Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Liburan di Pantai


__ADS_3

Keesokan harinya diakhir pekan rena, bila dan yesi biasa pergi lari pagi dilingkungan kompleks rumahnya.


"Ma, bila haus pengen minum itu" Ujar bila sambil menunjuk warung diseberang jalan.


"Ya udah kita beli minum kesana ya sayang" jawab rena sambil mengajak bila dan yesi kewarung.


"Mba, ini berapa semuanya??" tanya rena pada penjaga warung sambil menyodorkan minuman yang rena pilih.


"20 ribu, mba" jawab penjaga warung.


Tiba - tiba rena bertemu bily diwarung. Bily datang membeli minuman juga seperti rena.


"Mba ini harganya berapa?" Tanya bily pada penjaga warung sambil meneguk minumannya saking hausnya.


"10 ribu mas" jawab penjaga warung


"Ma, bukain dong bila enggak bisa" ujar bila meminta tolong pada rena untuk membukakan minumanya yang tidak sengaja bily mendengar dan melihat ke arah rena dan bila.


"Sini mama bukain" ujar rena kemudian mengambil botol minum bila.


"Eh, kamu cewek cantik... kita ketemu lagi" ujar bily pada rena sambil tersenyum.


"Maaf, apa kita saling kenal??" tanya rena yang lupa kalau semalam dia bertemu dengan bily.


"Belum sih, semalam kita ketemu di pesta ulang tahun tapi belum sempat kenalan.. kenalin nama saya Bily Mahendra??" ujar bily sambil menyodorkan tangannya kearah rena.


"Owh... saya rena" jawab rena sambil berjabat tangan dengan bily.


"Ka, ayo kita lari lagi" ajak yesi pada rena sambil lari meninggalkan rena dan bila.


"Eh... yesi tunggu.... bila lagi minum dulu nih kasihan" jawab rena sambil menungu bila selesai minum.


"Udah ma, ayo kita lari lagi" ajak bila pada rena.


"Mas, saya duluan ya" ujar rena sambil mengangukan kepalanya pada bily kemudian berlari bersama bila mengejar yesi.


"Eh... tunggu... aku ikut.... " ujar bily berlari mengejar rena namun tidak terkejar olehnya.


"Sial... cepat banget tuh cewek larinya" gumam bily kesal.


Ditempat lain rena, bila dan yesi berhenti ditaman komplek untuk beristirahat sambil memesan sarapan.


"Bang, pesen bubur ayamnya 3 ya" ujar rena memesan bubur ayam.


Beberapa menit kemudian datang pesanan bubur ayam mereka.


"Ini bubur ayamnya, selamat menikmati" ujar pedagang.


"Terima kasih" jawab rena, bila dan yesi serentak.


Tiba - tiba bily datang lagi mengganggu mereka.


"Hey... kalian cepat banget sih larinya??" tanya bily pada rena, bila dan yesi sambil ngos - ngosan kecapean.


"Kenapa napas kamu ngos - ngosan gitu, abis dikejar anjing galak ya??" tanya rena pada bily sambil tersenyum dan memberikan minum pada bily.


"Aku tuh ngejar kalian, tapi kalian larinya cepat banget" jawab bily kemudian duduk disamping rena.


"Bang, bubur 1 jangan pake sambel" ujar bily memesan bubur.

__ADS_1


"Lah ko enggak pake sambel sih, enggak enak tahu om" sahut bila pada bily.


"Ya, om enggak suka pedes soalnya" jawab bily


"Ini mas buburnya" ucap pedagang mengantarkan pesanan bily.


Mereka pun makan, setelah selesai makan rena hendak membayar namun bily menarik tangannya.


"Biar aku yang bayar sebagai tanda perkenalan kita" ujar bily sambil tersenyum.


"Tapi... " ujar rena belum selesai ngomong dipotong oleh bily.


"Tidak ada tapi - tapian, lagian kamu teman pertama saya dikomplek ini... saya baru pindah kemarin, jadi aku traktir kalian sebagai awal pertemanan kita" ujar bily sambil membayar pada pedagang bubur.


"Emang rumah kamu diblok berapa?" tanya rena


" Aku di blok F2 nomor 15" jawab bily


"Wah, berarti kita tetanggaan dong... kita di blok F2 nomor 18" jawab yesi sambil tersenyum.


"Wah... kebetulan dong kalo gitu, jadi kalo ada apa - apa aku bisa minta tolong sama kalian" jawab bily senang karena dia bisa sering ketemu rena.


"Tentu saja" jawab yesi sambil tersenyum


"Kalau begitu kami pulang duluan ya" ujar rena sambil berlalu pergi mengajak bila dan yesi.


"Kak, kita kan lagi ngobrol.... kenapa malah pulang sih?" tanya yesi kesal sama rena.


"Dengerin kakak ya yesi, jangan terlalu akrab sama orang yang baru kita kenal.... gimana kalo dia orang jahat coba" ujar rena memberitahukan yesi jangan sembarangan ngobrol sama orang yang baru dikenal.


