
Hari ini tepat 2 hari setelah pemberitahuan pemindahan mereka kini mereka sudah ada di bandara dan akan pergi menuju Jawa tengah tepatnya di Jogja dari situ mereka akan mencari tempat tinggal yang murah murah saja asal nyaman dan dekat dengan tempat kerja.
" Gimana kalian dah dapet belum tempat kos nya awas ya yang murah murah aja" dari tadi itu saja yang dikatakan sakinah sejak 2 hari ini.
" Aku udah dapet sebulan Rp600.000 gimana mau gak harga nya udah sama kaya kosan kita bagus lagi minusnya ya jauh dari tempat kerja" Naila memberikan saran kos kos yang ia dapat dari Instragram.
" Aku ada saran Deket banget sama RS tempat kita kerja naik sepeda juga bisa" sakinah dan Naila langsung menatap Ririn seolah bertanya melalui mata ' berapa'
"Rp.300.000 aja " ucapnya yang langsung di plototi sakinah dan Naila yang benar saja murah sekali.
" Gass kita kesana jangan pakek lama" belum juga Ririn menyelesaikan kalimatnya sakinah sudah menarik lengan mereka ke arah taxi.
" Rin kasih tau alamat nya sama pak supir" Ririn pun memberi tahukan lokasi dan supir taxi langsung melajukannya Ke tempat yang sudah di tunjuk ririn.
" Mas hebat ya sekali kencan dapet 2" supir itu memuji kehebatan sakinah. Ririn dan Naila yang mendengar nya hanya bisa ngakak.
" Makanya pakai baju tuh yang perempuan dikit masa pakek baju kaos oblong begitu mana celana nya jins robek lagi di tambah pakek anting kaya preman pasar" sumpah demi apa pun Ririn langsung tertawa lepas begitu mendengar nya.
" Iya Ki tambah tambah kamu ada tato di leher jadi cosplay preman pasar sumpah kamu rapihnya cuman kerja aja itu baju kamu paling rapih tapi kalau di luar udah kayak mas mas butuh belaian" mereka berdua pun tertawa terbahak bahak sakinah yang mendengar nya hanya geleng geleng kepala.
"Mas,mbak udah sampai" pak supir berhenti tepat di depan pondok pesantren. Sakinah dan Naila agak heran kenapa mereka ada di depan gerbang penjara suci ini.
"Nih pak uangnya makasih" setelah memberikan uang itu mereka kembali menatap Ririn seolah bertanya 'ini tempat apa'
"Eeee..... Begini Ki sebenarnya kos kos kita itu di dalam pesantren gitu padahal aku mau ngomong loh sama kamu tapi ga ada di kasih kesempatan malah di potong Mulu" Ririn menjelaskan dengan pelan dan hati hati ia takut sakinah dan Naila akan marah.
" Hemm pesantren ya.... ga ada salahnya sih lagian kita cuman tinggal aja kan? Ga sampai ikut kegiatan nya" sakinah memang kurang suka dengan tempat seperti ini menurut nya ia tak bebas melakukan apapun yang diinginkan.
" Hemm pesantren ya.... ga ada salahnya sih lagian kita cuman tinggal aja kan? Ga sampai ikut kegiatan nya" sakinah memang kurang suka dengan tempat seperti ini menurut nya ia tak bebas melakukan apapun yang diinginkan
" Ho'oh kita bukannya gimana cuman ga mau di kekang aja ngerti kan?" Naila berucap seperti itu karena ia juga kurang suka dengan yang namanya pesantren.
" Ga kok kita cuman tinggal aja selebihnya terserah kita lagian kita gak tinggal di dalamnya banget masih agak jauh dari asrama asli nya" jelas Ririn berharap mereka mengerti.
" Oke deh kuy langsung masuk" Kiki masuk sambil menyeret koper dan menggendong tasnya tidak lupa dengan kacamata yang ia pakai jadi nambah ganteng nya. Saat masuk ke dalam pesantren yang gerbang nya terbuka para santriwati menatapnya dengan tatapan malu malu seperti bertemu dengan sosok pangeran yang di idam idamkan.
