Izinkan Aku Selingkuh

Izinkan Aku Selingkuh
Tidak Peduli Lagi


__ADS_3

Dalam hati kecil Fla, ia memang sangat mengasihani Morgan. Akan tetapi, ia juga berpikir, kalau Morgan tidak mengasihani dirinya.


Fla menghela napasnya dengan panjang, “Saya sudah selesai. Waktunya pergantian shift sekarang. Saya akan meminta rekan saya untuk memeriksa anda selanjutnya. Permisi,” ujarnya, kemudian segera pergi meninggalkan Morgan di sana.


Morgan mendelik, saking terkejutnya ia melihat kelakuan Fla yang seperti ini.


“Fla!” pekik Morgan, tetapi Fla sama sekali tidak memedulikannya.


Melihat kepergian Fla, Morgan merasa sangat kesal. Seandainya Ara tidak masuk ke dalam kamarnya waktu itu, kejadian ini pasti tidak akan pernah terjadi pada mereka.


“Argh!” teriak Morgan, yang merasa sangat kesal dengan keadaan.


Di luar ruangan sana, Dicky merasa terkejut, karena Fla yang sudah keluar dari ruangan kamar Morgan.


Ia bangkit, dan menghadang jalan Fla.

__ADS_1


“Fla,” panggil Dicky, Fla berhenti tepat di hadapannya.


“Teman kamu harus melakukan pemeriksaan lanjutan. Karena jam pergantian shift sudah tiba, saya belum memberikan obat dan penanganan apa pun padanya. Tolong, jaga dia sampai perawat pengganti datang ke sini,” ujar Fla panjang lebar, membuat Dicky merasa bingung mendengarnya.


Fla pergi dari sana, tetapi Dicky lagi-lagi menghadang jalannya.


“Fla! Itu suami kamu, lho! Kenapa kamu bersikap dingin begitu sama dia?” ujar Dicky, yang heran dengan kelakuan Fla terhadap Morgan.


Fla menghela napasnya dengan panjang, karena ia mengerti kalau Dicky sama sekali tidak mengetahui, tentang duduk permasalahan yang ada.


Fla pergi, membuat Dicky memandangnya dengan bingung.


“Ada apa sih sama mereka?” gumamnya, yang ketika sadar ia segera masuk ke dalam ruangan rawat Morgan.


Di sana, terlihat Morgan yang sepertinya kelihatan sangat kesal. Dicky berdiri di hadapan Morgan, membuat Morgan memandang ke arahnya dengan tatapan yang kesal.

__ADS_1


“Memangnya, apa sih yang jadi permasalahan kalian? Kenapa kayaknya Fla dingin banget sama kamu?” tanya Dicky, yang benar-benar merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.


Morgan menghela napasnya dengan panjang, “Gak ada permasalahan apa pun, Dik. Hanya masalah kecil, yang nanti juga akan selesai. Saya juga sudah meminta maaf tadi,” jawab Morgan, masih tidak ingin terbuka pada Dicky.


Dicky yang sangat mengetahui sifat Morgan, berusaha untuk menelan rasa penasarannya sendiri. Karena tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Dicky hanya bisa diam dan membiarkan mereka berada dalam privasi mereka.


“Ya sudahlah. Kalau hanya masalah kecil, jangan sampai hubungan kalian hancur, hanya karena masalah sepele, yang mungkin nantinya akan jadi besar. Kasihan Fla, dia udah gak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, selain adiknya,” ucap Dicky, membuat Morgan semakin merasa bersalah mendengarnya.


Morgan menghela napasnya dengan panjang, ‘Saya melakukan apa, sih? Kenapa saya malah marah, padahal itu memang kesalahan saya,’ batinnya, merasa bingung dengan apa yang ia lakukan itu.


Morgan mengangguk kecil, “Ya, gak akan ada hal yang bisa buat kita hancur,” ujarnya, membuat Dicky agak tenang mendengarnya.


“Permisi,” sapa seseorang, yang ternyata adalah perawat lain yang menggantikan Fla.


Dicky menoleh ke arahnya, “Oh ya, silakan.” Dicky kembali memandang ke arah Morgan, “Saya keluar dulu, ya!” ujarnya, yang mendapatkan anggukkan dari Morgan.

__ADS_1


***


__ADS_2