Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Calon Papa Baru


__ADS_3

Keesokan harinya pagi - pagi hari asisten rangga sudah membawakan sarapan untuk bosnya dan baju ganti untuk rangga.


"Permisi mba rena, ini makanan untuk pak rangga sarapan dan baju gantinya karena hari ini ada miting penting masalah persiapan pembukaan kantor cabang baru yang dibekasi, tolong sampaikan pada pak rangga saya tidak enak membangunkannya" ujar hari sembari memberikan bungkusan makanan dan tas berisi pakaian ganti untuk rangga.


"Oh... iya nanti saya kasih tau pak rangga kalo beliau sudah bangun" jawab rena sambil memegang bungkusan ditangannya dan menaruhnya diatas meja.


Rena menyiapkan sarapan diatas meja dan rangga pun bangun dari tidurnya.


"Rena, kapan kamu membeli makanan ini??" tanya rangga mendekat pada rena dan duduk disofa.


"Oh... ini tadi pak hari yang membawakannya sekalian membawa baju ganti pak rangga dan dia bilang hari ini ada miting persiapan pembukaan kantor cabang yang dibekasi bapak harus hadir katanya" ujar rena menyampaikan pesan dari hari.


"Oh... ya sudah saya mau mandi dulu" ujar rangga sambil melangkah menuju kamar mandi yang ada di ruang rawat bila.


Setelah mandi rena dan rangga sarapan. Bila bangun dan memanggil rena.


"Ma... " ujar bila memanggil rena


"Iya sayang, ada apa?" tanya rena mendekat pada bila.


"Bila pengen pipis" jawab bila yang sedang terbaring dikasur


"Oh... sini bangun mama anterin ke toilet" jawab rena kemudian mendudukan bila dan menyiapkan sendal untuk bila.


"Tapi kaki bila masih lemes ma.... " ujar bila


"Ya sudah sini mama gendong" jawab rena sambil berdiri menyodorkan kedua tangannya hendak menggendong bila, namun rangga menghampirinya.


"Sini... biar papa yang gendong anak cantik kesayangan papa" sahut rangga yang menggendong bila sambil tersenyum.


"Makasih ya om ganteng" sahut bila sambil memeluk rangga.


"Loh... katanya jangan panggil om ko masih panggil om sih" goda rangga pada bila sambil memencet hidung bila.


"Oh iya bila lupa, makasih ya papa... " senyum bila pada rangga.


Setelah dari toilet bila digendong kembali ke tempat tidurnya.


"Bila sarapan dulu ya sayang, dari semalam kan belum makan" ujar rena membawakan semangkuk bubur untuk bila.


"Bila pengen disuapin papa" ujar bila sambil melihat rangga yang sedang duduk di sofa.


Rangga bangun dari duduknya dan menghampiri bila dan rena.


"Sini papa suapin ya, tapi harus habis ok" ujar rangga menyuapi bila bubur yang dipegang rena.


"Ok, bila pasti habiskan buburnya" sahut bila sambil tersenyum bahagia, mereka berdua tertawa bersama.


"Ya tuhan, aku bahagia bisa melihat bila tertawa bahagia seperti ini... maafkan mama nak selama ini telah membuatmu tidak bisa merasakan kasih sayang seorang Papa" gumam rena dalam hatinya.

__ADS_1


"Ehemmm... udah makannya yang bener, soalnya papa mau kerja bila enggak boleh nakal makannya cepetan habisin" ujar rena mengingatkan bila dan rangga.


"Iya mama... " sahut bila tersenyum pada rena.


"Ma... kenapa mama enggak nikah aja sih sama om papa, biar om papa bisa jadi papanya bila beneran?? " tanya bila sambil memegang tangan rena.


"Husss... ngomong apa sih kamu, om rangga itu bos mama enggak mungkinlah mama nikah sama dia" sahut rena sambil melotot pada bila.


"Emangnya kalo bos sama pegawainya enggak boleh nikah ya??" tanya bila sambil menggaruk kepalanya.


"Kata siapa enggak boleh, kalo sama - sama suka enggak jadi masalah" sahut rangga yang memegang kedua pipi bila dan menatapnya.


"Tuh kan ma boleh, kalo gitu om papa mau enggak nikah sama mama biar jadi papa bila beneran??" tanya bila yang membuat rena malu.


"Kalo om sih mau aja, tapi mama kamunya mau tidak sama om papa" ujar rangga sambil melirik rena sembari tersenyum.


"Horee.... bila bakalan punya papa baru" ujar bila sambil tepuk tangan kegirangan.


