Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Sakinah jadi santri


__ADS_3

" sakinah bangun" panggil Adam membangun kan.


" Ayo mandi dulu habis itu solat subuh"


" Aaaaa ngantuk" Sakinah Langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


" Mandi atau saya mandikan" ancam nya tak terbantahkan.


Sakinah langsung mode on ketika mendengar nya, " ya ya ya bawel" ucapnya bangun tapi tak lupa ia melempar bantal ke Adam dulu, wanita itu langsung ngacir ke kamar mandi.


"Untung sayang"


" Sakinah saya mau ke luar sebentar kamu tunggu saya ya kalau mau sholat" teriak Adam di depan pintu kamar mandi.


" Iya jangan lama"


Adam pergi ke pesantren untuk mengambil sesuatu keperluan sakinah seperti nya.


Sakinah sudah menyelesaikan mandinya sambil menunggu Adam dia menyapu mushola yang terdapat di rumah nya.


Saat sedang asik menyapu dia jadi punya ide untuk mengerjai suami kakunya itu.


" Assalamualaikum" terdengar suara Adam yang mulai memasuki rumah.


Dengan cepat sakinah merapikan mukenah nya dan menjalankan sholat sendiri tapi hanya pura pura saja.


Saat memasuki mushola terlihat sang istri seperti khusyuk menjalankan sholat.


" Astagfirullah" kaget nya


wah Adam merasa terkhianati karena di tinggal sholat duluan. Adam bahkan sudah memegang dadanya seperti orang patah hati sangat lebay,akting nya sangat mirip sinetron FTV.


Adam sudah menyilang kan tangannya tanda tak terima di tinggal sholat Duluan, tadikan perasaan dia sudah beri amanah untuk sholat berjamaah.


" Sungguh tega dirimu adinda ku, kau tinggalkan kakanda mu sholat, seharusnya diriku yang menjadi imam mu hari ini kau sungguh membuat hati mungil ku hancur berserakan" ucap Adam sangat dramatis, sakinah sudah mencoba sekuat tenaga menahan tawanya.


" Dasar pengkhianat" cemoohnya sedikit merajuk.


Sakinah tak kuasa menahan tawanya dia tiba tiba ngakak di pertengahan sholat itu.


" Hahahaha ya Allah, hahahaha" sakinah sampai terduduk lemas karena tertawa melihat ekspresi suaminya yang sangat dramatis nan lebay itu.


" Kamu kerjain mas hemm" tangan Adam kini sudah menjewer telinga istri nakalnya.


" Ampun kakanda...." ya ampun tapi sakinah masih bengek karena dirinya masih terbayang ekspresi Adam yang begitu lebay.


"Nakalnya, istri siapa kamu" kata Adam geram sambil menciumi seluruh wajah istrinya gemas.


" Ihhh mas Adam aku udah wudhu"


" Emangnya kenapa? Ndak membatalkan wudhu kok" jelas Adam.


" Makanya jangan lama pasti ketemu sama ustadzah cantik makanya lama" sindir sakinah.


" Iya emang" mendengar itu sakinah sudah menekuk wajahnya sedemikian rupa.


" Ayo cepat sholat nanti keburu habis waktu nya"


Mereka sudah menyelesaikan sholat nya kini Adam akan menagih hapalan sakinah.


" Ayo mana hapalan mu" tagih Adam.


" Hapalan apa ya perasaan nggak ada hapalan deh" ucap sakinah berusaha menghindar, matanya sudah melihat Kemana mana ia tak berani memandang suaminya.


" Duh mampus gue belum hapal lagi" monolog nya.


" Sakinah"


" Aaaa mas Adam aku belum hapal" katanya sedikit merengek.


Sakinah langsung memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu, dia takut di marahi Adam.


" Kenapa belum hapal kan sudah mas suruh dari kemarin" tutur Adam lembut mengusap kepala istrinya yang terbungkus mukenah.


" Ya sudah tak apa, yang penting kamu sudah ada niat mau hapalin" sakinah tersenyum menang dia tau Adam pasti akan langsung luluh kalau di peluk begini.


