Istri Tampan Milik Gus Adam

Istri Tampan Milik Gus Adam
Kantor laki GUEEHHH !!!!


__ADS_3

Udara sejuk masih terasa menyentuh kulit seorang wanita yang masih tertidur pulas.


Mentari pagi mulai masuk dari celah kamar miliknya,kicauan burung dan suara motor motor memecah keheningan di pagi hari sehingga membangun kan wanita yang tengah tidur dengan nyenyak nya.


" Emm berisik bgt, jam brp sih" sakinah melihat jam di handphone nya sedetik kemudian dia membulatkan matanya.


" Aaaaa udah jam 6!" Sakinah langsung berlari ke kamar mandi hingga tak sengaja menabrak Naila.


" Ihh malah di tengah jalan si anjirr" marahnya pada Naila tapi kakinya tak berhenti berjalan ke kamar mandi.


Naila hanya melongo melihat nya, ada apa dengan sahabat karibnya itu pagi pagi buta sudah emosi.


" Efek menjanda begitu kali ya?" ujarnya seraya menyeruput secangkir susu hangat.


Sakinah Sudah rapih dengan setelan pakaian formal nya yang dia pinjam dari rayyan, dia janji akan mengembalikan nya dan akan membeli seperti punya rayyan di pasar nanti.


Sakinah duduk di lesehan dapur yang di depannya sudah ada sarapan pagi yang di masak Naila." Emmm nasi goreng semangat ku!!"


Sakinah dengan cepat menghabiskan sarapan nya, Naila yang melihat nya geleng geleng kepala " pelan pelan Ki, tenang aja kantor nya deket kok lagian tumben banget bangun pagi"


" Hari ini kita interview njiertt, kita itu harus menunjukkan kalau kita pekerja yang rajin"


" Iya iya cepetan habisin makanan nya"


Kedua gadis itu pergi ke kantor dengan menggunakan ojek pengkolan dekat kos nya. Jakarta adalah kota yang sibuk jika di jam pagi seperti ini dan pasti nya macet untung nya Mereka sampai tepat waktu dengan berkas CV yang di pegangnya.


" Busett kantor laki GUEEHHH gede cuyy" sakinah terpesona dengan bangunan megah di depannya, bangunan dengan desain modern dan tulisan Adam group yang terukir indah di sana.


" Nyesel gak Lo ninggalin laki kaya raya kek dia" ucap Naila tanpa sadar karena juga ikut terpesona dengan bangunan di depannya.


" Enggak, jiwa dan raga gue malah plong jauh dari dia" jawab sakinah Jujur.


Sakinah merogoh sakunya dan mengambil handphone untuk menelpon rayyan dan memberitahu nya bahwa mereka sudah sampai.


" Yok nai kita kesana, katanya rayyan udah nunggu di pintu utama"


Bisa di lihat, rayyan sedang menunggu di pintu utama sambil mengobrol dengan Security kantor.


" Rayyan" panggil Sakinah.


Rayyan menoleh ke sumber suara pria itu tersenyum kala melihat penampilan sakinah, menurut nya gadis itu sangat tampan hari ini.


" Tampan sekali kamu Ki" kekehnya mengelus kepala sakinah.


" Ihhh rayyan rambut gue berantakan nanti" kesalnya ke rayyan.


" Uttutu lucunya kalian" Naila malah baper melihat nya.


" Syutt bisa diem gak!"


Rayyan mengajak sakinah dan Naila masuk ke kantor, banyak karyawan yang terpesona dengan ketampanan sakinah dan kecantikan Naila.


" Ganteng banget ya tuhan"


" Nikmat Tuhan Mana yang kau dustakan"


" Benar benar ciptaan tuhan yang harus di manfaatkan kan dengan baik"

__ADS_1


Masih banyak lagi, ocehan para karyawan wanita tentang sakinah, mereka tidak mengetahui kalau sakinah itu perempuan kalau tau pasti mereka kecewa, si sakinah malah suka suka saja.


Sakinah mengedipkan mata nya genit ke para karyawan wanita yang memujanya dengan cinta.


" Mulai.. mulai hemmm" Naila mencubit pinggang sakinah.


