Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Adam berubah


__ADS_3

"RYANNN?" Kaget Naila dan sakinah secara bersamaan.


Tubuh Alex terlempar hingga beberapa meter karena tendangan Ryan yang begitu kuat.


" Hikss.... Gus Ryan" Naila hendak memeluk Ryan karena saking Senangnya dia tak jadi di lecehkan, namun intrupsi dari Ryan membuat nya mundur.


" Jaga jarak mu dari saya" ucapnya tegas


Sedangkan beberapa teman teman Alex membantu nya untuk berdiri" maap Lex gue gak tau dia ada di belakang Lo, tu orang tiba tiba nongol aje"


"Bangsat Lo,punya nyawa berapa ngelawan gue" teriak Alex angkuh, padahal punggung nya masih nyeri.


Ryan membalikkan tubuhnya menghadap Alex, seketika semuanya jadi hening.


" Lah?kok pada diem" heran sakinah, tubuhnya masih terikat di pohon.


" Anj kok harus pak Ryan sih" bisik mereka ricuh seketika.


" Lex ayok nonjok dia, walaupun dia dosen paling killer seantero kampus gass aja" ajak Asep bodoh


Reflek segerombolan pemuda itu menatap Asep sinis " canda anj, gue masih mau lulus kok"


" Joks dek joks ngerti joks gak?, Mata Lo jangan begitu Udin" mereka Tak habis pikir kenapa bisa punya teman sebodoh Asep.


Sedangkan Alex sudah meremas tangannya menahan emosi " kenapa harus dia lagi sih arghh" monolog nya kesal.


" Minta maaf" perintah Ryan, semuanya langsung hening kembali.


20 pemuda itu seperti hewan yang sudah di jinakkan tuannya.


" Alex kali ini kita ngalah aja ya pliss" pinta salah satu dari mereka.


Alex seakan tuli dengan permintaan temannya, ketua geng motor itu malah menghampiri Ryan.


" Di sini Lo bukan dosen gue" setelah mengatakan itu Alex pergi dengan motornya meninggal kan semua teman teman nya.


Naila yang di belakang Ryan jadi heran melihat interaksi semua pemuda itu ke Ryan apalagi sakinah.


" Giman cara minta maaf nya ege" Asep Dan yang lainnya jadi panik karena boss mereka pergi duluan.


" Harus kah minta maaf" tanya Asep bodoh ke teman temannya.


Surya yang di ketahui wakil dari geng motor mereka itu maju ke depan berhadapan dengan Ryan.


" Pak saya minta maaf atas semua kejadian ini" ucapnya lantang dan berani.


" Kamu ada salah sama saya?" Tanya Ryan


Surya jadi gelagapan mendengar pernyataan dari dosennya.


" Emm anu...mbak siapa pun nama Lo gue dan temen temen gue minta maaf atas kejadian ini,lain kali tidak akan terulang lagi" ujar surya ke Naila dan sakinah.


" Minimal bukain talinya lah dek dek" sindir sakinah.


Dengan cepat semua pemuda itu menghampiri sakinah mereka berebut membuka tali itu.


" Satu satu anjirr jangan berebut" sakinah jadi sesak karena di kelilingi berandalan kota.


Akhirnya ikatan itu lepas, sakinah langsung berdiri menghampiri adik iparnya.


" Kenapa gak lapor polisi aja Ryan, nih bocah bocah udah meresahkan masyarakat" sakinah tak terima jika semua pemuda itu tidak di beri pelajaran.


Mereka jadi panas dingin kala mendengar nama polisi "mbak ganteng jangan laporin kita dong" mohon mereka ke sakinah.


" Pulang lah, sekali lagi saya lihat kalian seperti ini...." Belum sempat Ryan melanjutkan kalimat nya malah di potong.


" Iya pak Ryan siapp ini yang terakhir kalinya di mata pak Ryan" ujar Asep dan yang lainnya lantang.


Mereka semua pergi dengan motornya sebelum itu berpamitan terlebih dahulu agar di pandang mahasiswa sopan.


" Kok di biarin si Yan, ah gak asik Lo" kesal sakinah ke Ryan.


