Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Kandungan nya di gugurkan


__ADS_3

" Hallo sakinah, bagaimana? Apa kamu jadi menggugurkan kandungan mu hari ini?"


Pernyataan dari dokter Ali membuat Adam syok,apa maksud dari nya,apa yang di gugurkan.


"Saya sudah siapkan semuanya hari ini,kamu bisa datang ke RS setelah pulang kerja untuk melaksanakan operasi mu" 


" APA MAKSUDMU!!!" Adam tiba tiba tersulut emosi kala dokter Ali membicarakan tentang operasi.


Gavin yang berdiri di belakang Adam langsung menenangkan nya" tuan tenang lah"


" Siapa ini,dimana sakinah?" 


"Saya suaminya, cepat katakan apa yang kau maksud dengan menggugurkan kandungan dan operasi hari ini!"


" Jika kau mematikan telpon ini aku akan menyuruh anak buahku memotong tangan mu!" Ancam adam.


"Ini adalah privasi pasien pak, maaf saya tidak bisa beri tahu" 


" Kau kira ancaman ku main main hah?, Tunggu sampai 5 menit lagi anak buahku akan sampai di RS tempat kau bekerja"


" Gavin suruh 5 orang anak buahku yang ada di kantor untuk ke RS pria ini dan potong tangan nya!!!"


" Baik tuan"


Mendengar hal itu membuat dokter Ali agak takut " ba.. ba.. baiklah pak saya akan beri tahu" 


" Istri anda sedang mengandung,usia kandungan nya sudah 2 bulan lebih,dia berencana untuk menggugurkan kandungan nya kemarin tapi karena dia lembur jadi di undur hari ini " dokter Ali menjelaskan nya dengan jujur.


" Mengandung?!" Adam meneteskan air matanya,dia tak tau harus bereaksi seperti apa.


Dia bingung,dia harus bahagia, sedih atau marah mendengar kabar ini.


Telfon di matikan secara sepihak oleh Adam,tatapanya jadi kosong dia teringat kejadian dimana sakinah mengatakan dirinya sakit magh,apa itu...


" Dia berbohong?" Adam tak percaya sakinah membohongi nya seperti ini


Dia berencana menggugurkan kandungan nya,dia sangat kejam.


" Pantas saja dia menolak untuk di bawa ke rumah sakit,dasar pembohong!"


" Gavin"


" Iya tuan"


" Kirim 5 orang untuk ke RS pria itu,dan sampai kan pesan ku padanya" perintanya ke Gavin


" Takkan ku biarkan dia membunuhnya..." Lirih Adam mengepalkan tangan nya menahan emosi.


Dengan jalan yang agak pincang sakinah pergi untuk bagi bagi nasi, setelah selesai dia kembali ke pos.


" Tuan saya sudah selesai" sakinah langsung terduduk letih, pinggang nya sakit sekali hari ini.


Adam menatap sakinah lama,bukan tatapan cinta tapi kebencian yang terpancar dan Sakinah dapat merasakan kebencian itu.


" Apalagi salah saya tuan" sakinah sudah pasrah jika harus di bentak bentak lagi.


"Tidak ada, istirahat lah"


" Benarkah? Alhamdulillah akhirnya...."


Sakinah dengan senang hati bersandar di dinding, mengistirahatkan tubuh nya.


"Tuan belum makan?" Sakinah bertanya sebab nasi bungkus nya belum di buka sama sekali.


"Kemari lah"


Sakinah mendekat ke Adam dan berdiri di dekat nya,Gavin yang mengerti langsung bangkit dan menyuruh sakinah untuk duduk di kursi nya.


"Ini makan lah,kau tak kebagian nasi bungkus iya kan?" Sakinah mengangguk benar.


" Hemm makan lah,saya sudah kenyang" setelah nya Adam bangkit,dia akan pergi untuk sholat.


Kebetulan hujan sudah reda,Adam akan sholat di pos saja,lagi pula sakinah membawa perlengkapan sholat nya di tas.


