Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Berpisah


__ADS_3

Setelah mendengar kisah tentang siapa itu renjana, kini sakinah hanya bisa terduduk diam di bawah pohon yang rindang,Fatimah sudah pergi duluan tadi.


" Kasian Renjana,coba aja Renjana tahu Adam juga cinta sama dia pasti sekarang mereka hidup bahagia" sakinah mencoba berandai andai.


Di pikirannya kini adalah bagaimana cara dia menghadapi Adam " maaf ya dam Lo harus ngalamin patah hati untuk kedua kali nya"


Sakinah berdiri lalu meninggalkan tempat itu, dia akan menemui Adam nanti malam saja.


Di perjalanan dia teringat akan Naila, apakah Naila akan seperti renjana jika Ryan tak membalas cintanya?


" Si naila itu goblok udah pasti dia bakal kaya renjana kalau Ryan gak balas cinta dia" sakinah jadi panik sendiri,dia harus menemui sahabatnya.


Di lihatnya Naila yang sedang menyapu halaman depan kos kos mereka.


" Naila" panggil Sakinah


Naila menoleh lalu tersenyum lebar " eh ada gerangan apa engkau kemari wahai istri Adam"


" Najis banget anying"


" Hahahaha iya iya, kenapa Lo ke sini?" tanya Naila, namun sakinah menatap Naila lama.


Yang di tatap heran lalu bertanya," kenapa Ki, jangan Mandang gue begitu takut aku tuh"


Sakinah memeluk Naila erat secara tiba tiba dan mengelus punggung nya sayang.


" Nai,apa pun hasilnya Lo jangan mati ya" hanya itu yang di ucapkan sakinah lalu dia pergi dari sana tanpa sepatah kata pun.


Naila hanya melongo tak percaya, maksud nya apa dia tak mengerti dengan sikap aneh sakinah.


Malam sudah tiba tapi sakinah masih gelisah. dia sudah memutuskan keputusan yang sangat amat mempengaruhi semua orang.


Keputusan nya adalah dia memilih untuk kabur dari pesantren dan meninggalkan Adam untuk selama lamanya, bahkan Sakinah memutuskan hubungan nya dengan Mr Hengky, persetan dengan kontrak 1 miliar, pikir sakinah.


Dia tak ingin menyakiti siapapun cukup sudah sampai di sini, dia tak ingin menyakiti Adam,lebih baik dia bertindak sekarang dari pada berlama lama di sini,dia takut perasaan Adam terhadap dirinya akan semakin dalam.


Lebih baik Adam mengetahui cinta palsu yang diberikan dirinya sekarang agar tak terlalu membuat luka yang begitu dalam.


Menurut nya Adam terlalu baik untuk dia sakiti, walaupun rencana Mr Hengky tak sampai membunuh Adam tapi tetap saja jiwa Adam akan tiada nanti.


" Besok semuanya akan kembali normal dan baik baik saja, tidak ada pengkhianatan lagi dan gue bebas"


Sesuai janjinya sakinah akan menemui Adam malam ini,dia jalan sambil melihat kanan kiri takut ada yang melihat dirinya masuk ndalem.


Dirinya sudah sampai di ndalem, melihat pintu terbuka dia langsung masuk saja tanpa permisi, di tangga dia bertemu Ryan yang akan turun.


" Loh? Mbak kok di sini" tanya Ryan kaget melihat kakak ipar nya.


" Mau ketemu laki gue kenapa ada masalah?" Jawab Sakinah sewot.


" Oh ya Ryan, gue mau kasih tau aja kalau terjadi apa apa sama Naila gue gak akan pernah maapin Lo" Ryan mengernyit kan dahinya, maksud nya apa?


Bukannya menjelaskan sakinah langsung naik meninggal kan Ryan " hah?" Beo nya bingung.


" Tok tok tok"


Sakinah mengetuk pintu kamar Adam, dia tau letaknya karena bertanya art yang ada di sana.


Tak ada Jawaban dari kamar, sakinah memutuskan untuk langsung masuk saja" assalamualaikum"


Di lihatnya Adam ternyata sedang melaksanakan sholat isya di kamar.


Wanita itu duduk di belakang suaminya,saat sudah menyelesaikan sholat Adam membalikkan tubuhnya.


" Eh astaghfirullah" kaget Adam


"Hehehe kaget ya"


" Sedikit"


Adam memberikan tangan kanannya ke sakinah untuk di Salim, sakinah mengerti lalu mencium tangan suaminya.


Adam menatap istrinya lama, begitu juga Sakinah. Ada sedikit kesedihan kala Sakinah menatap mata pria itu, mata yang dulu sangat tajam kini jadi melembut.

__ADS_1


"Mas..."


" Kenapa hemm?"


" Gpp"


"Gimana hari ini baik baik saja kan? Terus tidurnya nyenyak kan di asrama?ada yang ganggu kamu?" Adam mencecar sakinah dengan banyak pertanyaan.


