Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Mall


__ADS_3

"Gadis itu.... Renjana kavanya" ucap bibik menggantung.


" Renjana? Pacar nya mas Adam?" Bik sum menggeleng tanda tak benar.


" Bukan nyah, Gus Adam mana pernah pacaran dia sangat menjaga pandangan dan batasannya sebagai seorang lelaki" jelas bik sum.


" Terus si Renjana kavanya itu siapa?" Tanya sakinah penasaran.


"Dia itu...." Belum sempat melanjutkan perkataannya tiba tiba saja Naila berteriak dari luar.


" Kiki main yok" teriaknya dari luar pintu masuk.


" Duh si Naila ganggu aja" gumamnya


" Masuk nai" merasa ada jawaban Naila langsung masuk mencari sumber suara itu.


" Wah pagi pagi lagi gosip ya buk ibuk"


Mata Naila menyipit menelisik seluruh tubuh sakinah dari atas sampai bawah kenapa jadi banyak luka.


" Lu di kdrt Ki?" Tanya Naila polos.


" Gue kecelakaan" jawab sakinah Jujur.


" OMAYGATT!!! BENERAN?DEMI APA ASTAGFIRULLAH" kaget Naila langsung mendekat ke sakinah.


" Udah diem suara Lo kayak toa masjid"


" Ki? Beneran Lo kecelakaan kok bisa sih...." Naila sudah akan menangis tapi Sakinah cepat cepat memberikan penjelasan.


" Udah, gue udah baikan Adam yang obatin. Lo gak usah khawatir" jelasnya.


" Iya deh si paling punya suami" Naila memutar bola matanya malas.


" Tuh leher kenapa merah merah di gigit gajah?" Tanya nya dengan nada curiga.


"Gaje lu anying" kesabaran sakinah memang hanya setipis tisu.


Tadi saja mau menangis sekarang jadi pengen sakinah tonjok ,untung sayang.


"Kenapa Lo kesini ganggu gue aja" ucapnya malas.


" Lah? Lo juga yang suruh kesini,ya sudah saya kembali sahaja" Naila sudah berancang ancang pergi namun sakinah menghentikan nya.


" Tunggu anjir, gue mau ambil kerudung dulu"


" Masyaallah ukhti akhirnya kamu sadar juga" sakinah jadi jijik mendengar nada suara Naila sok dramatis.


" Diem Lo bangsattt" sakinah lalu pergi ke kamar untuk mengambil kerudung nya.


" Nduk bibik pamit mau balik kerja dulu ya,mau pel lantai atas" pamit bik sum.


" Oh iya bik silahkan" balas Naila ramah.


" Bujung buset si Kiki udah ada art aja enak banget idup nya" Naila tak habis pikir bagaimana lagi cara menyadarkan sahabat nya itu kalau Adam itu sudah termasuk lelaki impian semua wanita.


" Dah yok gas" tiba tiba saja sakinah menarik tangan Naila sampai ke garasi.


" Wadidaw banyak banget motor, punya Adam semua?" Naila takjub karena begitu banyaknya motor di garasi rumah Adam.


" Ho'oh punya dia, punya gue juga hehehe" jawabnya cengengesan.


" Widih keren" Naila mengacungkan kedua jempol nya.


" Udah yok pergi" sakinah memilih motor Scoopy biru untuk di pakai mereka.


Kali ini yang mengendarai motor adalah Naila karena sakinah di larang membawa motor oleh sahabat rempong nya itu karena alasan luka nya yang belum kering.


Hari ini rencana sakinah dan Naila yaitu menghabiskan waktu untuk bersantai mumpung Naila hari ini cuti.


Motor sakinah kini terpakir rapih di sebuah mall besar di Jawa tengah.


" Gila bagus banget mall nya" puji Naila saat masuk ke mall itu.


" Coba dari dulu kita kesini ya Ki jadi gak jenuh kerja terus"


" Lo aja sih gue enggak" lihat lah sakinah mulai pamer,mentang mentang sudah tak lagi kerja.


" Maksud gue bukan sekarang tapi dulu" sakinah terkekeh melihat wajah kesal Naila.


Mereka berjalan jalan menyusuri mall itu sambil melihat lihat baju untuk mereka beli.


"Tuan, nona sakinah sudah sampai di mall"ucap bodyguard wanita yang di sewa adam.