" Ya Allah ganteng banget dia santriwan baru ya? Semoga jodoh hamba seperti itu aminn" masih banyak lagi ocehan dan pujian yang di lontarkan para santriwati untuk sakinah karena memang terlihat tampan sekali.
sakinah yang Melihat itu pun lantas menggoda para perempuan di sana yang menatap nya malu malu.
" Hai cantik hai maniss" sakinah mengatakan itu sambil mengedipkan satu matanya genit dia tak tahan melihat para gadis menatapnya dengan tatapan cinta membuat hatinya senang, gadis yang di panggil cantik oleh sakinah langsung menundukan pandangannya dengan tersipu malu ia tersenyum,semua yang ada di sana malah teriak histeris karena ingin seperti itu juga.
" Aku mau tanya Kiki itu suka perempuan ya?" Ririn heran saja kenapa malah kelihatan nya Kiki senang sekali.
" Kayaknya sih,soalnya dia juga katanya gak suka sama laki laki bisa jadi yang lo bilang bener suka sama perempuan" Naila jadi ngeri sendiri kalau emang iya.
"Hei ada apa ini kenapa ribut ribut" suara lantang itu membuat kegiatan sakinah menggoda para santriwati terhenti. Ya, itu adalah Adam samudera Akbar anak sulung dari kiyai Imron pemilik pesantren Al- hidayah.
Semua yang ada di sana langsung menundukkan pandangan nya dan berlalu pergi tanpa di perintah pun mereka sudah tau dan mengerti,terkecuali 3 orang yang sedang menyeret koper.
" Mas mohon maap saya beri tahu kepada anda untuk tidak mengganggu para santriwati kami karena itu sangat di larang Disni" Gus Adam terlihat menyeramkan saat memberi peringatan pada sakinah bahkan Naila dan Ririn saja tak berani bersuara.
Sakinah langsung saja menghampiri Gus Adam " maksud lu apa ha? Ganggu gue aja nih Manusia"
Setelah mendengar sakinah berbicara menggunakan Lo gue membuat Gus Adam mengerti bahwa dia ini orang kota tidak tahu kebiasaan yang ada di pesantren.
" Begini ya mas kamu itu seorang laki laki tidak seharusnya berdekatan dengan perempuan yang bukan mahram mu itu dosa, mas Islam kan?" Mendengar itu membuat tawa Naila dan Ririn pecah benar benar sangat lucu kenapa pria ini memanggil sakinah mas.
" Wahai Adam di depan mu ini adalah hawa bukan Adam oke you understand" sakinah berharap orang itu akan mengerti ia malas sekali jika harus menjelaskan nya panjang lebar.
Gus Adam mengerutkan dahinya ekspresi nya seperti orang yang tidak percaya ia meneliti sakinah dari atas sampai bawah dia ini seperti laki laki pikirnya bahkan gaya pakaian nya seperti pria.
"Ada apa kalian sampai ke sini" akhirnya Adam memutuskan untuk percaya namun harus tetap waspada.
" Gue sama temen temen mau ngekos disini masih ada yang kosong gak" adam mengangguk mendengar pertanyaan Sakinah.
" Ayo ikut saya ke ndalem untuk ketemu sama pemilik pesantren ini dan minta izin" mereka mengikuti Adam dari belakang,saat sampai di depan pintu sakinah dengan tidak tahu malu nya langsung duduk di kursi tamu tanpa permisi, astaga Naila dan Ririn sampai malu di buat nya.
"Wah ada tamu" ummi Adam datang dari arah dapur sesaat setelah melihat ada 3 orang tamu yang di bawa Adam.
"Ummi Adam mau manggil Abah dulu" ummi mengangguk dan duduk di depan mereka bertiga. Setelah Adam mengatakan itu sakinah jadi tahu berarti namanya adalah Adam.
" Seperti nya kalian orang yang datang dari jauh" ummi melihat dari pakaian mereka seperti nya iya,mereka hanya mengangguk lalu ummi tersenyum melihat mereka.
