Izinkan Aku Selingkuh

Izinkan Aku Selingkuh
Sia-sia (TAMAT SEASON 1)


__ADS_3

Sudah seharian ini Fla hanya memikirkan tentang perkataan Ara, yang sangat menyelekit baginya. Ia merasa hampa, dan hanya bisa merebahkan dirinya di ranjang tidurnya.


Morgan masuk ke dalam kamar mereka, yang suasananya terlihat sudah sangat gelap. Fla sengaja mematikan lampu kamar mereka, karena ia tidak ingin Morgan mengetahui kalau suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.


Karena merasa bingung dengan keadaan ruangan yang gelap, Morgan pun menyalakan lampu kamar mereka.


Di sana, terlihat Fla yang sudah lebih dulu tertidur, dengan posisi miring kiri, membelakangi Morgan.


Hari ini Morgan pulang agak lambat, karena penerimaan mahasiswa baru, yang membuatnya merasa sangat kewalahan.


Ia mendapati istrinya yang sudah terlelap. Karena merasa tubuhnya lengket, ia pun segera membilasnya.


Setelah selesai membilas tubuhnya, Morgan segera melangkah naik ke ranjangnya, lalu memeluk Fla dengan sangat erat.


Fla yang masih belum terlelap, merasakan hangat pelukan Morgan, yang tidak rela ia lepaskan.


Dikecupnya kepala Fla, hingga turun ke lehernya. Sedikitnya Fla merasa merinding, karena Morgan yang melakukannya seperti memiliki maksud lain.


“Bang ....” Fla memanggilnya lemas, membuat Morgan menghentikan aktivitasnya itu.


“Hemm?”


“Fla lagi gak mood,” ujarnya, membuat hati Morgan sangat sakit mendengarnya.


Hanya dengan sedikit perkataan Fla, membuat Morgan yang sedang membutuhkannya, merasa sangat kesal. Namun, Morgan tidak bisa melakukan apa pun.


“Pasti ada sesuatu, ya?” tanya Morgan, Fla menggelengkan kecil kepalanya.


“Gak ada apa-apa, Bang. Fla ... hanya gak mood aja,” gumam Fla, yang sangat berhati-hati dengan perkataannya terhadap Morgan.


Tentu saja Morgan tak lantas percaya dengan ucapan Fla. Ia sudah bisa merasakan, kalau ada yang tidak beres, yang pastinya terjadi dengan Fla saat ini.


“Ada apa? Coba kamu jelasin sama saya,” ujar Morgan, berusaha mendesak Fla, agar bisa mengutarakan apa yang saat ini ia derita.


Namun, memang dasar Fla, ia benar-benar tidak ingin Morgan mengetahuinya. Ia lebih baik memendam perasaan dan sakit hatinya, dibandingkan harus berbagi kepada Morgan.


Karena itu semua menyangkut tentang diri Morgan.


“Fla ngantuk, Bang. Fla mau istirahat,” gumam Fla, yang membuat Morgan mendelik kaget mendengarnya.


Morgan merenggangkan pelukannya dari Fla, sehingga membuat Fla bergeser dari tempatnya. Mereka benar-benar sama seperti beberapa waktu lalu, yang terasa seperti orang asing, yang berada dalam satu ruang lingkup yang sama.


Morgan benar-benar sangat tersiksa, dengan apa yang Fla lakukan saat ini.

__ADS_1


‘Kenapa begini? Kenapa seperti ini lagi?’ batin Morgan, yang benar-benar tak habis pikir dengan apa yang terjadi dengan mereka, saat ini.


Karena malam sudah terlalu larut, Morgan membiarkan Fla untuk segera beristirahat, karena ia akan bekerja pagi-pagi sekali besok.


Mereka sama-sama beristirahat, dengan posisi tidur yang saling membelakangi, satu sama lain.


Seperti orang asing.


***


Karena merasa sudah beberapa minggu ini stress memikirkan ucapan Ara, emosi Fla pun kian terganggu. Terkadang banyak sekali orang yang mendekat, dan seketika terkena omelan Fla.


Mereka merasa aneh, tetapi merasa sangat prihatin dengan sikap Fla pada mereka.


Sudah dua minggu ini, Fla terlambat haid. Ia baru menyadarinya, ketika ia melihat kembali isi galeri handphone-nya, dan melihat kebersamaannya dengan Morgan, di Paris waktu itu.


Saat ini, ia berusaha untuk memberanikan dirinya memeriksakan kandungannya itu.


Fla mengambil tespack yang tersedia di laci kerjanya. Ia sengaja menyetok barang tersebut, karena ia merasa harus memeriksakannya sesekali, agar tidak terlewat.


Karena siklus haid Fla yang tidak teratur, ia jadi selalu sedia alat tersebut, untuk memeriksakannya.


‘Sudah lewat dua minggu,’ batin Fla, yang penasaran dengan keadaannya itu.