" Aaa awssss sakit ege" Sakinah memegang pinggang nya yang sakit


" Dia siapa sih pacar nya ya kok galak" bisik salah satu karyawan.


Rayyan yang melihat kedua gadis itu hanya bisa geleng geleng kepala tak habis thinking.


Sakinah dan Naila masuk ke ruangan untuk di interview, awalnya mereka deg degan takut tak di terima, ternyata Alhamdulillah mereka di terima saat itu juga.


Mereka sangat senang di terima di perusahaan besar dengan posisi staff administrasi.


Mereka berdua keluar dengan senyum yang merekah, melihat itu juga membuat rayyan bahagia.


" Gimana hemm?" Tanya rayyan dengan senyum nya yang manis.


Oh ya rayyan ini adalah type soft boy, dia akan sangat lembut jika bicara dan selalu tersenyum dalam keadaan apapun,karena itu lah kenapa sakinah bisa jatuh cinta dengan rayyan dulu.


Sakinah sangat bahagia sampai dia memeluk rayyan " gue seneng banget di terima Ray, katanya besok udah boleh mulai kerja"


Rayyan membalas pelukan Sakinah tampak nya pria itu masih sangat sayang dengan sakinah.


" Ekhemm" dehem Naila kuat.


" Eh..." Sakinah  langsung melepaskan pelukannya, dia lupa akan batasannya.


" Maaf ya Ray kelepasan hehehe"


"Dih, mengambil kesempatan dalam kesempitan,awas ya kalau macem macem gue Gibeng lu"


" Hahahaha canda Ki ada ada aja kamu" rayyan gemas dengan sakinah tingkah wanita di depannya.


" Piw, pak Ray siapa tuh yang ganteng hehehe boleh lah kenalin ke kita" segerombolan wanita karir itu menghampiri Sakinah dan menatapnya malu malu.


" Ya ampun kalian liat yang ganteng langsung melek" rayyan tak habis pikir dengan para wanita.


" Jangan gitu, namanya juga usaha memperbaiki keturunan" ucap raya, teman kantor rayyan.


"Dia perempuan" kata rayyan malas.


" HAH!???"


Segerombolan para wanita karir itu kaget secara bersamaan, mereka melongo tak percaya, kenapa bisa ada wanita setampan ini, mereka tidak percaya.


Raya langsung mendekat ke sakinah untuk memastikan, ternyata benar dia wanita, pupus sudah harapan nya" yaaaa cewek gue kira pangeran tampan"


Semuanya jadi melas bercampur malu sedang sakinah menggaruk tengkuknya bingung. Dan Naila gadis itu tertawa renyah.


" Coba pakek rok deh biar kami gak salah paham masa pakai baju kaya gini kirain jodohku" mereka semua satu persatu bubar kembali bekerja.


"Tuh kan saya bilang apa,nanti usahain beli baju yang agak perempuan ya, walaupun pakai jas dan setelan celana harus yang memang khusus untuk perempuan ya Ki" kata rayyan lembut agar wanita di depannya mengerti.


" Hehehe iya Ray gue usahain kok"

__ADS_1


Seperti janjinya,sakinah sekarang sudah ada di pasar beli baju untuk kerja besok bersama Naila.


Mereka keliling pasar, sesekali sakinah dan Naila akan adu mulut dengan para pedagang untuk menawar harga.


Tak terasa hari sudah sore Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, sakinah dan Naila pulang untuk istirahat dan bersiap untuk hari esok.


Malamnya Sakinah sedang main handphone sambil merokok dan minum miras di kamarnya,dia membuka aplk Instragram dan membuka akun perusahaan Adam group, di sana tidak ada foto Adam satu pun, dia heran kenapa pria itu tidak mau berfoto dan menggugahnya padahal wajahnya sangat tampan.


Dan seperti nya setelah menikah dengan Adam 3 bulan selama itu sakinah tak pernah lihat Adam berfoto, di hp nya saja tidak ada foto Wajahnya hanya ada foto pernikahan mereka.


" Aneh..." Lirih sakinah.


Sakinah mulai mengantuk, dan terlelap dengan tangan nya yang masih memegang handphone.