" Okeyy tengkyu" ucapnya senang


Di meja makan Adam memberi tahu Sakinah sesuatu.


" Sakinah" panggil Adam.


" Apa"


"Mulai hari ini kamu tinggal di pesantren saja ya,tinggal di asrama seperti yang lain, jadi santri tetap biar kamu bisa pelajari agama lebih dalam"


Sakinah langsung tersedak mendengar nya.


"Uhuk uhuk uhuk" Adam kalang kabut memberikan Istrinya air


" Udah baikan" tanya adam khawatir.


" Cobaan apalagi tuhan" monolognya bersedih di dalam hati.


"Mas kok tiba tiba gitu nanti yang jagain kamu siapa, terus yang masakin siapa yang lebih utama yang ngelonin kamu siapa masa guling" sakinah berusaha mencari alasan agar tak jadi tinggal di pesantren.


Adam terkekeh rendah dia senang istrinya sangat perhatian terhadap nya.


" Tidak apa, demi masa depan kamu saya akan tunggu, lagi pula mas sibuk ngurus perusahaan nanti kamu jadi gak bisa hapalan"


" Mas udah pikirin keputusan ini beribu kali,lagi pula mas akan tinggal di ndalem jadi bisa deh liat kamu teruss walaupun gak satu atap lagi"


Sakinah jadi bimbang, ini diluar skenario nya, dia harus memberi tahu Mr Hengky secepatnya.


" Hem gimana? Setuju kan" tanya adam membuyarkan lamunan sakinah.


" Tapi mas Adam....aku pengen sama mas Adam terus gak mau jauh jauh" sakinah mengeluarkan senjata ampuh nya kali ini yaitu merengek dan mendusel di dada suaminya.


" Iya mas juga, makanya mas ikut kamu tapi tinggal di ndalem" sebenarnya Adam juga tidak rela berjauhan dengan sang istri tapi mau gimana lagi demi membuat sakinah menjadi versi terbaik nya dia harus melakukan ini.


Pagi ini hujan turun membasahi jalanan, mobil putih mewah berhenti di parkiran pesantren.


"Ayo sana turun nanti kamu telat" sakinah memandang Adam dengan mata yang menyiratkan kesedihan.


Entahlah air mata itu turun secara tiba tiba seperti nya air mata asli.


" Kok gue nangis anj-" monolog sakinah pada dirinya sendiri.


" Loh? Kok nangis sayang, jangan sedih kalau kangen kamu tinggal pergi ke ndalem" Adam menghapus air mata istrinya menggunakan dasi yang dia pakai.


" Mas Adam jahat" sakinah membanting pintu mobil kasar.


" Sakinah payungnya nanti bajumu basah" teriak Adam dari dalam mobil tapi sakinah sengaja memekakan telinganya.


" Maaf......" Lirih Adam pelan.


" Mbak Kikiiii, aaaa kangen...." Tubuh gempal itu berlari memeluk sakinah saat dirinya sudah sampai di kelas.


" Gue juga kangen Ama lu" balas sakinah memeluk tak kalah erat.


" Lebay"


Sakinah mengalihkan atensi nya ke arah Wulan dkk,kurang ajar makhluk Tuhan ini.


" Udah mbak biarin nanti di takzir lagi sama ustadz Fahri" baiklah kali ini geng cabe itu selamat.


Sebenarnya bisa saja sakinah menghajar nya tapi dia jadi teringat kemarahan Adam kemarin.


" Mbak kemana aja 2 hari gak masuk" tanya bunga saat mereka sudah duduk.


" Gue kecelakaan" bunga terkejut bukanmain dia langsung mengecek seluruh tubuh sakinah dan memang benar masih ada perban di tubuh gadis itu.


" Mbak kok gak bilang bunga, nantikan bisa aku jenguk sama intan sama Nurul" ucapnya sedih.


" Yaela gue dah sehat kok, ini udah bisa angkat kursi" ujarnya seraya mengangkat kursi yang di dudukinya.