" Bagus, apakah dia pakai hijabnya" tanya adam dari sebrang telpon.


" Iya Nona sakinah menggunakan hijabnya" Adam tersenyum simpul mendengar nya.


" Baiklah, terus awasi dan jaga istri saya" Adam memutuskan sambungan telepon nya.


"Ya ampun bagusnya" sakinah memegang baju muslim lelaki dia jadi berpikir jika Adam memakai nya pasti sangat tampan.


" Ki inget ya, Lo itu perempuan jangan beli baju laki laki terus" ucap Naila menasehati.


" Bukan buat gue, tapi laki gue" Naila jadi malu karena sudah suudzon.


" Kenapa jalan Lo begitu" naila melihat aneh sekali cara jalan sakinah seperti orang habis melahirkan.


" Apanya" sakinah sudah panik takut Naila tahu bahwa dia telah di unboxing suaminya, sakinah yakin pasti akan di ledekin.


" Hayoooo....ngapain lo sama Adam" Naila mulai menggoda sakinah.


" Ini karena efek kecelakaan" bohongnya.


" Iya iya gue percaya aja, cukup tau aja lah" kata Naila pura pura tak tahu.


" Udah jangan bahas ayo kita bayar" sakinah langsung pergi ke kasir memberikan baju yang dia pilih.


" Kek nya kurang deh bajunya" Naila membulat kan matanya.


" Udah Ki duitnya simpan, lagian si Adam gak bakal Makai baju sebanyak ini" Naila heran sakinah beli baju sudah seperti beli permen, baju sebanyak itu di bilang sedikit.

__ADS_1


" Gue ga suka laki gue pakai baju itu itu aja, gue mau dia keren"


" Lo gak mau beli baju?" Sakinah menggeleng.


" Nggak,baju gue banyak di beliin sama Adam satu lemari" Naila mengangguk mengerti.


" Totalnya Rp.9.335.000,00 apa ada yang lain lagi" Naila melongo tak percaya dengan harga semua bajunya.


"Nih mbak" sakinah memberi kan black card nya, Naila tambah syok.


" Terimakasih sudah belanja di toko kami kak" ucap kasir ramah.


Sakinah dan Naila keluar dari toko tadi dengan membawa banyak tas belanjaan sakinah. Naila terus menatap sakinah tanpa henti.


" Nih bocah dari tadi liatin gue mulu, why besti"


" Punya Adam?" Ya ampun ternyata masih soal black card.


" Iya punya dia black card nya,tapi kasih ke gue katanya nafkah"


" Gila anjirr lu beruntung banget dapat laki kaya"


" Nikmat Tuhan Mana yang kau dustakan" ucap Sakinah terkekeh.


" Ho'oh bener banget, harus banyak bersyukur"


" Tapi gue gak cinta" gumamnya yang tak di dengar Naila.


Mereka berdua pergi ke toko yang Naila inginkan karena sakinah berjanji akan mentraktir Naila hari ini.


" Makasih ya... Ki, akhirnya punya baju baru" kata Naila senang karena bisa membeli baju impiannya.


" Y"


" Kull banget mbak"


Sekarang sakinah dan Naila sudah berada di salah satu tempat makan terenak sekota.


" Hai sakinah" sapa seroang pria.


" Mr Hengky?" Sakinah kaget bukanmain, dia takut Naila tahu rencana nya,bisa gawat.


Sakinah memberi kode agar Mr. Hengky pergi tapi dia malah duduk di satu meja yang sama dengan mereka. Naila sedari tadi sudah meminta penjelasan ke sakinah tentang siapa orang di depan mereka.


" Hai gadis cantik" sapa Mr Hengky ke Naila.


Naila hanya menanggapi nya dengan senyum kikuknya.


" Apaan sih lu, sok asik SOKAB sana husss" usir sakinah.


" Tenang aja Ki, saya cuman mau makan" kata nya tersenyum misterius sambil melirik Naila.


"Ini tuan pesanan nya" pramusaji meletakkan makanan Mr Hengky ke meja.


" Makan di meja lain bisa gak? Gue mau berdua sama sahabat gue aja"


" Saya tak ada teman makan, boleh ya saya duduk di sini" ucapnya seolah olah sedang bersedih.


