
" OMAYGATSSSS LO?!!!!" Teriak Naila kaget.
Saking kerasnya suara teriakan Naila, sakinah dan pria itu sampai menutup kuping nya.
" Anj Lo nai,kuping gue berdenging!"
Mendengar umpatan dari sakinah membuat pria itu tersenyum " tidak berubah ternyata"
"Cie Cieeeee Kiki cuit cuit" ucap Naila menggoda sakinah.
Sakinah yang di goda jadi kesal" Apaan sih lu nai"
Pria itu adalah mantan pacar Sakinah 2 tahun yang lalu, namanya rayyan. Mereka putus hanya karena rayyan hampir ingin mencium Bibir Sakinah. Mereka pacaran lumayan lama hampir 3 tahun, dari sakinah masih duduk di bangku Sekolah menengah saat itu usianya 17 tahun.
" Kok lu ada di sini sih Ray?" Tanya sakinah, dia tau betul rayyan ini tinggal di lingkungan elit, kenapa malah jadi nyasar ke sini.
" Mending ngomong di dalam aja, gak enak ngomong di luar"
Rayyan mempersilahkan sakinah dan Naila masuk ke rumahnya, kedua wanita itu duduk di ruang tamu kecil milik rayyan.
Rayyan datang dengan membawa dua gelas soda dingin untuk mereka.
"Kok lu tinggal di sini Ray?" Rayyan tersenyum lalu menjawab pertanyaan sakinah.
" Saya ingin mencoba suasana baru, dengan tinggal di lingkungan seperti ini,siapa tau dapat jodoh" ucapnya tersenyum melirik Sakinah.
Naila melihat mereka berdua jadi salting sendiri" aaaaaa lucunyaaaaaa" ucap Naila tiba tiba.
" Nai, lu Gpp kan gak perlu di Bawa ke RSJ kan?"
"Kalian lucuuu gemes banget jadi ingat dulu pernah..." Sakinah langsung menutup mulut Naila.
"Diem gak lu!!"
" Hahahaha kalian berdua gak berubah ya" sakinah dan Naila menoleh ke rayyan tak enak.
"Santai aja Ki" rayyan tau gadis di depannya ini sedang canggung.
" Oh ya kalian tinggal di sini ya?" Sakinah dan Naila mengangguk.
" Iya sebelah rumah Lo, no 20" jawab sakinah seadanya.
Rayyan hanya mengangguk sebagai balasan," terus kamu datang kesini ada apa, pasti ada yang mau di bicarakan, iya kan?"
Sakinah agak tak enak menyampaikan maksud dan tujuannya kemari, rayyan yang mengerti langsung bicara" gpp Ki santai aja, kenapa ke sini hemm?"
" Emmm begini kan adek gue si Raka sekarang bakal tinggal di sini bareng gue, nah ternyata yang punya nih kossan enggak bolehin Raka tinggal serumah Ama gue, katanya sih biar gak kena fitnah" dari cerita yang di dengar rayyan pria itu langsung mengerti apa maksud dari sakinah.
" Ya sudah Raka suruh ke sini saja sekarang suruh dia kemas kemas kamar sebelah saya, kebetulan kosong" sakinah langsung senang mendengar nya.
__ADS_1
" Beneran Ray? Wahh thanks ya, tenang aja perbulan nya kita bagi dua oke" rayyan hanya mengangguk tersenyum.
Si naila dari tadi hanya diam saja tanpa ingin ikut bicara.
" Oh ya sekarang masih kuliah apa sudah kerja?"
" Dulu gue perawat tapi sekarang udah gak bisa lanjutin mau mencoba suasana baru"
" Jadi sekarang kamu kerja di mana?" sakinah menggeleng bingung.
" Nggak tau soalnya baru nyampe dari Jogja, mungkin besok langsung cari kerjaan" begitu lah rencana sakinah besok.
" Gimana kalau kamu kerja di perusahaan tempat saya kerja aja kebetulan lagi butuh pegawai" Sakinah langsung melotot kan matanya.
" Wahh beneran?"
" Iya, lagi butuh staff administrasi di perusahaan tempat saya kerja" mendengar itu Naila langsung angkat bicara.
" Gue juga mau dong....." Pinta Naila memohon.
" Tenang aja saya bakal masukkan kalian berdua, besok datang aja ke lokasi bawa CV kalian"
" Tenang aja di sana mengedepankan skill dari pada gelar" ucap rayyan berbisik.
