
Pagi pagi sekali Melati sudah ribut ingin menyampaikan kabar besar ke Yuni.
" Apaan sih Lo tik,pagi pagi udah ribut"
" Kamu tau gak?Kiki itu istrinya tuan Adam pemilik perusahaan Adam group itu!!" ucapnya penuh semangat 45
" Ah masaa, gak percaya gue ngarang kali dia" yuni merasa Sakinah hanya mengibuli melati.
Sakinah yang tengah termenung langsung menatap yuni tajam.
"Ihh beneran,kamu sih gak dengerin kami cerita cerita semalem"
" Kalau dia memang istri tuan Adam,dia gak bakal tidur di sini pasti nya tidur di istana" tunjuk Yuni
"Dasar tukang ngayal" yuni mencemooh sakinah.
Sakinah yang tak terima langsung berdiri dan menghampiri yuni,lalu menjambak rambut nya.
" Akhhh anj Lo lepasin rambut gue" Yuni meringis kesakitan.
" Lo duluan yang ngajak gue ribut ya babi!!"
Melati langsung melerai mereka,takut petugas datang dan memarahi mereka,nanti bisa di hukum.
" Udah udah berhenti,kalian ini kayak anak kecil"
"Dasar tukang ngalu" ejek Yuni.
" Nih anak belum puas ya" baru sakinah akan mulai lagi, melati menarik nya menjauh dari Yuni.
" Wleee" ejek Yuni lagi.
" Tuh ciri ciri manusia setengah anjing" maki sakinah
" Udah Ki sabar,dia emang gitu bener kata kamu kayak anjing hehehe" bisiknya agar Yuni tak dengar.
" Gue ga tahan di sini pengen cepet-cepet keluar,kenapa pengadilan nya harus Minggu depan sih" sakinah benar benar frustasi
" Kalau pun kamu di sidang belum tentu bebas gitu aja,80 persen kemungkinan gak bisa"
Sakinah jadi bimbang, benarkah?
" Teruss gue harus ngapain dong,gue gak mau di penjaraaaa aaaaa gak mauuu" rengeknya seperti anak kecil di pelukan melati.
" Katanya istri Adam, kalau istrinya Adam mah masalah kaya gini kecil,pakai duit selesai, ada duit Lo aman" Yuni tiba tiba saja ikut nimbrung.
" Anjir iya Adam,ahay lupa gue ada suami yang bisa di andelin"
Sakinah langsung teriak teriak menanggil petugas keamanan di sana.
" Kenapa hah!?"
" Biasa aja brodi,kagak usah ngegas gue Gibeng juga lu" melati dan Yuni saling pandang,wanita di depan mereka memang tak punya rasa takut sama sekali.
"Tolong dong telponin temen gue" pinta Sakinah
"Ini sebentar hanya 5 menit" petugas itu menyerah kan handphone nya.
Dia menekan nomor Naila agar bisa menyampaikan pesannya ke Adam sebab dia tak tau no hp Adam.
Sambungan tersambung,Naila mengangkat nya.
" Nailaaaa hikss...hikss ini gue Kiki" sakinah menangis sesenggukan saat Naila mengangkat telponnya.
"Apa lagi hah? Udah cukup deh jangan lebay,cuman di penjara kan? Itu setimpal buat lu"
" Jangan gitu dong nai, gue cuman punya lu masa Lo ninggalin gue"
Mendengar itu Naila jadi merasa bersalah, seharusnya dia ada di samping sakinah saat ini, menyemangati dan membantu nya,apa dia terlalu egois? Pikir Naila.
" Ayo cepat waktumu sisa 2 menit" petugas sudah mulai memberikan peringatan.
" Nai gue pinjem hp nya mbak polisi,gue pengen minta bantu lu buat suruh Adam tolongin gue keluar dari penjara,suruh dia bawa uang jaminan buat bininya"
" Gue kesana aja lah biar enak ngobrol nya"
" Ya udah sini ANJIRR!!!"
" Hahaha iya iya,hari pertama besuk mau di masakin apa mas?" Ledek Naila.
Sakinah mematikan telpon nya sepihak,dia malas mendengar ocehan un faedah dari Naila.