Bunga hanya bisa tertawa,baiklah kini dia percaya teman sebangkunya baik baik saja.


Kini guru yang mengajar mereka sudah datang dan mulai memberikan materi seperti biasa sakinah hanya akan mendengar kan namun tak akan mengerti.


" Eh lu tau gak mulai hari ini gue bakal jadi santri tetap gue bakal tinggal di asrama" bunga spechslees mendengar nya.


" Benarkah?" Sakinah mengangguk benar.


" Itu yang di belakang kalau mau bicara silahkan Bicara di luar" bunga dan sakinah langsung kicep dan duduk rapih seolah mendengar kan guru.


Bell istirahat sudah berbunyi kini keempat gadis itu tengah menikmati cilok yang mereka beli di kantin.


" Emmm enak juga ya cilok nya" puji sakinah


" Iya dong ibuk aku yang buat" timpal intan memberi tahu.


" Oh ya? Bibik kantin tadi emak Lo" intan mengangguk benar.


" Keren dong"


" Apanya yang keren, cuman penjual kantin"

__ADS_1


" Keren lah bisa masak se enak ini terus banyak yang beli kan bangga" intan dan yang lainnya berpikir iya juga.


" Sama kaya kuli bangunan mereka juga keren bisa buat rumah rumah yang bagus" lanjut sakinah memberi tahu


" Bener kata mbak kinah aku jadi bangga sama ibuku" ucap intan senang.


" Aku juga ibuku tukang jait dia keren karena bisa buat baju yang bagus sesuai keinginan orang yang pesan" sakinah memberikan jempolnya ke Nurul.


" Hehehe iya ih aku juga,ibuku penjual roti terenak,bangga deh banyak yang suka sampai di juluki Roti terenak"  bunga yang tadinya malu hanya karena ibunya seorang penjual roti sekarang jadi senang.


" Kalau mbak, ibunya kerja apa" sakinah sedikit berpikir.


" Hemm kalau emak itu kerja serabutan, walaupun begitu gue tetap bangga dia wanita yang keren karena bisa melakukan semua pekerjaan dan gak cuma satu" mereka bertiga kagum mendengar nya.


" Wahh Daebak" ucap mereka bertiga bertepuk tangan.


" Mak beneran keren, Kiki bangga" gumamnya menghela nafas sedih karena merindukan ibunya.


" Tring tring tring" suara itu adalah suara yang Paling di tunggu semua santri karena jika suara itu sudah terdengar pertanda waktu nya pulang.


" Mbak satu kamar kah sama kita?" Tanya Nurul memastikan.


" Mungkin, bisa jadi iya bisa jadi enggak" mereka bertiga jadi lemas mendengar nya.


" Ayo kita doa sama sama semoga mbak kiki satu kamar sama kita, bismillah" mereka bertiga tampak khusyuk berdoa, sakinah hanya bisa tersenyum melihat nya.


" Aminn"


" Kalau gue satu kamar sama kalian malam ini kita party"


" Yeayyyy" sorak mereka bergembira.


"Assalamualaikum,Mbak Kiki di panggil ummi ke ndalem" Fatimah datang tiba tiba mengagetkan mereka.


" Eh walaikumsalam Ning" jawab ketiga gadis itu kompak.


" Iya gue ke sana sekarang"


" Dah temen temen ku sayang nanti ketemu lagi" Sakinah pergi bersama Fatimah ke ndalem meninggalkan ketiga curutnya.


" Kenapa mbak Kiki di panggil ke ndalem ya" pikir intan yang lainnya jadi ikut berpikir.


" Udah lah, yok ke asrama nanti kita telat sholat" ajak bunga.


" Assalamualaikum ummi" sakinah memeluk ummi dari belakang, ummi sampai kaget.


" Eh walaikumsalam anak ummi" ummi bahagia sekali setelah sekian lama bertemu menantunya lagi.


" Ayo duduk dulu, ummi buat kue cake"


" Emm Mamamia lezatoss" puji sakinah saat memakan kue buatan ummi.