Sakinah dan Naila langsung saja senang bukan main mereka bimbang karena mereka hanya kuliah keperawatan dan sama sekali tidak nyambung jika kerja di sebuah perusahaan.
" Alhamdulillah, gak perlu capek capek cari kerja lagi udah ada jalan pintas hehehe" ucap nya sambil meminum soda yang di bawa rayyan.
" Kalian pasti tahu ini itu perusahaan besar milik pengusaha muda yang sukses,banyak orang berlomba lomba ingin melamar di sana" jelas rayyan seakan bangga bisa kerja di sana.
" Perusahaan apa tuh?" Tanya Naila lagi.
" Adam Group" jawab rayyan dengan bangga nya.
" Uhuk uhuk uhuk"Sakinah yang tengah meminum sodanya tersedak bukanmaen
Bukan hanya sakinah yang kaget Naila juga dia diam tak berkutik kala mendengar nama Adam.
" maksud Lo Adam yang itu?" Teriak sakinah tiba tiba.
"Adam yang mana dulu, ini bukan sembarang orang, Adam yang ini masuk dalam jejeran orang terkaya di dunia"
" Iya Adam samudera Akbar kan?" Tanya sakinah,Rayyan mengangguk benar.
" Mampusss" ucap kedua gadis itu bersamaan.
" Kenapa emangnya?"
Keduanya saling pandang kemudian dengan cepat menggeleng tidak ada apa apa.
__ADS_1
"Bukannya si Adam..." Ucapan sakinah menggantung.
" Tuan Adam kiki!" peringat rayyan tak terima bosnya hanya di panggil nama.
" Iya maksud gue bukannya tuan Adam perusahaan nya ada di Jawa tengah?"
" Ohh yang kamu maksud itu kantor cabang utamanya ya? Memang tuan Adam lebih sering di sana dari pada di perusahaan intinya yang ada di Jakarta" jelas rayyan
" Ohh jadi tuan Adam jarang ke sini?"
" Terakhir ke sini 5 tahun yang lalu saat perusahaan Adam group resmi buka di Jakarta dan di jadikan sebagai perusahaan inti, setelah nya dia menunjuk manager untuk mengganti kannya" sakinah dan Naila mendengar kan rayyan mereka bimbang.
Di kamar sakinah tengah memikirkan tawaran pekerjaan yang menjanjikan masa depannya, tapi di sisi lain dia bimbang jika bertemu Adam. Adiknya Raka sudah pindah ke rumah rayyan untuk ngekos bareng dengan mantannya.
Karena memikirkan bagaimana besok sakinah lebih memilih untuk pergi ke kamar Naila untuk mengambil keputusan masa depannya.
"Tok tok tok"
" Nai gue masuk ya"
" Masuk aja"
Ternyata Naila belum tidur gadis cantik itu tengah maskeran" kenawhy besti lesu gitu mukanya"
" Jadi gimana?" Tanya sakinah yang sudah ambruk di kasur kecil milik Naila.
" Gue sih ikut Lo aja, kalau mau ayo gak juga gpp"
Sakinah sedikit berpikir" kita ambil aja"
Naila yang masih mengoleskan masker nya jadi berhenti " yakin?"
" Iyaaaa lagian kan si Adam kagak pernah ke Jakarta jadi bisa tenang, Lo denger kan si Adam terakhir ke sini 5 tahun yang lalu, nah kalau dia ke sini pasti cuman sehari atau 2 hari kita bisa ngindarin dia tenang aja gue ini ahlinya dalam bersembunyi" ucapnya tersenyum bangga.
" Terserah"
" Dunia ini sempit ya Nai, kok bisa ketemu lagi sama rayyan gue kira tuh anak udah nikah hahaha" ucap nya tertawa kecil
" Ya kali masih muda udah nikah"
Sakinah teringat rayyan, pemuda itu pria paling tampan pada masanya, sekarang mah yang paling tampan di pikiran sakinah tetap Adam.
" Nai gue tidur di sini ya, yayaya" katanya sambil mengedipkan matanya beberapa kali.
" Ihh enggak Lo ngorok kalau tidur"
" Isss pelit nya human satu ini" sakinah geram dan langsung mengacak acak kasur Naila.
Naila yang emosi langsung meneriaki Sakinah
__ADS_1
" Kikiiiiiiiii!!!!!"
Sakinah malah langsung kabur ke kamarnya dan mengunci pintu nya takut Naila berubah jadi banteng dan menyeruduk nya.