" Ini mbak thanks"
Sekitar jam 10 pagi Naila datang untuk besuk sakinah,hari ini dia izin tak masuk kerja.
" Jadi gimana Ki,gue bilang apa Ama Adam"
Sakinah langsung menghentikan makannya " bilang ke dia gue masuk penjara gara gara nabrak orang"
" Isss jangan gitu,Lo harus jujur udah saat nya Adam tahu semuanya"
" Emang lu berani kasih tahunya?"
" Enggak" jawabnya cengengesan.
"Ya udah kasih tau yang itu aja, berbohong demi kebaikan itu kagak apa apa"
Naila manggut manggut saja " ya udah cepet abisin,gue langsung nemuin dia dari sini"
Sakinah memberi kan jempol nya " engkaulah sahabat sejati aku"
" Tcih ada maunya"
Di sini lah sekarang Naila,di ruangan Adam bersama sekretaris Gavin di depannya.
"Cepat lah bicara,tuan tidak ada waktu untuk pegawai rendahan seperti mu" mulut Gavin memang harus di laknat tuhan.
"Sabar sabar,ada waktu nya gebuk dia" kata Naila pada dirinya sendiri.
" Emm tuan,itu..anu si Kiki masuk penjara gegara nabrak orang" ucap Naila pelan dan agak takut takut.
Setelah mengatakan itu Naila melihat ekspresi Adam yang biasa biasa saja,gawat kalau Adam sampai tidak lagi mengakui sakinah istrinya.
" Teruss?"
" Ya tolongin dong tuan,kan Istrinya...." Lirih Naila namun masih dapat di dengar Adam.
"Tidak mau"
" WHATTS?!!!!"
" Keluar lah saya tidak fokus" usir Adam.
Naila yang kehilangan kendali langsung saja berdiri lalu menggebrak meja Adam.
"DIA LAGI HAMIL,DAN ITU ANAK LO!!!" Naila sudah benar benar emosi dengan pria di depannya.
Tangan Adam langsung berhenti mengetik,dia membuka kaca mata nya.
" Anak siapa?"
" Ya anak lu masa anak sekretaris Gavin"
" Yakin anak saya?"
Naila syok dengan perkataan adam,kenapa bisa adam berkata seperti itu.
" Kalau lu kagak mau ngurus tuh anak,ya udah Kiki sama gue masih mampu besarin tuh anak,tapi tolong bebasin dia pliss" mohon Naila.
Telfon Adam berdering tiba tiba, dia mengangkat nya " assalamualaikum, kenapa ryan?"
Mendengar nama Ryan,Naila langsung diam. Apa pria itu baik baik saja.
" Mas akan pulang Minggu depan"
" ......"
" Hemm baiklah akan mas bawa untuk ummi,mas tutup telephon nya ya assalamualaikum"
Naila menatap Adam seakan ingin tau Sesuatu,seakan tau Adam langsung bicara.
" Ryan baik baik saja" Naila langsung lega mendengar nya.
"Alhamdulillah kalau gitu" tadi marah marah sekarang malah tersenyum seperti orang bodoh.
Seakan teringat akan tujuan nya kemari dia langsung melanjutkan dramanya.
" Tuan,tolongin ya,tuan kan kaya raya punya banyak uang,tolong dong tebusin sakinah"
"Pergilah Naila,saya tidak ingin kamu di seret Gavin" Naila langsung melirik ke Gavin yang sudah siap seperti akan menyeret nya keluar.
Dengan langkah berat Naila keluar dari ruangan itu dengan secuil harapan untuk Sakinah bebas.
" Gavin siapakan uang nya" perinta Adam.
Gavin langsung menjalan kan perintah Adam cepat,Adam bersiap siap akan pergi untuk membebaskan istrinya dengan membawa uang jaminan.
" Sudah saat nya dia berkata jujur,selama ini mulut nya hanya mengeluarkan kebohongan"
Di balik jeruji besi itu,ketiga wanita random itu bercerita banyak sekali, Sakinah bercerita bagaimana dia bisa bertemu Adam dan bagaimana rencana nya yang kabur dari pesantren.
" Menurut kalian kenapa gue harus lahirin anak ini ke dunia?"
