Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Cinta palsu?


__ADS_3

Terlihat 2 pasangan yang masih terbalut selimut memeluk satu sama lain,udara dingin masuk dari celah kamar mereka karena memang masih subuh.


Adam terbangun lalu memandang gadis di depannya ralat bukan gadis lagi tapi wanita karena semalam sakinah sudah memberikan haknya.


Di pandang nya tanda merah di leher sang istri karena ulah nya,banyak sekali tanda merah itu,bukan hanya di leher tapi di sekitar dada sakinah juga banyak, adam begitu ganas semalaman.


" Terimakasih karena sudah memberikan nya" Adam mencium kening Sakinah lama.


"Kau adalah satu satunya wanita yang paling saya cintai setelah ummi, saya harap cinta saya tak pernah dikhianati olehmu" bisiknya di telinga sakinah.


Sebenarnya sakinah sudah bangun dari tadi tapi dia pura pura tidur karena merasa malu dengan apa yang mereka lakukan semalam, telinga gadis itu meremang saat adam berbisik.


"Duh,kalau si Adam tau kira kira gue di apain ya" monolog nya dalam hati saat mendengar kata berkhianat.


Adzan subuh berkumandang, adam membangun kan sakinah untuk mandi junub lalu melaksanakan sholat berjamaah.


" Sakinah bangun sudah subuh ayo mandi" Adam membangun kan istrinya pelan.


Sakinah pura pura melenguh,dia mengerjap matanya


" ihh masih subuh masa mandi nanti aja" sakinah menarik selimut nya lagi menutupi seluruh tubuhnya.


" Mandi sekarang atau saya paksa mandi?!" nah kan sakinah Langsung bangun sampai sampai selimut yang menutupi tubuhnya melorot.


" Eh eh maap" dia cengengesan karena tak sengaja selimutnya melorot.


" Sudah saya lihat apa yang mau di tutup"


" Adammm" sakinah memukul lengan suaminya karena bicara seperti itu.


" Ayo mandi sama sama" ajaknya ke Sakinah.


" Udah di kasih jantung minta ginjal, dasar" sakinah tak habis pikir dengan adam kenapa dia malah mengajak sakinah mandi bersama.


" Apanya, emg kamu bisa baca niat mandi nya, cara mandi nya nggak kan" kalau di pikir pikir iya juga.


" Iya sih tapi Lo modus kan" Adam geleng geleng kepala di buat nya.


" Ya sudah saya duluan nanti kamu nyusul" saat akan beranjak sakinah meneriaki nya


" Adam tega!!" Teriaknya.


" Apa lagi"


"Gue ga bisa jalan sakit" cicitnya pelan.


" Lagian juga ini ulah lo semalam, kuat bener masukinnya" ucapnya frontal.


" Jangan bicara sefrontal itu Di depan orang kinah" peringat Adam


setelah nya Adam menggendong sakinah ke kamar mandi dan meletakkan Sakinah secara perlahan ke bathub yang sudah diisi air hangat.


" Mandinya pelan pelan lukamu belum sembuh, hari ini tidak usah sekolah saya akan kasih surat izin" Adam membantu sakinah membersihkan tubuhnya agar tak terlalu sakit saat terkena luka.


" Ayo baca niat" Adam menuntun sakinah membacanya, mereka berdua berada dalam satu bathub suasananya agak sedikit canggung karena sakinah tak memakai sehelai benang pun di tubuh nya.


Adam juga begitu dia hanya memakai boxer. Di tatapnya Sakinah yang kesusahan memakai shampo karena luka di tangannya, Adam langsung mengambil alih shampoo itu.


"Rambut mu pendek sekali seperti rambut saya"


" Teruss"


" Panjangin rambutnya nanti kalau punya anak, anakmu manggil Abi" kekeh adam.

__ADS_1


" Ga mau Abi ummi maunya Ayah bunda" ceplosnya, Adam hanya tersenyum mendengar nya.


" Terserah anaknya mau manggil apa ga usah di paksa kasihan" Sakinah hanya mengangguk saja.


Tangan Adam masih menyampo rambut istri nya tapi dia malah teringat malam panas itu, dia sangat ingat betapa ganasnya dia di ranjang. Dia jadi tersenyum saat mengingat nya.