" Assalamualaikum" Abah datang bersama Adam dari arah tangga dan duduk di depan mereka bertiga.
" Saya denger dari Adam kalian mau ngekos disini ya? " Pertanyaan Abah di angguki mereka bertiga.
" Iya pak kita mau ngekos disini soalnya Deket sama tempat kerja ,kami datang dari Jakarta" sakinah menjelaskan kepada kiyai Imron alias Abah Adam.
__ADS_1
" Boleh boleh saja asalkan ada beberapa peraturan Disni yaitu anak perempuan tidak boleh keluar di atas jam 10 malam,tidak boleh bawa pacar ke dalam lingkungan pesantren,tidak boleh mabuk mabukan dan satu yang paling penting kalian harus berpakaian yang sopan Disni walaupun belum bisa berhijab setidak nya sopan,ya peraturan seperti ini untuk perempuan yang mau ngekos di sini kalau sampean perempuan kan?" Abah bertanya seperti itu hanya ingin memastikan apakah benar wanita di depannya ini perempuan.
" Ya ampun iya pak saya perempuan masa masih ga percaya kalau mau ummi bisa periksa sendiri" Abah yang mendengar ucapan sakinah tertawa lepas bisa bisa nya anak ini berkata seperti itu.
" Nama mu siapa nak kalau Abah boleh tau" Adam yang mendengar abahnya memangil dirinya dengan sebutan Abah ke sakinah heran tak biasanya.
" Nur Sakinah panggil aja Kiki bah kalau yang seksi ini namanya Naila Zahra nah yang bocil ini namanya Karina" ntah kenapa saat mendengar kiyai Imron memanggil dirinya sendiri Abah membuat Sakinah senang.
" Biar anak saya Adam yang antar ke kamar kalian, Abah ada keperluan di luar assalamualaikum" Abah pergi bersama ummi karena memang ada hajatan yang harus mereka hadiri.
" Apa lu liat liat ha! Gue jadi pengen nonjok Muke lu. Ga tau kenapa liat tuh muka bawaannya pengen masukin ke got" sakinah melenggang pergi dan dengan sengaja menabrak bahu Adam.
" Astagfirullah" Adam hanya bisa geleng geleng kepala.
" Eh Adam gue kasih tau ya tu anak emang cewe jadi jadian jangan masukin ke hati ya" bisik Naila dari jauh yang masih dapat di dengar jelas oleh sakinah reflek ia menghentikan langkahnya.
" AYO CEPETAN DAM GUE CAPEK NIH HABIS DARI BANDARA MAU TIDUR!!!" Adam yang mendengar bentakan sakinah langsung menatap nya tajam ntah kenapa melihat sakinah membentak nya dia jadi ingin menceramahi sakinah tentang Suara itu aurat perempuan.
"Duh hawanya dingin benget yak" dari tadi Ririn hanya melihat perdebatan sakinah dari luar gerbang sampai sekarang belum habis juga.
Sakinah yang di tatap tajam langsung mengalihkan pandangannya
" Kok gue jadi merinding sih anjir tu mata pengen gue colok serem amat" monolog nya dalam hati.
Adam yang tersadar karena telah menatap lawan jenis yang bukan mahram langsung beristighfar meminta ampunan pada Allah ia tak bermaksud seperti itu.
" Ayo ikut saya" mereka pun mengikuti Adam dari belakang bisa Adam lihat semua santriwati melihat sakinah dengan tatapan malu malu seperti melihat pria tampan dan anehnya sakinah malah balas menggoda para santriwati ia jadi curiga apa sakinah ini menyimpang.
" Mas kamu tidak menyimpang kan?" Hanya untuk memastikan Adam hanya takut kalau benar yang di pikirkannya benar.
" Kalau iya kenapa lu mau ruqyah gue" Adam di buat terkejut dengan pernyataan yang di lontarkan sakinah bahkan Naila dan Ririn saja menganga tak menyangka.
" Ki bener lu suka perempuan gila anjir, dam cepet dam ruqyah ya Allah salah apa hamba bisa berteman dengan setan satu ini, malu malu in gue tau ga lu hiksss" tiba tiba saja Naila menangis histeris reflek Ririn memeluk dan menenangkan nya.