" Udah nai jangan nangis" sakinah malas sekali jika seperti ini, Naila itu type orang yang tak bisa melihat orang lain sengsara hati kecilnya jadi menangis.


" Gak nangis kok ini.." tidak nangis katanya tapi air matanya Sudah meleleh.


" Kamu lucu sekali, saya tak apa sudah biasa seperti ini" ucap mr Hengky sambil tangannya menghapus air mata naila menggunakan tisu.


" Biarin Mr ini duduk dengan kita ya" kata Naila memohon.


Baiklah sakinah mengalah dari pada Naila menangis.


Terlihat pria itu begitu memperhatikan Naila makan, seperti nya dia naksir.


" Mr eee...." Perkataan Naila menggantung sambil melirik ke sakinah untuk memberi tahu siapa nama pria itu.


" Mr Hengky" sambung sakinah


" Ha iya Mr Hengky kalau makan itu di habiskan nanti Allah marah" Mr Hengky terkekeh rendah mendengar nya.


" Iya ini saya habiskan" Naila membalasnya dengan senyum manis miliknya.


" Tuan istri anda sedang makan sambil berbincang dengan seorang pria muda" kata bodyguard itu memberi tahu sambil mengirim kan foto Mereka bertiga.


Adam membuka foto yang di kirim bodyguard sakinah, dia bisa melihat seorang pria di sana namun Adam tak begitu jelas Melihat wajahnya karena pria itu memunggungi kamera.


" Terus awasi istri saya"


" Baik tuan"


Adam mematikan sambungan telepon nya.


" Saya yakin kamu tidak akan pernah mengkhianati saya, semoga saat sampai di rumah dirimu memberi tahu semuanya" ucap Adam berdoa.


" Dah gue mau pulang, yok nai" sakinah dan Naila sudah bangkit dari duduknya tapi Mr Hengky menghentikan mereka.


" Siapa nama mu" tanya Mr Hengky.


" Nama gue Naila Zahra panggil aja Naila" jawab Naila semangat.


" Hayoo Lo naksir ya Ama besti gue" tebak sakinah.


" Saya cuman ingin kenalan siapa tau bertemu lagi jadi saya bisa menyapa nya" Naila mengangguk membenarkan perkataan Mr Hengky.


" Adam sewa bodyguard buat kamu" katanya memberi tahu agak berbisik kepada sakinah.


" Hah? Bodyguard?" Bingung Naila.


" Tidak usah dipikirkan Naila" setelah nya Mr Hengky pergi dari sana tanpa pamit.


" Si Adam keterlaluan" ujarnya dalam hati.


" Itu siapa Ki" tanya Naila saat Mr Hengky sudah hilang dari hadapan mereka.


" Temen gue" Naila hanya ber oh ria saja.

__ADS_1


" Kenapa ya temen lu senasib semua" benar juga apa yang di katakan Naila. Sakinah hanya terkekeh mengingat memang benar.


" Keknya kita harus buat group khusus anak yatim piatu" ucap sakinah bercanda.


" Keknya" malah si Naila serius.


" Udah ah males gue, Yok pulang"


Sakinah mengantar Naila ke pesantren terlebih dahulu baru dia pulang.


" Assalamualaikum"


" Walaikumsalam nyah" jawab ketiga art sakinah yang seperti nya sedang nyantai istirahat.


" Widih nonton India, join ya" lihat lah sakinah sudah bergabung circle ART nya sendiri.


"Bik,renjana siapa" tanya Sakinah sedikit berbisik di dekat bik sum.


" Nanti saja masih ada Atik dan miya"


" Iya deh, awas ya...bik sum hutang penjelasan sama saya"


Sakinah memilih untuk pergi ke dapur saja, dia akan buat kue untuk Adam pikirnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi sang suami belum pulang tak biasanya. Karena bosan menunggu sakinah memilih untuk ke rumah belakang menemui bik sum.


" Bik sum" panggil Sakinah saat melihat bik sum sedang duduk santai di taman penuh bunga yang sakinah bangun.


" Eh nyonya kinah, ada apa"


" Mau liat ruqayyah" Sakinah melihat anaknya sudah semakin tumbuh.


" Bik liat cantik banget kan anak saya" bik sum heran anak siapa.


" Ini ruqayyah" tunjuknya pada bunga kesayangan nya.