" Jorok ih, mikirin apa Lo" tanya sakinah memicing kan matanya curiga.


"Saya minta lagi yang kaya semalam boleh gak" pinta nya dengan suara berat, astaga sakinah jadi panik dadanya berdebar saat suara itu terdengar kembali.


" Apaan sih dam udah mau subuhan nanti aja" sakinah jadi takut melihat tatapan Adam.


Tapi Adam tetap lah Adam, tanpa persetujuan dari sang istri dia langsung mengulang adegan panas semalam di kamar mandi, Sakinah tak bisa menolak sentuhan Adam karena sama sama menikmati, tapi kegiatan itu hanya di lakukan sebentar mengingat waktu subuh akan segera habis.


" Heh kok cemberut gitu" tanya adam saat sudah menunaikan sholat nya dan melihat ke belakang sang istri menekuk wajahnya.


"Lo ga inget semalam nampar gue terus bentak bentak gue dengan enaknya Lo ambil keperawanan gue,lo gempur gue abis abisan Tau gak, Lo kira gak sakit apa mana minta lagi di kamar mandi katanya tadi gak macam macam pas mandi nyatanya minta lagi" Adam terdiam saat sang istri tampak kesal terhadap nya.


" Saya minta maaf karena tangan ini sudah berani berani nya menyakiti kamu dan lisan ini sudah membuat hati mu merasa sakit,juga perlakuan saya saat melakukan hubungan terhadap mu, tapi demi Allah saya tidak berniat menyakiti kamu" Adam menunduk merasa bersalah sakinah jadi kasihan.


"Gue juga minta maaf karena udah buat Lo kecewa semalam, ga nurut apa kata Lo juga" ujarnya merasa bersalah karena memang ini salah nya juga karena sudah membuat Adam kecewa sampai mereka bertengkar hebat.


Di raihnya tangan Adam yang terbalut perban dan menggenggamnya " maaf ya mas Adam"


Adam speechless dibuatnya, benarkah ini istrinya? Dia merasa sangat senang saat sakinah memanggilnya mas.


" Apaan sih mas kok gitu Mandangnya" Sakinah jadi salting di pandang se intens itu.


" Gak, saya seneng aja kamu manggil saya mas" kebahagiaan terpancar di wajah Adam, sakinah yang melihat nya sedikit sakit di dadanya.


" Ini kalau si Adam tau gimana ya reaksi nya, pasti benci banget sama gue" sakinah jadi membayangkan Adam setress jika tau bahwa cinta sakinah adalah palsu.


" Ayo belajar ngaji kamu sudah lama tidak ngaji" perkataan adam membuyarkan lamunan sakinah.


" Kenapa diam" tanya adam mengelus pipi cabi istrinya, walaupun tubuh sakinah kurus tapi dia memiliki pipi cabi yang lucu.


" Mas Adam maapin aku kan" tanya nya hati hati, sakinah harus benar benar memastikan cinta Adam masih ada untuk nya.


" Ya Allah istriku saya tidak akan pernah bisa lama marah marah terhadap mu, melihat wajah mu sudah membuat hati saya damai bagaimana bisa saya marah" ujarnya sambil mencolek hidung istrinya gemas.


Mendengar itu sakinah jadi senang karena rencana nya berhasil tinggal satu langkah lagi lalu dia akan pergi dari rumah Adam untuk selama lamanya.


" Ayo masih ada waktu untuk mengaji sebentar" sakinah kemudian membaca satu persatu huruf yang sudah dia pelajari dari adik iparnya.


Sekarang pukul tujuh pagi Adam akan bersiap berangkat ke kantor nya, sakinah mempersiapkan semua perlengkapan Adam tanpa tertinggal walaupun dengan keadaan nya yang masih sakit.


" Jangan banyak bergerak saya bisa sendiri kamu istirahat saja,nanti siang kita ke RS untuk cek lukamu takut infeksi" Adam sudah mengetahui kalau luka yang di dapat Sakinah itu Karena kecelakaan karena sakinah menceritakan nya.


" Gak mau, mas fokus aja sama kerjaannya lagian ini udah gpp" jawabnya sambil memasangkan dasi Adam.