" Nai gue cuman bercanda gitu aja nangis cengeng banget sih lu emang gue gak suka laki laki tapi bukan berarti gue Suka perempuan bangsat" setelah mendengar penjelasan dari sakinah tangis Naila reda dan sudah tenang.
" Mulut mu sakinah" cih yang benar saja Adam memanggil namanya lengkap sekali.
" Kikiiiiiiiii NAMA GUE Kikiiiiiiiii!!!" teriaknya pada Adam yang sudah pergi duluan meninggalkan sakinah sendirian yang sedang kesal.
" Perempuan aneh" Adam tak habis pikir kenapa ada perempuan seperti dia.
" Ini kamar yang kalian mau satu kamar 3 orang kan?" Mereka mengangguk tidak dengan sakinah dia masih saja kesal dengan adam.
" Walaikumsalam, ya sudah nanti saya ke sana terima kasih ya" santriwati itu menunduk dan berlalu dari sana
" Sebenarnya nama Lo itu Agus apa adam kenapa dia manggil Lo Gus Gus begitu" Naila dan ririn yang mendengar itu jadi malu sendiri, seharusnya otak sakinah itu di kuliah kan saja lagi.
" Tanya sama temen mas,saya permisi assalamualaikum" Adam tak mau berlama lama di daerah kosan perempuan takut menimbulkan fitnah.
" Wah jadi kosan kita Deket asrama perempuan pesantren ini ya pasti seru liat mereka pada cantik cantik" Naila dan Ririn yang mendengar nya jadi merinding.
" Ki kamu beneran ga menyimpang kan?" Ririn hanya takut itu benar.
" Ya ampun ga rin gue kagak menyimpang cuman kagum aja kalau liat cewe cantik udah itu aja ga aneh kok"ia lelah sekali di tuduh lesby oleh teman-teman nya .
" Awas ya kalau beneran gue ga mau berteman sama lu lagi" Naila bergegas masuk dan mengemasi barang barangnya untuk ia taruh ke dalam lemari begitu pun dengan sakinah dan Ririn.
" Wah pas banget kasur sama lemari nya ada 3 seru ya satu kamar gini kaya sekolah di pesantren" Naila sangat senang karena bisa ada disini seperti nya hati nya tenang sekali.
" Katanya sih nai kamar ini juga dulunya bekas 3 orang gitu jadi belum lama ini pindah balik ke kota mereka" Naila ber oh ria mendengar penjelasan Ririn.
Jangan di tanya sakinah kemana dia sudah berada dalam mimpinya saat ini alias tidur dengan nyenyak karena memang suasana nya tenang sekali.
Tiba waktunya adzan Maghrib
" Assalamualaikum mbak ayo solat" seperti biasa santriwati akan datang mengetuk pintu kamar setiap kosan.
Di pesantren ini yang tinggal di kosan tetap harus diingat kan tentang solat walaupun mereka bebas dan tidak terikat peraturan seketat santriwati tapi harus tetap wajib menjalankan ibadah.
" Aduh siapa sih yang bangunin" sakinah terpaksa bangun karena mendengar gedoran pintu sangat keras saat membuka pintu itu santriwati itu kaget reflek menundukkan pandangan.
" Astagfirullah mas kenapa bisa ada di daerah perempuan,ini kan kosan perempuan tidak baik mas ada disini" lagi dan lagi sakinah harus mendengar ini.
" Gue perempuan btw" setelah mendengar nya santriwati itu langsung minta maap karena sudah suudzon.
" Kenapa Ki" naila keluar dengan wajah khas bangun tidur hanya dengan menggunakan kaos pendek dan hotpants membuat santriwati itu beristighfar.
" Begini mbak mbak sekalian, walaupun kalian bukan santriwati Disni tapi kalian tetap tanggung jawab pak kiyai jadi pak kiyai menyuruh kalian untuk solat berjamaah di masjid" sakinah mengerti lalu menyuruh Naila membangunkan Ririn
__ADS_1
" Iya nanti gue nyusul duluan aja" ntah kenapa jika pak kiyai yang menyuruh reflek sakinah akan menurut seperti anak baik.