" Alhamdulillah enak"


"Assalamualaikum ummi" Ryan baru datang dari mengajar seperti nya.


" Wah ada Ryan gue kerjain ah" muncul sudah sifat jahil sakinah.


" Ryan Lo tau gak"


" Tidak tau dan tidak mau tau" ucapnya yang langsung duduk di sofa ruang tamu.


" Ini info penting yan gak kalah hots sama berita selebritis" Ryan memutar bola matanya malas.


Kenapa kakak iparnya harus bertemu dengan dirinya terus.


" Di dengerin dong mas, mbak Kiki mau ngomong siapa tau beneran penting" tegur sang adik Fatimah.


" Iya, opo to mbak?" Tanya Ryan malas.


" Kemarin gue pergi ke mall sama Naila ..."


" Tidak penting sama sekali" potong ryan.


" Lu ya bener bener adek durhaka,gue belum selesai ngomong peak" sakinah menggeplak kepala Ryan dengan bantal sofa saking geramnya.


" Iya cepat apa"


" Terus kan gue makan siang sama si Naila, eh ketemu sama mantannya Naila mereka kek nya mau pdkt lagi atau mungkin CLBK" ucap sakinah dengan menekan kan kata CLBK.


Ryan yang sedang menyeruput teh hangat nya jadi agak tersedak mendengar nya.


" Mampus lu" gumam sakinah terkikik.


" Ummi Ryan ke kamar dulu mau istirahat" Ryan bergegas ke atas untuk istirahat mungkin.


" Its okyy ummi, dia udah biasa begitu"


" Oh ya ummi manggil Kiki kenapa" tanya sakinah.


" Oh ini katanya kamu mau tinggal di pesantren jadi ummi udah taruh tas mu ke asrama" jelas ummi, sakinah hanya mengangguk mengerti.


" Kamarnya no berapa ummi"


" Untuk kamar mu ada di lantai 3 kalau tidak salah nama kamarnya Jannah 5" sakinah jadi penasaran.


" Okeh tengkyu ummi, Kiki mau ke sana dulu ya mau liat kamarnya, titip salam buat Abah" sakinah menyalimi tangan ummi takzim.


" Eh salam nya" ingatkan ummi.


" Hehehe maaf ummi lupa, assalamualaikum ummi cantik" setelah sakinah bergegas pergi.


Di perjalanan dia menelpon Mr Hengky," woii anjirr dari mana lo gak angkat telpon gue bangsat" maki sakinah.


" Saya ini bukan pengangguran yang selalu standby dengan handphone" jawab Mr Hengky dari sebrang telfon.


" Gue di jadiin santri tetap gimana dong"


" Maksudnya?" Mr Hengky terdengar kebingungan.


Sakinah menjelaskan semuanya apa yang terjadi " hemm baiklah ikuti saja apa maunya saat ini,kita tunggu tanggal mainnya"


Mr Hengky menutup panggilan secara sepihak.


"Adam samudera, kau akan mendapatkan balasan yang sama atas semua yang kau lakukan" Mr Hengky berujar dengan suara sinis.


" Tuan, ini biodata gadis yang kau mau" asisten pribadinya memberikan sebuah amplop.


" Aku akan mendapatkan mu gadis manis"


Sakinah saat ini tengah menggedor pintu kamar yang di maksud ummi,dia sangat ingat kamar yang di lantai 3 bertulis kan Jannah 5.


Pintu kamar yang bercat pinky itu belum ada yang buka. Setelah sekitar 2 menitan baru lah ada yang buka.


" Mbak Kiki? OMAGA OMAGA gaysss mbak Kiki" teriak heboh bunga.


Semuanya berhamburan keluar mereka amat sangat senang doa mereka terkabul.


" Gak nyangka gue doa kalian mujarab bener" mereka berempat tertawa bersama.


" Ayok mbak masuk" intan menarik sakinah ke kamar.


" Gileee kamar apa kandang ayam, berserakan gitu pakaiannya" marah sakinah.


" Hehehe biasalah mbak anak muda" jawab Nurul dengan kekehan tak enaknya.


