
Saat ini Sakinah tengah makan di Kantin kantor karena memang sudah jam nya.
" Eh Ki,lu liat gak si Adam beda banget sekarang" bisik Naila di tengah makannya.
" Kek nya dari dulu dia begitu cuman baru sekarang aja kita tahu nya"
Mereka makan sambil mengobrol santai, setelah selesai Sakinah berinisiatif untuk langsung ke meja kerja nya untuk melanjutkan data yang belum dia input sedang naila masih makan di kantin.
Di perjalanan sakinah malah menabrak seseorang di depannya sampai minuman di tangannya tumpah ke baju nya sendiri.
" Astaga naga,baju gueee bangsa....." Ucapan sakinah menggantung kala melihat siapa yang di tabraknya.
" Mampuss gue" batinnya pasrah
Mata itu menatap sakinah lama, orang yang di tatap malah gelisah, sakinah menundukkan kepala nya tak berani menatap pria itu.
Sakinah memilin jemarinya gugup" hehehe hai"
Sakinah malah menampilkan cengiran bodoh nya.
" bersihkan lantai ini sekarang juga!!"
Bentak Adam tiba tiba,sampai orang yang di sekitar mereka menatap keduanya kaget.
"Iya sa..saya bersihin kok" ucap sakinah dengan tergagap.
Rayyan yang tak jauh dari sana langsung menghampiri mereka berdua " ada apa ki, kamu ada masalah apa"
Rayyan tiba tiba memegang tangan sakinah, Adam yang melihatnya jadi meradang.
" Lepaskan tanganmu dari nya!!" Sentak Adam,hal ini malah membuat rayyan semakin erat memegang tangan sakinah.
" Tuan jika sakinah ada salah maafkan dia tuan, dia baru 2 bulan kerja di sini terbilang masih baru" rayyan mencoba membela Sakinah.
" Udah rayy ini urusan gue sana pergi" usir sakinah, rayyan menggeleng tak mau.
Adam masih menatap tangan yang di pegang erat oleh rayyan dengan tatapan kemarahan.
" Bersih kan lantai ini sekarang juga, setelah saya pulang sholat lantai ini sudah harus bersih!!" Titahnya kemudian Langsung pergi dari sana meninggalkan rayyan dan sakinah.
Tanpa memperdulikan rayyan, sakinah berlari mencari pengepel, dengan telaten wanita itu membersihkan lantainya sampai mengkilap.
Rayyan tetap di sana menunggu sakinah Sampai selesai.
Di masjid Adam tengah menunaikan ibadah sholat nya bersama Gavin.
Selesai menunaikan kewajiban nya Adam duduk di teras masjid bersama Gavin, hanya kesunyian Tak ada suara sama sekali dari keduanya, sampai Gavin memutuskan untuk bicara duluan.
" Tuan saya tadi lihat di perjalanan ke masjid ini anda menabrak seorang pria?"
" Dia wanita"
"Saya akan pecat dia hari ini"
"Hentikan pencariannya" ucap Adam tiba tiba.
Adam menoleh ke Gavin " lelah kita mencarinya ternyata dia di dekat kita selama ini"
" Maksud tuan?" Gavin sama sekali tak mengerti.
Adam berdiri dan menepuk pundak Gavin " Ayo akan kutunjukkan"
Sekarang sakinah tengah uring uringan di meja kerjanya merutuki dirinya sendiri kenapa dia bisa bertemu Adam.
" Aaaa Naila gimana ini apa kita keluar dari sini?"
" Lu udah 100 kali ngomong kaya gitu dari tadi anj-" kesal Naila.
Dia sudah tahu bahwa sakinah bertemu Adam,ada baiknya juga mereka bersatu kembali pikir Naila.
" Udah lah mendingan lu baikan sama adam gih, nikmati hartanya dan hidup bahagia dengan anak kalian" saran Naila
" TIDAKKKK!!!!" tolak sakinah mentah mentah.
" Gue gak mau sama dia nai hikshiks bantu gue" Naila tak memperdulikan rengekan sakinah.
__ADS_1
" Ekhem" dehem seseorang.
Sakinah dan Naila menatap orang itu, dia kan sekretaris nya Adam.
" Eh tuan Gavin,ada keperluan apa sampai anda repot repot ke sini, apa perlu sesuatu?" Kata Naila dengan senyumannya paling manis
" Ya Allah ganteng" gumam Naila tersenyum, sakinah memutar bola matanya malas.
" Yang namanya sakinah ikut saya sekarang juga" perintah Gavin
" Kemana dulu nih" sakinah sudah bisa tebak pasti ketemu Adam.
"Ikut saja jangan banyak bicara!"
"Dih awas ya nanti di pecat sama tuan Adam,saya istrinya" kata sakinah dengan bangga.
" Mantan istri lebih tepatnya" balas Gavin dengan senyum jahatnya.
"Oh ya? Saya gak merasa tuh nandatangani surat cerai"
" Kau ini banyak bicara, apa harus saya suruh orang untuk menyeretmu?" Ancam Gavin.
" Udah Ki ikut aja,serem itu"
Baiklah sakinah menurut, dia mengekor di belakang Gavin, di perjalanan mereka bertemu rayyan.
" Tuan Gavin sakinah mau di bawa kemana?"
" Bukan urusanmu pak Ray, urus saja pekerjaan mu"
Rayyan menatap sakinah meminta penjelasan" nanti aja Ray"
Rayyan mengerti dan membiarkan kedua nya pergi " semoga kamu tidak kena masalah ya Ki"
" Tuan ini saya"
" Masuk"
Gavin masuk ke ruangan Adam dengan membawa Sakinah di belakang nya.