" Harus di lahirin kata gue mah, biar nanti anak Lo jadi pewaris tahta tuan Adam kelak" Yuni memberi sedikit saran.
" Iya gpp gak cinta yg penting banyak duit,lebih baik nangis sakit hati sambil shopping barang branded dari pada nangis gara gara beras habis,hayo sakit mana?" Melati ini agak matre ya ternyata.
" Kalian dua pasang wanita yang sangat realistis gue suka" puji Sakinah bangga.
__ADS_1
Keduanya tersenyum sombong di puji.
" Jadi gimana?" Tanya melati.
"Gue pikir pikir dulu aja deh" jawab sakinah ragu.
Petugas membuka pintu sel, ketiganya saling pandang, seakan bertanya satu sama lain, 'ada apa?'
" Ibu sakinah silahkan keluar,ada yang datang untuk besuk" ucap petugas itu
Sakinah bingung bukannya tadi Naila sudah besuk kenapa dia besuk lagi.
" Pergi aja Ki,siapa tau kabar baik" Melati menyuruh sakinah untuk menemui orang itu akhirnya dia mau.
Sakinah keluar dari sel,saat keluar di tempat khusus besuk dia melihat ada dua pria duduk menunggu.
" Tuan?"
Sakinah tersenyum senang Adam datang,dia tau Adam masih mencintai nya,pasti dia datang untuk membebaskan nya.
Sakinah berjalan mendekati Adam untuk memeluk pria itu tapi tangan Adam mendorong tubuhnya agar menjauh.
" Jangan sentuh tubuh saya!"
"Siapa juga mau peluk,orang mau benerin dasi nya kok"alibi Sakinah meraih dasi Adam yang tampak rapih agar tak malu
" Nah tuh udah" ucapnya menepuk nepuk dada Adam beberapa kali.
"Tuan ke sini mau bebasin saya ya?" Tanya sakinah dengan senyum girang nya.
" Kenapa bisa masuk ke sini?" Bukan nya menjawab Adam malah bertanya balik.
Sakinah terdiam lalu dia menjawab dengan cepat " nabrak orang"
Tapi tatapan Adam mengintimidasi nya,Adam berjalan mendekat ke sakinah,wanita itu mundur beberapa langkah Sampai tubuhnya terbentur tembok,jarak antara mereka hanya sekitar 1cm.
Adam mendekat kan wajahnya ke wajah sakinah sampai kedua hidung mereka saling bersentuhan, sakinah menutup matanya takut.
" Tuan Ada sekretaris Gavin,malu" cicitnya di akhir kalimat
"Memang apa yang akan saya lakukan sampai harus merasakan malu hemm?" Ucapnya pelan, Sakinah dapat mencium aroma mint dari bibir pria di depannya.
Sedikit lagi saja mereka pasti akan berciuman,Adam benar benar mengikis jarak di antara mereka. Sakinah akan menghindar tapi kedua tangan Adam mengunci nya,dia jadi tak bisa menghindar.
" Tuan jangan gini,malu..." Ucapnya sambil melirik sedikit ke Gavin yang masih berdiri di dekat mereka.
Adam tuli,dia memukul kedua tangan nya ke dinding sampai sakinah kaget. Tampak kedua tangan Adam memerah, Sakinah langsung menggenggam kedua tangan Adam di dekapan nya.
" Woii lu setres ya? Jangan kaya gini,gue gak suka" marah sakinah,sambil mengelus ngelus pergelangan tangan Adam yang tadinya merah sekarang Agak membiru.
Mata wanita itu berkaca kaca,Adam melihat Mata itu.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya adam, Matanya tak lepas dari sepasang mata coklat milik sakinah.
" Saya kan bilang nabrak orang gimana sih,masa harus nunjukin video saya nabrak nya"
" Bohong!" Sentak Adam
Sakinah kaget untuk kedua kalinya dengan suara Adam yang membentaknya.
" Hiks....hiks ...hikss" sakinah menangis tiba tiba,dia menangis sesenggukan.
" Gue hamil,terus mau gugurin nya ketahuan deh sama pak polisi,terus di tangkap,terus masuk penjara.... hiksshiks" adunya seperti anak kecil yang merengek ke ayahnya.
