Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
kontrak 1 miliar


__ADS_3

Di bawah sinar matahari pagi yang sehat, gadis itu tengah berkutat dengan tanaman yang akan ia tanam di halaman belakang nya.


"Mau tanam bunga ini tapi mau nya di pot pasti cantik" ucapnya seraya memegangi setangkai bunga mawar berwarna biru agak gelap.


Sakinah menanam semua tanaman yang dia ambil dari pesantren juga tanaman yang dia pungut di tepi jalan.


Sedangkan di kantor, suaminya yaitu Adam tengah duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu waktu meeting.


Karena bosan menunggunya dia memutuskan untuk melihat istrinya dari layar laptop miliknya, kebetulan ia memasang cctv yang tersambung ke laptopnya.


" Dia kemana ya kok tidak ada di di kamar" Adam pikir istrinya akan tiduran di kamar seharian.


Dia mencari sang istri lewat cctv di seluruh rumah nya, dia jadi teringat sakinah pernah bilang ingin berkebun di pagi hari.


" Astagfirullah saya kira dia hilang ternyata lagi main tanah" katanya dengan kekehan rendahnya.


"Eh bunga, Lo liat ya mulai hari ini Lo gue adopsi dari pesantren, jangan banyak tingkah ya bunga" Adam terkekeh saat Melihat sang istri tampak bercengkrama dengan bunga.


"Yang Baek di sini, nanti gue cariin temen buat Lo ya, lagian bunga secantik Lo kok di buang depan pagar pesantren, tidak aestetik pula pas lo di tanah kemaren, apa ya kata orang bilang eee.. aaaa iya burik" sakinah terus saja mengomeli bunga mawar nya itu.


" Tuan meeting akan segera di mulai silahkan anda keruangan sekarang" ucap gavin memberitahu.


Adam jadi agak kesal karena tak bisa melihat Sakinah lagi di laptop.


" Baiklah saya menyusul" walaupun begitu Adam tetap pergi.


" Selamat pagi semua nya" sapa Adam pada klien barunya.


" Maap tuan Adam, CEO kami tidak bisa ikut meeting ini karena ada masalah penting jadi kami yang wakilkan" Adam mengerti lalu melanjutkan acara meeting nya.


Di lain tempat tepatnya di rumah Adam ada seseorang yang menekan bell rumahnya.


" Duh siapa lagi yang datang, pegel kaki gue dari tadi mondar mandir" sakinah pergi ke pintu utama untuk melihat siapa yang dari tadi membunyikan bell rumah nya.


"Gila kali ni orang nekan bell ga berhenti berhenti" ucapnya seraya membuka pintu, saat pintu rumah terbuka lebar alangkah terkejutnya dia saat itu.


" Lo?" Kaget sakinah


" Hallo Sakinah, kita berjumpa lagi ya setelah sekian lamanya" ucap orang itu yang di ketahui seorang pria seumuran Adam.


" Lo mau apa kesini anying, masuk ke kandang musuh Gilak kali Lo" makinya


"Saya hanya ingin ingatkan kamu tentang kontrak kerja 1 miliar" katanya dengan menekankan kata 1 miliar.


" Denger ya Mr Hengky terhormat, cepat angkat kaki dari rumah gue nanti laki gue Dateng mampus lu" peringat sakinah namun pria bernama Hengky itu hanya tersenyum sinis.


" Rumah mu? Ingat ya kamu itu hanya alat balas dendam saya jadi,jangan berlagak seperti seorang istri"


" Lagian kamu itu cocoknya sama hawa bukan Adam" kurang ajar si Hengky ingin sekali sakinah cekik lehernya.


" Lagian gue sadar diri bentar lagi juga angkat kaki, sementara ya jadi bini orang dasar tolol" Hengky hanya geleng-geleng kepala dengan cara bicara Sakinah.


Yang jadi pertanyaan nya adalah kenapa orang seperti Adam mau menikah dengan Gadis jadian jadian di depannya.

__ADS_1


"Lo aja baru kasih DP 20 juta jangan sok Sok an ya" sinis sakinah.


"Mana gue di suruh jadi santri lagi sama tuh lakik hadeh, ujian dapat 1 miliar susah amat" ucapnya memelas.


" Ya udah ini 2 juta biar semangat" melihat uang itu langsung saja di rampas oleh sakinah.


" Yee ga usah repot-repot gue ga minta ya" sok jual mahal tapi di ambil juga.


"Ini di potong gak sama duit 1 miliar?" Tanya nya.


" Tidak, itu saya SEDEKAH" kata Hengky dengan menekankan kata sedekah.


" Mantap bro, jadi duit gue sisa 980 juta kan" Hengky mengangguk iya.


" Eh tapi lu ada masalah apa sama si Adam sampai begitu nya"


" Tidak perlu tau itu masalah saya cukup kamu kerjakan saja tugasmu" jelasnya dengan tegas.


" Yaela ga asik Lo"


" Tapi..... ga lu bunuh kan si Adam?" Tanya Sakinah takut.


" Kenapa emang nya? Udah cinta sama Adam,ha? Ingat ya kamu itu harus buat Adam cinta mati sama kamu terus kamu tinggalkan, itu perjanjian nya" peringat Hengky.