Sakinah melihat pria itu sholat dengan khusyuk,di akhir sujud nya dia lama sekali saat sujud Kala itu,entah apa yang di doakan nya sehingga dia begitu lama bersujud.


" Lama banget Sujudnya, apa dia mati?" Tanya nya ke Gavin.


" Jaga ucapanmu,kau ingin jadi janda?"


Sakinah menyengir tak berdosa" yaela gak gitu juga konsepnya,kan takut aja kenapa kenapa,saya khawatir bukan doain dia mati"


Adam menyelesaikan sholat nya,tampak mata dan hidung nya memerah,apa dia habis menangis? Pikir sakinah.


" Tuan kenapa? Tuan sakit ya, kenapa Mata sama hidungnya merah?" Sakinah memang definisi otak udang.


" Selesai kan saja makanmu kinah,kita akan pulang setelah ini"


" Sudah selesai dari tadi tuan,anda saja yang sholat nya lama"


Adam melihat pakaian yang di kenakan Sakinah tampak basah,karena itu lekuk tubuh nya tercetak jelas.


" Kebiasaan dirimu,lihatlah lekuk tubuh mu tercetak jelas,apa kau tak malu dilihat orang,ada Gavin di sini dia bukan mahram mu" sakinah melihat pakaian nya memang benar, pakaian nya agak tipis jadi tembus pandang.


Gavin langsung mengalihkan pandangan nya tak enak, sebenarnya sedari tadi dia tak tau tapi karena tuannya memberi tahu dia jadi tak ingin melihat ke sakinah demi menghormati adam.


" Gue kira di kota kagak bakalan ceramah lagi, ternyata jiwa ustadz nya masih melekat abadi" monolog nya dalam hati.


"Biarin aja lagian udah mau pulang"


" Cari sesuatu untuk menutup tubuhmu Sekarang!"


Sakinah langsung mengambil selimut yang ada di dalam tas dan menyelimuti dirinya sendiri.


" Sudah"


" Ayo Gavin" Adam pergi dari sana di ikuti dengan Gavin dan para bodyguard nya.


" Woii tunggu!!" Lagi lagi sakinah selalu di tinggal.


Di dalam mobil,tak ada yang bersuara semua sibuk dengan pikirannya masing masing. Sampai suara Gavin memecah lamunan.


"Tuan,klien kita meminta meeting sekarang di salah satu cafe dekat kantor katanya" adam mengangguk setuju.


Adam termenung memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu saat dia menyuruh sakinah Melakukan pekerjaan yang berat dan berisiko untuk bayi yang ada di kandungan nya,dan hari ini bahkan dia hujan hujanan,dan melakukan pekerjaan yang terlalu melelahkan.


Adam merasa bersalah,dia marah ke pada Sakinah malah bayi yang di kandungnya kena imbas.


" Sakinah keterlaluan.." lirihnya geram sembari melirik sakinah.


" Seandainya telpon tadi tidak saya angkat mungkin sampai sekarang saya tidak akan tahu dia hamil,dan saya akan terus melakukan dosa karena nya"


" Sampai anak itu lahir,saya akan memberikan dia keringanan"gumam Adam yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.


Sebenarnya rencana Adam adalah ingin membalas pengkhianatan sakinah dahulu, dia ingin memberikan hukuman untuk sakinah agar die jera dan tidak akan pernah mempermainkan nya lagi.

__ADS_1


Dia berencana membuat sakinah tunduk di kakinya,dia berjanji akan membuat sakinah memohon di kakinya meminta ampun,tapi seperti nya akan gagal karena kabar mengejutkan ini.


Dia jadi teringat kala sakinah memegang perut nya kesakitan,dia sangat yakin itu bukan karena magh tapi itu efek dia kecapekan ditambah saat itu dia mengangkat beban yang berat sudah di pastikan berdampak besar ke janin.