Adam menarik sebelah telinga sakinah geram "akh sakit ANJIRR"
"Hukuman ini belum seberapa di banding 1000 kebohongan yang kau ucapkan dari bibirmu itu"
"Kau akan dapat kan hukuman yang sebenarnya setelah ini,yaitu di penjara itu hukuman yang setimpal atas dosa dosa mu pada bayi itu!" Tunjuk Adam pada perut sakinah.
Sakinah takut kala Adam mengancam nya,apa itu berarti dia tak akan bebas dan berakhir membesar kan anaknya di penjara sendiri?
" Tuan saya mohon bebasin saya dari penjara,saya gak mau tinggal di sini hiks..." Mohon sakinah sambil mendekap tangan suaminya.
Adam menarik tangan nya kasar dari dekapan hangat itu.
" Siapa dirimu sampai saya harus tolong?"
" Saya istri sah tuan!"
"Kau yakin status mu bisa bertahan lama?"
Sakinah menetes kan air matanya,apa Adam akan menceraikannya? Pikir sakinah
" Saya hamil tuan..."
"Anak siapa?"
Pertanyaan Adam mampu membuat dada sakinah seperti di hujam oleh ribuan jarum,apa yang dia katakan,anak siapa?.
Sakinah memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskan nya agar dia tidak terbawa emosi,air mata Sakinah turun begitu saja.
" Anak saya"
Sakinah berkata sungguh sungguh tanpa menyelipkan nama Adam atas hak anak itu,dia hanya katakan bahwa itu anaknya.
Puas mendengar nya,Adam tersenyum remeh
"Berlutut dan memohon lah di kakiku untuk kebebasan mu" kata adam tak manusiawi
Sakinah menatap mata Adam tak percaya akan tindakannya, tapi Adam tak mampu melihat ke arah sakinah.
Perlahan tapi pasti sakinah bersujud dan menyentuh kaki suaminya,Adam memejamkan matanya kala tangan sakinah menyentuh sepatu nya,dia tak sanggup melihat itu.
Gavin yang berdiri tak jauh dari sana melihat kejadian itu "anda sangat aneh tuan, semua orang bahkan tuhan pun tau jika tuan mencintai wanita itu,tapi kenapa anda melakukan sesuatu yang membuat diri anda sakit?" Gumam Gavin tak habis pikir.
" Cinta tuan untuk wanita itu ada tapi tertutup oleh kebencian tuan sendiri" lanjut nya bergumam
"Berikan saya kemurahan hatimu,saya mohon keluar kan saya dari penjara,hanya tuan yang bisa membantu saya saat ini,Saya janji akan membalas kebaikan anda,saya dan anak saya sangat berhutang Budi atas kebaikan mu" mohon sakinah dengan kedua tangan yang memeluk kaki Adam,menahan sakit hatinya.
Adam menarik kaki nya paksa sampai Sakinah hampir terjatuh kejengkang.
" Hemmm"
Deheman dari Adam menjelaskan semuanya,Adam berlalu dari sana di ikuti Gavin, Sakinah bangkit dan menghapus air matanya.
" Bukan bapak lu itu, jahat dia sama emak lu" hasut Sakinah pada anaknya yang bahkan belum lahir, gimana ya kalau udah lahir?
Sakinah di kembalikan lagi ke sel tahanan oleh petugas,karena Adam harus mengurus berkas surat jaminan untuk mengeluarkan sakinah.
" Gimana Ki?"
"Siapa tuh yg Dateng?"
Sakinah sedang pusing,kedua teman sel nya malah mencerca nya dengan pertanyaan.
"Laki gue"jawabnya malas.
" Wahh beneran keren dong,dia pasti mau bebasin kamu Ki" melati kegirangan
" Awas aja si Adam sialan itu, ustadz gila itu harus tau tempat nya di mana!" Dendam sakinah
Setengah jam berlalu sel di buka kembali,nama sakinah di panggil,dia di nyatakan bebas hari itu juga.
" Emm Kiki yang sehat sehat ya sama debay nya" doa melati sedih.
