
Sesampainya dirumah, rangga duduk disofa.
Dia memikirkan apa yang telah dilaluinya hari ini sambil bersandar dan menatap keatas. Dia tersenyum bahagia, baru kali ini dia merasakan keluarga bahagia. Bersenda gurau, bermain, makan dan sampai menidurkan anak yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dia sampai bergumam " Aku ingin berkeluarga" ucap rangga sambil tersenyum bahagia.
Keesokan harinya rangga tidak masuk kantor. Banyak relasinya menghubunginya namun, hari asistennya memberikan alasan bahwa rangga sedang keluar kota dan tidak ingin diganggu, memberi alasan agar menghubungi lagi lain waktu.
Sedangkan ditempat lain rangga malah sibuk menemani rena dirumahnya. Masih pagi buta dia sudah datang kerumah rena dan biasa sembari membawa banyak bungkusan makanan untuk rena dan keluarganya.
"Pak rangga, ngapain pagi - pagi udah dirumah saya... memang bapak tidak pergi ke kantor??" tanya rena yang sebel bos resenya pagi - pagi sudah ada dirumahnya.
"Saya sedang tidak ada kerjaan dikantor, makanya saya kesini mau ngajakin bila main" ujar rangga beralasan padahal dia ingin selalu dekat dengan rena.
"Tapi bila sekolah pak, dia baru pulang nanti siang" ujar rena sambil menahan kekesalannya.
"Kalo bukan bos gue, udah gue usir lo dari sini" gumam rena dalam hati.
"Ya tidak apa - apa,, saya tunggu bila sampai pulang" ujar rangga dengan santainya.
"Apa?? bapak mau nunggu bila sampai pulang??" sontak rena kaget mendengar jawaban rangga yang membuat dia melotot pada rangga saking kesalnya .
"Iya, emangnya tidak boleh?? ujar rangga sambil menatap rena.
"Bukannya tidak boleh tapi ini baru jam 7 pagi, sedangkan bila pulang jam 10.. trus apa yang akan bapak lakukan sebari menunggu bila?? tukas rena semakin dongkol seperti ingin meledak amarahnya.
"Kita ngobrol aja sampai bila pulang" ujar rangga sambil bersandar disofa merasa seperti dirumahnya sendiri.
"Ogah, saya mau istirahat... kalo bapak masih mau menunggu bila silahkan saja tapi saya tidak bisa menemani bapak ngobrol, saya mau istirahat.. permisi" ujar rena sembari berjalan menuju kamarnya.
Rangga sendirian diruang tamu dia memperhatikan setiap detail yang ada disana dan tertuju pada sebuah poto, ya itu poto rena dan bila ketika sedang berlibur.
Mereka tersenyum bahagia membuat rangga tak sadar ikut tersenyum melihat poto mereka. Hingga terbesit dipikirannya dia ingin kedua bidadari itu menjadi keluarganya.
"Andai saja kita bertiga bisa bersama menjadi satu keluarga, pasti aku akan sangat bahagia" ujar rangga sambil mengelus poto yang ada ditangannya.
Tiba - tiba rena keluar dari kamarnya untuk mengambil minum karena haus dan air persediaan dikamarnya habis.
"Bapak sedang apa disitu" tanya rena sinis.
Sontak rangga pun terkejut dan kemudian menaruh kembali poto yang ada ditangannya ketempat semula.
"Oh, saya hanya melihat - lihat saja" jawab rangga gugup kemudian duduk kembali di sofa.
__ADS_1
Kemudian rena mengambil 2 gelas air minum dan memberikannya 1 untuk rangga.
"Ini minum buat bapak takutnya haus" ujar rena sambil menyodorkan segelas air pada rangga kemudian berlalu pergi ke kamarnya lagi. Belum sempat melangkah rangga memanggil rena.
"Rena apa kamu sudah sarapan??" tanya rangga sambil menatap rena karena dia lapar belum sempat sarapan ketika hendak kerumah rena.
"Ehmm,, sudah" jawab rena ragu - ragu padahal dia juga lapar belum sarapan mamanya lupa membuatkan sarapan untuk rena.
"Maukah kamu menemani saya sarapan, saya belum sarapan perut saya akan sakit kalau saya telat makan" ujar rangga meminta rena menemaninya sarapan karena dia memang mempunyai penyakit magh jika telat makan akan kambuh magh nya.