" Astagfirullah" Adam beristighfar kala mengingat nya, seandainya dia tau, calon anaknya tidak akan kesakitan seperti itu.


" Kenapa tuan?" Sakinah kaget mendengar Adam beristighfar tiba tiba.


" Pasti dia kesakitan di sana" Adam memegang dadanya sakit hati sembari melirik perut sakinah yang rata.


" Maksud nya?" Sakinah benar benar bingung


"Diam lah saya ingin tidur" adam kembali memejamkan matanya,tak ingin melihat sakinah,jika di lihat akan semakin membuat dia sakit hati.


Setelah 2 jam perjalanan,mobil berhenti di area cafe mewah.


" Tuan, pakaian saya udah agak kering, selimut nya enggak usah di bawa ya malu,nanti di Katai norak"


Adam tak menjawab dia langsung masuk meninggalkan sakinah.


" Sekretaris Gavin,tuan Adam lagi sariawan ya?"


"Jaga bicaramu,kau lupa ya,kau harus menjadi seperti bayangan tuan Adam yang selalu ada di belakang nya mengikuti nya terus, kenapa kau tidak ikuti dia malah mengobrol dengan ku"


" Dan satu lagi klien kita yang ini sangat penting,jaga lisan dan tingkah mu, mengerti?"


Sakinah mengangguk tanda mengerti,dia langsung berlari mengejar adam.


" Sampai sekarang aku masih tidak percaya tuan Adam pernah menikah dengan wanita aneh itu" gumam Gavin heran.


Di dalam Adam sudah duduk,dengan 2 orang asing seperti nya klien Adam.


Sakinah berdiri di samping Adam " siapa dia?" Tanya istri dari sang klien.


"Saya asisten pribadi tuan Adam nyonya" jawab Sakinah sopan.


" Kamu seorang pria atau wanita?"


" Banci" jawab asal sakinah


" Ekhem" dehem Adam


" Maksud nya saya perempuan nyonya"


Sakinah malas jika harus meladeni pertanyaan dari nenek nenek tua sok cantik.


" Dasar nenek nenek banyak tanya" maki sakinah dalam hatinya.


" Selamat siang tuan Ardon" sapa Gavin yang baru datang


Mereka melanjutkan pembahasan tentang meeting hari ini. Karena agak lama sakinah sedikit bosan,kakinya sudah sakit karena tidak duduk.


Adam yang peka langsung menarik kursi untuk sakinah duduk di samping nya.


Dengan lirikan mata Adam memberikan kode untuk sakinah duduk, Sakinah Langsung senang akhirnya dia duduk.


Karena jarak sakinah dan Adam duduk itu sangat dekat dan hampir mepet,saat hanyut dalam pembicaraan tentang bisnis tanpa sengaja Adam memainkan jari jari tangan sakinah.


Sakinah juga tidak sadar bahwa tangan nya di mainkan Adam karena sedari tadi dia menatap jejeran cake coklat yang ada di etalase cafe.


Adam mengelus dan sesekali memainkan jari jari kuku sakinah,Gavin yang sadar akan hal itu langsung menegur tuannya,dengan lirikan mata ke arah tangan.


Adam Melihat tangan nya" astagfirullahadzim"


Adam melepas tautan tangan mereka cepat,dia sangat malu apa tuan Ardon melihatnya.


Saking asiknya menatap jejeran cake, sakinah sampai tak sadar jika meeting nya sudah selesai.


Adam melihat arah pandang sakinah " cake?"


Sakinah menatap cake itu sambil mengelus perut nya, apa sakinah ngidam pikir Adam.


" Kinah" panggil Adam


" Eh Udah selesai ya,kok saya enggak tau,mana tuh nenek sok cantik tadi"


" Nyonya Ardon" koreksi Gavin


Adam pergi ke tempat kasir, untuk bayar tagihan, sebenarnya bisa saja dia suruh Gavin tapi dia sengaja memancing sakinah saja.