" Yah gak rame lagi dong" Yuni juga
"Walau cuman 2 hari,tapi kalian berdua udah buat kenangan yang tak akan pernah gue lupakan Sampai kapan pun,kalian berdua orang baik"
" Dan ya .....melati lu jangan bego bego amat jadi cewek,Yuni juga mulai sekarang tobat jangan suka ngisep narkoboy,ngisep si Jony aja kan enak tuh hahaha"
" Bisa aja lu,iya lah Jony mah gak ada lawan"
" Jony siapa?" Beo melati bingung
Sakinah dan Yuni lupa kalau melati ini polos nya tingkat akut.
" Jony sosis ntu loh yang ada asin asinnya " jelas Yuni
" Emang ada sosis namanya Jony?"
Sakinah dan Yuni menampol kepala melati geram dengan kepolosan nya.
" Udah ah Yun,lu aja yang jelasin nya,berikan dia edukasi yang mendidik oke"
" Oke tenang aja"
" Kalau ada waktu gue besukin kalian deh,dadah semua" Sakinah keluar dari sana, sebelum itu dia memeluk kedua gadis nya sayang.
Sebelum melangkah pergi matanya menatap gadis polos yang di fitnah Gavin,dia tak tega melihat orang yang tidak bersalah di hukum.
" Bos sama anak buah Sama aja,sama sama manusia setengah keledai"
Di luar kantor polisi Adam dan Gavin sudah menunggu sakinah.
" Tuan Adam" panggil Sakinah
Adam yang merasa sakinah sudah keluar, Tanpa menoleh Adam langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan sakinah sendiri.
" Anj- gue di tinggalin,lah naik apa gue ke rumah? mana gak bawa duit lagi,hp nya kagak ada kuota nya jancok" sakinah frustasi di depan Polsek sendirian.
Dengan langkah pelannya dia berjalan menyusuri jalanan yang tampak ramai dari lalu lalang kendaraan yang seperti nya akan pulang dari bekerja. Sudah hampir setengah jam dia berjalan kaki, betis dan telapak kakinya sudah sakit berjalan sebab sendalnya putus jadi terpaksa dia nyeker deh.
" Nasib nasib,coba aja gue nolak pindah tugas waktu itu,mungkin sekarang enggak begini akhirnya"
' bimm! Bim!'
Sakinah kaget akan suara klakson dari belakang,mobil berhenti tepat di samping nya.
__ADS_1
Kaca depan terbuka menampakan Gavin di sana " masuklah!"
" Lah bukannya tadi udah pulang kok bisa dari arah sana" tanya nya bingung
" Masuk sekarang atau tidak sama sekali" ancaman gavin langsung membuat sakinah bergerak cepat naik ke mobil.
Di samping nya Adam tengah kalut dengan laptop nya
" Nih orang kagak ada capeknya ya? Tiap hari pegangin laptop terus, dulu di rumah juga gitu sampai tengah malam baru berhenti"gumam Sakinah pelan
Sakinah tak ambil pusing,dia melihat ke arah jendela di mana mereka melewati banyak pedagang jajanan yang menggiurkan, sakinah hanya menelan air liurnya sambil mengelus perut ratanya.
Adam melihat itu " Gavin berhenti di tempat para pedagang itu,saya haus ingin minum sesuatu dari sana"
Sesuai perintah mobil terparkir di tepi jalan yang banyak pedagang kaki lima di sana, sudha seperti bazar makanan saja,katanya sih tempat itu memang surganya kuliner.
Adam turun duluan sendirian, sakinah hanya melihat pria itu turun.
" Cepat pergi ikut tuan mu,kau lupa dirimu seorang asisten"
Benar juga sakinah lupa,dengan cepat dia menyusul Adam dengan berlari.
" Jangan berlari sakinah!" Peringat Adam marah.
" Ya maaf habisnya jalannya cepet" Mereka kembali berjalan menyusuri jalanan yang di penuhi aneka jajanan khas Indonesia.
Adam sadar bahwa wanita di samping nya berjalan tanpa alas kaki " dimana sandal mu?"
" Udah putus tadi di jalan" jawab sakinah tanpa melihat ke arah Adam.
Melihat ada pedagang sandal,Adam membeli sepasang untuk sakinah pakai.