" Satu satu mas jangan banyak banyak" kesal sakinah.


" Hahahaha maaf" kekehnya


" Aku mau tidur di sini hari ini boleh kan?" Tanya sakinah hati hati.


" Boleh, boleh banget malah. Mas kangen sama kamu" ucapnya seraya mendekap tubuh Sakinah,lalu mencium keningnya mesra.


Sakinah membalas pelukan itu " aku juga"


Pelukan itu berlangsung sangat lama, seperti nya mereka menyalurkan rasa rindu dengan cara saling berpelukan tanpa bicara.


Tiba tiba saja Adam menggendong istrinya ala koala,dan menaruh tubuh sakinah ke kasur pelan. Adam tidur di samping istrinya.


" Sudah lama kamu tidak kelonin saya" kata Adam memandangi wajah istrinya.


"Emangnya mau tidur sekarang?" Tanya sakinah.


" Emmm...."


Adam sedikit berpikir lantas dia berkata" ini malam Jumat gimana kalau kita olahraga" tanya adam sambil menaik turun kan alisnya.


Sakinah mengernyit kan dahinya bingung " malam malam olahraga,enggak ah capek"


Adam hanya bisa membuang nafasnya sabar,kenapa istrinya jadi polos sekali.


" Maksud saya itu....." Ucapan Adam sedikit menggantung.


Pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga Sakinah " ayo kita buat cucu untuk ummi" bisiknya.


Sakinah bergedik ngeri mendengar nya,reflek dia menggeser tubuhnya agak sedikit jauh dari Adam. Melihat itu adam terkekeh rendah.


" Mas pelan kok, suerr"


Sakinah memicingkan matanya tak yakin," sangat tidak meyakinkan"


" Dosa loh nolak suami, nanti di laknat sama malaikat sampai subuh" mendengar itu bulu kuduk sakinah jadi merinding.


" Ngancam terosss"


Baiklah Sakinah akan menurut lagi pula ini kali terakhir nya bersama Adam setelah itu mereka tidak akan bertemu untuk selama lamanya.


" Bismillahirrahmanirrahim" Adam melafalkan doa sebelum melakukan hubungan dengan istrinya.


Adam membuka kancing bajunya dan membuangnya sembarang arah,kini dia sudah bertelanjang dada di depan istrinya tanpa malu.


Pelan tapi pasti Adam mulai membuka hijab danĀ  melucuti pakaian sakinah hingga tubuh wanita itu benar benar polos tanpa benang sehelai pun.


Sakinah tampak masih canggung dan malu memperlihatkan nya ke Adam padahal kan sudah pernah " saya suami mu, lagi pula saya sudah pernah lihat"


Pertama tama Adam akan memainkan benda favorit nya dulu,dia sangat rindu dengan kedua benda kenyal itu. Adam melahap sebelah nya rakus sedang tangan sebelah kanan nya untuk meremas.


" Enak juga" batin sakinah menikmati permainan Adam.


Sakinah mengeratkan tangan Adam untuk lebih kuat meremas miliknya,dia benar benar ketagihan, mendapatkan lampu hijau Adam tersenyum menang.


Adam memperlakukan sakinah dengan kelembutan, Saat penyatuan itu terjadi sakinah sangat menahan desahannya karena dia tau diri sekarang tengah berada di rumah mertuanya.


" Jangan di tahan kamar saya kedap suara..." Bisik Adam sensual.


" Dasar mesum"


Olahraga malam yang di lakukan sakinah dan Adam berlangsung sampai tengah malam, bayangkan saja bagaimana letih nya sakinah Sekarang, yang menjadi pelaku nya malah tidur dengan pulas sekarang,dengan bibir yang masih menempel di payudara nya.


" Si Adam doyan banget ngenyot ****** gue" ucapnya frontal, sambil perlahan melepaskan bibir adam dari kedua ****** nya.

__ADS_1


" Sialan,Kenapa sih kita harus ketemu. Emang udah takdir Lo patah hati terus keknya" Ocehnya di depan wajah Adam, padahal yang di Katai sedang tidur bak bayi kecil.


Di elusnya dagu suaminya yang mulai di tumbuhi bulu bulu halus di sekitarnya "gue gak tau kalau gue cinta apa enggak sama Lo tapi yang pasti gue gak bisa liat Lo menderita, itu artinya apa ya?"


Sakinah menitikkan air matanya " maaf...."


Sakinah bangkit dari tidur nya,dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Di pakai nya hijab bekas dia tadi saat datang.


Lama sakinah menatap suaminya,Tak lama dia menghampiri Adam dan mencium kening suaminya untuk yang terakhir kalinya.


" Oke kali ini gue jujur Lo ganteng banget gak jelek,kaya raya lagi. Bener kata renjana Lo sempurna" ucapnya mengelus Surai sang suami.