" Ikuti tuan"


" Dia kan cuman bayar tagihan"


" Kau ini membantah terus" dengan langkah malas sakinah mengikuti Adam.


Di etalase banyak sekali cake yang lucu lucu,Matanya berbinar kala melihat nya secara dekat,tapi matanya tak teralihkan dari cake coklat.


Adam mengerti dari tatapan sakinah dia ingin cake rasa apa.


" Mas tolong bungkuskan cake yang coklat itu"


" Buat siapa? " Tanya sakinah


" Buat saya lah masa buat kamu" Sakinah manggut manggut saja.


Eh tapi tunggu" kamu?"


Adam merutuki dirinya,kenapa hari ini dia tak bisa mengendalikan dirinya.


Dia diam saja tak menjawab.


Akhirnya mereka sampai ke kantor dengan selamat.


Adam membuka cake yang tadi dia beli,dia memotong nya sedikit lalu mencicipinya nya di depan sakinah.


" Emm,tidak enak,kenapa rasanya kecut kaya gini,di liat cantik pas di coba tidak enak" ucapnya seolah benar benar tak menyukai kue di depan nya.


" Gavin buang kue ini" perintah nya ke Gavin


Sakinah yang melihat nya langsung menahan tangan Gavin "tuan jangan di buang,buat saya aja ya, mubazir loh nanti Allah marah"


" Hemm makan lah" Sakinah langsung kegirangan bukan main.


Dia langsung memakannya di depan adam saat itu juga,saat tengah makan cake telpon Adam berdering,pria itu menjauh untuk mengangkat nya sedangkan Gavin kembali ke ruangan nya untuk mengurus berkas penting.


"Pastikan dia tidak tahu segalanya"


"......"


" Baiklah"


Adam kembali setelah mematikan telephon nya, ternyata sakinah masih makan.


" Makasih Ama bapak lu,dia yg beli tuh hemm" kata sakinah mengelus perut nya dengan suara berbisik namun masih bisa didengar Adam.

__ADS_1


Adam tersenyum samar mendengar nya.


" Ekhemm" dehem Adam agak keras.


" Eh tuan" kaget sakinah,dia berharap Adam tak mendengar perkataan nya tadi.


"Buatkan saya kopi"


" Okeyy" Sakinah berusaha bangkit,karena kakinya ternyata masih sakit.


Adam yang melihat nya jadi tak tega" tidak jadi"


" Kenapa?"


"Kau kemasi saja mejaku,saya ingin pergi sebentar"


Setelah nya Adam pergi ke luar, di ruangan tinggal sakinah sendiri.


Wanita itu mulai mengemasi barang barang yang berserakan di meja kerja Adam,mulai dari laptop nya dan berkas berkas.


Tak berselang lama ada yang mengetuk pintu ruangan.


" Siapa?"


" Ini gue Naila" mendengar suara Naila, cepat cepat sakinah membukanya.


"Ngapain lo ke sini Maemunah" kesal sakinah


"Gue di suruh bawain Lo obat buat kaki Lo itu"


" Di suruh siapa?"


" Tuan Adam samudera Akbar"


Sakinah sedikit berpikir,tumben sekali ustadz gila itu perhatian dengan nya.


" Tumben" Naila mengedikkan bahunya tak tau


Naila masuk dan duduk di sofa,dia melihat ada sisa cake di meja.


" Punya siapa tuh,boleh dong coba dikit" pinta Naila


" Ambil,punya Adam sebenarnya tapi di kasih ke gue karena dia gak suka Katanya" Naila manggut manggut saja.


Tapi sebelum itu Naila akan mengobati kaki sakinah dahulu,baru akan makan kue.


Selesai mengobati sakinah,mereka berbincang bincang sebentar sambil makan kue gratis sebelum kembali bekerja.


"Udah sana pergi Lo,nanti si Adam Dateng ngamuk dia" usir sakinah


Naila menurut, lagipula dia harus cepat pergi tak enak jika meninggalkan pekerjaan nya.