" Oala tak kirain anak beneran" bik sum geleng geleng kepala.


" Bik sebenarnya Renjana itu siapanya mas Adam sih dari tadi saya mau tau ada aja halangan nya" katanya frustasi.


" Sakinah" Adam datang dari arah belakang, sakinah hanya bisa memejamkan matanya sabar.


" Tuh kan makanya jangan lelet" kesalnya lalu menghampiri sang suami.


" Mas kok baru pulang sih"


" Mas banyak kerjaan di kantor, makanya baru pulang enggak selingkuh kok" sindir nya .


" Iya aku tau"


" Mau mandi dulu atau langsung makan"


Adam sedikit berpikir lantas memilih untuk mandi saja. Setelah Selesai mandi Adam makan malam bersama istri nya, sedari tadi Adam sudah menunggu sang istri bercerita namun tak kunjung bicara.


Saat sudah di kamar pun sakinah tak menceritakan kejadian hari ini. Adam sengaja diam saja sambil membaca buku di atas kasur.


Sakinah naik ke ranjang untuk tidur tapi sebelum itu dia akan bicara dengan Adam.


" Mas Adam" panggil Sakinah.


" Hemm"dehem nya


"Ya sudah lebih mentingin buku dari pada aku oke terserah" sakinah menarik selimut mereka secara sepihak.


" Astagfirullah kenapa sakinah?" Tanyanya Saat selimut itu di tarik kasar.


"Mas Adam diem aja dari tadi,aku tuh mau cerita" jawab sakinah sok ngambek..


" Cerita apa"


" Tadi aku pergi ke mall besar bagus deh mall nya" Sakinah menceritakan keseharian nya saat keluar tadi dari rumah sampai belanja pun di cerita kannya tak terlewat sedikit pun.


" Nah terus pas makan siang, ada mantannya Naila Dateng,jadi deh kami agak lama karna mantannya mau pdkt sama Naila" bohong sakinah.


Mendengar cerita random istrinya, Adam tersenyum senang. Akhirnya di jelaskan juga, Adam sudah tahu sakinah tak mungkin mengkhianati nya.


" Oh ya?, gimana dong nasib Ryan kalau Naila balikan sama mantan nya"  tanya adam yang sudah tiduran di paha istrinya.


" Ga tau, lagian si Ryan lelet sok Sok an nolak naila" jawabnya sambil mengelus Surai sang suami sayang.


Adam merasa sangat tenang saat tangan sakinah mengelus kepala dan memainkan rambut nya.


" Katanya tadi beli banyak baju buat mas ya sampai Naila kaget" kekehnya mengingat cerita sakinah.


" Iya, tunggu aku ambilin"


Saat akan beranjak dari kasur Adam menahan tangan Sakinah, " jangan pergi, terus elus rambut saya, jangan berhenti saya sudah terlanjur nyaman"


"Iss... Tapi aku mau liatin bajunya" ucap sakinah kesal.


" Bisa besok, kelonin saya dulu"


" Hah? Kelonin?"


" Iya kelonin, kamu tidak tahu?" Sakinah menggeleng kan kepalanya.


" Punya hp, ada goggle tinggal serching" sakinah langsung membuka hp nya dan mencari arti kata itu.


" Menurut goggle Arti dari kata kelonin adalah menemani orang, biasanya anak kecil atau bayi, tidur dengan cara dipeluk atau ditepuk-tepuk pelan badannya supaya segera tertidur" jelas sakinah yang membaca setiap bait katanya di handphone miliknya.


" Tapi kan mas Adam udah gede" Adam menepuk jidat nya sendiri,kenapa istrinya memiliki otak udang.


" Sudah lah, pokonya jangan berhenti elus elusnya sampai mas tidur" adam sudah lelah meladeni Istri nya yang random.


Sakinah menurut, dia mengelus kepala suaminya sesekali di mainnya rambut Adam saking gemasnya karena menurut nya rambut Adam sangat tebal.


" Hoammm" sakinah sudah mulai mengantuk.


Adam pun sudah tertidur dari tadi, sakinah menyusul suaminya ke alam mimpi dengan posisi tidurnya menyandar di kepala kasur sedang Adam masih dengan posisi nyamannya yaitu di paha sakinah.


🌿

__ADS_1


__ADS_2