahu gedung ini berkisar 40 lantai, pikirkan nasib orang yang bekerja di lantai paling atas,saya yakin lift akan penuh sekarang karena ulah anda!" Marah Gavin ke rayyan.


" Maaf kan saya tuan Adam, saya tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi" rayyan menundukkan kepalanya meminta maaf namun Adam tak melirik nya sama sekali.


" Saya tidak suka orang yang membuang buang waktu seperti ini,jangan ulangi lagi!" Ucap Adam tegas tak terbantahkan.


Lalu dengan langkah cepat dia berlalu dari sana diikuti dengan Gavin di belakang nya.


Semua orang lalu membubarkan diri takut di semprot tuan mereka maksud nya tuan Gavin,karena terlalu ramai sakinah terjatuh di tengah kerumunan itu.


" WOIII PELAN PELAN!!" Sakinah tak sadar suaranya menggelegar di sana.


" Aduh maaf kak saya gak sengaja" orang yang mendorong sakinah membantu nya berdiri kembali.


Langkah kaki Adam berhenti kala mendengar suara seseorang dengan cepat dia berbalik untuk melihatnya namun nihil orang yang dia kira pemilik suara itu tidak ada mungkin khayalan nya pikir Adam.


" Ada apa tuan" tanya Gavin


Adam menggeleng " tidak, ayo cepat kita adakan rapat hari ini"


Di rasa adam dan sekretaris nya sudah masuk lift, sakinah bisa bernafas lega " huhh untung dia gak liat"


Sakinah keluar dari balik tembok, untung dia bergerak cepat kalau tidak hari ini akan repot.


Adam tengah duduk termenung di kursi kebesaran nya,karena suara tadi dia jadi memikirkan istrinya.

__ADS_1


" Dimana wanita itu sebenarnya..."


__ADS_2