Izinkan Aku Selingkuh

Izinkan Aku Selingkuh
Putus Asa


__ADS_3

Morgan mengintip dari luar chat yang Ara kirimkan padanya. Ia membaca, walaupun tidak sampai seserius itu membacanya.


“Sayang ... kamu mau gak nemenin aku beli baju sekarang? Baju OOTD aku habis, buat besok ke kampus.” Isi pesan dari Ara.


Morgan menghela napasnya dengan panjang, karena ia merasa sangat tertekan diminta seperti itu oleh Ara. Pasalnya, Morgan sedang butuh perawatan pada masalah pencernaannya, tetapi ia diminta untuk menemani Ara berbelanja saat ini juga.


“Dia gak tau situasi kondisi, ya?” gumam Morgan, yang merasa sedikit kesal membaca pesan singkat dari Ara itu.


Morgan membalas pesan singkat Ara, dan menolaknya untuk menemaninya berbelanja. Hal itu membuat Ara yang di sana menjadi sangat kesal karenanya.


“Ish ... kenapa Morgan gak mau nemenin aku belanja, sih? Aku ‘kan butuh baju buat tebar pesona besok di kampus!” gerutunya kesal, karena Morgan yang tidak ingin memenuhi permintaannya.


Walaupun sudah berhasil mendapatkan Morgan, dan merebutnya dari kakak kandungnya sendiri, Ara masih tetap tidak puas dengan hal itu. Ia masih saja menebar pesona ke semua orang, agar semua orang mengakui dirinya yang cantik itu.

__ADS_1


Mendapatkan Morgan dari kakaknya, adalah sebuah pencapaian. Ketika ia sudah mendapatkannya, ia tidak akan melepaskannya, tetapi bukan hal yang tidak mungkin untuk mencari kesenangan di luar dari pencapaian yang sudah berhasil ia gapai.


Matanya menyipit tajam, karena merasa harus mendapatkan apa yang ia inginkan.


“Gak bisa begini! Aku harus paksa Morgan buat nemenin aku malam ini!” gumamnya, yang langsung bergegas untuk pergi ke rumah Morgan.


Ara tidak akan segan menghampiri Morgan ke rumah mereka, jika Morgan tidak ingin memenuhi apa yang ia inginkan. Sekalipun di sana ada Fla, ia sama sekali tidak peduli akan hal itu.


Baginya yang terpenting adalah, membuat Morgan memenuhi segala keinginannya.


Morgan sangat stress menghadapi Ara.


Namun, jika bukan karena keluarganya yang memaksanya untuk menikahi Ara, ia tidak akan pernah ingin dekat dengan Ara.

__ADS_1


“Ya ampun ... kenapa dunia ini terasa kejam untuk kami? Apa salah kami?” gumam Morgan, yang merasa sangat tertekan dengan takdir yang ia terima.


Cinta tumbuh karena terbiasa. Namun, Morgan tidak yakin, akankah cintanya pada Ara akan tumbuh sebanyak cintanya pada Fla?


Morgan kembali memegangi perutnya, karena ia merasakan sakit yang luar biasa. Sejak pagi tadi, ia sama sekali tidak sempat memakan mi goreng tersebut, karena sudah hilang selera makannya menghadapi sikap Ara.


Karena menjadi pengawas ujian juga, Morgan jadi tidak sempat mengisi perutnya, setelah berkutat dengan kesibukan yang membuatnya stress.


“Haaaaa ....” Morgan mengembuskan napasnya, saking kesalnya ia dengan keadaan.


Sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan, dari hubungannya dan juga Fla. Karena dirinya yang memang sudah tidak muda lagi, yang menginginkan seorang anak untuk mengisi hari-harinya.


Namun, perasaannya pada Fla tidak bisa dihilangkan. Ia begitu mencintai Fla, dan tidak bisa memutuskan hubungan ini dengannya.

__ADS_1


Walaupun Morgan tidak ingin memutuskan hubungannya dengan Fla, Fla juga tidak ingin Morgan memadu kasih dengan Ara. Ia tidak ingin diduakan, karena sesungguhnya Fla juga sangatlah mencintai Morgan.


“Harus bagaimana lagi menjalaninya?” gumam Morgan, yang sudah sangat putus asa dengan keadaan dirinya.


__ADS_2