" Ini pakai,saya malu jalan sama gembel"
" Astaghfirullah haladzim engkau menyakiti hati,bener suer gak bohong ini di sini kit heart aku tuh" ucap sakinah sedikit dramatis dengan menunjuk bagian dadanya seolah olah merasa tersakiti
" Lebay"
Di sana ramai dengan pengunjung,jalanan nya padat sekali seperti pasar malam.
Sebenarnya sakinah takut akan keramaian seperti ini,dia takut hilang sebenarnya.
Karena takut hilang dari jangkauan Adam dia memegang ujung jas Adam seperti anak kecil yang dituntun ayahnya di pasar.
Adam menghentikan langkahnya sakinah juga berhenti tapi matanya jelalatan melihat kemana mana sampai tak sadar Adam memandangi nya dengan kesal.
" Ekhemm"
" Eh tuan,kenapa berhenti Katanya haus?"
Adam melirik ke arah tangan sakinah yang memegang jas nya.
"Lepas"
" Jangan tuan saya takut hilang, soalnya dulu pernah hilang waktu pergi ke pasar malam sama Naila"
" Kau ini seperti anak kecil, tampang mu seperti preman tapi begini saja takut" Adam melepaskan pegangan sakinah paksa dari bajunya.
" Hentikan sikap sok manja mu itu,saya tidak tertarik"
Setelah mengatakan itu,Adam melanjutkan langkah nya kembali. Sakinah berusaha mengimbangi jalan adam yang begitu cepat.
" Tuan tunggu!" Teriak nya.
Adam berhenti membeli satu cup minuman segar " kok beli satu,dua dong kan banyak duit nya,itung itung sedekah sama dua anak yatim"
" Dua?"
" Iya dua, saya sama dia" tunjuk Sakinah ke perut nya.
" Oh kau doakan suamimu meninggal?"
" Enggak enggak" sakinah menggeleng cepat,dia takut di semprot Adam.
Adam tak memperdulikan lagi ocehan sakinah dia meminum minuman itu dengan santai nya tanpa menawarkan sakinah sedikit pun.
Adam baru meminum nya sedikit,hanya sedikit mungkin hanya melekat di lidahnya saja,pria itu sengaja mendekat ke tong sampah untuk membuang nya.
" Eh eh mau ngapain hah?"
" Tidak enak"
" Mubazir tauuu,nanti Allah marah,buat aku aja biar tuan gak di marahin Allah" Sakinah merampas minuman itu lalu menghisapnya sampai habis.
Lalu keduanya kembali berjalan,Adam Melihat ada kolak pisang di sana,dia membeli semangkuk, dengan hal yang sama pula dia akan pura pura membuang kolak itu lalu memberikan makanan bekas dia makan untuk Sakinah.
Yang Adam lakukan sebenarnya supaya sakinah merasakan makanan yang dia inginkan tanpa harus memberikan nya langsung dan tanpa sadar pula kedua pasangan suami istri itu makan di satu tempat yang sama tanpa rasa jijik sama sekali.
" Emmm kolaknya enak,aku suka ubi di kolak kaya gini" puji sakinah pada kolak yang dia makan.
Adam tergiur saat Melihat sakinah makan,ingin beli lagi tapi kan tadi dia sudah akan membuang makanan itu,dia gengsi jika harus beli lagi,tadi dia mengatakan kolak itu tidak enak.
" Tuan cobain deh ubi nya yang ini lembut..." Sakinah menyendok kan kolak itu ke mulut Adam.
Adam menerimanya tanpa sadar " gimana enakkan?"
" Lumayan"
"Ini makan lagi" sakinah menyuapi dirinya lalu Adam lagi terus seperti itu sampai kolaknya habis.
Mereka terlihat seperti pasangan romantis,banyak pasang mata melihat keromantisan mereka, tapi tak sedikit yang mengatakan kalau mereka pasangan gay.
Adam menyadari itu " mulai sekarang pakai pakaian layaknya perempuan kalau bisa gunakanlah hijab agar saat keluar bersama mu nama baikku tetap terjaga sebagai pria normal"
Seakan mengerti sakinah tertawa" ihh gpp pasangan gay lagi trend di tiktok"
"Ihh iya gpp dosamu juga lagi trend loh di neraka" balas Adam mengikuti gaya bicara Sakinah.