Jam sampai menunjukkan pukul set 4 sore tapi Adam belum kembali juga, sakinah sampai bosan,dia bolak balik untuk merapikan segalanya yang ada di ruangan itu,bahkan dia mentata ulang semuanya.


" Tadi katanya sebentar kok lama sih?"


Tak lama pintu terbuka,itu Adam dan juga peliharaan di belakang nya.


"Tuan akan pulang sekarang, cepat kemasi tas nya" Sakinah bergegas melaksanakan perintah Gavin.


" Ini tuan"


Adam menerimanya " pulang lah,lagi pula kau sudah tak ada kerjaan"


Mata sakinah berbinar kala mendengar kata 'pulang lah'


" Beneran?"


Tanpa menjawab pertanyaan bodoh sakinah,mereka pergi duluan.


" Yesss,gue bisa pulang awal" Sakinah cepat cepat mengemasi barang barang nya untuk pulang.


Dia akan menemui Naila dulu " nai,ini bawa kunci motor nya,gue udah pulang soalnya, katanya Lo lembur hari ini jadi gue pakai ojek aja pulang nya"


" Lah awal bener?"


" Udah gak ada kerjaan,si Adam udah pulang" Naila mengangguk mengerti.


Sakinah kini sedang menunggu ojek yang dia pesan melalui handphone.


Tujuannya saat ini bukan ke kosnya tapi ke rumah sakit.


" Hallo dokter Ali,gimana udah siapkan? Saya mau otw ke sana"


"Semuanya sudah saya persiapkan,kamu ke sini saja saya tunggu" 


Sakinah mematikan telephon nya" akhirnya nih beban ilang juga hari ini"


Sakinah Begitu bahagia hari ini dia sangat tak sabar.


Tepat pada pukul 4 sore sakinah tiba di RS tempat dia akan menggugurkan kandungan nya.


"Saya mau bertemu dokter Ali,saya ada janji dengan beliau" kata sakinah ke resepsionis RS.


Resepsionis itu mengantar sakinah keruangan Dokter Ali.


" Dokter Ali" sapa sakinah dengan senyum nya.


" Oh hai Ki,apa kabar?"


" Baik kok,lebih baik lagi kalau di cepetin proses nya" dokter Ali terkekeh rendah mendengar perkataan sakinah


" Ya sudah,ayo kita ke ruang operasi sekarang" dokter Ali menuntun Sakinah ke ruang operasi dengan menggunakan kursi roda agar sakinah tampak benar benar sakit.


Sebelum memulai, Sakinah mengganti pakaian nya terlebih dahulu dengan pakaian RS khusus.


Sakinah di baring kan di brankar yang di bantu para perawat,satu persatu dari mereka mulai bersiap siap untuk Operasi.


" See you anak Adam,gue sebagai emak lu doain semoga masuk surga" ucapnya di dalam hati sembari mengelus perut nya.


Lampu operasi mulai menyala,Dokter Ali sudah akan membius sakinah tapi


" Gebrak!!"


Pintu ruangan terbuka paksa, segerombolan pria tampak mengenakan seragam polisi,masuk tiba tiba.


" Ada apa ini pak?,kami akan melaksanakan operasi,mohon untuk tidak di ganggu" kata dokter Ali dengan wajah kagetnya.


Bukan hanya dokter Ali tapi sakinah dan semua orang yang ada di ruangan juga kaget dengan kedatangan polisi tiba tiba.


" Dokter ali dan nyonya sakinah kami tangkap atas dasar tindakan aborsi secara ilegal!!" Sakinah membulatkan matanya tak percaya, dengan pernyataan polisi.


" Tapi pak ini tidak ilegal,kalian salah info" ucap sakinah membela dirinya.


" Kami sudah punya semua buktinya, silahkan jelaskan di kantor"

__ADS_1


" Ayo bawa mereka berdua" perintah salah satu polisi


" Dok gimana ini?" Tanya desak sakinah ke dokter Ali.


__ADS_2