"Ya udah ayok sebelum party kita kemas kemas dulu"


" Asal kalian tau ya gue ini suka kerapian" ucap sakinah sedikit berbisik.


" Siapp" mereka bertiga hormat patuh.


Mereka berempat Kini tengah bersih bersih kamar ah ya tapi sebelum itu mereka ini sudah mandi jadi bisa langsung pergi ke masjid jika adzan sudah berkumandang.


" Akhhh akhirnya..."


Mereka berempat sangat kelelahan, sampai jatuh terbaring bersama.


"Allahuakbar Allahuakbar" adzan ashar sudah berkumandang dengan merdunya.


Kini ke empat gadis itu sudah duduk manis di masjid. Bunga, intan dan Nurul sedang melaksanakan dzikir sedang sakinah tengah bersandar di dinding masjid.


Tiba tiba saja Ririn ada di samping nya " assalamualaikum Kiki" sapa Ririn lembut.


"Astaga" sakinah kaget bukanmain kenapa Ririn harus muncul.


" Eh Ririn, apa kabar" tanya sakinah canggung.


" Baik kok, kamu gimana udah lama gak liat" kata Ririn seraya ingin memegang tangan sakinah, dengan cepat langsung di jauhi sakinah.


Suasana jadi canggung sekali karena itu.


" Eee....anu itu apa ya... Oh ya, itu temen gue di sana, gue duluan ya" sakinah langsung bangkit dan tanpa sadar dia malah sudah duduk di samping ustadzah Syifa.


Ustadzah Syifa melirik sakinah sinis " tcih"


" Astagfirullah, kejutan apalagi ini" sakinah heran tadi Ririn sekarang Syifa.

__ADS_1


Dan Alhamdulillah nya langsung Iqamah sakinah jadi tak perlu pusing mau berdebat, tapi yang jadi masalah dia bersebelahan dengan Syifa.


Mereka berempat Kini tengah asik berpesta menyambut kedatangan Sakinah dengan minum soda dan makan ciki cikian.


" Alhamdulillah ya mbak kita jadi teman kamar aaaa senangnya" bunga dari tadi sudah nemplok dengan sakinah tak mau lepas barang sedikit pun.


" Ini juga berkat doa manjur kalian, hahaha"


" Mbak ganteng deh kalau gak pakai hijab" Nurul sedari tadi memandang sakinah terus dia kagum dengan wajah tampan sakinah.


" Oh ya?"


" Iya benar kalau mbak Lanang udah aku khitbah" semuanya tertawa ngakak


" Mbak Kiki itu tato ya?" Tanya intan penasaran yang lain juga jadi ikut penasaran.


" Iya kenapa mau coba" ketiga nya menggeleng cepat.


"Gak mau,dosa mbak" tolak intan


"Ho'oh dosa, mbak gak mau ilangin ntar sholat nya gak di terima" bunga ikut menimpali.


" Hadis dari mana bunga itu hoax, sholat nya masih di terima kok, yang penting dia sudah berusaha menghilangkannya dan bersuci" jelas intan bijak, intan memang paling alim di antara yang lain.


"Aku gak tau soalnya denger denger aja hehehe"


" Berarti boleh dong bertato,gue mau tambah aja ah" ucap sakinah senang


" Mbak!! Gak boleh,memang Allah tidak melarang hambanya yang bertato untuk sholat karena Allah tahu hambanya ingin bertaubat tapi Tato itu tetap haram,ini berkenaan dengan merubah bentuk ciptaan Allah SWT, melakukannya dengan melukai diri, hingga tato juga mengandung najis yakni darah yang menggumpal jadi tidak boleh mbak" jelas intan panjang


" Jadi gue harus hapus tatonya? Biar gak najis" tanya sakinah lagi.