Santriwati itu berlalu pergi setelah mengucapkan salam.
" Eh gue ga ada mukena gimana nih lu ada dua gak Rin" dia bertanya pada Ririn sebab dia tau Naila tak mempunyai mukenah 2
" Ga ada Ki lagian di masjid pasti ada kok"
" Oh iya ya di masjid pasti banyak tuh ya udah yuk" tak tau kah sakinah bahwa pakaian yang ia pakai sangat memperlihatkan auratnya.
" Ki ga ganti baju dulu?yang lebih panjang ki masa ke masjid pakai baju kaos oblong sama celana pendek" mendengar ucapan Naila dia melihat pakaian nya biasa saja sudah sopan lagian celana yang ia pakai hanya selutut dan juga tak ketat malah longgar ya walaupun pendek.
" Udah lah Allah lebih tau kalau gue kagak punya baju begitu yang penting kan ibadah kepada Tuhan" sakinah pergi duluan dengan santai nya.
Sesampainya di depan masjid semua orang yang ada di sana menatapnya aneh kenapa dia berpakaian seperti itu ke masjid.
" Ape lu Mandang Mandang kagak pernah liat artis ya?" Salah satu santriwan mendekat ke arah sakinah.
" Maap ya mas ini masjid setidaknya jika ingin beribadah itu pakai sarung bukan celana pendek" malas sekali sakinah mendengar nya.
" Gue solat pakai mukenah bukan sarung awass gue mau wudhu" santriwan itu kaget ternyata tadi adalah seorang perempuan ia kira laki laki.
Saat ingin mengambil wudhu dan baru menghidupkan keran salah satu santriwati mencibir sakinah namanya wulan
" Lihat gayanya ga ada Marwahnya sama sekali rambut di potong kaya laki laki berpakaian seperti laki laki liat dia juga tatoan ihh jadi ngeri kalau nanti dia masuk neraka seperti apa Siksa nya" telinga Sakinah yang mendengar nya panas sekali lalu menghampiri gadis itu dan menjambak rambut yang di tutup hijab panjang nya.
" Heh kurang ajar mulut lu ga mencerminkan pakaian yang Lo pakai dasar wanita munafik! perempuan kaya lu yang masuk neraka suka menggunjing orang lain bangsattt, bajingan ,setan,lepas aja jilbab lu ga cocok sama mulut anjing lu" Naila dan ririn malah menyemangati sakinah agar memberi pelajaran kepada mulut jahanam itu.
" Kamu yang bangsat saya wanita suci yang menjaga Marwah tidak seperti kamu bergaya seperti laki laki" Wulan mengatakannya sambil menahan sakit di rambut nya yang masih di Jambak oleh sakinah.
Sakinah yang emosi langsung menampar Wulan sampai tersungkur.Adam yang melihat kerumunan di area wudhu wanita di penuhi laki laki langsung mengecek apa yang terjadi dia kaget karena ada sakinah dan santriwati yang sudah jatuh tersungkur Adam sudah tau siapa pelakunya sudah Pasti Sakinah.
Wulan yang melihat ada Gus Adam langsung berpura pura seola olah dialah korban kejadian ini.
" Gus Adam saya di pukuli oleh wanita ini padahal saya hanya menasehati nya untuk mengenakan pakaian yang sopan saat ke masjid" nah ini nih mulut biadab yang harus di musnahkan, Wulan mengatakan itu dengan berderai air mata sudah seperti pemain FTV akting nya.
" Sakinah setelah solat ikut saya ke ndalem,saya tunggu" nada itu terlihat menyeramkan tapi tidak dengan sakinah dia malah mengejek Adam dengan menjulurkan satu lidahnya Naila dan Ririn menahan tawanya mati Matian sakinah memang berani sekali. para penghuni pesantren yang melihat kejadian itu saja kaget bisa bisanya Gus mereka di lawan.
" Nur Sakinah!!!" Kenapa sakinah jadi seperti anak kecil yang tak bisa di kasih tau.