"Mereka mahasiswa saya kasihan masih muda masa depan mereka akan rusak" jelas Ryan.


" Tcih pilih kasih"


" Kalau mereka mengulangi kesalahannya saya sendiri yang akan melaporkan nya"


" Pembohong kau pembohong" ejek sakinah dengan nada Patrik di kartun Spongebob.


Ryan lebih memilih nyelonong pulang duluan " woii tunggu anjirr,dasar adek dorhaka"


Naila dan sakinah kini berjalan kaki beringin di belakang Ryan.


" Kenapa sih lu bisa suka sama Ryan, dia itu bukan tipe perempuan jaman now" kata sakinah dengan suara pelannya.


" Hehehe ga tau pokoknya luv luv"


" Dasar bucinn"


"Keknya nih ya si Ryan dosen killer di kampusnya, Lo denger gak apa kata si Asep tadi tentang si Ryan" sakinah sudah memulai sesi pergibahan nya.


" Iya tahu dosen paling killer seantero kampus hahaha" tawa Naila


"Julukan killer emang cocok buat dia, udah sok kull lagi padahal mah anak manja ummi" mereka berdua menahan tawa.


" Jangan gitu Ki, bagus dong kalau Gus Ryan tegas berarti dia gak menye menye"


" Tegas dari Brunei"


" Dari Hongkong Mon maap"

__ADS_1


" Sama aja"


"Gue saranin jangan sama Ryan mending sama Aris lebih mantep" kata sakinah mengompori.


" Ekhemm" dehem Ryan keras dia merasa dirinya jadi bahan gibah.


" Pakai lah baju yang lebih sopan jika keluar Naila ,usahakan pakaian mu tidak ketat"


" Iya Gus saya usahakan"


Suasana jadi hening, sakinah berinisiatif untuk mencari topik agar tidak boring.


" Eh kok lu bisa ke situ si Yan, mau makan bakso ya tadi?" Tanya sakinah.


" Mbak lupa udah ngelempar mobil saya"


Flashback on


" Brakk" sebuah batu terlempar ke mobil Ryan sampai menimbulkan suara bising.


Pak satpam berlari menghampiri mobil Ryan seketika Ryan keluar karena mendengar suara mobil nya yang berbunyi terus menerus.


" Ada apa pakde" tanya Ryan saat ke luar dia lantas memencet tombol yang ada di kunci mobilnya agar tidak menimbulkan suara lagi.


" Begini Gus tadi seperti ada yang melempar mobil Gus Ryan" jelas pak satpam.


" Loh kok iso pakde"


" Saya kurang tahu kenapa Gus soalnya tadi saya sedang ngobrol sama mas Kiki karena dia mau keluar beli bakso saya tidak izinkan"


Ryan membuang nafasnya lelah dia sudah tahu ini pasti kerjaan kakak ipar nya itu.


" Ya sudah pakde bisa lanjutkan kegiatan nya lagi" pak satpam undur diri untuk lanjut jaga malam.


" Mbak Kiki....." Geram Ryan


Falshback off


" Hehehe maap ya Yan gue kepepet, ga tau kenapa kepingin bakso"


" Lain kali jangan gitu mbak,bahaya" peringat Ryan yang masih terus berjalan di depan.


" Kenapa Lo Ki, ngidam kah"


Mendengar itu reflek sakinah menggeplak mulut sahabat karib nya itu.


" Kalau ngomong kagak di filter"


" Ya siapa tau kan udah begituan sama Adam langsung jadi mana kita tahu, Allah kalau kasih rezeki itu tidak di duga duga" Naila akhirnya mengeluarkan kata kata bijak.


" Tumben nai"


" Kenapa emangnya"


Tanpa mereka sadari Ryan tersenyum mendengar ocehan kedua wanita itu.


Timbul ide jahil sakinah " eh mantan Lo itu jadi kah mau lamar"


" Hah?" Bingung Naila.


Perasaan dirinya cuman punya mantan satu itu pun di Jakarta " kenapa emangnya sama Kevin"


Sakinah mengedipkan sebelah matanya, kayaknya itu kode "owhhh oke oke" Naila sudah ngerti.


