
Di tepi danau itu sakinah masih saja memikirkan ibunya dan sang adik laki laki yang sudah masuk sekolah menengah.
Sakinah di tinggal sang ayah sejak usianya 7 tahun sang ayah meninggal karena mempunyai penyakit diabetes akut. Sejak itu sang ibu menjadi janda dan bekerja terus menerus untuk membiayai hidup mereka, sang ibu tak ingin menikah lagi sejak ayahnya meninggal. Sakinah sudah bisa bekerja membantu sang ibu saat usianya 14 tahun dengan bekerja sebagai tukang cuci piring di rumah makan dari situ lah di mulainya penampilan menyimpang sakinah. Semakin bertambah usianya semakin besar juga pekerjaan nya,sakinah pernah bekerja di tempat makanan yang non halal sebagai waitres.
Jika diingat membuat Sakinah sedih dia menjadi seperti ini demi ibu dan adiknya supaya dia menjadi wanita yang kuat. Bukan berarti dia seperti ini dan melupakan derajat nya sebagai seorang wanita.
" Ya Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang tolong uninstall kemiskinan ku" doanya sambil menatap air danau yang tenang.
" Hehehe gimana mau di kabulin orang solat aja setaun sekali, maap ya Allah bukannya berpaling dari Engkau hanya saja diri ini malu hanya untuk sekedar sujud" katanya sambil menitikkan air mata. Tak berselang lama seorang laki laki menyahuti perkataan nya.
" Jangan malu hanya untuk sekedar solat. Solat lah walaupun dirimu tak baik, bukan hari ini tapi suatu saat nanti doamu akan di di jabah, Allah maha memaafkan hambanya" laki laki yang bicara itu ternyata adalah Adam, siapa sangka ia akan bicara seperti itu kepada sakinah.
Sakinah yang mendengar seseorang menyahuti perkataan nya lantas menoleh dan melihat wajah sang pemilik suara betapa kaget nya dia ternyata itu adalah Adam, orang yang beberapa hari ini terlihat menjauhinya.
"Lu? Kok bisa Disni anjirr" kaget sakinah sesaat setelah sadar di samping nya ada adam walaupun dengan duduk yang berjarak.
"Kenapa? Saya tidak boleh kah duduk Disni, ini kan umum" tanya adam balik.
"Siapa yang larang lu duduk sini cuman gua kaget aja tiba tiba ada lu" jelasnya pada Adam.
Hening. itu lah yang terjadi saat ini di danau yang mereka duduki terlihat lebih sepi karena memang jarang orang datang ke sini.
"Agus lu naik sepeda ya kesini" sakinah Melihat ada sebuah sepeda di samping pohon.
" Iya saya olahraga keliling pesantren pakai sepeda sama adik saya Ryan"
"Oh ya saya mau tanya kenapa kamu panggil saya Agus?" dirinya bingung jika sakinah memanggilnya seperti itu.
" Nama lu kan Agus orang orang manggil lu Gus gue kira nama lu Agus emang bukan ya?" Adam langsung tertawa bagaimana bisa Sakinah berfikir seperti itu.
" Pukkk" Adam memukul kepala sakinah dengan kopiah yang dia pakai.
" Astagfirullah sakinah Gus itu panggilan buat seorang anak kiyai atau pemilik pesantren masa kamu tidak tahu" mulut Sakinah membentuk huruf O tanda mengerti.
" Kalau perempuan?" Tanyanya
" Kalau perempuan Ning"
__ADS_1
" Berarti sama kaya Fatimah gue harus panggil dia Ning ya?"
" Ga juga itu tidak wajib sebenarnya hanya saja biar lebih sopan tapi ada orang yang memang melarang seseorang memanggil nya dengan seperti itu kalau saya sih seenaknya mereka panggil" Adam memang tidak mengharuskan orang memanggilnya dengan Gus tapi orang itu sendiri yang mau.
" Mas adam astagfirullah kemana aja aku cariin ternyata disini,untung aku ga pulang duluan mas" Ryan memberikan kantong kresek berisikan makanan dan minuman botol yang di pesan Gus Adam tadi.
" Makasih yan" Ryan melihat ada sakinah di samping mas nya Ryan jadi curiga ada apa dengan mereka
" Ape lu Mandang gue Begitu ganteng kagak belaguk iya. Berani berani nya ya Lo nolak sahabat gue seneng lu udah setress dia" bukannya menjawab dia malah mengajak Adam untuk pulang.
Adam tertawa terbahak bahak kenapa sakinah tidak pernah akur dengan adiknya melihat sakinah memarahi sang adik selalu membuat dirinya tertawa.
Seketika sakinah terhipnotis dengan wajah Adam yang begitu tampan saat dia tertawa hatinya jadi sejuk entah kenapa tawanya menjadi candu.
" Saya ingin pulang Ryan sudah ajak pulang dari tadi kamu pulang naik apa?" Tanya adam memecah lamunan sakinah.
" Eh astaga kaget aku tuh Adam,ga usah dam gue jalan kaki aja" ucapnya spontan.