Sakinah melihat Adam begitu serius membaca berkas berkas yang berserakan di atas mejanya, kacamata yang bertengger di hidung mancung itu terlihat begitu menambah kesan tampan nya.
Sakinah yang tak tahu diam karena dia pikir,Adam menyuruh Gavin.
" Apa kau tuli? Tuan meminta mu membuat kan kopi"
"Kau masih di sana? Pergi dan buatkan aku kopi!"
"Kau aku?" Sakinah merasa Adam sudah berubah
" Gue bukan asisten Lo btw" Adam yang mendengar seperti ada penolakan langsung menggebrak mejanya.
" Tidak sopan! Apa begini caramu bicara dengan atasanmu,siapa yang memasukkan mu kesini"
Nyali sakinah jadi ciut, dia tak sanggup 2 lawan 1 pasti kalah dia.
" Tuan bertanya siapa yang memasukkan mu?" Gavin mengulang pertanyaan Adam.
" Eeee anu pak Ray.." lirih sakinah pelan.
"Apa saya pecat pak Ray tuan? Tanya Gavin.
" Eh enak aja dia mah gak salah pin yang salah gue" sakinah tak terima pria baik itu kena imbas.
" Pin?"
" Nama lu kan Gapin"
Gavin tak habis pikir kenapa tuannya menikah dengan wanita bodoh ini.
" Tidak sopan!" Ucap Gavin menahan tangannya yang ingin sekali menampar sakinah.
"Iya sekretaris G A V I N" kata sakinah dengan menekan kan nama pria itu dengan benar.
"Pergi lah buatkan tuan Adam kopi" usir Gavin
__ADS_1
Sakinah menunggu Adam membelanya dari manusia di samping nya tapi seperti nya Adam tak lagi peduli dengannya.
" Y"
"3 menit dari sekarang kalau lewat dari itu, kau harus membuat nya lagi"
Perkataan adam langsung saja di turuti sakinah,wanita itu berlari ke lift untuk membuat kopi,sampai di pantry dia membuat kopi yang biasa dia buat di rumah waktu bersama Adam.
Sakinah berlari ke lift dengan secangkir kopi di tangannya berharap kopi nya sampai tepat waktu.
Dengan langkah cepat sakinah sampai di ruangan Adam dengan secangkir kopi di letakkan di meja.
" Huh huh aduh nafas gue" Sakinah mengatur jantung nya yang berpacu cepat karena berlari.
Adam mengambil kopi itu lalu membuangnya ke tong sampah.
" Ini sudah lewat 5 menit,buat lagi!"
Sakinah membulatkan matanya" APA!!"
" Turunkan nada bicara mu!" Sentak Adam
" Buatkan tuan kopi lagi" perintah Gavin.
Sakinah langsung berlari lagi ke bawah karena memang pantry yang dia tahu hanya di bawah. Sakinah melihat antrian lift penuh dia memilih pakai tangga saja.
Di rasa sudah selesai membuat kopi dia naik ke atas dengan tangga darurat juga jika pakai lift pasti lama pikir Sakinah.
Dengan keringat yang bercucuran kopi yang di buatnya sampai dengan selamat, dan tersaji rapih di meja Adam.
"Tepat waktu"
Sakinah bisa bernafas lega dia terduduk lemas di lantai akhirnya bisa buat kopi 3 menit itu dengan sempurna.
"Pergi dan beli makanan di rumah makan nasi setia, saya ingin makan nasi Padang"
" Tapi..tapi..tapi tuan itu jauhh..."
" Pergi sekarang tuan mu ingin makan,ku beri waktu kau 15 menit" perintah Gavin.
Sakinah langsung bangkit dan berlari membeli pesanan Adam.
Di perjalanan Sakinah bertemu Naila " woii Ki jangan lari lari"
Peringatan Naila tak di hiraukan sakinah, wanita itu tetap berlari sekuat tenaga persetan dengan kandungan di perut nya lagi pula akan hilang hari ini.
" Mau kemana Ki" tanya satpam pintu gerbang
" Mau beli nasi Padang buat tuan Adam" satpam yang mengerti mempersilahkan Sakinah untuk pergi dengan motornya.
Sakinah datang dengan sebungkus nasi yang di tenteng nya. Kali ini dia akan menggunakan lift untuk naik dia tak sanggup jika naik menggunakan tangga.
" Gebrak" pintu terbuka kasar, sakinah terduduk lemas kecapean dari tadi berlari,sampai wajahnya jadi merah karena panas.
Gavin merampas nasi bungkus itu dari tangan sakinah.
" Ini tuan pesanan anda"
" Terimakasih Gavin"
Apa? Sakinah tak salah dengarkan? Kenapa dia berterima kasih dengan sekretaris nya, seharusnya dirinya yang mendapatkan ucapan itu.
" Bangun!"
Sakinah langsung berdiri karena gavin menyuruh nya.
" Saya ada agenda penting hari ini,selama saya pergi gantikan saya,tetap di sini bersama tuan Adam ikuti semua perintah nya jangan ada yang di bantah!" Sakinah menganga tak percaya dengan pria itu.
Bisa bisanya dia pergi meninggalkan semua tugasnya " heh sekretaris Gavin,saya itu tugas nya input data bukan asisten nya"
Gavin berbalik " kerjakan saja atau saya pecat!"
Sakinah beralih ke Adam yang tengah makan " tuan, bilang ke anak buahmu saya tidak mau disini" adunya ke Adam.
"Perintah nya itu berasal dari perintah ku ikuti perintah nya sama saja dengan kau mengikuti perintah ku"
__ADS_1
" Oke kalau gitu saya mengundurkan diri!" Tantang sakinah.
" Baiklah saya akan mengabulkannya tapi akan ku pastikan kau tidak akan mendapatkan pekerjaan lagi setelah ini dan adikmu juga!" ancam adam.