" Iyaaaaaaaaa gue ke sana abis solat puas Lo sana pergi gue enek liat muka lu" mereka yang mendengar ucapan sakinah jadi berdebar kira kira apa yang akan dikatakan Gus mereka selanjutnya.
" Sudah bubar kalian semua,tidak baik laki laki masuk ke tempat wudhu area perempuan"suara itu mengintruksi para santriwan dan santriwati langsung saja mereka membubarkan diri termasuk Naila dan Ririn mereka memilih masuk duluan ke masjid dan meninggalkan sakinah.
" Anjirrr gue di tinggalin aduhh ga tau lagi cara wudhu apa dulu ya tangan apa ubun ubun duluan"
Saat Adam akan pergi meninggalkan tempat wudhu wanita baru beberapa langkah ia mendengar suara sakinah lagi yang membuat ia kesal. Adam kembali berbalik
" Huh, kamu tidak tahu cara wudhu sudah berapa lama tidak solat?" Adam sudah capek sekali mengahadapi wanita tampan satu ini.
" Jangan ceramah Disni entar aja di masjid" sakinah malas sekali kenapa Adam belum pergi juga.
" Ayo baca niat wudhu saya yang arahkan" mendengar itu sakinah mengalah saja dari pada ia disini terus.
Sakinah mulai membaca niat wudhu tapi ada bacaan yang salah lalu di betulkan oleh Adam,sakinah langsung mengikuti arahan yang Adam berikan. selesai sudah les wudhu dengan adam.
" Jangan sampai lupa nanti kalau kamu punya anak bakal di ketawain sama anak mu" ucapnya dengan dingin, berlalu pergi dari sana menuju ke dalam masjid yang diikuti sakinah dari belakang sudah seperti suami istri saja.
Adam merasa ada yang janggal saat akan masuk dia berbalik untung saja sakinah tak menabrak Adam.
" Mana mukenah mu? Saya curiga kamu tidak punya mukenah" yaps benar sekali setelah Adam bertanya seperti itu langsung diangguki mantap pertanda memang benar sakinah tak memiliki mukenah.
" Yaelah lagian gue nanti tinggal minjem punya masjid di masjid lu ada mukenah kan?" Sakinah membuat adam sangat kesal dengan kelakuannya bagaimana bisa seorang muslimah tak mempunyai mukenah dia jadi berpikir sakinah juga tak mengoleksi jilbab.
Adam lantas membuka kopiah nya dan memukul kepala sakinah dengan kopiah miliknya pelan namun berhasil membuat orang yang ada di dalam masjid kejang kejang sudah seperti melihat Drakor.
"Aduhh ADAMM dasar kdrt!!!" lagi dan lagi sakinah membentak Adam membuat adam menatapnya tajam nyali sakinah jadi ciut di tatap seperti itu.
" Saya bukan suami kamu" katanya tajam
" Tapi gue mau jadi Istri Lo!!!" ntah pikiran dari mana sakinah hanya asal saja,tapi apakah dia tau bahwa Adam sekarang tengah menetralkan detak jantung nya.
Tanpa memperdulikan Adam, sakinah pergi ke arah saff perempuan dan mulai mencari mukenah yang cocok untuk nya. Tanpa mereka berdua sadari kiyai Imron melihat kejadian itu hanya senyum saja.
" Kok lama le dari mana" tanya Abah pada putra sulungnya
" Ngurus makhluk Tuhan bah susah di atur belum sehari udah buat keributan gimana kedepannya bisa bisa saya darah tinggi" jelas bagaimana tidak baru ini ada yang melawan dirinya sangat berani sekali wanita itu pikir nya.
Tak lama suara Iqamah bergema pertanda solat Maghrib akan segera di mulai semua bersiap untuk melaksanakan solat.
__ADS_1
Jangan di tanya apakah sakinah pandai solat atau tidak jawabannya adalah TIDAK dia hanya ikut ikut saja orang rukuk ya dia ikut rukuk biasalah makhluk Tuhan yang rada mirip setan.
•|Adam & Sakinah|•