" Saya hanya tanya kamu naik apa pulang ke kosan bukan ingin menawarkan tumpangan" savage nah ini nih malu nya sampai ke tulang sum sum ampun dah si sakinah sampai merah mukanya nahan malu.
Adam yang melihat kelakuan sakinah hanya terkekeh dan langsung mengalihkan pandangannya ke bawah seperti biasa.
" Ni orang aneh banget kalau liat gue pasti tuh pala nunduk Mulu dari pertama ngobrol Ampe selesai ga mau liat muka gue,apa jelek banget ya ni muka? huhuhu mau nangis banget kalau iya" sakinah membatin sambil memikirkan nasib wajah nya kalau iya emang Karena mukanya jelek adam nunduk terus.
"Ya sudah saya pamit, solat ya Ki masuk surga ga bisa nyogok assalamualaikum" Adam dan Ryan berlalu dari sana menggunakan sepeda mereka.
" Kurang ajar si Adam, tapi bener sih" tidak ada salahnya Adam berkata seperti itu.
"Allahuakbar"
Tiba tiba saja ada yang mendorong sakinah dari arah belakang karena tak bisa menjaga keseimbangan sakinah terjatuh ke dalam danau yang katanya dalam itu.
Sakinah berusaha bergerak ke tepian ia meraihnya namun tangannya di injak dengan kuat oleh orang yang memakai topeng seperti nya laki laki.
" Aaaaaaaaaaaa" teriak sakinah kesakitan saat tangganya di injak terus menerus sampai berdarah. Sakinah yang tak mampu menahan tangannya tenggelam ke danau itu karen memang sakinah tak pandai berenang.
Saat di perjalanan batin Adam merasa tak enak dia berhenti,sang adik bingung kenapa kakaknya diam saja tidak lanjut.
__ADS_1
" Ryan ayo balik ke danau tadi" teriak Adam tiba tiba.
Adam melajukan sepedanya sangat kencang sehingga Adam terjatuh dan kakinya berdarah namun dirinya tetap berdiri meninggalkan sepeda nya begitu saja. Dia berlari sangat kencang sampai tiba di sana Adam melihat air danau yang tidak tenang seolah olah baru saja ada orang yang tercebur ke dalam nya.
" Sakinahhhhh!!"
Tiba tiba saja Adam menangis dan meneriaki nama sakinah dia melihat di tepi danau ada bekas seperti sesuatu telah di injak injak.
Ryan memanggil Naila dan Ririn yang kebetulan lewat,Ryan menyuruh Naila dan ririn memanggil Abah dan umminya semua orang berkumpul Abi, ummi dan Fatimah berkumpul begitu juga dengan Naila dan Ririn. Mereka semua kaget mendengar cerita Ryan.
Adam tak ambil pusing dia langsung lompat ke dalam danau itu bersamaan dengan itu ryan datang bersama keluarga nya juga naila dan Ririn. Mereka terkejut melihat Adam lompat ke dalam danau
" Adamm keluar nak ini ummi kenapa kamu melompat ke danau adamm hiksss" ummi nya hampir pingsan karena tak kuasa mendengar sang anak melompat ke danau untung saja Naila sigap memeluk ummi.
"Ryannn!!!" ummi semakin di buat sesak karena sang anak juga ikut melompat ke danau guna mencari sang kakak.
" Mas adamm" Ryan berteriak di tengah danau, Ryan melihat sang kakak tiba tiba saja timbul di dekatnya dengan menggendong seseorang yang di yakini sakinah.
Dengan tergopoh-gopoh Adam berenang ke tepian danau dan langsung menggendong sakinah ke pelukannya semua orang kaget ada sakinah di pelukan Gus Adam.
" Sakinah bangun ini saya Adam ya Allah" Adam semakin mengeratkan pelukannya.
Naila dan ririn baru menyadari ternyata itu adalah sakinah mereka berdua berhamburan memeluk sakinah.
" Kiki ya Allah bangun Ki kenapa lu jadi begini Ki" Naila dan ririn bertangisan dengan tersedu sedu.
"Sakinah ini ummi nak bangun sayang ada Abah juga hikss..." Ummi memeluk tubuh basah dingin itu dengan erat.
" Nak cepat bawa sakinah ke rumah sakit" perintah Abah.
Adam yang tak tinggal diam langsung menggendong sakinah dia berlari ke ndalem tak ada orang yang tau masalah ini karena memang semua santri sedang melaksanakan kegiatan mengaji di dalam masjid.
" Ryan cepat ambil kunci mobil bawa sakinah ke rumah sakit" Ryan dengan gerak cepat mengeluarkan mobil dari garasi.
" Abah sama ummi di rumah dulu aja biar kami yang urus ada Naila dan ririn juga di rumah sakit kalau Abah sama ummi ikut siapa yang jaga pesantren" Ryan mencoba memberi pengertian untung saja Abah dan ummi menurut.
" Cepat ryann!!! Allahu sakinah jangan seperti ini saya tidak tahan melihat kamu seperti ini" pecah sudah tangis Adam sepanjang perjalanan ke rumah sakit dia terus memeluk tubuh sakinah mencoba memberi kehangatan pada tubuh sakinah.
__ADS_1