Dia membuka pintu pelan pelan takut Adam bangun, jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari,semua orang tidur sekarang. Sakinah akan kembali ke asrama untuk mengemasi pakaian nya.


Sebelum itu dia mengganti pakaiannya dengan kaos biasa dan meninggalkan hijabnya di kamar asrama " akhh leganya...."


Akhirnya gadis itu sudah berubah menjadi pria tampan lagi dengan kaos oblong dan celana pendek nya dia keluar dari kamar dengan perlahan


Di rasa sudah siap, Sakinah bangkit untuk pergi tapi baru melangkah dia berbaik lagi " see you para curut....kalian orang baik thanks ya temen temen"


"Kreeeek...."suara pintu kamar terbuka


Sakinah jalan mengendap endap ke tembok belakang pesantren,jika lewat gerbang depan pasti akan di cegat satpam.


Saat sudah sampai di gerbang belakang,sakinah malah frustasi sendiri saat melihat tembok yang menjulang tinggi di tambah keadaan sekarang gelap gulita, hp nya tak hidup karena lupa di cas.


" Aisssshh masalah lagi ...."ucapnya geram.


" Gileee......ini tembok apa pertahanan negara tinggi amat" sakinah memikirkan bagaimana cara dia untuk naik ke tembok itu.


Tak mungkin dia memanjat nya jika tak pakai tangga pasti tak kan bisa. Apalagi keadaan sekarang gelap gulita.


Sakinah masih menatap tembok tinggi itu sambil memikirkan cara yang lebih mudah,


Pandangan sakinah tertuju ke pohon jambu biji yang ada di dekat tembok itu.


" bener kata laki gue seberat apa pun masalah pasti ada solusi nya" dia terkekeh kala mengingat bagaimana setiap sebelum tidur Adam menceramahinya.


Sakinah memanjat pohon itu dengan hati hati takut jatuh, ternyata agak susah karena tas yang di bawa nya sangat berat dia lebih memilih untuk melemparkan nya dulu ke luar.


" Bughh" suara tas itu agak nyaring saat jatuh ke tanah.


" Heh siapa itu!!" Ternyata ada 2 orang santriwati yang sedang jaga malam.


Kedua santri itu menyoroti setiap sudut yang ada di sana dengan senter yang mereka bawa. sedang Sakinah yang sudah ada di atas pohon sudah deg deg an takut kesorot lampu senter truss ketahuan.


Ada sekitar 2 orang keamanan mondar mandir di dekat pohon jambu, sakinah yang di atas pohon cuma bisa berdoa agar tak ketahuan.


Dia tak tahu kalau keamanan pesantren keliling kalau subuh,dia kira cuman pagi dan sore.


" Apa jangan jangan pencuri mbak?" Tanya temannya.


"Ayo kita panggil pak satpam" mereka berdua pergi dengan berlari, sakinah mengambil kesempatan itu untuk kabur.


Setelah berhasil sampai di atas tembok pagar dia langsung saja melompat dari sana.


" Ahh akhirnya....." Sakinah lega karena sudah berhasil keluar dengan selamat.


Gadis itu lantas mengambil tas nya yang ia lempar tadi,baru akan berjalan beberapa langkah, ada suara langkah kaki dari belakang mendekat nya


" Tap...tap..tap" suara langkah kaki itu kian mendekat, mendengar langkah kaki itu seperti berhenti di belakang nya Sakinah membeku seketika.


Ada seseorang menepuk pundaknya dari belakang, " Glup!..." Sakinah menelan ludahnya Dengan susah payah.


Siapa yang menepuk pundaknya di jam seperti ini, hanya satu yang di dalam pikiran sakinah yaitu SETAN.


" Astagfirullahadzim, ampun setan gue gak mau ganggu Lo kok suer gue cuman mau kabur dari pesantren, mohon jangan ganggu gue pliss" ucapnya dengan suara bergetar ketakutan.


Tubuh sakinah sudah bergetar ketakutan,dia takut sekali kalau benar yang menepuk pundaknya adalah setan dia sangat trauma karena pernah lihat rupanya sangat jelek.


Sekali lagi orang itu menepuk pundak sakinah dari belakang, sakinah yang di tepuk tak mau menghadap ke belakang.


" Mbak Kunti, pocong, tuyul,kuyang dan berbagi macam jenis bangsa kalian, jangan ganggu gue ya pliss,gue cuma mau keluar dari penjara suci ini gak lebih kok" mulut Sakinah sudah komat Kamit membaca doa apa yang dia tahu bahkan doa makan saja dibaca nya.

__ADS_1


Sakinah sudah berancang-ancang akan lari tapi telat setan itu menarik tangannya jadi menghadap dia.


Saat menatap siapa itu, Sakinah melotot kan matanya " AAAAAAAAAAHH!!!!!!!!"


__ADS_2