"Udah - udah ngomongnya jangan melantur masih pagi, udah habisin cepet buburnya, om rangga nya mau berangkat kerja" ujar rena mengalihkan pembicaraan.


"Iya mama... " sahut bila sambil berbisik pada rangga.


"Om beneran mau nikah sama mama bila?? " bisik bila pada rangga.


"Iya mau, tapi mama kamu mau enggak sama om?? " bisik rangga pada bila.


"Ih... dibilanginnya ya enggak mau dengar, ini udah siang om rangga nanti telat kekantornya" ujar rena mengambil mangkuk yang sudah kosong ditangan rangga.


"Ya sudah om berangkat kerja dulu ya, bila jangan lupa makan trus minum obat biar cepat sembuh, om pengen nanti ketika om kesini bila udah sembuh nanti om ajak bila jalan - jalan ke puncak mau kan... " ujar rangga sambil mengelus kepala bila.


"Iya om, bila bakalan cepat sembuh biar bisa liburan ke puncak" sahut bila tersenyum senang.


"Kalo gitu om berangkat kerja dulu ya, bila jangan nakal ok" ujar rangga sambil mengacungkan jempolnya dan bila pun membalasnya.


"Ok..." sahut bila yang mengacungkan jempolnya pada rangga.


Rangga pun pergi berangkat kerja.


"Bila, kamu enggak boleh ngomong kaya tadi lagi ya sama om rangga, enggak sopan sayang" ujar rena memberitahu bila dan dijawab dengan anggukan kepala oleh bila.


Sesampainya dikantor rangga memikirkan pertanyaan dari bila.


"Apa rena mau ya jadi istri gue" gumam rangga sambil memegang dagunya.


Tiba - tiba hari datang mengagetkannya.


"Pak, mitingnya sudah mau dimulai ayo kita kesana" ujar hari membuyarkan lamunan rangga dan mereka pun pergi ke ruang miting.


ditempat lain rena sedang menjaga bila, dia tidak masuk kerja dan rangga pun memberinya libur untuk menjaga bila di rumah sakit.

__ADS_1


Dokter datang dan mengecek keadaan bila.


"Wah... keadaan kamu cepat sekali pulihnya?" tanya dokter pada bila


"Iya dong pak dokter soalnya bila mau punya papa baru trus mau pergi ke puncak liburan, bila enggak mau lama - lama disini enggak enak" ujar bila pada dokter yang membuat dokter tertawa.


"Hahaaaa... kamu bisa saja" ujar dokter tertawa mendengar perkataan bila.


"Dok, apakah hari ini sudah boleh pulang??" tanya rena pada dokter.


"Iya boleh, kondisinya sudah membaik tapi nanti jika ada keluhan tolong bawa lagi periksa kesini ya" ujar dokter


"Iya dok terima kasih" ujar rena


" Dan jangan jajan sembarangan lagi ya bila" ujar dokter pada bila.


"Iya pak dokter bila enggak akan jajan sembarangan lagi" ujar bila sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.


"Pinter, kalo gitu om dokter tinggal ya" ujar dokter kemudian pergi meninggalkan bila dan rena.


"Kalo gitu mama urus administrasinya dulu ya, bila disini dulu bentar lagi nenek dateng ya" ujar rena dan tiba - tiba mamanya datang.


"Sayang kamu udah bangun??" tanya neneknya bila


"Udah dong nenek, nenek sama siapa kesini?" tanya bila sambil melihat kearah pintu.


"Nenek sendiri, kak yesinya sekolah enggak bisa kesini" ujar rahma


"Oh.. " ujar bila singkat


"Ma... titip bila dulu aku mau ngurus kepulangannya dulu ya" rena pergi ke bagian pendaftaran.


"Mba, saya mau mengurus kepulangan atas nama Salsabila Kirana" ujar rena


"Oh... tunggu sebentar ya bu" ujar petugas pendaftaran.


"Ini bu, tinggal ditanda tangani" ujar petugas sambil menyerahkan berkas yang harus di tanda tangani.


"Semua biayanya berapa??" tanya rena


"Semua biaya sudah dibayar, ibu tinggal tanda tangan saja" ujar petugas


"Kalo boleh tahu siapa ya yang sudah membayar biayanya?" tanya rena


"Oh... kalo itu orangnya berpesan agar tidak memberitahukannya" ujar petugas


"Oh, ya sudah terima kasih ya mba" ujar rena meninggalkan bagian pendaftaran.


Bila pun dibawa pulang dengan menggunakan taxi.

__ADS_1


__ADS_2