"Tato tidak di wajibkan di hapus kalau itu menyakiti mbak Kiki seperti melukai kulit dan menyakiti nya demi menghapus tato itu ,jika proses penghapusan tato tidak memberatkan mbak Kiki, maka wajib hukumnya menghapus tato"


" Nah ada 5 syarat mbak Kiki harus wajib hapus tato ,yaitu pertama waktu mbak Kiki pasang mbak tahu hukumnya kalau tidak tahu maka tidak wajib untuk di hapus, yang kedua mbak Kiki masangnya pas udah baligh, yang ketiga, tato belum tertanam di kulit,ke empat alasan memasang tato yang tidak bermanfaat dan terakhir proses penghapusan tidak memberatkan mbak"


Semua yang ada di ruangan itu kagum dengan pengetahuan intan yang luar biasa.


" Wah intan kamu kok bijak banget sih bangga deh" bunga terlihat sangat bangga.


" Ohh gitu, waktu gue pasang sih kek nya gak memenuhi lima syarat itu jadi boleh lah ya tetep nempel di sini" intan mengangguk iya.


" Tapi kalau tidak menyakiti hapus dong mbak" pinta Nurul.


"Kan katanya gak wajib wleee" Sakinah senang bisa membuat ketiga curutnya kesal.


Mereka masih mengobrol santai sambil rebahan,semuanya terlihat bahagia sampai pada akhirnya mereka terlelap karena kecapean.


Jam sekarang menunjukkan pukul 9 malam tapi sakinah belum bisa tidur karena biasanya kan dia tidur dengan Adam.


" Adam gimana kabar Lo" lirihnya pelan


" Pengen bakso anjay" Sakinah bangkit, dia tiba tiba kepengen bakso.


Sakinah sudah sampai gerbang tapi pak satpam malah melarang nya keluar dengan alasan sudah malam.


" Gak bisa mas Kiki, walaupun sampeyan seperti laki laki jiwanya masih perempuan toh? Nanti di kejar hantu loh" sang satpam mencoba menakuti sakinah tapi dia bukan lah tipe orang yang takut hantu.


"Pak gue laper kepengen bakso entar ngiler Ampe pagi"


" Boleh ya? Ya ya ya" mohon nya.


" Tidak boleh, apalagi mas Kiki ini ndak pakai jilbab nanti di kerjain sama geng motor"


Sakinah harus memikirkan cara lain untuk kabur membeli semangkuk bakso.


Sakinah sudah dapat ide " ya udah deh met malam"


Sakinah langsung bersembunyi di semak semak di tanganny sudah terdapat sebuah batu besar di lemparnya batu itu ke mobil milik Ryan yang masih terparkir tak jauh dari gerbang.


Mobil Ryan berbunyi pak satpam langsung saja pergi untuk cek " kesempatan emas hihihi"


Akhirnya sakinah sekarang sudah berada di luar gerbang dia langsung jalan kaki untuk ke depan mencari bakso.


" Kalau gak salah bakso nya ada jual dekat rumah sakit deh" di perjalanan sakinah malah bertemu Naila yang tampak kelelahan.


"Nailaaaaa" panggil sakinah sedikit berteriak


" Kiki ngapain lo di sini malam malam jalan kaki, buset di usir lu sama Adam" sakinah memutar bola matanya malas.


" Gue kepingin bakso, yok temenin makan gue traktir" Naila sih mau mau saja


Kedua insan muda itu sudah duduk di warung bakso kaki lima pinggir jalan.


" Mang bakso nya 2 mangkok es nya teh es satu sama jeruk nipis satu garemnya banyakin dikit" Naila kagum dengan ingatan sakinah ternyata masih ingat apa yang dia suka.


" Apa Lo senyum senyum"


" Gak, ternyata masih inget"


" Kenapa pulang jam segini? Tadi si Ririn awal kek nya" tanya sakinah


" Iya lah orang gue ambil lembur"


" Why besti,butuh duit kah? Berapa gue ada kalau Lo butuh"


" Mau pamer Lo? Gue cuman suka aja kerja sampai malam kalau di rumah pun apa buat" benar juga pikir sakinah.


Mereka makan dengan nikmat tapi tiba tiba saja segerombolan anak anak muda bermotor gede datang gebor gebor kenalpot.