" Sudah selesai" ucap nya bangga


Mereka turun untuk melaksanakan sarapan, oh ya sekarang ART di rumah Adam sudah datang jadi sekarang sakinah tak akan susah lagi.


" Bik maap ya aku gak bantu bibik masak" kata Sakinah tak enak.


" Ya ampun nyah ini kan emg tugas saya"


" Jangan panggil nyonya bisa gak bik panggil Kiki aja lagian bibik seumuran sama ibu Kiki"katanya sedikit perotes


" Tidak bisa sudah dari Sononya" sakinah hanya tersenyum menanggapi.


Adam senang melihat interaksi sang istri dengan bik sum art nya.

__ADS_1


"Ini mas" sakinah Begitu telaten melayani Adam.


" Enak ya Gus sekarang sudah punya istri ada yang nemenin makan" goda bik sum.


" Iya bik Alhamdulillah" ucapnya melirik sakinah.


Sakinah mengantar sang suami hingga ke pintu depan karena sang istri tak memakai hijab jadi tak di boleh kan adam keluar.


" Mas, aku mau jalan jalan bosan di rumah boleh gak mas" pinta nya memohon.


" Sama siapa"


" Sama Naila" ucapnya jujur.


" Ririn? "


" Ndk ku ajak, soalnya dia mau ambil aku dari kamu" Adam terkekeh rendah saat mendengar sakinah bicara menggunakan logat Jawa medok sangat lucu.


" Iya tah? Tak kirain beneran mau sama dia" sang istri jadi menekuk wajahnya mendengar penuturan sang suami.


" Aku emang kaya laki laki tapi diriku ini tetaplah perempuan" ucapnya angkuh


" Diizinin gak nih"


" Iya boleh asal ngabarin kalau ada apa apa jangan pulang sore sore pokonya sebelum mas pulang kamu sudah ada di rumah" peringat nya.


" Yeayyy" ucapnya melompat kegirangan.


Adam jadi ingin memasukkan sakinah ke sakunya karena istrinya begitu menggemaskan pagi ini.


" Sana pergi cari duit yang banyak ya... Dadah" sakinah melambaikan tangan nya sampai sang suami pergi dari sana.


" Huftt capek juga pura pura gini" gumamnya setelah nya masuk ke dalam.


Saat ingin menaiki tangga sakinah berpapasan dengan bik sum


" Bahagia selalu kamu dan Gus Adam, saya senang Melihat senyum Gus Adam kembali setelah 8 tahun lamanya menghilang" sakinah mengernyit kan dahinya bingung.


" Maksud nya 8 tahun yang lalu apa bik" tanya sakinah bingung.


" Ohh sampeyan belum tau ya...." Bibik jadi keliatan panik takut salah bicara.


Sakinah yang mengerti lalu mengajak bibik ke taman belakang agar bisa bebas bercerita, sesampainya di sana sakinah sudah siap mendengar kisah 8 tahun yang lalu itu.


" Bik ayo cerita kenapa sama mas Adam 8 tahun yang lalu" sakinah jadi greget sendiri karena bik sum hanya diam.


" Saya kira nyonya sudah tahu, ya sudah lebih baik tanyakan langsung sama suaminya takut bibik salah bicara"


" Nggak bik saya mau penjelasan sekarang" pinta sakinah memohon.


" Gini aja bibik kasih tau sedikit aja inti dari semua masalah nya biar nanti bisa langsung saya tanyakan ke mas Adam" lanjutnya.


" Gadis itu..." Ucap bibik menggantung.


" Apa bik gadis siapa sih" sakinah greget melihat bik sum lelet sekali.


" Bik jangan kaya senetron dong di slow motion segala,aduh" sakinah dari tadi mendesak, bik sum jadi agak panik.


" Jangan ngedesak dong nyah saya jadi dag dig dug soalnya nama dia udah gak di dengar lagi setelah 8 tahun" kata bibik kesal.


" Hadeh,ya udah bik makanya kasih tau lagian ga ada orang cuman kita berdua di sini tukang kebun di luar,si Atik lagi jemur baju" benar juga kenapa dia harus takut pikir bik sum.


"Gadis itu.....Renjana kavanya"

__ADS_1


__ADS_2