Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Mantan


__ADS_3

Setelah mamanya rangga meninggalkan rangga dan rena, rena pergi meninggalkan rangga untuk mengambil makanan karena perut dia sudah lapar dari tadi. Maklum walaupun badan rena kecil tapi dia makannya banyak dan cepet banget laparnya.


Rena mengambil makanan dan segelas minuman. Sedangkan rangga sibuk berbincang dengan koleganya.


Rena pergi mencari tempat duduk untuk menikmati makanannya dan menemukan meja kosong, dia duduk disana.


Tiba - tiba datang seorang pria tidak dikenal menghampirinya.


"Hai nona cantik, boleh saya duduk disini" ujar pria asing itu pada rena sambil menarik kursi kemudian duduk berhadapan dengan rena.


"Oh, silahkan" jawab rena singkat tak peduli dengan keberadaan pria asing yang ada didepannya, malah sibuk menikmati makanannya.


"Ehmmm... bolehkah saya kenalan? nama kamu siapa cantik??" tanya pria itu sambil menyodorkan tangannya pada rena.


"Maaf tuan, saya permisi" ujar rena tidak mau menanggapi dan pergi meninggalkan pria itu.


"Sialan tuh cewek sok jual mahal banget" ujar pria itu kesal pada rena.


"Hay bil, lo kenapa? ko muka lo kelihatan kaya lagi kesel?? Tanya lena pada bily.


Bily Mahendra adalah direktur perusahaan dibidang jasa konstruksi salah satu dari kolega rangga. Teman dari lena staf akunting diperusahaan rangga.


"Iya, gue lagi kesel sama tuh cewek sok kecantikan itu" Jawab bily sambil menunjuk pada rena yang pergi meninggalkannya.


"Oh itu, ngapain lo kesel sama dia?" tanya lena sambil melihat ke arah rena


"Gue ajak kenalan, tuh cewek malah pergi ninggalin gue" jawab bily sambil mengepalkan tangannya kesal.


"Lo suka sama dia?" tanya lena lagi


"Sedikit" jawab bily sambil duduk kembali dikursi.


"Lo sejak kapan suka sama janda??" tanya lena sambil duduk dikursi berhadapan dengan bily.


"Apa?? dia itu janda???" tanya bily kaget dia tidak menyangka kalau rena itu janda.


"Iya, dia itu janda punya anak satu perempuan" jawab lena


"Ko lo tahu?? lo kenal sama dia??" tanya bily sambil memegang tangan lena.


"Ya iyalah gue tahu, dia itu temen kantor gue" jawab lena

__ADS_1


"Wahhhh... kalo gitu kenalin dong sama gue, gue penasaran sama dia" ujar bily sambil menggoyangkan tangan lena


"Kenalan aja sendiri" jawab lena pergi meninggalkan bily.


Ditempat lain rena merasa bosan dengan suasana di pesta. Rena duduk sendirian di sudut taman yang dihiasi kelap kelip lampu warna warni.


Tiba - tiba rangga datang menghampirinya dan duduk disampingnya.


"Kamu ngapain disini bukanya kedalam??" tanya rangga sambil menatap lampu taman


"Aku tidak suka pesta seperti ini, aku lebih suka tempat yang tenang" jawab rena sambil melihat bintang.


"Ya sudah, sekarang kita pulang tapi kita pamit dulu sama mama dan papaku" ujar rangga sambil menarik tangan rena membawanya kedalam pesta lagi.


"Baiklah" jawab rena pasrah


Rangga dan rena menghampiri mama dan papanya rangga. Namun mama dan papa rangga terlihat sedang mengobrol dengan seorang wanita cantik seperti sudah lama kenal.


"Ma.. pa, Rang" ujar rangga belum selesai bicara wanita cantik itu tiba - tiba memeluk rangga yang membuat rena terkejut.


"Rangga....udah lama kita tidak bertemu, aku kangen banget sama kamu" ujar wanita cantik itu sambil memeluk rangga


"Caty.... sejak kapan kamu pulang??" tanya rangga sambil melepaskan pelukan caty.


"Rena... kenalkan ini temannya rangga waktu kuliah dulu namanya caty wilson" ucap mama rangga mengenalkan caty pada rena.


"Mantan pacar, bukan teman" sahut caty sambil tersenyum pada rena.