"Ih... kakak mah pikirannya negatif aja, " enggak baik tahu... " sahut yesi sambil cemberut.


"Udah ayo kita pulang, kasihan mama dirumah sendirian" ujar rena mengajak yesi dan bila pulang.


"Ini kaya mobilnya cowok rese deh" gumam rena.


"Mama ngomong apa??" tanya bila


"Oh... enggak ko sayang mama enggak ngomong apa -apa" jawab rena


"Kak, yesi duluan kebelet nih" sahut yesi sambil berlari menuju kamar mandi.


Diruang tamu rangga sudah menunggu rena ditemani mama rahma


"Rena, lama banget joggingnya... kasihan nak rangga nungguin kamu dari tadi " ujar rahma mamanya rena.


"Tadi habis makan bubur ayam dulu ma, ditaman" jawab rena


"Hay om ganteng, pagi - pagi kesini mau ngajakin bila main lagi ya??" tanya bila sambil duduk disamping rangga.


"Iya, om mau ngajak Bila ke pantai, mau enggak?? " tanya rangga


"Mauuuuu... kalo gitu bila mandi dulu terus ganti baju ok" sahut bila sambil mengacungkan jempolnya kemudian berlari ke kamar mandi.


"Pak rangga mau ngajakin saya sama bila ke pantai??" tanya rena heran


"Iya, saya sudah lama tidak pergi ke pantai... jadi daripada sendiri saya ajak kamu sama bila biar rame" jawab rangga


"Udah kamu siap - siap, mumpung masih pagi biar enggak kena macet nantinya" perintah rangga pada rena.

__ADS_1


"Ya sudah saya siap - siap dulu" jawab rena kemudian pergi bersiap.


Setengah jam kemudian rena dan bila siap, mereka pun berangkat kepantai. Diperjalanan rangga berhenti di mini market untuk membeli makanan ringan untuk persediaan dimobil dan kemudian melanjutkan perjalanan lagi.


Satu jam kemudian mereka sampai, namun bila tertidur.


"Sayang bangun, kita udah sampai" ujar rena membangunkan bila yang sedang tidur terlelap.


"Sudah jangan dibangunkan, kasihan biarin bila tidur" sahut rangga kemudian keluar mobil dan membukakan pintu untuk rena.


"Sini biar aku yang gendong bila, kamu bawa tas kamu saja" ujar rangga menggendong bila membawanya ke hotel yang sudah rangga pesan dan rena mengikutinya dari belakang.


Sampai dikamar hotel mereka pun istirahat sejenak sambil menunggu bila bangun.


Setengah jam kemudian bila bangun.


"Mama.... " ucap bila bangun dari tidurnya.


"Ya sayang, ada apa??" jawab rena


"Katanya kita mau ke pantai ko ada disini sih?? " tanya bila


"Tadi bila kan ketiduran jadi om sama mama bawa kamu istirahat dulu baru kita kepantai" sahut rangga


"Ya udah, ayo kita ke pantai sekarang biar bisa main istana pasir" ujar bila sambil menarik tangan rena dan rangga.


Merekapun pergi kepantai bermain pasir, membuat istana pasir yang bila inginkan.


"Mama, om ganteng ayo kita bikin istana pasir" ajak bila pada rena dan rangga.


"Ayo... " sahut rangga dan rena


Mereka membuat istana pasir sambil bermain air laut dan istana pasir pun selesai.


"Om ganteng istananya udah selesai" ujar bila yang merasa senang istana pasirnya selesai.


"Ya sayang, udah main aja ya mama tunggu disini" ujar rena sambil mengawasi bila.


Rangga duduk disamping rena, mereka pun mengobrol.


"Kamu kenapa ko nangis?" tanya rangga


"Aku bahagia bisa melihat bila tertawa bahagia seperti ini" jawab rena sambil mengusap air matanya.


"Emang kenapa??" tanya rangga lagi


"Karena setiap kami kepantai dia tidak pernah sebahagia ini, dia tidak pernah membuat istana pasir seperti sekarang ini" ujar rena sambil menatap bila dari kejauhan.


"Memangnya kenapa??" tanya rangga penasaran


"Bila dulu pernah bilang, kalau dia hanya akan membuat istana pasir dengan ayahnya...


seperti ayah dan anak itu, bila selalu berangan - angan bisa membuatnya dengan ayahnya namun itu tidak pernah terjadi... ayahnya tidak pernah menemui bila" ujar rena sembari mengusap air matanya yang selalu mengalir di pipinya.


"Tega banget sih dia, segitunya sama anaknya sendiri" ujar rangga kesal


"Makasih ya pak rangga" ujar rena sambil tersenyum


"Untuk apa??" tanya rangga

__ADS_1


"Untuk istana pasir impian bila" ujar rena sambil menatap bila yang sedang berlari mengelilingi istana pasir buatannya.


"Iya sama - sama, aku juga senang bisa liat bila tertawa bahagia" ujar rangga sambil mendekap tangannya di dada sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada bila.


__ADS_2