"Baik saya akan temani bapak sarapan" jawab rena merasa kasihan melihat rangga yang sedikit pucat wajahnya karena mungkin penyakit magh nya kambuh.
Kemudian mereka pun sarapan, setelah sarapan mereka menonton tv acara FTV.
Karena saking serunya tuh film yang berjudul Bos Brengsek Kecantol Janda Malehoy (Manis, lembut, heboh, yahuy) 😁
Mereka tertawa tebahak - bahak melihatnya, sampai mereka saling pukul - pukulan saking gregetnya dengan adegan yang membuat mereka tertawa.
Kemudian mereka tersadar apa yang sudah mereka lakukan, hingga akhirnya mereka terdiam merasa canggung dengan apa yang telah terjadi.
Tiba - tiba, suara bila dan neneknya terdengar memberi salam. mereka pun menjawab salam dari bila dan neneknya.
"Iya sayang om mau ngajak kamu main, tapi bila nya harus ganti baju dulu baru main sama om... ok" ujar rangga menyuruh bila untuk ganti baju dulu.
"Ok tunggu ya om ganteng " sahut bila sambil tersenyum kegirangan.
"Rena, apakah kaki kamu sudah sembuh??" tanya rangga sambil menatap kaki rena.
"Sudah pak, memangnya kenapa?? tanya rena masih canggung gara - gara kejadian tadi.
"Kalau sudah sembuh bagaimana kalo kita pergi jalan - jalan sekalian mengajak main bila biar dia merasa senang" ujar rangga menawarkan
"Kemana?? tanya rena singkat
"Ketempat yang ada permainan anak - anaknya" jawab rangga
"Baiklah, kalau begitu saya ganti baju dulu" sahut rena sembari menuju kamarnya untuk berganti pakaian
10 menit kemudian, rena dan bila siap untuk berangkat. Mereka menatap rangga dengan tatapan aneh.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu???" tanya rangga merasa heran dengan kedua bidadari cantik itu.
__ADS_1
"Apa bapak mau berpakaian seperti ini ketempat bermain??" tanya rena sambil menunjuk ke arah rangga
"Memangnya kenapa dengan pakaian saya?? tanya rangga
"Ya tidak cocok lah pak, kita kan mau bermain bukan mau rapat kerja" jawab rena
"Tapi saya tidak membawa pakaian ganti" ujar rangga
"Ya sudah nanti saja kita beli baju yang cocok buat bapak dijalan, sekarang kita berangkat " ujar rena sambil menyalami mamanya berpamitan.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, mereka mencari toko pakaian pria untuk mencarikan pakaian untuk bos resenya rena. Kemudian mereka singgah ditoko pakaian pria, dipilihkannya pakaian untuk rangga dengan warna senada dengan rena dan bila. Mereka terlihat seperti couplean ayah, ibu dan anak.
"Wahhh,, kalian keluarga yang kompak ya" ujar salah satu penjaga toko.
Mereka pun hanya bisa tersenyum paksa.
Rangga pun membayar pakaian yang dia kenakan kemudian mereka pergi ketempat permainan.
Mereka bermain sepuasnya, tertawa bersama, berpoto bersama dan bermain semua permainan yang ada, sampai tiba waktunya makan siang.
"Ma, bila laper" ujar bila pada mamanya yang terdengar oleh rangga.
"Ya udah ayo kita makan" jawab rangga sambil menggendong bila, membuat rena terharu melihatnya sampai menitikan air matanya.
"Kamu kenapa nangis??" tanya rangga melihat rena menangis sambil menggenggam tangannya.
"Tidak apa ko pak, mata saya hanya kemasukan debu jadinya perih" jawab rena ngeles kaya tukang bajay.
Kemudian mereka pun pergi ketempat makan dan memesan makanan.
"Bila pengen makan apa??" tanya rangga sambil memegang kepala bila dan mengelusnya
"Ayam bakar sama jus stroberi" jawab bila
"Rena kamu mau pesan apa?? " tanya rangga
"Aku pengen spagety sama jus jeruk" jawab rena
"Baik saya samakan dengan nona ini ya mba" ujar rangga pada pelayan.
Beberapa menit kemudian pesanan datang dan Mereka pun makan.
__ADS_1