2 Minggu telah berlalu, sejak sakinah dan Naila melamar pekerjaan di perusahaan Adam mereka tenang tenang saja, dan merasa bahagia dengan pekerjaan baru mereka karena semua orang sangat positif vibes. Seperti nya mereka menikmati semua itu.


|♥️|


Di lain tempat tepatnya di rumah Adam yang megah, Pria itu sedang termenung di kasur kamar miliknya, pria itu tidak tidur di kamarnya dia tidur di kamar tamu karena menurut nya itu hanya akan membuat nya sakit.


Di ambilnya handphone yang ada di sakunya " assalamualaikum Gavin, gimana?"


" Maaf tuan saya sudah cari di seluruh rs di Indonesia tapi tidak ada istri anda yang bekerja di sana,bahkan saya sudah cari data istri anda di RS lama tempat dia bekerja di Jakarta tapi datanya tidak ada sama sekali" Gavin merasa gagal karena tak bisa mencari istri tuannya.


Adam mematikan panggilan secara sepihak, lagi dan lagi air mata itu jatuh dari matanya" kenapa sakinah...."


Adam sedikit menyesal karena tidak bertanya tempat tinggal istrinya dahulu, seperti nya dia tak ada di Jakarta, dia tau Sakinah sangat pintar dia pasti tahu bahwa dirinya akan mencarinya, dia tak mungkin pergi ke Jakarta pikri Adam.


Dulu pernah sakinah mengatakan dia ingin sekali ke Kalimantan, Adam mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari sakinah di Kalimantan tapi nihil sampai sekarang belum ada kabar.


Adam ingin marah dengan sakinah, rasanya dia ingin mengomeli sakinah karena meninggalkannya begitu saja tanpa pamit. Adam sangat benci dengan sakinah karena pengkhianatan nya.


Bibir nya selalu berkata ke semua orang kalau dia membenci sakinah, dan tak akan memaafkan nya tapi semua orang juga tahu bahwa Adam hanya mengatakan itu untuk menutupi rasa sakit dan rindunya, ummi nya hanya bisa tersenyum memberikan semangat untuk Adam.


Ryan juga begitu dia sangat kasihan dengan sang kakak, Adam bersikap seola olah dia baik baik saja dan selalu mengatakan dia membenci sakinah dan akan membalas perbuatannya jika bertemu nanti tapi Ryan juga tahu Kakak nya berbohong dia hanya rindu. Adam mengatakan sakinah tak pandai berbohong sekarang kebalikan nya Adam lah yang sebenarnya tak pandai berbohong.


Dia selalu curhat ke Fatimah kalau nanti bertemu sakinah dia akan memberi wanita itu pelajaran, tidak! fatimah tak melihat kebencian itu tapi rasa rindu yang ada di mata kakaknya.


Seperti sekarang Adam tengah sarapan di ndalem beberapa hari ini dia sering nginap di rumah orang tuanya, Gavin datang untuk menjemput Adam karena ada meeting penting.


" Gimana nak Gavin, apa sudah ada kabar dari menantu saya?" Tanya Abah di sela makannya.


" Maaf bah, belum" Gavin memang memanggil kiyai Imron Abah karena di suruh Abah.


" Dia bukan menantu Abah, dia orang asing yang menghancurkan hidup anakmu, sudah lah jangan tanyakan dia lagi" saut Adam tiba tiba sewot


" Ya sudah hentikan saja pencariannya, menikah lah lagi,Abah sudah punya calon" Abah hanya memancing anaknya.


Adam bingung bagaimana cara menjawab nya, dia masih ingin mencari istrinya dan tak akan menikah lagi " hahahaha sudah sudah Abah hanya bercanda"


" Dan Ryan kamu gimana? Kamu saja ya yang Abah jodohkan lagian umur mu sudah cukup untuk membina rumah tangga"


Ryan Langsung tersedak " uhuk uhuk"


" Eee... bah nanti saja ya, insyaallah Ryan akan menikah tapi bukan sekarang" dia harap sang Abah mengerti.


" Tak apa,lagian Naila juga cinta mati katanya Sama kamu, pasti dia belum menikah sekarang" Sindir abah dengan kekehan rendah nya.

__ADS_1


Ryan menunduk kala mendengar nama Naila, " bahkan saat mendengar nama mu membuat saya berdebar" batin Ryan berkata.


__ADS_2