"Oh... saya rena, senang berkenalan dengan anda" jawab rena


"Tante... maaf rena tidak bisa lama - lama, mama rena berpesan supaya rena pulangnya jangan malam - malam, rena permisi dulu" ujar rena sambil bersalaman pada mama dan papanya rangga, kemudian pergi.


"Ma.. pa.. rangga pergi dulu nganterin rena pulang ya" ujar rangga sambil berlari menyusul rena.


Rena berjalan menuju jalan raya, kemudian menghentikan taxi. Tiba - tiba rangga datang menarik tangan rena dan menyuruh taxi itu pergi.


"Kenapa kamu pergi gitu aja, saya kan udah bilang.. saya akan antar kamu pulang" ujar rangga marah pada rena.


"Bapak tidak udah repot - repot mengantar saya, saya bisa pulang sendiri" ujar rena melepaskan tanganya dari genggaman rangga.


"Tapi kamu berangkat dengan saya, pulangpun harus dengan saya" ujar rangga sambil memegang pundak rena. Rangga pun membawa rena ke mobilnya untuk mengantarkannya pulang.

__ADS_1


Disepanjang jalan rena hanya diam, tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.


"Kenapa kamu diam saja??" tanya rangga namun rena tidak menjawab pertanyaannya.


Rangga kesal karena rena diam saja. rangga menghentikan mobilnya disebuah taman kecil yang tidak terlalu ramai namun terlihat nyaman dan tenang.


Rangga turun dari mobil dan duduk dikursi taman. Tiba - tiba rena keluar dari mobil dan duduk disamping rangga.


"Kenapa kita berhenti disini, ayo kita pulang??" tanya rena tanpa memandang rangga.


"Kita tidak akan pulang kalau keadaan kamu masih seperti ini" jawab rangga sambil menatap rena yang duduk disampingnya.


" Kalo gitu saya pulang naik taxi saja" sahut rena baru saja berdiri rangga sudah menarik tangannya menghentikan dia agar tidak pergi.


"Pokoknya kamu tidak boleh pulang sebelum kamu tersenyum" ujar rangga dan rena pun terduduk kembali.


Tiba - tiba rena menangis yang membuat rangga bingung, apa yang sudah membuat rena sedih.


"Kenapa kamu nangis, apa aku punya salah sama kamu??" tanya rangga bingung harus berbuat apa dan rena malah semakin kenceng nangisnya.


"Hey... berhenti nangisnya nanti dikira orang aku yang bikin kamu nangis" ujar rangga menghapus air mata rena dan menenangkannya dalam pelukan rangga.


"Ini semua gara - gara kamu, kalo kamu tidak mengajak aku ke pesta enggak akan kaya gini jadinya" jawab rena yang menangis dipelukan rangga.


"Emang aku salah apa??" tanya rangga semakin bingung.


"Kamu nyuruh aku jadi calon istri kamu, buat manas - manasin mantan kamu kan??" tanya rena melepaskan pelukan rangga.


"Aku tidak berniat seperti itu, aku minta kamu jadi calon istri bohongan aku karena mama aku minta aku bawa calon istri aku cuma itu enggak ada yang lain" jawab rangga kembali memeluk rena.


"Terus kenapa kamu enggak bilang kalo ada mantan kamu disana" tanya rena sambil memukul - mukul rangga.


"Aku juga tidak tahu kalau dia bakalan datang, soalnya dia sedang diluar negri" jawab rangga sambil menghela napas.


"Kenapa kamu begitu marah, apa kamu cemburu??" tanya rangga sambil memegang dagu rena yang kemudian rena memalingkan wajahnya kearah lain.


"Ngapain aku cemburu sama kamu, aku kan bukan siapa - siapa kamu" jawab rena yang sedikit terlihat wajahnya yang memerah karena malu.


"Kamu kan calon istri aku" jawab rangga sambil mencolek pipi merah rena karena malu.


"Iya, calon istri bohongan" jawab rena sambil cemberut.

__ADS_1


"Kalau calon istri beneran, kamu mau tidak??" ujar rangga senang sekali menggoda rena.


"Enggak" jawab rena singkat kemudian pergi masuk ke mobil rangga dan rangga pun menyusulnya kemudian mengantarkan rena pulang.


__ADS_2