Fla yang penasaran, segera membuka laci kerjanya, kemudian segera mengambil alat tersebut.


Dengan sangat hati-hati, Fla menggunakan alat tersebut, dan melihat dengan saksama, hasil yang tertera pada alat tersebut.


Setelah menunggu sekitar 1 sampai 2 menit, ternyata ... ia menemukan hasil pemeriksaannya, yang masih pada satu garis.


Tubuhnya lemas, seakan tidak memiliki tenaga sama sekali. Ia merasa tidak tahu lagi, harus bagaimana.


Fla memeriksa kembali, dan ternyata saat ini ia sedang datang bulan. Setelah memeriksa urine-nya, ia mendapati darah kotor, yang keluar dari lubang ***********.


Semua perjuangannya sia-sia belaka. Honey moon ke Paris, perasaan bahagia yang menerpa mereka kemarin, terasa sangat sia-sia mereka jalani.


‘Bagaimana ini? Aku ... haid,’ batin Fla, yang merasa sangat lemas, dan tidak keruan lagi saat ini.


Sementara itu, Morgan dipanggil oleh keluarganya, di kediaman keluarga mereka.


Karena masih libur bekerja, Morgan tidak tahu lagi harus melakukan apa di rumahnya. Ia terpaksa menghadiri undangan dari kedua orang tuanya, karena katanya ada yang ingin dibicarakan dengan Morgan.


‘Pasti tak jauh dari pembahasan yang lalu, mengenai anak,’ batin Morgan, yang sedang melangkah masuk ke dalam rumah kediaman kedua orang tuanya.

__ADS_1


Morgan masuk dengan langkah yang jenjang, melewati bagian balkon depan rumah, lalu masuk ke dalam ruangan tamu.


Di sana, sudah ada kedua orang tua Morgan, yang sedang duduk sembari menikmati secangkir teh di sore hari.


Morgan menghentikan langkahnya sejenak, kemudian segera memantapkan langkahnya ke arah sofa, tempat orang tuanya duduk sembari bercengkerama.


“Maaf, saya datang terlambat,” sapa Morgan, membuat mereka mengalihkan pandangan ke arah Morgan.


“Duduk dulu,” suruh Papa, Morgan pun duduk seperti yang ia pinta.


Mereka pun duduk saling pandang, dengan suasana yang tiba-tiba saja menegang.


“Ada apa?” tanya Morgan, mereka memandang tajam ke arahnya.


“Papa dengar, kalian habis dari Paris. Kalian bulan madu ke sana?” tanyanya dengan sinis, membuat Morgan menghela napasnya dengan panjang.


“Dari Ara, ya?” tanya Morgan balik, yang sangat membuat Papa tidak senang mendengarnya.


“Morgan, Papa bertanya jangan kamu balik tanya lagi!” bentaknya, lagi-lagi membuat Morgan menghela napasnya dengan panjang.


“Ya, saya dan Fla ... habis bulan madu ke Paris,” jawab Morgan apa adanya, membuat mereka gusar mendengarnya.


“Lantas apa yang kamu dapatkan?” tanya Papanya lagi.


Morgan memandang tegang ke arah mereka, karena memang sejak beberapa minggu lalu, tidak ada tanda-tanda dari keberhasilan usahanya.


“Sudah 5 tahun lebih, kamu menggantung kami seperti ini, Morgan. Apa kamu mau nunggu kami mati dulu, baru bisa memberikan apa yang kami mau?” tanya Papa dengan sinis, sontak membuat Morgan mendelik kaget mendengarnya.


“Tidak, bukan seperti itu maksudnya—”


“Lantas seperti apa, Morgan?” pangkas Papa, membuat Morgan lagi-lagi hanya bisa menghela napasnya dengan panjang.


Untuk kali ini, Morgan sama sekali tidak bisa mengelak dari mereka. Ucapan mereka sungguh membuat hati Morgan gusar, karena memang Fla yang belum menunjukkan tanda-tanda mengandung.


“Mama juga malu, sama temen-temen Mama! Mereka sudah menimang 2 cucu, 3, 4, bahkan lebih. Mama satu pun belum!” bentak Mama, semakin memperkeruh keadaan.


Mereka hanya bisa saling melempar pandangan kesal, karena Morgan yang benar-benar sangat kukuh mempertahankan Fla yang tidak bisa memberikan keturunan.


Papa memandang sinis ke arah Morgan, “Papa gak mau tau, kamu harus menceraikan Fla dan menikahi Ara, secepatnya!” desaknya, sontak membuat Morgan mendelik kaget mendengar desakan ayahnya itu.


“Apa?” gumam Morgan, tak percaya dengan hal yang ia dengar.


-TAMAT SEASON 1-

__ADS_1


NANTIKAN SEASON 2-NYA YA~


TERIMA KASIH


__ADS_2