" WOIII ANJING DIEM!!!" bentak sakinah ke arah para geng motor itu, ada sekitar 20 orang geng motor di sana.


" Udah neng ndak usah di Laden mereka bahaya" mamang bakso berusaha memberi tahu sakinah agar tak usah macam macam.


Bahkan mamang bakso sudah ingin tutup padahal masih awal.


" Wahh sok jago nih laki cungkring,modal ganteng udah bisa ajak kencan cewe bohay boleh dong bagi tips" ucap salah satu dari mereka melirik genit ke Naila.


"Yang pasti nya harus ganteng boss" mereka tertawa bersama.


" Kalah ganteng bilang bang,gak usah ngehina" Naila membalas sinis.


" Alah modal ganteng tapi jalan kaki percuma neng mending sini naik motor Abang" Naila bergedik ngeri.


"Jangan jual mahal dong" Alex yang di ketahui ketua geng motor itu mulai mendekati naila.


" Jangan deket Deket Lo anj-" sakinah melempar kursi plastik ke arah Alex anak buahnya akan membalas namun di tahan Alex


Sedang yang punya sudah ngacir entah kemana mungkin mamang bakso itu takut.


" Lo perempuan?" Alex meneliti tubuh sakinah seperti nya orang di depannya ini adalah perempuan.


" Mata Lo katarak Lex udah jelas jelas dia lakik" ucap salah satu anak buahnya.


" Gue gak tanya Lo asepp" kesal Alex


" Emang kenapa kalah saing Lo sama gue" sakinah sudah seperti menantang Alex.


" Lo itu perempuan jangan macem macem nanti di mainin gue nangis Lo" bisik Alex mencekram kuat bahu sakinah.


" Jauhin besti gue" bentak Naila.


Alex beralih menatap Naila, di lihat dari bodynya yang tercetak jelas itu dia jadi ingin memainkannya sebentar.


" Sttssss gue jadi pengen remes bokong Lo itu keknya kenyal enak kalau di genjot" ucap Alex tak tau malu.


" Hahahaha" anak buahnya jadi tertawa renyah melihat Alex menggoda Naila.


" Bangsat Lo" Naila langsung menutupi bokongnya dengan tangan miliknya.


" Gak usah di tutup gue kan udah liat tapi bentuknya,belum hd nya hahaha" Sakinah Langsung menampar Alex tanpa aba aba.


" Plakkk" suara tamparan itu begitu nyaring.


" Plakkkk" dan tamparan yang kedua dari sakinah tak kalah keras


" Lo sentuh Naila, lawan gue dulu bajingan!!!!!, anak baru kemarin sore udah sok Sok an mau genjot anak orang duit hasil keringat orang tua bangga Lo?" Sakinah begitu murka melihat seseorang Berani melecehkan sahabat nya.


Perkelahian antara sakinah dan Alex tak terbantahkan, mereka saling adu jotos bisa di lihat seperti nya sakinah akan menang


" Bughh" sebuah pukulan tepat mengenai wajah Alex, anak buahnya tak tinggal diam mereka menghentikan aksi sakinah.


" Ikat cewe jadi jadian itu" perintah Alex yang masih menahan sakit.


" Kikiiiiiiiii" Naila hanya bisa terisak melihat sakinah di seret segerombolan pria.


Sakinah di ikat di pohon dekat dengan mereka " alah kalah tinju panggil anak buah Cemen, by one dek" ejek sakinah.


" Diem Lo!!! Sekarang Lo liat gimana gue lecehin sahabat tersayang lo itu di depan mata kepala Lo" Alex bangkit dan mendekat ke arah Naila.


Kedua tangan Naila sudah di tahan anak buah nya " jangan sentuh Naila anak ANJ-!!!"


" hikss...Kiki" Naila tak berkutik kala Alex akan menyentuh bagian intim nya karena memang tangannya di tahan anak buahnya.


Belum sempat menyentuh nya tendangan keras melayang dari arah belakang Alex, pemuda itu jatuh tersungkur.


" RYANNNN?"

__ADS_1


__ADS_2