Ryan sudah memasang telinga nya setajam mungkin " keknya dia mau lamar gue tapi ga tau juga mau di terima apa enggak"


" Terima aja lagian ya dia itu kaya raya tajir melintir, entar suruh si Kevin beli rumah dekat rumah gue biar tetanggaan"


" Jangan langsung ambil keputusan saya sarankan sholat istikharah dahulu pinta petunjuk dari Allah" Ryan ikut menimpali


" Apa sih yan lo itu ga di ajak" sinis sakinah.


Tapi Naila sudah berusaha menahan tawanya,kenapa sakinah dan Ryan tak pernah akur.


" Hanya sedikit nasihat agar tidak salah memilih, menikah itu sekali seumur hidup jadi harus di perhitungkan baik baik" tambah Ryan menasehati Naila tanpa memperdulikan perkataan Sakinah.


" Kalau cembukor itu bilang" sindir sakinah.


" Apa sih mbak, mbak Kiki itu gak di ajak" balas Ryan mengikuti perkataan sakinah.


Kebetulan mereka sudah sampai di depan gerbang, Ryan langsung saja pergi jauh meninggalkan mereka untuk masuk ke ndalem.


"Hihihi ucul bangetss mas Ryan cemburu gitu" Naila senyum senyum sendiri.


" Udah nai lanjut di kamar aja nanti di kira orgil lepas Lo di sini,udah malam juga nanti ketemu sama mbak Kunti mampus lu,mana pakai baju suster lagi nanti di kira suster ngesot" sakinah meninggalkan naila sendiri.


" Ihhh Kiki sialan gue takut bangsat" tiba tiba saja suasananya jadi horor.


Sakinah sudah sampai di kamarnya dia masuk dan langsung tidur, untung lah teman teman nya sudah pada tidur duluan jadi ia tak perlu repot-repot menjelaskan.


"Laki gue lagi ngapain ya..." Lirihnya.


Pelan tapi pasti sakinah memejamkan matanya dia sudah mulai mengantuk perlahan mulai tidur.


Di siang hari sakinah berjalan jalan kerumah Adam niatnya hanya untuk melihat ruqayyah anaknya.


" Assalamualaikum" salamnya saat sampai rumah.


" Walaikumsalam nyah" bik sum membuka pintu itu namun tak di sambut ramah.


" Bik kenapa mukanya belum gajian ya" tapi bik sum malah pergi saja tanpa memperdulikan sakinah.

__ADS_1


" Kenapa tuh orang, keknya beneran belum gajian"


Sakinah langsung masuk dan pergi ke taman belakang untuk melihat ruqayyah tapi di taman.


Sakinah melihat Adam tengah memeluk seorang wanita yang tak bisa di lihat wajahnya oleh sakinah.


" Mas sangat sangat mencintai kamu lebih dari apapun di dunia ini, mas akan memberikan apa pun yang kamu ingin kan gunung pun mas akan berikan untuk mu" tampak Adam mencium kening wanita itu sayang.


Sakinah mengepal kan kedua tangannya" Adam Lo..." Lirih nya dengan suara bergetar


Air mata itu jatuh membasahi pipi gembulnya,hatinya serasa di cucuk seribu anak panah benar benar sakit.


Benarkah itu Adam,pria yang selalu mengatakan cinta untuk nya,dia yang berjanji akan selalu bersamanya.


" ADAMMM ANJING LO!!!" Teriak sakinah menggebu.


Kedua insan itu terkejut akan kehadiran Sakinah terlebih reaksi Adam yang begitu kentara.


" Sakinah? "


Wanita itu lantas bersembunyi di balik tubuh tegap Adam, sakinah berjalan menghampiri Adam.


"Plakkkk" sebuah tamparan keras mendarat di pipi Adam.


" Dam ini Lo? Beneran Lo dam" sakinah tak bisa mempercayai semua ini.


" Wanita itu siapa dam? Lo selingkuh hah?"


" Ohh gue paham jadi ini alasan Lo kirim gue buat ke pesantren biar lu bisa enak enakan sama selingkuhan Lo iya?"