" Gak asik Lo"
Mereka melanjutkan makan itu walaupun banyak yang menggunjing mereka.
" Ahhh kenyang"
"Bukan seperti itu caranya bersyukur, ucapkan Alhamdulillah ketika kau bersyukur" ingat Adam
" Iya pak ustadz" Adam memutar bola matanya malas.
Mereka kembali menyusuri pasar kuliner itu tapi karena terlalu ramai sakinah jadi susah mengimbangi langkah Adam, sampai saat sakinah melihat penjual aksesoris seperti kalung,gelang dll,mata sakinah tak berhenti menatap itu,matanya berbinar melihat satu kalung yang menghipnotis nya.
Dengan langkah pelan dia menghampiri penjual kalung yang dia inginkan. Sampai dia lupa bahwa Adam sudah tak ada di dekat nya.
" Pak kalung kupu kupu ini berapa?" Tanya Sakinah menatap kalung itu berbinar.
" Semua di sini murah mas,low budget buat beliin pacar mas"
" Iya berapa tapi...."
" Kalung yang mas pegang bahan titanium anti karat harganya murah kok 50k"
Sakinah merogoh koceknya,oh ya dia lupa kalau dirinya tidak ada uang,tapi saat merogoh koceknya dia mendapatkan uang 5k.
" Duit 5k mah gak bisa dapat yang itu,dapet nya kalung yang ini,mamang mah jujur aja kalau yang harga 5k an cepat berkarat" sakinah menunduk sedih dia sangat ingin kalung itu.
" Ya udah Deh mang nanti aja" Sakinah pergi dari sana dengan kekecewaan.
Tapi tunggu,diamana Adam?
" Lah tuan Adam kemana?" Sakinah panik mengira dirinya hilang.
Sakinah sangat takut dengan banyaknya orang di sana,dia merasa pusing jika Melihat orang ramai.
" Aaaa tuan diamana?" Sakinah berlari mencari Adam,dia lupa parkiran mobil di mana.
Dia sudah seperti anak hilang di pasar. akhir akhir ini sakinah begitu manja dan sering merengek tak jelas apa ini bawaan dia hamil?
Sakinah mencari Adam di seluruh pasar kuliner itu tapi nihil Adam tak ada.
" Gavin Turunkan anak buah ku,suruh mereka mencari keberadaan sakinah,dia hilang entah kemana" Adam panik dia sampai menelpon Gavin.
" Baik tuan"
Sekitar 20 orang di kerahkan untuk mencari sakinah,yang di cari malah sedang menangis di dekat pohon,dia menjauh dari keramaian karena takut.
Salah satu anak buah Adam berhasil menemukan titik keberadaan sakinah,mereka langsung mengabari tuannya.
Dengan berlari tergesa gesa memecah keramaian,Adam sampai diamana sakinah berada.
Dia menangkap seorang yang di yakini sakinah tengah menangis di bawah pohon ketakutan, Adam menghampiri nya dengan berkacak pinggang tak habis pikir.
Sakinah melihat seseorang ada di depan nya tengah berkacak pinggang menahan kekesalan, itu Adam.
"Hiks...tuan" Sakinah ambruk ke pelukan Adam,dia lega sekarang sudah ada Adam di depannya.
Adam merasakan jantung sakinah berpacu sangat cepat sekali.
" Tenang lah ada saya..."
"Tuan kok ninggalin saya terus sih, kemanapun pergi harus bilang biar saya enggak hilang" marah sakinah sedikit merajuk.
" Tcih,kau seperti anak kecil, perasaan dulu kau tidak seperti ini"
" Efek anak ini, semenjak dia ada saya gampang nangis, gampang tersinggung dan lain sebagainya, makanya lebih baik gugurin aja" ucap sakinah santai di akhir kalimat nya.
" Jaga ucapanmu!"
" Hehehe gak kok saya sayang anak sekarang,cup cup cup anak bunda" katanya sambil cengengesan dan memamerkan perut nya agar Adam tak memarahi nya.
" Selain suka nangis nih Mulut jahanam juga gak bisa terkontrol" maki nya pada diri sendiri.
__ADS_1