" Saya bayar mahal untuk ini kalau kamu khianati saya siap siap adik kamu jadi sasaran saya" ancam nya lalu pergi meninggalkan perkarangan rumah Adam dan sakinah.


" Eh eh eh anak anjing kalau ngomong seperti dajjal" umpatnya kesal.


"No komen itu sih derita elo masa bodoh ga mau tau...."  Handphone milik sakinah bergetar dengan nada dering lagu Tuty Wibowo, di angkatnya handphone itu.


Adam tersenyum mendengar suara istrinya padahal baru beberapa jam tapi sudah rindu.


" Ini nomor saya" jawab adam dari sebrang sana.


" Loh,kok bisa tau nomor gue" sakinah jadi kaget.


" Ya sudah di simpan ya nomor saya nanti kamu chat saja kalau perlu apa apa" modus, Adam hanya modus ya teman teman。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。


" Y" jawab sakinah singkat seperti biasa.


Adam terkekeh mendengar nya.


" Adam kerja yang bener malah nelfon gue, kerja yang rajin biar bisa beli beras" sakinah memutuskan sambungan telepon duluan dia malas jika harus berbicara dengan Adam.


Adam memandangi handphone nya setelah panggilan terputus secara sepihak.


" Kamu aneh sekali, suruh saya cari beras padahal saya bisa kasih lebih dari itu" Adam lalu kembali ke pekerjaannya.


" Aduhh drama pagi hari ada aja"


" Oh iya gue belum selesain taneman gue" sakinah berlari kebelakang lalu menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi.


Ririn sekarang ada di depan kantor milik Adam, entah lah dia ingin membicarakan sesuatu yang penting sekali seperti nya, sampai sampai ririn harus mengambil waktu istirahat nya untuk bertemu Adam.

__ADS_1


" Permisi pak, ada orang yang ingin bertemu dengan anda katanya teman istri anda"ucap resepsionis dari luar pintu.


Adam mengernyit heran, siapa? Pikirnya.


" Masuk" kata Adam dengan suara lantang nya.


" Silahkan Nona" ucap nya mempersilahkan.


" Terima kasih nona eee......." Ririn menyipitkan kan matanya agar bisa melihat name tag nya.


" Oh Nona Julia,terimakasih nona Julia" Julia hanya tersenyum lalu pergi.


Adam bisa Melihat ada Ririn di depannya,dengan cepat dia menundukkan pandangannya.


karena tak enak jika hanya berduaan dalam satu ruangan dengan yang bukan mahram nya ia menelfon Gavin agar menemani mereka.


" Eee..... Gus Adam, boleh duduk?" Tanya Ririn takut.


Sebenarnya Adam tak enak karena tak menyuruh Ririn duduk tapi Gavin lama sekali.


Tak lama dari itu Gavin datang dan langsung masuk.


" Tuan dimana berkasnya biar saya kerjakan di sini" Gavin sudah tau tuannya ini tak enakan dengan orang,makanya dia memutuskan untuk mencari alasan saja untuk berada di dalam ruangan.


Adam merasa bangga terhadap Gavin dia cepat tanggap dan tau apa yang di rasakan nya.


" Ini Gavin kamu bisa kerjakan di meja sebelah saya" Gavin menurut lalu duduk.


Ririn jadi tambah gugup karena ada orang lain di depannya.


Melihat Ririn yang seperti itu,adam jadi paham bahwa ini pasti membahas hal pribadi tapi Adam tetap tak mau jika harus bicara berdua.


" Ada apa Karina?" Tanya adam tapi matanya fokus ke berkas di tangannya.


" Gus Adam sedang sibuk ya? Yasudah kalau sibuk nanti saja" ririn sudah ingin pergi namun suara Gavin mengintrupsi.


" Duduk lah, tuan adam belum memberikan izin untuk kau pulang" ucap gavin menghentikan gerak Ririn.


" Karina, apa ada sesuatu yang begitu penting sehingga harus bicara 4 mata" tanya adam menatap laptop nya.


" Iya sangat penting, saya tau Gus Adam tidak mau berdua dengan yang bukan mahram tapi bisakah manusia itu menutup kuping nya" Ririn melirik sinis Gavin,yang di tatap malah cuek saja.


Adam memberikan headphone yang sudah berisikan lagi untuk Gavin agar dia tak bisa dengar pembicaraan mereka.


" Jangan kamu buka sebelum saya izinkan" peringat Adam, Gavin mengangguk iya.


" Bicaralah, saya tidak mau berlama lama"


Ririn menarik nafas nya dalam dalam dia menetralkan detak jantung nya ingin bilang yang sebenarnya.


Adam melirik sekilas wajah Ririn yang begitu tegang seperti nya dia ingin mengungkapkan sesuatu yang begitu serius sehingga harus bertemu di kantor. Adam pikir jika ingin bicara kenapa tidak di rumah saja kan ada Sakinah.


" Karina, cepat lah saya tidak punya waktu" kata Adam agak meninggikan suaranya.

__ADS_1


" Gus Adam saya minta anda tinggalkan sakinah sekarang juga"


~|🐢|~


__ADS_2