" Brengsek" makinya dengan suara bergetar menahan tangis.


" Kenapa Lo lakuin ini dam hiks...gue salah apa sama Lo" pertahanan nya sudah runtuh lutut nya jadi lemas untuk berdiri.


" Kamu sudah khianati saya"


'deg' jantung sakinah sudah berdebar tak karuan apa Adam sudah tahu pikirnya.


" Kenapa? Kaget saya sudah tahu"


" Wanita seperti kamu tidak pantas bersanding dengan saya, hanya renjana yang berhak menjadi istri saya" ucap Adam sambil memegang erat tangan wanita itu dari belakang.


" Renjana ?" Sakinah teringat dengan perkataan bik sum.


Wanita 8 tahun yang lalu yang pernah ingin bik sum ceritakan apakah dia?


"Jadi Lo lebih milih selingkuhan Lo dari pada gue? Inget dam gue istri sah Lo kalau Abah tahu anaknya kaya gini dia bakal marah besar" peringat sakinah.


" Saya tidak perduli tentang Abah dan juga dirimu"


" Dan yang kamu sebut sebagai selingkuhan itu dia adalah kekasih saya,yang sebenarnya selingkuhan itu adalah dirimu!!" Jelas Adam dengan menunjuk nunjuk ke arah istrinya.


Sakinah tertawa mendengar perkataan suaminya bersamaan dengan suara tawanya tangisan nya kian membuncah.


" Hikss....Adam" tangisannya terdengar begitu pilu.


Wanita itu berdiri dan mencoba meraih tangan suaminya berharap Adam mendekapnya seperti dulu " dam gue...."


" Jangat sentuh saya" Adam menepis tangan istrinya kasar.


"Pergilah dari kehidupan saya untuk selamanya biarkan saya hidup bahagia dengan renjana" pinta Adam tanpa ingin melihat ke arah sakinah.


" Lo ngusir gue dam?" Tanya sakinah dengan suara yang sesegukan.


" Tidak hanya saya usir, saya juga akan menceraikan kamu" kata Adam dengan menekan kan kata cerai.


Sakinah syok dia tak sanggup menerima kenyataan ini. Dilirik nya wanita yang masih bersembunyi di balik tubuh tegap suaminya.


" Seneng lo udah buat kami pisah hah!!"


"JANGAN MEMBENTAK!!!" Suara Adam meninggi membuat sakinah kaget.


" Arghhh cewe sialan" sakinah menjambak rambut wanita itu karena ingin melihat wajahnya namun tak bisa.


" Lepaskan sakinah lepaskan" Adam mendorong sakinah hingga tersungkur ke tanah.


Adam menutupi kembali wajah wanita itu bahkan Adam memeluk nya dan mendekapnya.


" Kamu keterlaluan, pergilah dari sini dan jangan pernah kamu tunjukkan wajahmu" Adam menyeret sakinah hingga ke pintu utama.


Pintu di tutup dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi yang memekakkan Telinga.


" Hiks.... Adam"


Wanita malang itu kini hanya bisa bersimpuh di depan pintu rumah yang sudah tertutup rapat.


" Adam udah berubah dia bukan lagi Adam yang dulu yang pernah gue kenal"


" Hai sakinah" panggil seorang wanita dari belakang nya.


Sakinah langsung melihat ke sumber suara, wanita itu memakai topeng seperti nya dia wanita yang tadi bersama Adam sakinah tahu karena baju yang di kenakan wanita itu sama.


" Cewe sialan " sakinah bangkit dan siap untuk berkelahi dengan wanita di depannya.


"Berani Berani nya Lo ambil Adam dari gue"


" Bukan saya yang ambil,suami mu yang sendiri datang ke saya" ujar wanita itu tersenyum sinis.


" Pergilah dari hidup Adam dia tidak bahagia bersamamu dia akan bahagia hanya dengan saya"


" Gak akan gue tinggalin Adam sampai kapanpun!!!"

__ADS_1


Wanita itu tiba tiba saja mendekat ke sakinah dia mencekik leher sakinah hingga Sakinah tak bisa bernafas.


" Lepasin bajingan"


__ADS_2